cover
Contact Name
Nurwahidah
Contact Email
ejournalspiritus@gmail.com
Phone
+6282340126316
Journal Mail Official
ejournalspiritus@gmail.com
Editorial Address
Jalan Lintas Tente - Godo, Desa Samili, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima - NTB Hp. 082341574224
Location
Kab. bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Spiritus: Religious Studies and Education Journal
ISSN : -     EISSN : 30309220     DOI : https://doi.org/10.59923/spiritus
This journal focuses its scope on issues of Religion and Education. We invite scientists, scholars, researchers and professionals in the fields of Religion, Education and Gender Equaty to publish their research in our Journal. This journal publishes high quality empirical and theoretical research covering all aspects of Religious Studies and Education: Religious Studies, Education, Religiuos and Peace, Islamic Studies, Islamic Law, Islamic economics and Business, Quranic and Hadith Studies, Islamic Philosophy, Islamic Thought and Literature, Islam and Peace, Science dan Civilization in Islam, Islam in local or nation, Gender Equaty
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2025): Februari 2025" : 5 Documents clear
Integration of Science and Qur'anic Education: A Solution to Heal Inner Wounds in the Modern Era. Muti’ah Nuha Mumtazah
Spiritus: Religious Studies and Education Journal Vol. 3 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Yayasan Insan Mulia Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59923/spiritus.v3i1.426

Abstract

This study aims to examine the urgency of integrating science and Qur'anic education as a solution to heal the spiritual wounds of modern society. Through a qualitative approach and literature review of several relevant journals, this research demonstrates that the integration of science and Qur'anic education not only addresses the identity crisis faced by the youth but also enhances the spiritual and intellectual development of students. Educational models that combine Islamic values and scientific knowledge, such as STEAM-based Islamic education, tafsir kauniyah, and Qur'anic logotherapy, have been proven to strengthen students' motivation, reduce psychological stress, and deepen their understanding of the world and life as creations of Allah. This study also recommends expanding this integration at various educational levels and supporting it with relevant policies. Future research should further explore the long-term impact of implementing Qur'anic-scientific education on the quality of life and character development of the younger generation.
The Importance of Religious Moderation in Strengthening Interfaith Brotherhood in Multicultural Societies Syaban Abdul Karim
Spiritus: Religious Studies and Education Journal Vol. 3 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Yayasan Insan Mulia Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59923/spiritus.v3i1.518

Abstract

The importance of religious moderation in strengthening interfaith brotherhood in multicultural societies is an increasingly relevant issue in the midst of increasingly plural social life. The diversity of religions, cultures, and ethnicities in Indonesia often poses challenges in building harmonious relationships between various groups. Religious moderation, as an approach that promotes moderation, tolerance, and mutual respect between religious communities, is an important key in maintaining such harmony. The purpose of this research is to analyse the role of religious moderation in strengthening interfaith brotherhood in a pluralistic society. The method used in this research is a literature study with a qualitative approach, collecting data from various relevant sources, such as articles, books, and previous research results. The results of the discussion show that religious moderation plays a significant role in creating space for interfaith dialogue, reducing conflict, and increasing awareness of the importance of tolerance and respect for differences. Religious moderation education in schools and communities has also proven effective in shaping a more open and peaceful mindset. Religious moderation is not only the teaching of tolerance, but also the application of religious values that emphasise compassion and peace. Therefore, religious moderation is an important strategy in strengthening interfaith brotherhood in Indonesia.
Pengaruh Literasi Digital Terhadap Anak Usia Dini Sesarian Nur Khoiriyah Sukarno
Spiritus: Religious Studies and Education Journal Vol. 3 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Yayasan Insan Mulia Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59923/spiritus.v3i1.461

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang pesat telah memengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk pada anak usia dini. Artikel ini membahas pengaruh literasi digital terhadap tumbuh kembang anak, serta pentingnya peran orang tua dalam mendampingi penggunaan teknologi digital sejak usia dini. Literasi digital bukan sekadar kemampuan teknis, tetapi juga mencakup pemahaman etis dan sosial dalam memanfaatkan media digital secara bijak. Melalui pendekatan kajian pustaka, artikel ini mengungkap bahwa literasi digital dapat memberikan dampak positif seperti meningkatkan semangat belajar, kemandirian, dan keterampilan berpikir kritis anak. Namun, jika tidak disertai pengawasan yang tepat, penggunaan teknologi juga dapat menimbulkan dampak negatif seperti gangguan konsentrasi, keterlambatan bicara, dan kecanduan gadget. Oleh karena itu, penerapan pola pengasuhan digital (digital parenting) menjadi kunci dalam mengarahkan anak agar mampu beradaptasi dengan lingkungan digital secara sehat dan seimbang. Kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk menciptakan generasi anak usia dini yang cakap dan bijak dalam dunia digital.
Analisis Kekerasan Sosial pada Anak Usia Remaja dalam Lingkungan Keluarga Yayah Rukiyah; Siska Sahira
Spiritus: Religious Studies and Education Journal Vol. 3 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Yayasan Insan Mulia Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59923/spiritus.v3i1.506

Abstract

Penelitian ini membahas fenomena kekerasan sosial yang dialami anak usia remaja dalam lingkungan keluarga. Berdasarkan data KPAI, sekitar 91% anak menjadi korban kekerasan di lingkungan keluarga, yang meliputi kekerasan fisik, psikologis, verbal, hingga penelantaran. Faktor-faktor penyebab kekerasan antara lain pewarisan perilaku kekerasan dari generasi sebelumnya, sulitnya mengungkap kasus kekerasan ke ranah publik, serta latar belakang budaya yang menempatkan anak pada posisi terendah dalam struktur keluarga. Selain itu, kondisi keluarga yang disfungsional, tekanan ekonomi, dan rendahnya dukungan sosial juga meningkatkan risiko terjadinya kekerasan pada remaja. Dampak kekerasan ini tidak hanya menyebabkan gangguan psikologis seperti kecemasan dan ketakutan, tetapi juga membentuk pola pikir remaja bahwa kekerasan adalah cara penyelesaian masalah, serta menimbulkan disharmoni dalam keluarga. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam mencegah serta menangani kekerasan sosial terhadap anak usia remaja di lingkungan keluarga.
Peranan Guru dalam Meningkatkan Kecerdasan Emosional Siswa di Sekolah Dasar Didit Haryadi; Miftahul Jannah; Muarif Islamiah
Spiritus: Religious Studies and Education Journal Vol. 3 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Yayasan Insan Mulia Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59923/spiritus.v3i1.562

Abstract

Kecerdasan emosional memiliki peranan penting dalam pendidikan masa kini, dan pendidik berfungsi sebagai teladan, pendorong dan penilai dalam mendukung siswa untuk meningkatkan kecerdasan emosional mereka. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan guru dalam meningkatkan kecerdasaan emosional siswa seta untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi. Penelitian ini menggunakan penelitian Kualiatif studi kasus yang mewawancarai beberapa guru di SDN 35 Nungga Kota Bima yang dipilih secara Purposive sampling serta menganalisis data dengan cara Miles dan Huberman yaitu mengumpulkan data, mereduksi sampai menarik kesimpulan. Adapun hasil penelitian di dapatkan Elemen yang mendukung perkembangan kecerdasan emosional siswa meliputi faktor fisik, psikologis dan lingkungan. Lingkungan yang kondusif dapat membantu siswa merasakan keamanan dan penerimaan sosial, serta meningkatkan kemampuan mereka dalam mengelola emosi dan berinteraksi pada orang lain. Guru berperan penting dalam meningkatkan kecerdasan emosional siswa tetapi ada faktor penghalang seperti variasi status sosial dan keberagaman budaya. Diperlukan pemahaman yang lebih lengkap dan usaha yang berfokus untuk memperkuat posisi guru dalam konteks ini. Pemahaman tentang soiknifikansi peran guru dalam meningkatkan kecerdasan emosional siswa dapat memberikan dampak postif dalam pembentukan generasi yang lebih seimbang dalam emosional.

Page 1 of 1 | Total Record : 5