cover
Contact Name
Dadang Juandi
Contact Email
dadang.juandi@upi.edu
Phone
-
Journal Mail Official
sigmadidaktika@upi.edu
Editorial Address
Ruang Publikasi, Lantai 3, Gedung FPMIPA A (JICA), Universitas Pendidikan Indonesia Jl. Dr. Setiabudhi No. 229, Bandung 40154 Jawa Barat - Indonesia.
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
SIGMA DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 22527435     EISSN : 29873894     DOI : -
Core Subject : Education,
Diterbitkan sejak Juli 2012 oleh Program Studi Pendidikan Matematika - Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Pendidikan Indonesia, bekerja sama dengan Himpunan Peneliti dan Pendidik Matematika Indonesia (HiPPMI). Terbit dua kali setahun pada bulan Januari dan Juli. Dalam satu volume terdapat dua nomor berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dan atau pembelajaran dalam bidang pendidikan matematika.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2016)" : 6 Documents clear
Pendekatan M-apos untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa Arsinah Rokhaeni
SIGMA DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : SIGMA DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/sigmadidaktika.v4i1.31979

Abstract

Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil-hasil penelitian terdahulu yang menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kreatif matematis siswa belum sesuai dengan yang diharapkan. Salah satu pendekatan pembelajaran yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa adalah pendekatan M-APOS. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa melalui penerapan pendekatan pembelajaran M-APOS. Penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan menggunakan desain penelitian kelompok kontrol non ekuivalen yang melibatkan 80 siswa kelas X SMA negeri di kota Cimahi. Instrumen yang digunakan meliputi tes kemampuan awal matematis (KAM), tes kemampuan berpikir kreatif matematis, dan lembar observasi. Analisis data hasil penelitian menggunakan uji-t, uji ANOVA satu jalur, dan uji scheffe. Berdasarkan hasil analisis tersebut, diperoleh kesimpulan bahwa peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis secara keseluruhan maupun berdasarkan kategori KAM (tinggi, sedang, rendah) siswa pada kelas PM-APOS lebih baik daripada siswa kelas PK dan terdapat perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis pada kelas PM-APOS. Abstract. The research was grounded by the results of previous research which showed that students’ mathematical creative thinking ability is not as expected. One of learning approach for enhancing  mathematical creative thinking ability is M-APOS learning approach. This study examines the enhancement of students’ mathematical creative thinking ability through the application of M-APOS learning approach. Through a quasi experiment with non-equivalent control group design involved 80 ten-grade students from a senior high school in the city of Cimahi. Instrument of the study consist of a set of mathematical prior ability (MPA) test, a set of mathematical creative thinking ability test, and observation. Data are analyzed by using t-test, one-way ANOVA, and Scheffe test. The study finds that the enhancement of students’ mathematical creative thinking ability who get PM-APOS is better than those who get conventional learning approach viewed from whole students and all MPA (upper, middle, lower levels) group students and there are differences enhancements of students’ mathematical creative thinking ability who get PM-APOS.
Penerapan Learning Cycle 5e untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Sumarni Sumarni; Bana G. Kartasasmita; Tatang Mulyana
SIGMA DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : SIGMA DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/sigmadidaktika.v4i1.31977

Abstract

Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil-hasil penelitian terdahulu yang menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematis dan Self-regulated Learning (SRL) siswa belum sesuai dengan yang diharapkan. Salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis dan SRL adalah Learning Cycle 5E (LC 5E). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan komunikasi matematis dan SRL sebagai akibat dari pembelajaran LC 5E.  Penelitian ini adalah kuasi eksperimen yang menerapkan dua model pembelajaran yaitu LC 5E dan pembelajaran konvensional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa di salah satu SMP Negeri di Kabupaten Bandung Barat. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling, dan diperoleh kelas VIII D dan VIII E. Untuk kepentingan analisis masing-masing kelas penelitian dikategorikan menurut kemampuan awal matematis (KAM; tinggi, sedang, rendah). Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes kemampuan komunikasi matematis dan skala SRL. Analisis data ditinjau berdasarkan data keseluruhan dan kategori KAM. Berdasarkan hasil analisis tersebut diperoleh kesimpulan: 1) peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang memperoleh pembelajaran LC 5E lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional; 2) terdapat perbedaan peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang memperoleh pembelajaran LC 5E dan siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional berdasarkan kategori KAM (tinggi, sedang, rendah).Abstract. The research was grounded by the results of previous research which showed that mathematical communication ability and Self-regulated Learning (SRL) students are not as expected. One of models learning for enhancing  mathematical communication ability is Learning cycle 5E (LC 5E). The purpose of this research is to comprehensively describe the enhancement of students’ mathematical communication ability as a result of LC 5E. This research is a quasi-experiment study that applies two learning models: LC 5E and conventional learning. Population of this research is all student in one of SMP Negeri in Kabupaten Bandung Barat. Sampling used by purposive sampling, VIII D and VIII E represent as sampling. Each class is grouped based on mathematical prior ability (MPA: upper, middle, lower levels). Research instruments are mathematical communication test. The result obtained are: 1) the enhancement of students’ mathematical communication ability who were taught under LC 5E is better than those who were taught under conventional learning; 2) there is different enhancement mathematical communication ability who were taught under LC 5E and who were taught conventional learning based on MPA (upper, middle, lower levels).
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe The Power Of Two terhadap Peningkatan Kemampuan Pemahaman Matematis dan Penurunan Kecemasan Matematika Siswa SMP Rosmanita Rosmanita; Tatang Herman; Jarnawi Afgani Dahlan
SIGMA DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : SIGMA DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/sigmadidaktika.v4i1.31983

Abstract

Abstrak. Salah satu kemampuan matematis yang diharapkan dapat dimiliki dengan baik oleh siswa SMP adalah kemampuan pemahaman matematis. Oleh karena itu, sangat diharapkan siswa SMP dapat memiliki kemampuan pemahaman matematis yang baik, namun tidak begitu pada kenyataannya. Salah satu faktornya adalah kecemasan matematika. Hal inilah yang mendasari pelaksanaan penelitian ini. Oleh karena itu, pembahasan pada penelitian ini terkait dengan peningkatan kemampuan pemahaman matematis dan penurunan kecemasan matematika siswa antara siswa yang mendapatkan pembelajaran kooperatif tipe the power of two dengan siswa yang mendapat pembelajaran konvensional. Selain itu, mengingat adanya keterkaitan antara kemampuan pemahaman matematis dan kecemasan matematika siswa, maka dikaji pula hubungan antara kemampuan pemahaman matematis dan kecemasan matematika siswa. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas VII di salah satu SMP Negeri di Rokan Hulu Riau. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe the power two terhadap peningkatan kemampuan pemahaman matematis dan penurunan kecemasan matematika siswa SMP. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain kelompok kontrol non-ekuivalen. Teknik pengambilan sampel purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa pretes, postes, lembar observasi, wawancara dan angket skala kecemasan matematika siswa. Pengolahan data ini menggunakan bantuan SPSS 16 dan Ms. Excel. Hasil penelitian yang diperoleh adalah: (1) Peningkatan kemampuan pemahaman matematis siswa yang memperoleh pembelajaran kooperatif tipe the power of two lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran secara konvensional; (2) Kecemasan matematika siswa yang memperoleh pembelajaran kooperatif tipe the power of two lebih rendah  daripada siswa yang memperoleh pembelajaran secara konvensional; (3) Terdapat hubungan negatif antara kemampuan pemahaman matematis dan kecemasan matematika siswa. Abstract. One of mathematical ability which is hoped can be possessed well by Junior High School students is mathematical understanding ability. Therefore, it is hoped that Junior High School students can posses good mathematical understanding ability, but in reality, it is not such a case. One of factor is mathematical anxiety.  This is which underlie the implementation of this study.  Therefore, the discussion in this study related with the enhancement of student’s mathematical understanding ability and student’s mathematical anxiety reduction between students who get cooperative learning, the power of two type and students who get conventional learning. In addition, because there is relatedness between student’s mathematical understanding ability and mathematical anxiety, the relation between student’s mathematical understanding ability and mathematical anxiety is studied also.  Subject in this study are students of class VII from one of Public Junior High School in Rokan Hulu Riau. The aim of this study is to analyze the influence of cooperative learning model, the power two type toward the enhancement of mathematical understanding ability and mathematical anxiety reduction of Junior High School students.The method which is used is quasi experiment with non equivalent control group design.The sampling technique is purposive sampling. Instruments used are pretest, posttest, observation sheet, interview and questionnaire of student’s mathematical anxiety reduction.  Data processing use the aid of SPSS 16 and Ms. Excel. Results of study which are obtained are: (1) The enhancement of mathematical understanding ability of students who get cooperative learning, the power of two type is better than students who get learning conventionally; (2) Mathematical anxiety of students who get cooperative learning, the power of two type is lower than students who get learning conventionally; (3) There is negative relation between student’s mathematical understanding ability and student’s mathematical anxiety.
Penerapan Strategi Pembelajaran Aktif Tipe Kuis Tim untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Matematis Siswa SMP Reni Nuraeni; Jarnawi Afgani Dahlan; Elah Nurlaelah
SIGMA DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : SIGMA DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/sigmadidaktika.v4i1.31982

Abstract

Abstrak. Penelitian ini didasarkan pada permasalahan rendahnya kemampuan pemahaman matematis siswa. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilakukan penelitian dengan menggunakan strategi pembelajaran aktif tipe kuis tim (SPATKT) dalam pembelajaran. Penelitian ini mengkaji peningkatan kemampuan pemahaman matematis siswa yang memperoleh pembelajaran SPATKT dan pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan menggunakan teknik purposive sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII salah satu SMP di Rancaekek Kabupaten Bandung. Untuk sampel penelitiannya diambil dua kelas, satu kelas sebagai kelas kontrol dan satu kelas lainnya sebagai kelas eksperimen. Instrumen yang digunakan dalam penelitian berupa tes kemampuan pemahaman matematis. Analisis data dilakukan dengan uji statistik deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan pemahaman matematis siswa yang memperoleh pembelajaran SPATKT lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional, dan kualitas peningkatan termasuk kategori sedang. Abstract. This research is based on a mathematical understanding of the problems of low ability students. To overcome these problems, the research done by using active learning strategy type quiz team (SPATKT) in learning. This study examines the increasing ability of mathematical understanding students who obtain the conventional learning and SPATKT learning. This research was quasi experimental study by using purposive sampling technique. The population in this research is the whole grade VIII one of the SMP in Rancaekek, Bandung Regency. For a sample of his research taken two classes, one class as the control class and one other class as a class experiment. The instruments used in the study of mathematical understanding ability tests. The data analysis done with test descriptive and inferential statistics. The results showed that the increased understanding of the mathematical ability of students obtaining study SPATKT better than students who get conventional learning, and quality improvement including the categories are.
Meningkatkan Kemampuan Pemahaman dan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMP melalui Metode Guided Discovery Mahmudin Mahmudin; Turmudi Turmudi; Stanley Pandu Dewanto
SIGMA DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : SIGMA DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/sigmadidaktika.v4i1.31981

Abstract

Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh pembelajran Guided Discovery terhadap peningkatan kemampuan dan pemecahan masalah matematis siswa. Desain penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen. Populasinya, yaitu seluruh siswa SMP kelas IX di salah satu SMP di Kota Bandung. Adapun sampelnya terdiri dari 35 siswa kelas Guided Discovery (kelompok eksperimen) dan 35 siswa kelas konvensional (kelompok kontrol) yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan secara kuantitatif. Analisis kuantitatif menggunakan independent sample t-test, Mann-Whitney test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan pemahaman dan pemecahan masalah matematis siswa yang belajar matematika dengan metode Guided Discovery lebih baik secara signifikan dibandingkan dengan siswa yang memperoleh pembelajaran matematika secara konvensional. Abstract. The aims of this research was to analyze the effect of Guided Discovery’s learning, toward the increase of  student’s mathematical understanding ability and mathematical problem-solving ability. The research utilized a quasi experimental design. The population in this research are students of grade nine from one junior high school in Bandung. As concern, the sample comprised of 35 students in Guided Discovery class (experiment group) and 35 students in conventional class (control group) who choosed by purvosive sampling. Analyzed of the data was quantitavely. The quantitative analysis is used independent sample t-test, Mann-Whitney test. The result shows that gain of  mathematical understanding ability and mathematical problem solving ability by Guided Discovery’s learning better than by conventional teaching.
Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Matematis dengan Menggunakan Model Pembelajaran Arias Eka Khairani Hasibuan; Jozua Sabandar; Dadan Dasari
SIGMA DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : SIGMA DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/sigmadidaktika.v4i1.31980

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh model pembelajaran ARIAS (Assurance Relevance Interest Assessment Satisfaction) terhadap peningkatan kemampuan pemahaman matematis. Desain penelitian yang digunakan adalah nonequivalent pre-test and post control group design. Populasinya, yaitu seluruh siswa SMP kelas VII di salah satu SMP Negeri di Bandung. Adapun sampelnya terdiri dari 37 siswa kelas ARIAS (kelompok eksperimen) dan 35 siswa kelas konvensional (kelompok kontrol). Masalah yang diteliti yaitu peningkatan kemampuan pemahaman matematis siswa. Analisis kuantitatif menggunakan independent sample t-test, Mann-Whitney test, sedangkan analisis kualitatif dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan pemahaman matematis siswa yang memperoleh model pembelajaran ARIAS lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional. Abstract. The aims of this research are intended to examine the effect of ARIAS learning model toward the increase of student’s mathematical understanding ability. The research utilized nonequivalent pre-test and post control group design. The population of this research are students of grade seven from one junior high school in Bandung. As concern, the sample comprised of 37 students in ARIAS class (experiment group) and 35 students in conventional class (control group). The research problem are to improve mathematical understanding ability. The quantitative analysis is used independent sample t-test, Mann-Whitney test, while qualitative analysis is used descriptive one. The result shows better increasing mathematical understanding ability by using ARIAS learning model than by using conventional teaching.

Page 1 of 1 | Total Record : 6