cover
Contact Name
Muhamad Sidik
Contact Email
mgcn.sidik@gmail.com
Phone
+6289671418611
Journal Mail Official
jmia@kampusakademik.co.id
Editorial Address
Jl.pedurungan kidul IV rt.03/01 No.62 Kel. Pedurungan Kidul/ Kec.Pedurungan Semarang 50192
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK
ISSN : 30327385     EISSN : 30327377     DOI : https://doi.org/10.61722/jmia.v1i2
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK (JMIA) , ISSN: (cetak), ISSN: (online) adalah jurnal yang ditujukan untuk publikasi artikel ilmiah yang diterbitkan oleh CV. Kampus Akademik Publising . JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK merupakan platform publikasi jurnal Karya suatu hasil penelitian orisinil atau tinjauan Pustaka yang ditulis oleh dosen atau mahasiswa. Ruang lingkup karya yang diterbitkan mencakup Multidisiplin diantaranya yaitu: Manajemen, Ekonomi, Ekonomi Syariah, Akuntansi, Kewirausahaan, Bisnis, Ilmu Sosial Humaniora, Sastra, Bahasa, Pertanian, Kesehatan, Peternakan, perikanan, Politik, Pendidikan, Ilmu Teknik, Sistem Informasi, Teknik Elektro dan Informatika, Desain Komunikasi Visual, Ilmu Komunikasi, Hukum. Jurnal ini terbit 1 tahun 6 kali (Februari, April, Juni, Agustus, Oktober, Desember)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2025): April" : 24 Documents clear
Peranan Pendidikan Anti Korupsi Kepada Anak Dalam Membangun Generasi Anti Korupsi Dela Safitri; Dewi Gita Pertiwi; Sakila Setia Wati
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 2 No. 2 (2025): April
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v2i2.4397

Abstract

Corruption is a significant obstacle to the progress of countries, especially in Indonesia, and has infiltrated almost every aspect of government affairs. This section explains how teaching children about honesty and fairness from a young age helps them avoid corruption. Using qualitative methods through interviews and records, this study seeks to understand how virtues such as honesty, responsibility, discipline, perseverance, and other ethical principles can be cultivated in education. Anti-corruption education teaches students about integrity and ethics. This section also points out some of the barriers to anti-corruption instruction, including narrow syllabi, little public awareness, and a permissive bribery environment. Therefore, a concerted and comprehensive effort is needed among educational institutions, family units, and government agencies to build an educational framework that serves as a strong foundation for eliminating corruption from the youth.
KAJIAN PUSTAKA: ADAPTASI KOREAN MAKE UP DALAM KONTEKS INTERNATIONAL WEDDING MAKE UP LOOK Ifa Nurhayati; Anik Maghfiroh; Nur Atikah; Maharani Irfina Putri; Mutiara Jofie Nabila
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 2 No. 2 (2025): April
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v2i2.4423

Abstract

Seiring dengan perkembangan zaman, konsep kecantikan dan makeup ideal sering mengalami perubahan yang dipengaruhi oleh tren terkini. Penelitian ini bertujuan untuk membahas makeup pengantin internasional serta mengidentifikasi karakteristik make up Korean look, dan mengeksplorasi kecocokan Korean makeup look untuk diadaptasikan ke dalam make up pengantin internasional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian pustaka yang melibatkan tiga langkah utama: pengumpulan data, evaluasi data dan teori, serta analisis hasil publikasi seperti buku dan artikel penelitian yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adaptasi Korean makeup look sangat sesuai untuk diintegrasikan ke dalam tata rias pengantin internasional. Gaya ini menekankan kesan alami dan elegan, dengan fokus pada kulit bercahaya dan sehat, serta penggunaan warna-warna pastel dan teknik seperti ombre lips serta glass skin. Penelitian ini menemukan bahwa kesamaan dalam ciri khas dan teknik aplikasi, seperti penggunaan foundation ringan dan warna yang soft, membuat Korean makeup look dapat diadaptasikan dengan baik untuk menciptakan tampilan pengantin yang autentik dan alami. Kata Kunci: Adaptasi; Make Up Korea; Pengantin Internasional
DINAMIKA COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENANGANAN BENCANA ALAM GEMPA BUMI DAN TSUNAMI DONGGALA Khaliq Khaliq; Asrifai Asrifai; Syamsul Bahri
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 2 No. 2 (2025): April
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v2i2.5556

Abstract

Kollaboratif Government menjadi tema kunci dalam proses bantuan bencana yang terjadi di Donggala pada 28 September 2018, konsep dinamis kollaboratif Government yang diusulkan oleh Emerson, Nabach, dan Balogh, yang terdiri dari prinsip-prinsip umum, motif bersama, dan memobilisasi kapasitas untuk bertindak bersama, merupakan hal yang penting ketika mempertimbangkan proses tanggap darurat Gempa dan Tsunami, investigasi menyeluruh dengan prosedur ketat berhasil menelusuri dinamika kolaboratif government dalam tanggap darurat bencana pascagempa dan tsunami di kabupaten Donggala, serta kolaborasi lembaga swadaya masyarakat dan sektor swasta dalam penanganan gempa dan tsunami, hasil penelitian memperlihatkan bahwa, pada penggerakan prinsip Bersama menunjukkan aspek kemanusiaan menjadi penentu keterlibatan segenap komponen dalam penanganan bencana, atas dasar kemanusiaan itu juga mereka bergerak tidak menunggu lama setelah bencana terjadi secara bersamaan BPBD Donggala sebagai pemegang tanggungjawab dalam menanggulangi bencana membuka ruang kerjasama yang kuat dalam penanganan bencana, Motivasi Bersama, kolaborasi yang kuat antar segenap pemangku kepentingan dijadikan sebagai penyangga untuk memastikan semua masalah terselesaikan dengan baik, karena begitu banyaknya urusan mendesak yang harus diselesaikan ditambah lagi dengan luasnya cakupan wilayah terdampak menjadi alasan pentingnya kolaborasi yang kuat dihadirkan dalam penanganan bencana, satu hal yang mengembirakan pasalnya begitu banyak komponen yang tergerak untuk ikut serta dalam penangan bencana atas dasar nilai kemanusiaan menjadikan bencana menjadi urusan bersama, kolaborasi terbangun melalui hubungan interpersonal individu maupun kelompok. Kapasitas melakukan tindakan bersama, aspek financial yang dimiliki segenap pemangku kepentingan mendorong terbentuknya kolaborasi yang kuat dalam menangani tanggap darurat gempa bumi dan tsunami di Donggala, hubungan interpersonal antar individu atau kelompok dalam menggali pengetahuan menjadikan proses pendistribusian bantuan yang sifatnya cepat dan tepat sampai kepada para penerima manfaat, Temuan pada collaborative governance jelas, tapi ada satu hal yang penting, yang menjadi sorotan adalah kurangnya ketersediaan, dokumen Perencanaan Darurat Gempa Bumi dan Tsunami, meskipun seharusnya disampaikan sebagai rencana kerja sama awal sebelum bencana terjadi, namun kondisi yang ada tetap mampu menghasilkan kerja sama yang kuat antara pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan sektor swasta dalam tanggap darurat pasca bencana.
Analisis Hukum Pada Proses Penyelesaian Konflik Dalam Pelaksanakan Pernikahan Dengan Tradisi Ontalan Muhamad Musta’in
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 2 No. 2 (2025): April
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v2i2.5717

Abstract

This research was conducted to gain a different perspective on the ontalan tradition, which is the practice of giving severance pay to newlyweds as a form of charity that is carried out openly and aims to strengthen ties within the community. This tradition is not required by Islamic law, but is respected as a custom that reflects the solidarity and concern of the community. The research was conducted using a normative legal method, employing secondary data sources obtained from a review of relevant literature related to the issue under discussion. The findings of this study reveal how the local community views the ontalan tradition as an expression of care and generosity towards the bride and groom, aligning with Islamic teachings on the importance of charity and assisting others.

Page 3 of 3 | Total Record : 24