cover
Contact Name
Bulan Kakanita Hermasari
Contact Email
dr.bulan.kakanita@staff.uns.ac.id
Phone
+6281225381332
Journal Mail Official
pmjfkuns@gmail.com
Editorial Address
Gedung Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Jl. Ir. Sutami No. 36A Kentingan Jebres
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Plexus Medical Journal
ISSN : 2828187x     EISSN : 28284801     DOI : https://doi.org/10.20961/plexus.v1i1.4
Core Subject : Health,
Plexus Medical journal (PMJ) publishes original research articles or article review in the basic medical sciences, clinical medical sciences, medical education and public health science. Plexus Medical journal is a peer-reviewed and open access journal that focuses on promoting medical sciences generated from basic sciences, clinical, community or public health research, and medical education to integrate researches in all aspects of human health. This journal publishes original articles, reviews, and also interesting case reports. Brief communications containing short features of medicine, latest developments in diagnostic procedures, treatment, or other health issues that is important for the development of health care system are also acceptable. Letters and commentaries of our published articles are welcome.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 3 (2023): Juni" : 5 Documents clear
Hubungan Glukosa Darah Admisi dan HbA1c dengan Kadar D-Dimer pada Pasien COVID-19 dengan Diabetes Melitus Tipe 2 Ragil Rahma Nafila; Tonang Dwi Ardyanto; Berty Denny Hermawati
Plexus Medical Journal Vol. 2 No. 3 (2023): Juni
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v2i3.558

Abstract

Pendahuluan: Pasien dengan komorbid diabetes melitus (DM) berisiko tinggi mengalami COVID-19 derajat berat bahkan kematian. Hiperglikemia pada pasien DM menyebabkan perubahan aktivitas dan konsentrasi faktor fibrinolitik dan prokoagulan sehingga terjadi peningkatan risiko trombosis. Pemeriksaan yang dapat digunakan sebagai marker hiperkoagulasi yaitu D-Dimer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan glukosa darah admisi dan HbA1c dengan kadar D-Dimer pada pasien COVID-19 dengan DM tipe 2 karena belum banyak penelitian mengenai hal ini. Metode: Desain penelitian yang digunakan yaitu observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian menggunakan teknik purposive sampling dari data rekam medis pasien COVID-19 dengan DM tipe 2 di RS UNS pada rentang bulan Agustus 2020 hingga Agustus 2021 yang dirawat inap, dilakukan pemeriksaan kadar D-Dimer admisi, post prandial glucose, dan HbA1c dengan rentang usia ≥ 18 tahun dan < 60 tahun. Data dianalisis dengan Uji Korelasi Sprearman.   Hasil: pasien memenuhi kriteria penelitian. Hasil uji korelasi menunjukkan nilai probabilitas (p) glukosa darah admisi dan HbA1c dengan kadar D-Dimer masing-masing 0,253 dan 0,236 (p > 0,05) dengan koefisien korelasi (r) glukosa darah admisi dan HbA1c secara berurutan 0,098 dan 0,106. Kesimpulan: Penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan antara glukosa darah admisi dan HbA1c dengan kadar D-Dimer pada pasien Covid-19 dengan DM tipe 2.  
Hubungan Tipe Serangan Epilepsi Pada Anak Dengan Penurunan Fungsi Kognitif di RSUD Dr. Moewardi Lintang Perwitasari; Hari Wahyu Nugroho; Fadhilah Tia Nur
Plexus Medical Journal Vol. 2 No. 3 (2023): Juni
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v2i3.566

Abstract

Pendahuluan: Perkembangan kognitif adalah salah satu bagian yang berarti pada tumbuh kembang anak karena dapat menunjukkan perkembangan cara berpikir. Penyakit kronis dapat berpengaruh dalam perkembangan kemampuan kognitif karena pada anak yang memiliki penyakit kronik cenderung lebih mengurung diri dan kesulitan bersosialisasi. Epilepsi termasuk salah satu penyakit kronik pada anak dapat berdampak pada tumbuh kembang anak seperti pada aspek neurologis, kognitif, psikologis, dan sosial individu. Klasifikasi epilepsi dibagi berdasarkan tipe bangkitan dibagi menjadi tiga yaitu kejang umum, kejang parsial, dan kejang yang belum bisa diklasifikasikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tipe serangan epilepsi pada anak dengan penurunan fungsi kognitif di RSUD Dr. Moewardi. Metode: Penelitian bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional yang dilakukan Bulan April-Mei 2022 di poli dan bangsal anak RSUD Dr. Moewardi. Metode pengambilan data menggunakan purposive sampling dengan kuesioner MOCA-Ina dan didapatkan 45 sampel. Analisis data dilakukan dengan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji hipotesis menggunakan uji Chi-Square menggunakan SPSS. Hasil: Data hasil penelitian tipe serangan epilepsi dan fungsi kognitif dianalisis melalui uji Chi-square didapatkan nilai p = 0,006 (p < 0,05). Namun, expected count uji Chi-Square <5 sehingga dilakukan uji Kolmogorov-Smirnov dengan hasil p = 0,000 (p < 0,05). Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara tipe serangan epilepsi dengan penurunan fungsi kognitif pada anak. Berdasarkan hasil analisis, usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, aktivitas fisik, usia awitan epilepsi, jenis OAE, dan durasi konsumsi OAE tidak menjadi perancu yang berarti dalam penelitian ini. Kesimpulan: Tipe serangan epilepsi mempengaruhi penurunan fungsi kognitif pada anak di RSUD Dr. Moewardi Surakarta.
Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Tingkat Kontrol Asma pada Pasien Asma Anak di RSUD Dr. Moewardi Surakarta Fadhila Rahma Leilani; Ismiranti Andarini; Irfan Dzakir Nugroho
Plexus Medical Journal Vol. 2 No. 3 (2023): Juni
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v2i3.593

Abstract

Pendahuluan: Indeks Massa Tubuh (IMT) merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat kontrol asma yang dapat dimodifikasi karena bersifat reversible. Kontrol asma yang buruk umumnya ditemukan lebih sering terjadi pada penderita dengan obesitas. Namun demikian, sangat sedikit laporan yang diterbitkan tentang hubungan antara kekurangan berat badan dengan tingkat kontrol asma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara IMT dengan tingkat kontrol asma pada pasien asma anak di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Metode: Penelitian bersifat observasional analitik retrospektif dengan pendekatan cross sectional menggunakan data sekunder dari rekam medis. Penelitian ini menggunakan teknik total sampling, dimana sampel penelitian adalah seluruh pasien asma anak di RSUD Dr. Moewardi selama 5 tahun terakhir yang memenuhi kriteria. Dari data yang terkumpul dilakukan analisis bivariat dengan uji chi square dengan derajat kepercayaan 95% (α=0,05) menggunakan aplikasi IBM SPSS Statistics 25 for Windows. Hasil: Dari 45 subjek penelitian, mayoritas memiliki asma terkontrol penuh (60%), diikuti terkontrol sebagian (24,4%), dan tidak terkontrol (15,6%). Terdapat 68,9% subjek penelitian dengan IMT normal, 13,3% underweight, dan 17,8% overweight/obese. Secara statistik didapatkan hubungan yang signifikan antara IMT dengan tingkat kontrol asma (p=0,043). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia (p=0,392), jenis kelamin (p=0,799), riwayat alergi (p=0,088), serta derajat berat asma (p=0,086) dengan tingkat kontrol asma. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara IMT dengan tingkat kontrol asma pada pasien asma anak di RSUD Dr. Moewardi.
Hubungan Pembusukan dengan Penentuan Sebab Kematian pada Jenazah Tanpa Identitas yang Dilakukan Otopsi di RSUD Dr. Moewardi Tahun 2011-2021 Muhammad Adam Baskoro; Adji Suwandono; Hari Wujoso
Plexus Medical Journal Vol. 2 No. 3 (2023): Juni
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v2i3.613

Abstract

Pendahuluan: Ilmu kedokteran forensik memiliki peran dalam membantu permasalahan di bidang hukum, salah satunya dalam proses identifikasi jenazah. Otopsi merupakan teknik pemeriksaan forensik dengan pembedahan untuk mengetahui kondisi organ dalam jenazah. Pemeriksaan forensik juga dapat memeriksa sebab kematian serta pembusukan pada jenazah. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara pembusukan dengan penentuan sebab kematian pada jenazah tanpa identitas berdasarkan visum et repertum di RSUD Dr. Moewardi tahun 2011-2021 . Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan teknik pengambilan sampel total sampling pada berkas visium et repertum jenazah tanpa identitas di RSUD Dr. Moewardi tahun 2011-2021. Data dianalisis menggunakan uji statistik chi-square untuk uji menguji hipotesis. Hasil: Uji hipotesis menggunakan uji statistik chi-square menunjukan bahwa terdapat hubungan antara pembusukan dengan penetuan sebab kematian, dengan hasil p = 0,003 dan nilai (value) chi-square sebesar 9,022 dengan nilai derajat kebebasan (df) sebesar 1. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang antara pembusukan dengan penetuan sebab kematian pada kasus jenazah tanpa identitas yang diperiksa.  
Pengaruh Ekstrak Etanolik Daun Kelor (Moringa oleifera, Lam.) Terhadap Ekspresi Reseptor ACE2 Pankreas Tikus Wistar (Rattus Norvegicus) Model Sindrom Metabolik Lydia Julian; Dyah Ratna Budiani; Jarot Subandono
Plexus Medical Journal Vol. 2 No. 3 (2023): Juni
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v2i3.695

Abstract

Pendahuluan: Angiotensin Converting Enzyme 2 merupakan enzim yang berada pada membran sel beberapa organ, salah satunya pankreas. ACE2 memiliki fungsi untuk mengkatalis perubahan angiotensin II menjadi angiotensin 1-7. Pada penderita sindrom metabolik terjadi hiperglikemia, hiperinsulinemia, obesitas, serta resistensi insulin yang meningkatkan produksi angiotensin II dan aktivitas sistem RAS. Ekspresi ACE2 meningkat sebagai kompensasi dari peningkatan sistem RAS. Daun kelor memiliki mampu mengatasi sindrom metabolik. Penelitian bertujuan untuk melihat pengaruh ekstrak etanolik daun kelor terhadap ekspresi reseptor ACE2 pankreas tikus wistar terinduksi sindrom metabolik. Metode: Penelitian bersifat eksperimental laboratorik dengan post-test only control group design. Sampel berupa 30 tikus dibagi kedalam 5 kelompok, KI sebagai kelompok kontrol; KII sebagai kelompok model SM diinduksi STZ-NA serta pakan tinggi lemak; KIII, KIV, dan KV sebagai kelompok model SM diinduksi STZ-NA, pakan tinggi lemak, dengan perlakuan asupan  ekstrak etanolik daun kelor selama 28 hari dengan dosis 150 mg/kgBB, 250 mg/kgBB, dan 350 mg/kgBB. Ekspresi reseptor ACE2 dihitung menggunakan rumus Intensity Distribution Score. Analisis menggunakan uji one-way ANOVA dan uji post-hoc Tukey HSD. Hasil: Ekspresi reseptor ACE2 tertinggi pada KII (222.56) dan terendah pada KV (188.38). Uji statistik didapatkan ekspresi reseptor ACE2 signifikan (p<0.05) pada KI terhadap KIV dan KV; KII terhadap KIV dan KV. Selain kelompok tersebut didapatkan perbedaan ekspresi reseptor ACE2 yang tidak signifikan (p>0.05). Kesimpulan: Ekstrak etanolik daun kelor dengan dosis 250 mg/kgBB dan 350 mg/kgBB mampu menurunkan ekspresi reseptor ACE2 pankreas tikus wistar model sindrom metabolik secara signifikan.  

Page 1 of 1 | Total Record : 5