cover
Contact Name
Marhamah
Contact Email
cocosbio2016@gmail.com
Phone
+6281330743672
Journal Mail Official
cocosbio@e-journal.hamzanwadi.ac.id
Editorial Address
Jl. TGKH. M. Zainuddin Abdul Madijd 132, Kelurahan Pancor, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur, Propinsi Nusa Tenggara Barat
Location
Kab. lombok timur,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Cocos Bio
Published by Universitas Hamzanwadi
ISSN : -     EISSN : 25274775     DOI : https://doi.org/10.29408/cob
Kurikulum biologi pada berbagai jenjang pendidikan; Biologi murni dan implementasinya dalam pembelajaran; Pembelajaran biologi dengan model inovatif pada berbagai jenjang pendidikan; Penelitian eksperimen, penelitian tindakan kelas, dan penelitian pengembangan dalam pembelajaran biologi; Hasil kajian Lesson Study bidang biologi pada berbagai jenjang pendidikan; Isu tentang program profesi guru dan implementasi kurikulum merdeka dalam bidang pendidikan biologi; Pendidikan lingkungan hidup
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 1 (2017): Cocos Bio" : 4 Documents clear
Identifiksi Jenis-Jenis Penyakit Pada Tanaman Hortikultura Studi Kasus di Desa Sembalun Lawang Zamratul, Zamratul; Marzuki, M
Cocos Bio Vol 2 No 1 (2017): Cocos Bio
Publisher : UNIVERSITAS HAMZANWADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman hortikultura merupakan jenis tanaman yang di nilai baik bagi para petani untuk di budidayakan. Selain karena sesuai dengan lahan pertanian dan menjadi komoditas yang nilai ekonominya cukup tinggi. Desa Sembalun Lawang merupakan desa yang banyak membudidayakan tanaman hortikultura diantaranya yaitu tanaman cabe, tomat dan kol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis penyakit pada tanaman hortikultura khususnya pada tanaman cabe,tomat dan kol di desa Sembalun Lawang Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur. Populasinya adalah tanaman cabe, tomat dan kol, sedangkan sampel penelitiannya yaitu jenis-jenis penyakit pada setiap 50 are pada masing-masing tanaman cabe, tomat dan kol. Jenis penelitian yang di gunakan adalah penelitian deskriptif dimana dalam penelitian ini berusaha mendeskrifsikan penomena atau peristiwa yang ada. Analisis data yang di gunakan adalah analisis deskriptif dimana di lakukan analisis data yang berhasil di peroleh dengan menghitung persentase tanaman sakit. Kesimpulan dari penelitian dengan melakukan perbandingan persentase tanaman sakit dari hasil persentase tertinggi sampai yang terendah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah, pada tanaman hortikultura di desa Sembalun Lawang terdapat tiga belas jenis penyakit yaitu pada cabe terdapat penyakit (antraknosa, busuk daun, busuk buah, layu bakteri dan sentik), pada tomat (bercak kering, busuk daun, penyakit layu, penyakit kerdil dan busuk buah),dan pada kol (busuk basah, busuk hitam dan akar gada).
PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING DALAM KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH BIOLOGI SISW KELAS VII Hestina, Wiansa; Fatmawati, Baiq
Cocos Bio Vol 2 No 1 (2017): Cocos Bio
Publisher : UNIVERSITAS HAMZANWADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang ditemukan secara umum kegiatan siswa dalam pembelajaran biologi masih kurang aktif dan efektif. Hal ini terlihat dari kurangnya kemampuan siswa mengeluarkan ide-ide/gagasan karena metode pengajaran yang dilakukan masih menerapkan metode konvensional. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penerapan model Discovery Learning Dalam Kemampuan Memecahkan Masalah Biologi Pada Pokok Bahasan Ekosistem Kelas VII SMPN 1 Sembalun Tahun Pembelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian Quasi Eksperimental Design dalam bentuk design pretest-posttest control group. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMPN 1 Sembalun. Pengambilan sampel menggunakan tehnik simple random sampling. Menggunakan undian, dari hasil undian kelas VIIA sebagai kelas eksperimen dan kelas VIIB sebagai kelas kontrol dengan masing-masing jumlah siswa sebanyak 30 orang. Tehnik pengumpulan data menggunakan tes memecahkan masalah dalam bentuk essay yang terdiri dari 6 soal. Tehnik analisis data untuk melihat hasil belajar biologi siswa menggunakan rumus, uji normalitas, uji homogenitas, dan uji t-test (uji-t). Hasil yang diperoleh yaitu nilai rata-rata pada kelas control 65 sedangkan nilai rata-rata pada kelas eksperimen 77. Berdasarkan hasil analisis data maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Discovery Learning berpengaruh dalam kemampuan memecahkan masalah biologi pada pokok bahasan ekosistem kelas VII SMPN 1 Sembalun Tahun Pembelajaran 2013/2014.
Pengembangan Bahan Pembelajaran Biologi Beracuan Konstruktivisme Dengan Inquiry Terbimbing Untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains dan Hasil Belajar Zuhri, Zuhri
Cocos Bio Vol 2 No 1 (2017): Cocos Bio
Publisher : UNIVERSITAS HAMZANWADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian pengembangan bahan pembelajaran beracuan konstruktivisme dengan inquiry terbimbing untuk meningkatkan keterampilan proses sains dan hasil belajar bertujuan untuk meningkatkan keterampilan proses sains dan hasil belajar. Penelitian pengembangan ini mengacu kepada model pengembangan Plomp yang dimodifikasi dengan memperhatikan tiga aspek kualitas produk yang dikemukakan Nieveen terdiri dari 4 fase. Fase pertama infestigasi awal, fase kedua perancangan, fase ketiga realisasi, dan fase keempat validasi, ujicoba produk dan revisi. Produk yang dihasilkan dalam penelitian ini berupa buku pedoman praktikum biologi SMP kelas VIII. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa modul yang telah dikembangkan memiliki Content Validity (CV) 1,0 dengan total skor 72 dari ahli tampilan dan ahli materi sehingga dinyatakan valid. Sementara respon siswa terhadap produk yang telah dikembangkan rata-rata 90% dengan efektifitas 86,67%, Tingginya tingkat validitas, efektifitas dan respon siswa terhadap produk diikuti juga dengan meningkatnya keterampilan proses sains siswa. Sedangkan peningkatan hasil belajar menjadi 83% dengan nilai rata-rata sebesar 78 sehingga dapat disimpulkan dari hasil analisis kebutuhan diperlukan buku pedoman praktikum biologi beracuan konstruktivisme dengan inquiry terbimbing untuk meningkatkan keterampilan proses sains dan hasil belajar.Kata Kunci : Pengembangan,       Konstruktivisme,       Inquiry     Terbimbing, Keterampilan Proses Sains
PENGARUH CAMPURAN PUPUK ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN BAYAM CABUT (Amaranthus tricolor) uddin, uddin
Cocos Bio Vol 2 No 1 (2017): Cocos Bio
Publisher : UNIVERSITAS HAMZANWADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh campuran pupuk organik (pupuk kandang) dengan perbandingan yang berbeda terhadap pertumbuhan tanaman bayam cabut. Penelitian ini adalah jenis eksperimen yaitu untuk mengetahui perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendali. Dalam penelitian ini perlakuannya yaitu campuran antara media tanah dan pupuk kandang dengan menggunakan perbandingan (2:1, 1:2, 2:2 dengan menggunakan media tanah sebagai control dan pupuk kandang juga sebagai kontol. dengan tiga kali ulangan, selanjutnya data diambil dengan cara observasi atau mengamati pertumbuhan tanaman dengan tinggi tanaman, jumlah daun dan diameter batang yang dijadikan sebagai parameter pertumbuhan tanaman bayam cabut. Pengamatan tanaman sebanyak 3 kali pengamatan dengan jarak pengamatan masing-masing 7 hari setelah tanam. Berdasarkan pertumbuhan (tinggi tanaman, jumlah daun dan diameter batang) dapat dijelaskan bahwa dari analisis data untuk pertumbuhan tinggi tanaman pada umur 14 hst diperoleh F hitung sebesar 221, umur 21 hst diperoleh F hitung 469, umur 28 hst diperoleh F hitung 24,4. Dengan F tabel pada kepercayaan 5% 5,14 ada pengaruh nyata, dilihat dari pertumbuhan jumlah daun pada umur 14 Hst 156, umur 21 hst diperoleh F hitung 162, umur 28 Hst diperoleh F hitung 107. Dengan F tabel pada kepercayaan 5% 5,14, ada pengaruh nyata dan dilihat pertumbuhan dari diameter batang pada umur 14 Hst diperoleh F hitung 65, pada umur 21 Hst diperoleh F hitung 128, dan pada umur 28 Hst diperoleh F hitung 62,5 dengan F tabel pada kepercayaan 5% 5,14 sudah jelas ada pengaruh nyata, sehingga dapat disimpulkan bahwa untuk tinggi tanaman, jumlah daun dan diameter batang memiliki pengaruh yang nyata. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan yang berbeda, dengan menggunakan tanah sebagai control dan pupuk kandang juga sebagai control dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman bayam cabut.

Page 1 of 1 | Total Record : 4