Pinisi: Journal of Teacher Proffesional
Pinisi: Journal of Teacher Professional is a journal that provides an authoritative source of scientific information for researchers and academics, research institutions, government agencies, and teacher education. We publish original research papers, review articles and case studies focused on educationand learning. All papers are peer-reviewed by at least two referees. Pinisi: Journal of Teacher Professional published by Program studi PPG Universitas Negeri Makassar and successfully issued three times in each volume (April, August, November). Pinisi: Journal of Teacher Professional We strongly prefer to receive manuscripts via our online submission system. Using this system, authors can upload manuscript files (text, figures, and supplementary information, including video) and check the review process. First, kindly please register as an author, and then log in for paper submission. Please tick “Author” when making a registration.
Articles
65 Documents
Search results for
, issue
"Vol 2, No 3 (2021): November"
:
65 Documents
clear
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VI SD
Linda Ramadhani
PINISI :Journal of Teacher Professional Vol 2, No 3 (2021): November
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/tpj.v2i3.26061
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VI SD Negeri 212 Rompegading Kecamatan Liliriaja Kabupaten Soppeng. Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian adalah siswa kelas VI SD Negeri 212 Rompegading Kecamatan Liliriaja Kabupaten Soppeng pada semester genap 2020/2021 yang berjumlah 12 orang. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan tes hasil belajar dan observasi. Data yang dikumpul dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif. Pada siklus I menunjukkan nilai terendah 72 dan nilai tertinggi 82 dengan skor rata-rata hasil belajar siswa sebesar 76. Selanjutnya pada siklus II menunjukkan nilai terendah 74 dan nilai tertinggi 90 dengan skor rata-rata hasil belajar siswa sebesar 82. Ketuntasan hasil belajar secara klasikal pada siklus I yaitu 58,3% dan pada siklus II terjadi peningkatan yakni 91,7%. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dengan diterapkannya model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VI SD
Pengaruh Penggunaan Model Kooperatif Concept Sentence Terhadap Kemampuan Menulis Puisi Siswa Kelas IV SD Negeri Kokowa Kabupaten Gowa
Serli Serli
PINISI :Journal of Teacher Professional Vol 2, No 3 (2021): November
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/tpj.v2i3.26161
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran kooperatif concept sentence terhadap kemampuan menulis puisi siswa kelas IV SD Negeri Kokowa Kabupaten Gowa. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah pre-Eksperimen. Rancangan yang digunakan adalah One Group Pretest – Postest Design”, skor hasil belajar diukur sebelum dan sesudah perlakuan (penggunaan model pembelajaran Concept Sentence). Satuan eksperimen dalam penelitian ini adalah Siswa Kelas IV sebanyak 25 orang. Penelitian dilaksanakan selama 3 kali pertemuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis t-test. Hasil Penelitian membuktikan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif Concept Sentence berpengaruh terhadap kemampuan menulis puisi siswa kelas IV SD Negeri Kokowa Kabupaten Gowa dapat dilihat dari perolehan persentase yaitu sangat tinggi 52%, tinggi 40%, dan sedang 8%. Hal ini dapat dlihat berdasarkan hasil uji-t diperoleh thitung>ttabel yaitu (35.351>2.064) maka =Ha diterima dan H0 ditolak. Jadi, terdapat hubungan positif yang signifikan antara penggunaan model concept sentence terhadap kemampuan menulis puisi siswa.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN HOTS BERBASIS PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA
Sri Wahyuni
PINISI :Journal of Teacher Professional Vol 2, No 3 (2021): November
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/tpj.v2i3.26024
Abstrak. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar matematika tentang bangun datar pada pembelajaran matematika realistic (PMR). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Polo Camba, Mamuju Tengah, Semester 2 Tahun Pelajaran 2020/2021 yang berjumlah 11 siswa. Prosedur penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan sebanyak dua siklus dan tiap siklus terdiri dari 2 pertemuan. PTK dilakukan melalui 4 tahap yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi. Data kualitatif berupa aktivitas belajar siswa yang diperoleh dengan menggunakan angket. Data kuantitatif berupa hasil belajar siswa yang diperoleh melalui tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan antara aktivitas siswa yang pembelajarannya menggunakan model PMR dengan aktivitas belajar siswa yang pembelajarannya menggunakan model konvensional; (2) terdapat perbedaan antara hasil belajar siswa yang pembelajarannya menggunakan model PMR dengan hasil belajar siswa yang pembelajarannya menggunakan model konvensional.
PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN IPA MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING DENGAN MEDIA AUDIOVISUAL PADA SISWA KELAS V SDN 194 BUNTU LIMBONG KAB. ENREKANG
hawaenah hawaenah
PINISI :Journal of Teacher Professional Vol 2, No 3 (2021): November
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/tpj.v2i3.26087
Hasil refleksi pembelajaran IPA di kelas V SDN 194 Buntu Limbong Enrekang menunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran belum dimulai dengan permasalahan, guru belum memotivasi siswa untuk aktif terlibat dalam pemecahan masalah yang dipilih, belum melaksanakan penyelidikan guna mendapatkan informasi, guru belum membimbing siswa menyiapkan karya yang sesuai, siswa belum mempresentasikan hasil karya, kurangnya media yang menumbuhkan minat dan motivasi siswa serta mudah diingat. Hal tersebut mengakibatkan hasil belajar pembelajaran IPA rendah. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPA dengan menerapkan model Problem Based Learning dengan media audiovisual. Tujuan penelitian adalah mendiskripsikan peningkatan kualitas pembelajaran IPA melalui model Problem Based Learning dengan media audiovisual pada siswa kelas V SDN 194 Buntu Limbong Enrekang. Penelitian tindakan kelas ini terdiri dari tiga siklus, tiap siklus terdiri dari 2 pertemuan. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan/observasi, refleksi dan revisi. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas V SDN 194 Buntu Limbong Enrekang.
GEMPOINT TINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA SDN 1 GESING DI MASA PANDEMI
Rifniatun Rifniatun
PINISI :Journal of Teacher Professional Vol 2, No 3 (2021): November
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/tpj.v2i3.25999
Pandemi yang melanda hampir semua negara di dunia, menimbulkan dampak luar biasa dalam berbagai aspek kehidupan, baik sosial, ekonomi maupun pendidikan. Akibatnya, pembelajaran menjadi terganggu. Kondisi tersebut terjadi pula di SDN 1 Gesing. Berbagai permasalahan muncul akibat sistem pembelajaran yang harus dilakukan secara daring. Mulai dari sarana belajar yang tidak memadai, paketan habis, dan tingkat partisipasi siswa yang rendah serta masalah lain yang harus segera diselesaikan. Proses pembelajaran di kelas 4 selama ini menggunakan media whatsapp dengan fitur video call dan voice note ,ternyata siswa sering tidak aktif dalam kegiatan pembelajaran. Dari 10 siswa, yang terdiri dari 5 siswa laki-laki dan 5 siswa perempuan, hanya 50 % siswa yang aktif mengerjakan tugas sehingga hasil belajar tidak optimal.Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, diterapkan proses pembelajaran dengan Gempoint dalam kegiatan belajar mengajar online. Dari implementasi teknik belajar online Gempoit ternyata mampu mendorong tingkat partisipasi dan keaktifan siswa dalam kegiatan pembelajaran.Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya keaktifan siswa kelas 4 dalam pembelajaran. Dari yang semula hanya 50 % siswa yang aktif, setelah implementasi Gempoint dalam pembelajaran, keaktifan siswa meningkat menjadi 90%.
MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR BAHASA INDONESIA PADA SISWA KELAS VB SD NEGERI 221 TANAH KONGKONG KABUPATEN BULUKUMBA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE
Suyatmy Suyatmy
PINISI :Journal of Teacher Professional Vol 2, No 3 (2021): November
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/tpj.v2i3.33507
Meningkatkan Prestasi Belajar Bahasa Indonesia pada Siswa Kelas VB SD Negeri 221 Tanah Kongkong Kabupaten Bulukumba melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Bahasa Indonesia pada Siswa Kelas VB SD Negeri 221 Tanah Kongkong Kabupaten Bulukumba melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share. Subjek penelitian ini adalah Siswa Kelas VB SD Negeri 221 Tanah Kongkonga Kabupaten Bulukumba sebanyak 22 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi dan pemberian tugas mengejakan soal-soal secara berkelompok serta tes hasil belajar siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1). Tingkat penguasaan materi ajar Siswa Kelas VB SD Negeri 221 Tanah Kongkong Kabupaten Bulukumba pada tes akhir siklus I dengan nilai rata-rata pada siklus I 58,18 dengan kategori sedang dan pada siklus II memperoleh nilai rata-rata 70,45 dengan kategori tinggi dan (2). Hasil belajar Siswa Kelas VB SD Negeri 221 Tanah Kongkong Kabupaten Bulukumba pada siklus I ke siklus II mengalami peningkatan melalui model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING PADA PESERTA DIDIK
Pratiaswati Pratiaswati
PINISI :Journal of Teacher Professional Vol 2, No 3 (2021): November
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/tpj.v2i3.26074
Pelaksanaan pembelajaran tematik yang dilakukan secara daring berpusat pada guru sehingga membuat peserta didik tidak aktif saat mengikuti pelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terjadi peningkatan hasil belajar peserta didik kelas IV SD Negeri Bunton 03, Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap melalui Problem Based Learning (PBL) dalam pembelajaran daring. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Model PTK yang digunakan adalah spiral dari C. Kemmis dan Mc Taggart. Prosedur penelitian minimal menggunakan 2 siklus dengan catatan apabila setiap siklus menunjukkan kenaikan hasil belajar, masing-masing siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan dan observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes dan non tes. Instrumen penelitian berupa butir soal dan lembar observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji T dan uji N-Gain. Hasil dari penelitian menunjukkan model pembelajaran Problem Based Learning berpengaruh pada hasil belajar peserta didik kelas IV SD melalui PBL dalam pembelajaran daring. Dapat disimpulkan bahwa 1) Penggunaan model pembelajaran Problem Based mampu mempermudah peserta didik dalam memahami pembelajaran, 2) penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning mampu meningkatkan motivasi belajar peserta didik 3) penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning mampu memberikan tingkat pemahaman materi (hasil belajar) yang lebih baik dari pada model belajar konvensional. Implikasi penelitian ini memberi dampak pada suasana belajar yang aktif dan menyenangkan sehingga dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SD DENGAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING
Aisah Aisah
PINISI :Journal of Teacher Professional Vol 2, No 3 (2021): November
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/tpj.v2i3.26096
Model (PBL) mengajak siswa agar mampu melatih kemampuan siswa dalam memecahkan masalah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari siswa ,sehingga dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis untuk memecahkan masalah tersebut Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas ( PTK ). Penelitian ini menggunakan studi dokumen atau hasil-hasil penelitian sebelumnya. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menelusuri jurnal melalui Google Cendekia. Kata kunci yang digunakan untuk penelusuran jurnal adalah : “Upaya peningkatan hasi lbelajar”, “ PBL”, dan “pembelajaran IPA SD”. Dari model Problem Based Learning dipilih 10 hasil penelitian untuk dianalisis lebih lanjut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL dapat meningkatkan proses dan hasil belajar IPA pada siswa Sekolah Dasar. Selain itu ,tujuan dalam pembelajaran IPA pada Sekolah Dasar yaitu diharapkan dengan model pembelajaran berbasis masalah ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa, sehingga nilai hasil belajar siswa dapat mencapai diatas batas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Tandanya guru sudah mampu mengatasi masalah dalam pembelajaran IPA dengan strategi pemecahan masalah, dan berhasil dalam pencapaian tujuan indikator dari tiap-tiap kompetensi dasar pembelajaran IPA yang diinginkan, bisa tercapai semuanya. Maka dari itu ,penggunaan model pembelajaran berbasis masalah cocok digunakan dan diterapkan untuk Kurikulum 2013 dengan pembelajaran Saintifik pada jenjang Sekolah Dasar
Penerapan Model PBL untuk Meningkatkan Kemandirian Belajar Siswa Pada Tema Perpindahan dan Panas Di Kelas V
Yunus Yunus
PINISI :Journal of Teacher Professional Vol 2, No 3 (2021): November
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/tpj.v2i3.25988
Permasalahan dari penelitian ini adalah kurangnya kemandirian belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirin belaja siswa pada tema panas dan perpindahan dengan menerapan model PBL kelas V UPT SD Negeri 170 Putemata Kabupaten Luwu Utara tahun ajaran 2020/2021. Penelitian ini dilakukan pada 30 siswa. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui teknik observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada peningkatan kemandirian siswa. Peningkatan tersebut dapat dilihat pada setiap siklus. hasil siklus I sikap kemandirian siswa berada pada persentase 66 % dengan kategori cukup, sedangkan siklus II persentase meningkat menjadi 89% dengan kategori baik.
Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Menumbuhkembangkan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Kelas VI SD
Asriadi Asriadi
PINISI :Journal of Teacher Professional Vol 2, No 3 (2021): November
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/tpj.v2i3.26056
Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas VI. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran berbasis masalah untuk menumbuhkembangkan kemampuan berpikir kritis Peserta Didik kelas VI UPT SD Inpres 12/79 Karella Kecamatan Mare Kabupaten Bone.Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Setting penelitian dilakukan di kelas VI UPT SD Inpres 12/79 Karella Kecamatan Mare Kabupaten Bone. Subjek penelitian yaitu guru dan peserta didik kelas VI dengan jumlah sebanyak 16 peserta didik. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada perkembangan sikap tanggung jawab peserta didik. Perkembangan tersebut dapat dilihat pada setiap siklus. Perkembangan dari pelaksanaan proses pembelajaran dari aktivitas mengajar guru dan aktivitas belajar peserta didik pada siklus I kualifikasi cukup menjadi kualifikasi baik pada siklus II sehingga standar keberhasilan kemampuan berpikir kritis tercapai.