cover
Contact Name
Ramlan
Contact Email
ramlan.mm@gmail.com
Phone
+6285255397485
Journal Mail Official
jurnalpinisi01@gmail.com
Editorial Address
Program Studi PPG UNM, Menara Pinisi Wing C jalan Andi Pangerang Pettarani Makassar, Sulsel
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Pinisi: Journal of Teacher Proffesional
ISSN : 27231631     EISSN : 27231631     DOI : https://doi.org/10.26858/tpj.v4i2.48238
Pinisi: Journal of Teacher Professional is a journal that provides an authoritative source of scientific information for researchers and academics, research institutions, government agencies, and teacher education. We publish original research papers, review articles and case studies focused on educationand learning. All papers are peer-reviewed by at least two referees. Pinisi: Journal of Teacher Professional published by Program studi PPG Universitas Negeri Makassar and successfully issued three times in each volume (April, August, November). Pinisi: Journal of Teacher Professional We strongly prefer to receive manuscripts via our online submission system. Using this system, authors can upload manuscript files (text, figures, and supplementary information, including video) and check the review process. First, kindly please register as an author, and then log in for paper submission. Please tick “Author” when making a registration.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 192 Documents
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK ANAK USIA DINI MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING DI TK MIFTAHUL FALAH Reni Royati
PINISI :Journal of Teacher Professional Vol 2, No 2 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/tpj.v2i2.25100

Abstract

Kemampuan motorik pada anak usia dini merupakan salah satu aspek yang penting dimiliki oleh anak. Anak yang memiliki keterampilan motorik yang baik akan bermanfaat bagi dirinya untuk mempelajari hal-hal baru yang sangat bermanfaat dalam melakukan proses pembelajaran. Penulis melakukan pengamatan pada saat kegiatan PPL kepada anak di TK Miftahul falah, menemukan bahwa kemampuan motorik anak masih rendah. Serta dalam pelaksanaan pembelajaran, anak cenderung pasif. Maka upaya yang dilakukan yaitu dengan penerapan model pembelajaran Project Based Learning yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik anak usia dini. Penerapan Model pembelajran project based learning yang bermuatan STEAM yang berorientasi pada HOTS (high order thinking skill) akan mampu melatih kemampuan motorik anak. Penerapan model pembelajaran project based learning pada saat kegiatan PPL di TK Miftahul Falah, penulis menggunakan metode demonstrasi, yaitu dengan melakukan kegiatan membuat mobil-mobilan dari barang bekas dan membuat hiasan pada mobil-mobilan tersebut. pada saat kegiatan, anak terlihat aktif dalam melakukan kegiatan serta aktif berkolaborasi dengan teman-temannya. Setelah penulis menerapkan model pembelajaran Project based Learning anak lebih aktif, kreatif, dan kolaboratif dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Sehingga tujuan dari indikator perkembangan anak tercapai dengan hasil yang baik
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASIC LEARNING (PBL) DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA DI KELAS V SDN 9 BENTENG ABDULLAH RF
PINISI :Journal of Teacher Professional Vol 1, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/tpj.v3i1.28987

Abstract

Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan salah satu mata pelajaran yang harus diikuti oleh semua mahasiswa keguruan. Mata pelajaran ini berbeda dengan mata pelajaran mahasiswa pada umumnya yang dilaksanakan di kampus. Mata pelajaran ini dilaksanakan dalam bentuk praktek lapangan sebagaimana kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan oleh para guru secara umum. PPL ini dilaksanakan di UPT SD Negeri 9 Benteng, Kabupaten Sidrap. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Teknik dan prosedur pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah: 1) observasi, 2) tes dan 3)dokumentasi. Temuan hasil penelitian adalah terjadi peningkatan hasil belajar IPA setelah penerapan   model kooperatif tipe Problem Basic Learning di kelas V UPT SD Negeri 9 Benteng Kabupaten Sidrap. Kesimpulan penelitian ini adalah: penerapan model Problem Basic Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar siswa tentang Konduktor dan isolator pada siswa kelas V UPT SD Negeri 9 Benteng Kabupaten Sidrap.
Penerapan Model PBL Untuk Meningkatkan Kemandirian Belajar Siswa Kelas V SDN Panyikkokang II Novita Sari
PINISI :Journal of Teacher Professional Vol 2, No 3 (2021): November
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/tpj.v2i3.26018

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan  peningkatan kemandirian belajar siswa melalui penerapan model Problem Based Learning pada di Kelas V SDN Panyikkokang II Kota Makassar. Penelitian dilakukan di kelas V SDN Panyikkokang II Kota Makassar 2020/2021 pada 16 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi, dan observasi. Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kemandirian belajar peserta didik pada siklus I pertemuan I berada dalam kriteria cukup, demikian pula pada pertemuan II masih berada dalam kriteria cukup. Pada siklus II, kemandirian belajar peserta pada pertemuan I  dan II dengan kriteria baik.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS XI MIPA1 SMA NEGERI 2 BULUKUMBA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT (Numbered Heads Together) Syufri Syufri
PINISI :Journal of Teacher Professional Vol 2, No 2 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/tpj.v2i2.39410

Abstract

Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa  Kelas XI MIPA1 SMA Negeri 2 Bulukumba melalui Model Pembelajaran Kooperatif tipe NHT (Numbered Heads Together). Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas XI MIPA1 SMA Negeri 2 Bulukumba melalui Model Pembelajaran Kooperatif tipe NHT (Numbered Heads Together).Subjek penelitian ini adalah Siswa Kelas XI MIPA1 SMA Negeri 2 Bulukumba sebanyak 30 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi dan setelah pemberian tes hasil belajar siswa setiap akhir siklus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1). Nilai rata-rata hasil belajar Matematika siswa Kelas XI MIPA1 SMA Negeri 2 Bulukumba setelah dilaksanakan model pembelajaran kooperatif dengan tipe NHT (Numbered Heads Together) pada siklus pertama adalah 58,70 berada dalam kategori sedang dan pada siklus ke kedua  adalah 73,57 berada dalam kategori tinggi (2). Ketuntasan Hasil belajar Siswa Kelas XI MIPA1 SMA Negeri 2 Bulukumba pada siklus I terdapat 21 orang yang berada dalam kategori tidak  tuntas dan 9 siswa yang berada dalam kategori tuntas sedangkan pada siklus II ada 3 siswa berada dalam kategori tidak tuntas dan 27 siswa dalam kategori tuntas, (3) Melalui model pembelajaran kooperatif dengan tipe NHT (Numbered Heads Together) membawa dampak positif terhadap perubahan sikap siswa yaitu siswa menjadi lebih aktif dalam proses belajar mengajar, kerajinan dan kemampuan siswa dalam menyelesaikan tugas meningkat serta kerja sama antar siswa dapat terbina dengan baik, dan (4) Secara umum dengan menerapkan pembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered Heads Together) dapat meningkatkan hasil belajar siswa
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MENGGUNAKAN METODE ROLE PLAYING DENGAN BERBANTUAN MEDIA UANG MAINAN PADA SISWA KELAS 2 SDN KARANGASRI 1 NGAWI Tantri Ratna Sari
PINISI :Journal of Teacher Professional Vol 2, No 3 (2021): November
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/tpj.v2i3.26097

Abstract

Peningkatan hasil belajar Matematika Kelas 2 SDN Karangasri 1 Ngawi dengan menggunakan metode Role Playing dengan berbantuan media uang mainan. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Matematika siswa Kelas 2 SDN  Karangasri 1 Ngawi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas adalah siswa Kelas 2 SDN Karangasri 1 Ngawi yang berjumlah 30 orang. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode tes tulis dan observasi sikap motivasi siswa. Data yang dikumpul dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Pada siklus I menunjukkan nilai terendah 60 dan nilai tertinggi 90. Selanjutnya pada siklus II menunjukkan nilai terendah 70 dan nilai tertinggi 100. Ketuntasan hasil belajar secara klasikal pada siklus I yaitu 70% dan pada siklus II terjadi peningkatan yaitu 93,3%. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dengan diterapkannya model pembelajaran metode Role Playing dengan berbantuan media uang mainan dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DALAM PROGRAM PEMBELAJARAN MELALUI MODEL PEMBINAAN CONTOH, LATIHAN, CONTROL DAN KERJA MANDIRI PADA SMAN 1 TOMMO Arrang Arrang
PINISI :Journal of Teacher Professional Vol 3, No 2 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/tpj.v3i2.45954

Abstract

This research is a school action research with stages that include planning, action, observation, and repeated reflection. The formulation of the problems in this study are: (1) Can the CLCK Coaching Model in the learning program increase the Teacher Competence of SMAN 1 Tommo?; (2) What is the teacher's response to CLCK coaching in the Learning Program to Improve Teacher Competence at SMAN 1 Tommo? The subjects in this study were the teachers of SMAN 1 Tommo consisting of 16 people, namely 4 boys and 12 girls. This study aims: (1) To improve teacher competence in learning programs with the Model, Practice, Control, and Independent Work (CLCK) coaching model; (2) To motivate teachers to be able to do their best in preparing learning programs. Based on the results of this school action research, it can be concluded that: (1) Through fostering the Example, Exercise, Control, and Independent Work (CLCK) model, teachers can improve their ability to develop learning programs, this can be seen in the first cycle activities, the average value is 72 or as much as 75% had prepared the learning program properly and correctly and in the second cycle the average value was 89 or as much as 91% had prepared the learning program properly and correctly; (2) CLCK coaching (Example, Exercise, Control, Independent Work) is very effective in the process of preparing learning programs for teachers, this can be seen from the teacher's response to the results of observations and questionnaires that the teacher gives a positive response to the model coaching activities Example, Exercise, Control, and Independent Work (CLCK). It is expected that the Principal in compiling learning programs (Syllabus and RPP) should apply the Example, Practice, Control, and Independent Work (CLCK) coaching model to subject teachers.
PENINGKATAN KEEFEKTIFAN BELAJAR SISWA DENGAN MODEL PROBLEM BASED LEARING KELAS IV SDN KALINDU Suhaeda Suhaeda
PINISI :Journal of Teacher Professional Vol 1, No 3 (2020): November
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/tpj.v3i1.28640

Abstract

Permasalahan dari penelitian ini adalah rendahnya kemampuan berpikir kreatif peserta didik di elas IV SDN KALINDU Kecamatan Tikke Raya Kabupaten Pasangkayu. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “bagaimanakah pengaruh penerapan model pembelajaran discovery learning untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif peserta didik kelas IV SDN KALINDU Kecamatan Tikke Raya Kabupaten Pasangkayu?” Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Problem Based Learning untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif peserta didik kelas  IV SDN KALINDU Kecamatan Tikke Raya Kabupaten Pasangkayu. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Adapun yang menjadi fokus dalam penelitian ini adalah model Problem Based Learning dan kemampuan berpikir kreatif peserta didik. Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa Kelas IV SDN KALINDU Kecamatan Tikke Raya Kabupaten Pasangkayu yang berjumlah 24 Orang, terdiri dari 11 laki-laki dan 13 perempuan. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui teknik observasi, dan tes dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan berpikir kreatif peserta didik Kelas IV SDN KALINDU Kecamatan Tikke Raya Kabupaten Pasangkayu melalui penerapan model Problem Based Learning. Hal itu dapat dilihat dari setiap siklus hasil observasi aktivitas guru dan observasi sikap peserta didik. Hasil observasi aktivitas guru dan peserta didik pada siklus I masih berada pada kategori cukup, pada siklus II berada pada kategori baik. Hasil observasi kemampuan berpikir kreatif peserta didik pada siklus I sudah berada pada kategori baik namun belum mencapai standar 80%, sedangkan pada hasil observasi sikap siklus II mengalami peningkatan dalam bentuk persentasi dan berada pada ketegori baik . Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan model discovery learning dapat meningkatkan percaya diri pada peserta didik pada Tema 3 Makanan Sehat Kelas V SDN KALINDU Kecamatan Tikke Raya Kabupaten Pasangkayu.
Meningkatkan Kemampuan Guru Dalam Mengefektifkan Pembelajaran Melalui Program Pembinaan Profesional Guru dan Supervisi Kelas di SMA Negeri 1 Simboro Kabupaten Mamuju Sudirman Sudirman
PINISI :Journal of Teacher Professional Vol 2, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/tpj.v2i1.23795

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan guru dalam mengefekifkan pembelajaran melalui program pembinaan profesional guru dan   supervisi kelas di SMA Negeri 1 Simboro tahun pelajaran 2018/2019. Penelitian ini tergolong penelitian tindakan sekolah dengan melibatkan 12 orang guru yang perlu ditingkatkan kemampuannya dalam mengefektifkan pengelolaan pembelajarannya. Penelitian dilakukan dengan tiga siklus dan masing-masing siklus terdiri atas empat tahapan yakni : perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Indikator kinerja yang ditetapkan adalah bila terdapat peningkatan kemampuan mengefektifkan pengelolaan pembelajaran melalui pembinaan profesional guru dan supervisi kelas. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa terjadi peningkatan kemampuan  dalam mengefektifkan pengelolaan pembelajaran pada siklus I yaitu yang memperoleh nilai A sebesar 25% nilai B sebesar 25% dan nilai C sebesar 50%, pada siklus II yang memperoleh nilai A sebesar 50% nilai B sebesar 41,67% dan nilai C sebesar 83,3%, sedangkan pada siklus III yang memperoleh nilai A sebesar 66,67% nilai B sebesar 25% dan nilai C sebesar 83,3%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa melalui program pembinaan profesional guru dan supervisi kelas dapat meningkatkan kemampuan guru dalam mengefekifkan pembelajaran. Dengan demikian disarankan kepada kepala sekolah bahwa melalui program pembinaan profesional guru dan supervisi kelas dapat dipakai sebagai salah satu alternatif dalam meningkatkan kemampuan guru dalam mengefekifkan pembelajaran
PENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING Carsinah Carsinah
PINISI :Journal of Teacher Professional Vol 1, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/tpj.v3i1.28715

Abstract

 Penelitian ini dilakukan berdasarkan hasil observasi pada siswa kelas V SD Negeri Ciawi Kecamatan Banjarharjo Kabupaten Brebes dalam pembelajaran Tematik. Dari 15 siswa baru 7 siswa atau sekitar 46,67% yang mencapai kriteria ketuntasan minimal. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa kelas V SD Negeri Ciawi Kecamatan Banjarharjo Kabupaten Brebes. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Model pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah problem based learning (PBL). Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus. Berdasarkan penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa model pembelajaran problem based learning (PBL) dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa kelas V SD Negeri Ciawi Kecamatan Banjarharjo Kabupaten Brebes. Pada siklus pertama 7 dari 15 anak atau 46,67% siswa mencapai KKM. Pada siklus kedua 13 dari 15  anak atau 86,67% siswa mencapai KKM.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD INPRES PAKKINGKINGANG Nurbia Nurbia
PINISI :Journal of Teacher Professional Vol 2, No 3 (2021): November
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/tpj.v2i3.26004

Abstract

Penelitian ini dilatari oleh masalah yang terjadi dalam pembelajaran di kelas V SD, fokus masalah diuraikan sebagai berikut: bagaimana gambaran penerapan model pembelajaran Problem Based Learning dalam meningkatkan hasil belajar IPA  siswa kelas V SD Inpres Pakkingkingang. Langkah penelitian disesuaikan dengan tahapan pelaksanaan penelitian PTK dengan subjek penelitian adalah siswa kelas V SD Inpres Pakkingkingang Kab. Gowa  pada semester genap 2020/2021. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, test dan kajian dokumen, Teknik analisis data deskriptif kualitatif.  Hasil  penelitian siklus I  diperoleh data 65% Langkah model telah terlaksana dengan baik, dan hasil belajar siswa mencapai 60% dari jumlah siswa. Pada hasil penelitian siklus II diperoleh data 75% Langkah model terlaksana dengan baik, dan 70% siswa telah meningkat hasil belajarnya. Pada hasil penelitian siklus III diperoleh data 90% langkah model terlaksana dengan baik, dan 80% siswa menunjukkan peningkatan hasil belajarnya­­. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning secara bertahap dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

Page 1 of 20 | Total Record : 192