cover
Contact Name
Dadang Juandi
Contact Email
dadang.juandi@upi.edu
Phone
-
Journal Mail Official
sigmadidaktika@upi.edu
Editorial Address
Ruang Publikasi, Lantai 3, Gedung FPMIPA A (JICA), Universitas Pendidikan Indonesia Jl. Dr. Setiabudhi No. 229, Bandung 40154 Jawa Barat - Indonesia.
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
SIGMA DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 22527435     EISSN : 29873894     DOI : -
Core Subject : Education,
Diterbitkan sejak Juli 2012 oleh Program Studi Pendidikan Matematika - Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Pendidikan Indonesia, bekerja sama dengan Himpunan Peneliti dan Pendidik Matematika Indonesia (HiPPMI). Terbit dua kali setahun pada bulan Januari dan Juli. Dalam satu volume terdapat dua nomor berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dan atau pembelajaran dalam bidang pendidikan matematika.
Articles 92 Documents
PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MODEL CORE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN DAN KONEKSI MATEMATIS SISWA DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
SIGMA DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 1 (2012): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/sigmadidaktika.v1i2.49413

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peningkatan kemampuan penalaran dan koneksi matematis siswa melalui pembelajaran model Connecting, Organizing, Reflecting, Extending (CORE). Perhitungan ujicoba intrumen dan statistik menggunakan program Microsoft Excell 2007 dan SPSS 17. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan penalaran dan koneksi matematis siswa yang memperoleh pembelajaran model CORE lebih baik dari pada siswa yang memperoleh pembelajaran Ekspositori. Kemampuan Awal Siswa untuk kelas Eksperimen dibagi menjadi 3 yaitu kemampuan tinggi, sedang dan rendah. Perbedaan peningkatan pada ketiga kemampuan tersebut digunakan uji Analisis Varian (ANAVA) satu jalur. Hasil penelitian menunjukkan pada kelas ekperimen hanya siswa yang berkemampuan tinggi dan rendah yang memiliki perbedaan peningkatan pada kemampuan penalaran dan koneksi. Hasil skala sikap menunjukkan sikap positif  terhadap pembelajaran model CORE. Abstract: This study aimed to assess the improvement of mathematical reasoning abilities and connections. Students learned by using models of  Organizing, Reflecting, Extending (CORE).  Instruments and statistical calculation used Microsoft Excel 2007 and SPSS 17 program. The results showed that the students’ ability of reasoning and mathematical connections who learned using CORE models is better than the students who learned using expository learning. Mathematical prior knowledge of the students for experiment class divided into three categories: high, medium and low. The improvement differences for three categories used one-way analysis of variance (one-way ANOVA). Statistical test results indicated that experimental class students of  only high and low level have  improvement differences in reasoning and connection ability. The results of the attitude scale showed that the students have a positive attitude towards learning by using CORE models.
MENGEMBANGKAN KOMPETENSI MATEMATIS DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOPERATIF PADA SISWA SMA
SIGMA DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 2 (2013): Januari
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/sigmadidaktika.v1i2.49440

Abstract

Abstrak: Di dalam kurikulum matematika sekolah tahun 2006 disebutkan bahwa, standar kompetensi matematika yang harus dimiliki siswa mencakup pemahaman konsep matematika, komunikasi matematis, koneksi matematis, penalaran, pemecahan masalah, serta sikap dan minat yang positif terhadap matematika. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh bukti empiris tentang dampak pembelajaran koperatif untuk mengembangkan kompetensi matematis siswa Sekolah Menengah Atas (SMA). Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMA, dengan sampel adalah siswa SMA dari level sekolah tinggi, level sekolah sedang dan level sekolah rendah di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kelompok kontrol hanya-postes (post-test-only control group design). Untuk mengetahui kompetensi matematis siswa digunakan instrumen tes. Analsis data dalam penelitian ini menggunakan ANOVA satu jalur dan ANOVA dua jalur. Hasil penelitian diperoleh sebagai berikut. (1) Pada Level Sekoah baik dan sedang maupun secara keseluruhan terdapat perbedaan yang signifikan kopetensi matematis antara siswa yang pembelajarannya menggunakan pembelajaran koperatif dan pembelajaran konvensional. (2) Pada Level Sekolah Rendah tidak terdapat perbedaan yang signifikan kopetensi matematis antara siswa yang pembelajarannya menggunakan pembelajaran koperatif dan pembelajaran konvensional. walaupun pada level sekolah rendah tersebut rata-ratanya yang menggunakan pembelajaran konvensional lebih baik dari pada yang pembelajarannya menggunakan koperatif. Dan (3) Tidak terdapat perbedaan selisih antara kemampuan matematis pada pembelajaran koperatif dan konvensional dan selisih antara kompetensi matematis pada pembelajaran koperatif dan konvensional pada level sekolah. Dengan kata lain tidak ada interaksi antara model pembelajaran dan level sekolah. Abstract: Mathematics curriculum school in 2006 noted that standard of mathematical competence should include students' understanding of mathematical concepts, mathematical communication, mathematical connections, logic, problem solving, and positive attitude and interest towards mathematics. The study was conducted to obtain empirical evidence about the impact of cooperative learning to develop students' mathematical competence of high school (SMA). The population of this study was high school students, using sample of high school students from top, middle and low level school in Department of Education, Bandung. To find the mathematical competence of students is used the test instrument with post-test-only control group design. Data analysis in this study was using one-way ANOVA and two-way ANOVA.The results obtained as follows. (1) At top and middle level of school, there are significant differences between the mathematical competency of students’ using cooperative learning and conventional learning. (2) At lower school level, there is no significant difference between the mathematical competency of students using cooperative learning and conventional learning; although the level averages using conventional learning at the lower school is better than using cooperative learning. And (3) there is no difference between mathematical ability and mathematical competence in conventional and cooperative learning at school level. In other words, there is no interaction between the models of learning and the school level.

Page 10 of 10 | Total Record : 92