cover
Contact Name
Bulan Kakanita Hermasari
Contact Email
dr.bulan.kakanita@staff.uns.ac.id
Phone
+6281225381332
Journal Mail Official
pmjfkuns@gmail.com
Editorial Address
Gedung Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Jl. Ir. Sutami No. 36A Kentingan Jebres
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Plexus Medical Journal
ISSN : 2828187x     EISSN : 28284801     DOI : https://doi.org/10.20961/plexus.v1i1.4
Core Subject : Health,
Plexus Medical journal (PMJ) publishes original research articles or article review in the basic medical sciences, clinical medical sciences, medical education and public health science. Plexus Medical journal is a peer-reviewed and open access journal that focuses on promoting medical sciences generated from basic sciences, clinical, community or public health research, and medical education to integrate researches in all aspects of human health. This journal publishes original articles, reviews, and also interesting case reports. Brief communications containing short features of medicine, latest developments in diagnostic procedures, treatment, or other health issues that is important for the development of health care system are also acceptable. Letters and commentaries of our published articles are welcome.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 3 (2025): Juni" : 5 Documents clear
Hubungan HbA1c dan Asam Urat dengan Derajat Keparahan Disfungsi Ereksi pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUD Dr. Moewardi Surakarta Gladera Wedpavica Zealtito Zulfan; Eva Niamuzisilawati; Arifin; Dhani Redhono Harioputro
Plexus Medical Journal Vol. 4 No. 3 (2025): Juni
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v4i3.1960

Abstract

Pendahuluan: Disfungsi ereksi merupakan salah satu komplikasi tersering pada pasien diabetes melitus tipe 2 yang sering dihubungkan dengan penyakit kardiovaskular. Mendeteksi dini potensi adanya disfungsi ereksi sebagai prediktor penyakit kardiovaskular penting dilakukan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan Hemoglobin A1c dan asam urat sebagai indikator dalam memberikan gambaran keparahan disfungsi ereksi. Metode: Penelitian cross-sectional terhadap pasien laki-laki dengan diabetes melitus tpe 2 di poliklinik endokrin Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi. 32 sampel yang memenuhi kriteria inklusi mengisi kuesioner International Index of Erectile Function (IIEF-5) sebagai klasifikasi derajat disfungsi ereksi. Data diolah menggunakan uji Rank Spearman. Hasil: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara keparahan disfungsi ereksi dengan Hemoglobin A1c (p>0.05 dan r=0.347) dan asam urat (p>0.05 dan r=0.140) meskipun keduanya memiliki korelasi positif. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara Hemoglobin A1c dan asam urat dengan derajat keparahan disfungsi ereksi.
Korelasi Shine-Lal Formula terhadap Kadar Ferritin pada Pasien Talasemia β Mayor Adhi, Muhammad Alif Ibadurrohman Adhi; Lilik Wijayanti; Siti Munawaroh
Plexus Medical Journal Vol. 4 No. 3 (2025): Juni
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v4i3.2061

Abstract

Pendahuluan: Penderita talasemia diberikan transfusi darah untuk mengatasi eritrosit yang abnormal yang akan berakibat terjadinya penumpukan zat besi dikarenakan transfusi yang dilakukan. Salah satu pemeriksaan zat besi dalam tubuh adalah pemeriksaan kadar ferritin yang memiliki kekurangan seperti harganya yang mahal dan keterbatasan akses didaerah terpencil. Oleh karena itu diperlukan alternatif pemeriksaan kadar zat besi dalam tubuh salah satunya dengan formula indeks eritrosit yaitu Shine-Lal Formula. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi Shine-Lal Formula terhadap kadar ferritin pada pasien talasemia β mayor. Metode: Penelitian ini berjenis observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian adalah pasien anak talasemia beta mayor di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi Surakarta melalui teknik total sampling. Data yang digunakan adalah data rekam medis pasien. Shine-Lal Formula dibagi berdasarkan cut-off menjadi <1530 dan >1530, kadar ferritin dibagi menjadi <1000 ng/mL dan >1000 ng/mL. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan program Statistical Product and Service Solutions. Hasil: Dari total 55 pasien talasemia beta mayor, didapatkan pasien perempuan lebih banyak dengan pasien tebanyak berusia 6-17 tahun. Rerata Mean Corpuscular Volume sebesar  74,54±4,60 fL dan Mean Corpuscular Hemoglobin sebesar 24,60±1,94 pg/sel. Keduanya berada di bawah normal, kemudian dilakukan uji regresi-korelasi Pearson antara Shine-Lal Formula dan kadar ferritin. Hasilnya, didapat hubungan yang signifikan, korelasi lemah, dan searah antara Shine-Lal Formula dan kadar ferritin dengan p = 0,024 (p <  0,05) dan r = 0,305. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara Shine-Lal Formula dan kadar ferritin pada pasien talasemia beta mayor (p = 0,024,  r = 0,305).
Korelasi Srivastava Formula Terhadap Kadar Ferritin Pada Pasien Talasemia Beta Mayor Agustinus Adi Nugraha; Mas Aditya Senaputra; Siti Munawaroh
Plexus Medical Journal Vol. 4 No. 3 (2025): Juni
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v4i3.2062

Abstract

Pendahuluan: Talasemia beta adalah penyakit genetik didapatkan adanya mutasi gen sehingga terjadi defek dalam produksi rantai polipeptida beta globin yang berdampak pada kejadian anemia dan kadar ferritin dalam tubuh. Srivastava formula dapat digunakan dalam skrining penyebab anemia karena talasemia beta atau karena adanya defisiensi zat besi. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan korelasi antara Srivastava Formula terhadap kadar ferritin pada pasien talasemia beta mayor. Metode: Penelitian ini akan dilakukan dengan desain penelitian observasional analitik untuk mengetahui korelasi antara Srivastava Formula terhadap kadar ferritin pada pasien talasemia beta mayor. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional. Subjek yang digunakan adalah pasien talasemia di Bangsal Anak RSUD Dr. Moewardi dengan jumlah sampel 55 orang. Analisis data penelitian dilakukan dengan menggunakan regresi-korelasi Pearson untuk menentukan korelasi antara Srivastava Formula terhadap kadar ferritin pada pasien talassemia beta mayor. Hasil: Subjek penelitian menggambarkan rata-rata nilai MCV dan MCHC cenderung rendah hingga normal, dengan kelompok ferritin di bawah 1000 memiliki rata-rata MCV terendah. Nilai MCH dan Hb rata-rata berada di bawah normal, sementara RDW menunjukkan peningkatan di atas nilai normal. Nilai RBC tetap berada dalam rentang normal. Rata-rata ferritin keseluruhan populasi menunjukkan angka yang tinggi. Formula Srivastava menghasilkan nilai di atas cut-off (>3,8), yang menunjukkan hasil tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada korelasi antara Srivastava Formula terhadap kadar ferritin pada pasien talassemia beta mayor (p-value = 0,463). Kesimpulan: Tidak ada hubungan signifikan antara Srivastava Formula dengan kadar ferritin pada pasien talasemia beta mayor. Berisi kesimpulan penelitian Srivastava Formula terhadap kadar ferritin pada pasien talassemia beta mayor.
Rehabilitation of Grade IV Knee Osteoarthritis With Genu Valgum in an Obese Female Patient: A Case Report Hasyim, Mega Elisa
Plexus Medical Journal Vol. 4 No. 3 (2025): Juni
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v4i3.2304

Abstract

Background: Knee osteoarthritis (OA) is a common degenerative joint disease that affects weight-bearing joints and impairs mobility, especially among the elderly. Risk factors include aging, obesity, and malalignment. In severe cases, Total Knee Replacement (TKR) is often recommended, but not all patients are psychologically ready for surgery. Case Presentation: We report a case of a 57-year-old obese woman (BMI 34.2 kg/m²) diagnosed with bilateral grade IV knee OA and genu valgus deformity. She presented with progressive bilateral knee pain, stiffness, and functional decline. Despite being scheduled for TKR, she refused surgery due to psychological unpreparedness. Her history included controlled congestive heart failure (CHF). Radiographic evaluation confirmed advanced OA with femoropatellar involvement and quadriceps tendon enthesopathy. Her Barthel Index was 85/100. A multidisciplinary conservative rehabilitation program was initiated, including short-wave diathermy, active and progressive strengthening exercises, aerobic training, knee bracing, and joint protection education. Pharmacologic therapy was tailored to her CHF. Nutritional counseling focused on caloric reduction, balanced intake, and gradual weight loss. After four months, the patient reported pain reduction (VAS from 6 to 2), improved joint mobility, and regained functional independence. She also experienced a 4 kg weight loss, which contributed to reduced joint stress and enhanced gait performance. No CHF-related complications were noted, and adherence to brace use improved with consistent education. Conclusion: This case underscores the value of individualized multidisciplinary rehabilitation for advanced knee OA, particularly in patients with comorbidities and delayed surgical readiness. Conservative treatment may serve as an effective patient-centered alternative to surgery.
Persepsi Pasien Terhadap Pelayanan Rumah Sakit di Indonesia: Sebuah Tinjauan Naratif Komprehensif Wahyudya Setya Ananta; Ichsan, Burhannudin; Isa, Muzakar
Plexus Medical Journal Vol. 4 No. 3 (2025): Juni
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v4i3.2554

Abstract

Tinjauan pustaka ini bertujuan untuk menganalisis dan mensintesis temuan-temuan penelitian mengenai persepsi pasien terhadap pelayanan rumah sakit di Indonesia. Pemahaman akan persepsi pasien sangat krusial dalam upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan, yang pada gilirannya akan berdampak pada kepuasan dan loyalitas pasien. Metode tinjauan sistematis digunakan, dengan mengidentifikasi, mengumpulkan, dan menganalisis artikel jurnal relevan secara naratif dan tematik untuk mensintesis temuan. Berbagai studi menunjukkan variasi persepsi pasien, dengan mayoritas melaporkan tingkat kepuasan moderat hingga baik, namun aspek tangibles (bukti fisik) dan reliability (keandalan) seringkali menjadi area dengan penilaian terendah. Faktor-faktor seperti sikap, motif, kepentingan, pengalaman, harapan, serta karakteristik pasien (umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan) memengaruhi persepsi secara signifikan. Tinjauan ini diharapkan dapat memberikan implikasi praktis bagi manajemen rumah sakit dan pembuat kebijakan dalam merumuskan strategi peningkatan mutu pelayanan yang berorientasi pada pasien.

Page 1 of 1 | Total Record : 5