Pinisi: Journal of Teacher Proffesional
Pinisi: Journal of Teacher Professional is a journal that provides an authoritative source of scientific information for researchers and academics, research institutions, government agencies, and teacher education. We publish original research papers, review articles and case studies focused on educationand learning. All papers are peer-reviewed by at least two referees. Pinisi: Journal of Teacher Professional published by Program studi PPG Universitas Negeri Makassar and successfully issued three times in each volume (April, August, November). Pinisi: Journal of Teacher Professional We strongly prefer to receive manuscripts via our online submission system. Using this system, authors can upload manuscript files (text, figures, and supplementary information, including video) and check the review process. First, kindly please register as an author, and then log in for paper submission. Please tick “Author” when making a registration.
Articles
65 Documents
Search results for
, issue
"Vol 2, No 3 (2021): November"
:
65 Documents
clear
Penerapan Model PBL Untuk Meningkatkan Kemandirian Belajar Siswa Kelas V SDN Panyikkokang II
Novita Sari
PINISI :Journal of Teacher Professional Vol 2, No 3 (2021): November
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/tpj.v2i3.26018
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan kemandirian belajar siswa melalui penerapan model Problem Based Learning pada di Kelas V SDN Panyikkokang II Kota Makassar. Penelitian dilakukan di kelas V SDN Panyikkokang II Kota Makassar 2020/2021 pada 16 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi, dan observasi. Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kemandirian belajar peserta didik pada siklus I pertemuan I berada dalam kriteria cukup, demikian pula pada pertemuan II masih berada dalam kriteria cukup. Pada siklus II, kemandirian belajar peserta pada pertemuan I dan II dengan kriteria baik.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MENGGUNAKAN METODE ROLE PLAYING DENGAN BERBANTUAN MEDIA UANG MAINAN PADA SISWA KELAS 2 SDN KARANGASRI 1 NGAWI
Tantri Ratna Sari
PINISI :Journal of Teacher Professional Vol 2, No 3 (2021): November
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/tpj.v2i3.26097
Peningkatan hasil belajar Matematika Kelas 2 SDN Karangasri 1 Ngawi dengan menggunakan metode Role Playing dengan berbantuan media uang mainan. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Matematika siswa Kelas 2 SDN Karangasri 1 Ngawi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas adalah siswa Kelas 2 SDN Karangasri 1 Ngawi yang berjumlah 30 orang. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode tes tulis dan observasi sikap motivasi siswa. Data yang dikumpul dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Pada siklus I menunjukkan nilai terendah 60 dan nilai tertinggi 90. Selanjutnya pada siklus II menunjukkan nilai terendah 70 dan nilai tertinggi 100. Ketuntasan hasil belajar secara klasikal pada siklus I yaitu 70% dan pada siklus II terjadi peningkatan yaitu 93,3%. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dengan diterapkannya model pembelajaran metode Role Playing dengan berbantuan media uang mainan dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD INPRES PAKKINGKINGANG
Nurbia Nurbia
PINISI :Journal of Teacher Professional Vol 2, No 3 (2021): November
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/tpj.v2i3.26004
Penelitian ini dilatari oleh masalah yang terjadi dalam pembelajaran di kelas V SD, fokus masalah diuraikan sebagai berikut: bagaimana gambaran penerapan model pembelajaran Problem Based Learning dalam meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas V SD Inpres Pakkingkingang. Langkah penelitian disesuaikan dengan tahapan pelaksanaan penelitian PTK dengan subjek penelitian adalah siswa kelas V SD Inpres Pakkingkingang Kab. Gowa pada semester genap 2020/2021. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, test dan kajian dokumen, Teknik analisis data deskriptif kualitatif. Hasil penelitian siklus I diperoleh data 65% Langkah model telah terlaksana dengan baik, dan hasil belajar siswa mencapai 60% dari jumlah siswa. Pada hasil penelitian siklus II diperoleh data 75% Langkah model terlaksana dengan baik, dan 70% siswa telah meningkat hasil belajarnya. Pada hasil penelitian siklus III diperoleh data 90% langkah model terlaksana dengan baik, dan 80% siswa menunjukkan peningkatan hasil belajarnya. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning secara bertahap dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
STRATEGI KOMUNIKASI PUSTAKAWAN DALAM PROMOSI SEBAGAI MEDIA PEMANFAATAN DAN PEMBERDAYAAN PENGGUNA DI UPT PERPUSTAKAAN AMIK LUWUK BANGGAI
Sermia Sermia;
Yusri Yusri
PINISI :Journal of Teacher Professional Vol 2, No 3 (2021): November
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/tpj.v2i3.33513
Beberapa alasan penyebab tidak maksimalnya perpustakaan dalam menjalankan tugas dan fungsinya, antara lain: (1) kurangnya pemahaman/pengertian terhadap essensi perpustakaan sebagai infrastruktur dalam menyediakan informasi (2) pengelola perpustakaan Perguruan Tinggi tidak optimal dalam memberikan jasa layanan terutama dalam rangka memenuhi kebutuhan informasi pengguna, (3) kurang terpeliharanya komunikasi antara perpustakaan Perguruan Tinggi dengan masyarakat penggunanya. Untuk meningkatkan pemberdayaan perpustakaan Perguruan Tinggi diperlukan media promosi dengan strategi sebagai berikut: (1) menerbitkan Buku Pedoman Perpustakaan Perguruan Tinggi (2) kontak perorangan (3) menyebarkan brosur (4) penataan kondisi fisik perpustakaan (atmospheric) (5) melaksanakan kegiatan pendidikan pengguna. Kendala dalam kegiatan promosi perpustakaan Perguruan Tinggi meliputi: (1) Perpustakaan kurang mampu meningkatkan kuantitas dan kualitas layanan. (2) masyarakat akademis belum memandang secara benar terhadap tugas, fungsi dan peranan perpustakaan Perguruan Tinggi. Upaya mengatasi kendala-kendala dalam promosi perpustakaan Perguruan Tinggi dilakukan melalui kegiatan: (1) meyakinkan pimpinan Perguruan Tinggi tentang essensi perpustakaan Perguruan Tinggi. (2) meningkatkan citra yang positif tentang perpustakaan (3) menempatkan promosi perpustakaan sebagai salah satu prioritas program perpustakaan.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK PENINGKATAN MINAT DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V SDN TAMBAKREJA 02
hindri kusuma
PINISI :Journal of Teacher Professional Vol 2, No 3 (2021): November
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/tpj.v2i3.26083
Penelitian ini dilatari oleh masalah yang terjadi dalam pembelajaran di kelas V SD, fokus masalah diuraikan sebagai berikut: bagaimana gambaran penerapan model pembelajaran Problem Based Learning untuk peningkatan minat dan hasil belajar siswa kelas V SD. Langkah penelitian disesuaikan dengan tahapan pelaksanaan penelitian PTK yang meliputi Perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi, Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, test dan kajian dokumen. Hasil penelitian pada siklus 1 diperoleh data 60% Langkah model telah terlaksana dengan baik, dan kemampuan minat siswa mencapai 40% dari jumlah siswa. Hasil penelitian siklus 2 diperoleh data 75% Langkah model terlaksana dengan baik, dan 65% siswa telah memiliki minat dan hasil belajar yang baik. Hasil penelitian siklus 3 diperoleh data 85% Langkah model terlaksana dengan baik, dan 80% siswa telah memiliki minat dan hasil belajar yang baik. Temuan penelitian menunjukkan model pembelajaran PBL secara bertahap dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa kelas V SD. Kesimpulan penelitian bahwa model pembelajaran PBL yang dterapkan dengan baik dapat meningkatkan minat dan hasil belajar kelas V SD
PENINGKATAN HASIL BELAJAR DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING PENDEKATAN STEAM PADA SISWA
Etik Purwani
PINISI :Journal of Teacher Professional Vol 2, No 3 (2021): November
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/tpj.v2i3.26764
Penelitian ini dilatar belakangi oleh masalah yang terjadi dalam pembelajaran tematik di kelas III SDN 2 Kebonagung. Pembelajaran selama ini hanya berpusat pada guru (teacher center), sehingga hasil belajar tidak sesuai harapan. Rumusan masalah diuraikan sebagai berikut: Bagaimana menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning Pendekatan STEAM dapat meningkatkan hasil belajar tematik siswa kelas III SDN 2 Kebonagung. Langkah penelitian disesuaikan dengan tahapan pelaksanaan penelitian PTK yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi, teknik pengumpulan data menggunakan observasi dengan lembar pengamatan dan penilaian kinerja. Teknik analisis data deskriptif kualitatif hasil penelitian pada siklus 1 diperoleh data hasil belajar rata-rata 66,83 dari 12 siswa. Hasil penelitian siklus 2, proses belajar diperoleh data hasil belajar rata-rata 73,66 telah menunjukkan hasil belajar meningkat. Dan pada siklus 3 ditemukan hasil pembelajaran yang sangat memuaskan dengan rata-rata nilai 86,16 Temuan penelitian menunjukkan model pembelajaran Problem Based Learning berbasis STEAM secara bertahap dapat meningkatkan hasil belajar tematik siswa kelas III SD Negeri 2 Kebonagung. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning Pendekatan STEAM dapat meningkatkan hasil belajar tematik siswa kelas III SD Negeri 2 Kebonagung.
HAMBATAN PEMBELAJARAN DARING DI MASA PANDEMI COVID-19 PADA SISWA KELAS VI SDN 3 PUCANGANOM
Donal Agus Pradaca
PINISI :Journal of Teacher Professional Vol 2, No 3 (2021): November
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/tpj.v2i3.25992
Pembelajaran pada masa pandemi seharusnya dapat memenuhi kebutuhan belajar siswa. Namun kenyataannya pembelajaran Jarak jauh saat ini tidak bisa memenuhi kebutuhan belajar siswa. Banyak hambatan yang terjadi ketika pembelajaran jarak jauh mulai diterapkan.oleh karena itu penelitian ini bertujuan menemukan hambatan yang dihadapi dalam proses pembelajaran jarak jauh pada siswa kelas VI SDN 3 Pucanganom dan upaya mengatasi hambatan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Hambatan dalam pembelajaran jarak jauh adalah a) Kurangnya kemampuan guru dalam Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, b) media pembelajaran kurang menarik minat siswa c) Model pembelajaran masih bersifat konvensioanl. Untuk mengatasi hambatan tersebut dapat dilakukan dengan cara a) meningkatkan kompetensi / kemampuan guru dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, b) menggunakan media pembelajaran yang lebih menyenangkan dan mudah dipahami, walaupun dilaksanakan secara jarak jauh karena adanya pandemi covid-19, c) menggunakan model pembelajaran contekstual missal dengan blended learning, Problem Based Learning dan Project Based Learning walaupun dilaksanakan secara jarak jauh karena adanya pandemi covid-19.
Penerapan Model PBL untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik SDN 6 Jatisrono Materi Perkalian
Setiatiningsih Setiatiningsih
PINISI :Journal of Teacher Professional Vol 2, No 3 (2021): November
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/tpj.v2i3.26037
Rendahnya hasil belajar peserta didik dalam muatan pelajaran Matematika materiperkalian sebagai penjumlahan berulang.Hal ini dibuktikan dengan ketercapaian hasil belajar peserta didik 54 % dari 13 peserta didik belum mencapai nilai ketuntasan minimal yang ditetapkan yaitu 70. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka tujuan penelitian yang hendak dicapai adalah : (1) mengetahui proses pembelajaran Matematika dengan model Problem Based Learning (Pembelajaran Berbasis Masalah), untuk meningkatkan pemahaman peserta didik terkait dengan materi perkalian sebagai penjumlahan berulang dan (2) mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik kelas II SDN 6 Jatisrono terkait dengan materi perkalian sebagai penjumlahan berulang dengan model Problem Based Learning (Pembelajaran Berbasis Masalah). Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus, yang pada setiap siklusnya dilakukan satu tindakan. Subyek penelitian ini adalah peserta didik kelas II SDN 6 Jatisrono yang terdiri dari 13 orang peserta didik. Hasil penelitian menggunakan metode Problem Based Learning menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar peserta didik juga menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan. Pada siklus pertama nilai rata-rata peserta didik mencapai 76 atau sebanyak 62% peserta didik mencapai nilai ketuntasan yang ditetapkan.Dan pada siklus 2 mengalami peningkatan kembali yaitu nilai rata-rata yang diperoleh adalah 87 atau 85% peserta didik mencapai ketuntasan minimal. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik materi perkalian sebagai penjumlahan berulang.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN SIKAP PERCAYA DIRI DAN KERJASAMA SISWA KELAS VI SD NEGERI 229 WARU KECAMATAN MALILI KABUPATEN LUWU TIMUR
Andi Sompa Andi Sompa
PINISI :Journal of Teacher Professional Vol 2, No 3 (2021): November
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/tpj.v2i3.26295
Abstrak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil belajar Matematika melalui peningkatan kerjasama dan sikap percaya diri siswa. Guru mengajar menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning pada materi Menentukan Mean, Median dan Modus dari data Tunggal untuk melihat peningkatan pada sikap percaya diri dan kerjasama antar siswa dalam menyelesaikan suatu masalah. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 229 Waru Kecamatan Malili Kabupaten Luwu Timur dengan Jumlah siswa 15 orang. Penelitian ini melibatkan keaktifan siswa, subjek penelitian ini adalah siswa kelas VI SD Negeri 229 Waru. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa meningkat melalui kerjasama dan sikap kepercayaan diri siswa dalam belajar. Kelebihan dari penerapan Model Problem Based Learning antara lain siswa dapat melatih kerjasama dalam kelompok, siswa lebih aktif dalam pembelajaran, kemampuan siswa akan lebih terasah, dapat memunculkan sikap percaya diri siswa ketika bekerjasama dalam kelompok, dapat pula meningkatkan semangat siswa dalam bekerja kelompok.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS II
Sitti aisyah;
Muhammad Faisal;
Sriyanti Sinusi
PINISI :Journal of Teacher Professional Vol 2, No 3 (2021): November
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/tpj.v2i3.26090
Kemampuan siswa dalam memecahkan masalah dalam pembelajaran dipengaruhi oleh kemampuan berpikirnya yang menentukan bagaimana seseorang memecahkan masalah, membuat keputusan, dan memahami sesuatu, Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model Problem Based Learning dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa kelas II di SDN 86 Talotenreng Kabupaten Wajo tahun ajaran 2020/2021. Penelitian ini dilakukan pada 15 siswa yaitu 7 laki-laki dan 8 perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi dan dokumentasi. Penelitian dilakukan dengan 2 langkah yang diawali dengan melakukan observasi selama pembelajaran berlangsung, serta melengkapi dokumentasi untuk memperkuat hasil observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menerapkan model Problem Based Learning untuk kemampuan berpikir kritis siswa pada tema 9 di siklus 1 siswa berada pada kategori baik sedangkan pada siklus II siswa berada pada kategori sangat baik.