cover
Contact Name
Dadang Juandi
Contact Email
dadang.juandi@upi.edu
Phone
-
Journal Mail Official
sigmadidaktika@upi.edu
Editorial Address
Ruang Publikasi, Lantai 3, Gedung FPMIPA A (JICA), Universitas Pendidikan Indonesia Jl. Dr. Setiabudhi No. 229, Bandung 40154 Jawa Barat - Indonesia.
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
SIGMA DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 22527435     EISSN : 29873894     DOI : -
Core Subject : Education,
Diterbitkan sejak Juli 2012 oleh Program Studi Pendidikan Matematika - Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Pendidikan Indonesia, bekerja sama dengan Himpunan Peneliti dan Pendidik Matematika Indonesia (HiPPMI). Terbit dua kali setahun pada bulan Januari dan Juli. Dalam satu volume terdapat dua nomor berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dan atau pembelajaran dalam bidang pendidikan matematika.
Articles 89 Documents
Kemampuan penalaran geometri siswa SMP dalam menyelesaikan masalah geometri Anwar Anwar; Saiman Saiman; Sofyan Sofyan
SIGMA DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2023): July
Publisher : SIGMA DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/sigmadidaktika.v11i2.52875

Abstract

Penalaran geometri merupakan salah satu aktivitas penting dari berpikir geometri, sehingga seseorang membutuhkannya dalam menyelesaikan masalah geometri. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan penalaran geometri siswa SMP dalam menyelesaikan masalah geometri. Subjek yang dipilih merupakan 2 siswa kelas IX SMPN 19 Percontohan Banda Aceh yaitu seorang siswa yang berkemampuan matematika tinggi dan seorang siswa yang berkemampuan matematika sedang. Analisis dilakukan berdasarkan data hasil tes tertulis dan hasil wawancara. Kemudian dilakukan triangulasi metode untuk mendapatkan data penelitian yang valid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang berkemampuan  matematika tinggi dapat menunjukkan setiap indikator penalaran geometri, sedangkan siswa yang berkemampuan matematika sedang hanya dapat menunjukkan beberapa indikator penalaran geometri yaitu mengajukan dugaan, melakukan manipulasi matematika, dan menyusun bukti dan memberikan alasan.
Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematis dan Pengaruhnya terhadap Self Concept Siswa Sekolah Menengah Pertama dengan Model Pembelajaran Kemp Berbasis Think Pair Square (TPS) Subedi Subedi; Jarnawi Afgani Dahlan; Stanley Pandu Dewanto
SIGMA DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : SIGMA DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/sigmadidaktika.v4i1.31976

Abstract

Abstrak. Rendahnya kemampuan komunikasi matematis siswa bisa terjadi dua faktor. Faktor pertama adalah siswa yang belum cukup memiliki self concept matematis. Faktor kedua yaitu guru tanpa memperhatikan kesiapan komunikasi matematis siswa. Dengan permasalahan tersebut peneliti mengembangkan  model pembelajaran Kemp Berbasis think pair square dengan tujuan meningkatkan kemampuan komunikasi siswa dan self concept siswa. Penelitian merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan menggunakan desain eksperimennya adalah desain kelompok kontrol tidak ekuivalen. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN 1 Arjawinangun Kabupaten Cirebon dengan mengambil sampel 2 kelas untuk kelompok eksperimen dan kelas kontrol. Kelompok eksperimen memperoleh pembelajaran model Kemp berbasis think pair square, kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional. Dalam pelaksanaanya, tes kemampuan komunikasi diberikan pretes dan postes sedangkan self concept diberikan setelah proses pembelajaran dengan menggunakan skala sikap. Pengujian dilakukan melalui data N-gain kemampuan komunikasi dan skala sikap. Hasil penelitiannya adalah Pembelajaran dengan model Kemp berbasis think pair square dapat meningkatkan kemampuan komunikasi dan self concept matematis siswa lebih baik dari pada pembelajaran konvensional. Abstract. The low of Math Communication ability students can caused by two factor. The first factor is students have no ability of sefl concept math. The second factor is teacher without pay attention to readiness communication students math. Bassed on this problem reaserchen try to develop teaching Kemp model based ability of think pair square to increasing ability of students communication and students self concept. Research is quasi experiment research use its design experiment group control not equivalen. The population of this research was all student of grade 8th SMPN 1 Arjawinangun Regency Cirebon, take class for sample to experiment group and control. Experiment group get teaching model Kemp based ability think pair square, class control with conventional teaching. In activity test communication ability given pre test and post test, while self concept given after teaching process that use behavior scale. This testing by data N-gain communication ability and behavior scale. The result of research is teaching with ability model teaching based think pair square can increasing communication ability and self concept math students better than conventional teaching.
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR LOGIS MATEMATIS DAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA SMP MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION DENGAN PENDEKATAN OPEN ENDED Wiwin Iriani; Dadang Juandi
SIGMA DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : SIGMA DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/sigmadidaktika.v4i1.45238

Abstract

Abstrak: Tujuan dari penelitian adalah untuk menelaah peningkatan kemampuan berpikir logis matematis dan kemandirian belajar siswa. Jenis penelitian ini merupakan kuasi eksperimen, dengan populasi seluruh siswa kelas IX salah satu SMP Negeri di Cianjur. Sampel penelitian dipilih sebanyak 2 kelas. Kelas eksperimen belajar melalui model kooperatif tipe TAI dengan pendekatan open ended, dan kelas kontrol belajar melalui model pembelajaran langsung. Instrumen dalam penelitian ini adakah tes kemampuan berpikir logis matematis dan skala kemandirian belajar. Pengolahan data menggunakan uji Mann-Whitney, uji t, uji Kruskal-Wallis dan uji proporsi. Hasil penelitian menunjukkan: (1) peningkatan kemampuan berpikir logis matematis secara signifikan terjadi pada siswa kelompok tinggi yang belajar melalui model pembelajaran kooperatif tipe TAI dengan pendekatan open ended; (2) peningkatan kemandirian belajar siswa yang belajar melalui model kooperatif tipe TAI dengan pendekatan open ended lebih baik daripada siswa yang belajar melalui model pembelajaran langsung. Berdasarkan analisi data dapat disimpulkan bahwa pembelajaran model kooperatif tipe TAI dengan pendekatan open ended adalah suatu alternatif pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan berpikir logis matematis dan kemandirian belajar bagi siswa kelompok tinggi. Abstract: The aim of the research is to analyze the students’ improvement of logical and mathematical thinking skill and self regulated learning. The research design is quasi-experiment and population is all student grade IX at one of Junior High Schools in Cianjur. Two classes were chosen as the samples for research. The experimental class learning trough cooperative model type team assissted individualization (TAI) with open ended approach and the control class received directive learning. The research instruments were test of logical and mathematical thinking ability, and the questionaire about students' self regulated learning. The data analysis used Mann-Whitney test, T-test, Kruskall-Wallis test and proportion test. The result of the research indicated: (1) The improvement of students’ logical and mathematical thinking ability significantly took place in the high level group students had learn trough cooperative learning type team assissted individualization with open-ended approach; (2) The improvement of students’ self regulated learning trough cooperative learning type team assissted individualization with open-ended approach better than students who learn trough Direct Instruction model. Based-on data analysis concluded that cooperative learning type team assissted individualization with open ended approach can used as an alternative model to improve students’ logical and mathematical thinking ability, and self-regulated learning for students in the high level.
PENGARUH PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN INDUKTIF-DEDUKTIF BERBANTUAN PROGRAM CABRI GEOMETRI TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Risnawati ,-
SIGMA DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : SIGMA DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/sigmadidaktika.v1i2.49430

Abstract

Abstrak: Kemampuan representasi matematis merupakan salah satu kompetensi penting dalam kurikulum pendidikan matematika di sekolah. Pendekatan induktif-deduktif berbantuan program Cabri Geometry (CG) diasumsikan mampu untuk meningkatkan kemampuan tersebut. Penelitian kuasi eksperimen ini dilakukan untuk melihat pengaruh pembelajaran dengan pendekatan induktif-deduktif berbantuan program CG terhadap peningkatan kemampuan representasi matematis siswa sekolah menengah pertama. Sampel pada penelitian ini diambil dua kelas (eksperimen dan kontrol) dengan teknik purposive sampling. Kelas eksperimen memperoleh pembelajaran dengan pendekatan induktif-deduktif berbantuan program CG, sedangkan kelas kontrol memperoleh pembelajaran dengan pendekatan induktif-deduktif tanpa bantuan program CG. Instrumen penelitian yang digunakan adalah pretest dan postest untuk kemampuan representasi matematis. Berdasarkan uji normalitas dan homogenitas varians data, maka uji yang digunakan untuk menganalisis data penelitian adalah uji U Mann-Whitney dan uji-t. Hasil analisis data, menunjukkan bahwa terdapat perbedaan peningkatan kemampuan representasi matematis yang signifikan antara siswa yang memperoleh pembelajaran dengan pendekatan induktif-deduktif berbantuan program CG dan siswa yang memperoleh pembelajaran dengan pendekatan induktif-deduktif tanpa bantuan program CG berdasarkan level kemampuan awal siswa (tinggi, sedang, rendah). Peningkatan kemampuan representasi matematis siswa yang memperoleh pembelajaran dengan bantuan program CG lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran tanpa bantuan CG. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa pembelajaran geometri dengan pendekatan induktif berbantuan program CG baik digunakan untuk meningkatkan kemampuan representasi matematis siswa pada semua level KAM (tinggi, sedang, rendah). Abstract: Mathematical representation ability was one of the important competency in mathematic curriculum at school. Inductive-deductive teaching approach by assistance of CG has been assumed/preceded in improving that ability. This experimental quasi research was conducted in order to figure out the influences of inductive-deductive teaching approach by assistance of CG in improving students’ mathematical representation ability in junior high school. Sample of this study is consisted of two groups (experiment and control) which is selected by using purposive sampling technique. In experimental group, the researcher used inductive-deductive approach with CG assisted program, while control group was taught by inductive-deductive approach without CG assisted program. In experimental group, the researcher applied inductive-deductive To collect data in this study, the writer used test as instrument, which involves pretest and post test to compare the ability of mathematical representation. Based on the test for normality and homogeneity of the data variance, the research used the Mann-Whitney U test and t-test to analyze the data. The results of data analysis shows that there are significant differences in students’ mathematical representation which was taught by  using inductive-deductive approach with CG assisted programs and students who were taught by inductive-deductive approach without CG assisted program based on students' initial ability level (high, medium , low). The improvement of students’ mathematical representation who was taught by  using inductive-deductive approach with CG assisted programs is better than the students who were taught by inductive-deductive approach without CG assisted. It can be concluded that the inductive approach to learning geometry with CG-assisted program can be used to enhance the ability of students’ mathematical representation for all levels of KAM (high, medium, low).
ARITMETIKA SOSIAL PADA METODE COURSE REVIEW HORAY (CRH) DENGAN YEL-YEL BAHASA DERMAYU, INGGRIS, DAN INDONESIA Farid Gunadi; Aan Juhana Senjaya; Dwi Arnum
SIGMA DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : SIGMA DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/sigmadidaktika.v7i1.50929

Abstract

This research aims to determine differences in social arithmetic learning outcomes based on yells variations in the CRH method. This research uses quantitative research methods. Based on the results of the study, a significant average difference was obtained in class VII social arithmetic learning outcomes, so that the researchers conducted further tests with Scheffe and the results: between variations in the Dermayu yells and English did not have significant differences, but between yell-yell variations speak English and Indonesian and between the Dermayu and Indonesian chants are experiencing significant differences.
Menilai Numerasi Calon Peserta Didik Madrasah Aliyah menggunakan Pemodelan Rasch Baiq Siti Aminuriana; Shahibul Ahyan
SIGMA DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : SIGMA DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/sigmadidaktika.v10i2.51752

Abstract

Pemerintah sudah melaksanakan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) di tingkat sekolah sejak tahun 2021. Tujuan dilakukan AKM adalah untuk mengevaluasi dan memetakan sistem pendidikan dari input, proses, dan output. Salah satu kemampuan yang dinilai pada AKM adalah mengenai numerasi peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menilai numerasi 592 calon peserta didik (laki-laki = 230, perempuan = 362) salah satu Madrasah Aliyah di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Data diperoleh dari skor jawaban mereka yang mengikuti seleksi ujian masuk madrasah dan dianalisis menggunakan pemodelan Rasch. Mereka menjawab lima soal numerasi yang dikerjakan dalam waktu 20 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebesar 25,34% calon peserta didik memiliki numerasi sangat tingi, 22,13% kategori tinggi, 29,05% kategori rendah, dan 23,48% kategori sangat rendah. Disamping itu, 66,34% jalur prestasi dan 43,44% jalur regular berada pada tingkat numerasi tinggi dan sangat tinggi. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa numerasi calon peserta didik perempuan lebih baik dibandingkan dengan laki-laki.
ANALISIS KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS SISWA DALAM MEMECAHKAN MASALAH PENGUKURAN GEOMETRI DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF FIELD DEPENDENT-FIELD INDEPENDENT Tri Nova Hasti Yunianta; Deviana Meiwijayanti
SIGMA DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2023): January
Publisher : SIGMA DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/sigmadidaktika.v11i1.55652

Abstract

Kemampuan siswa dalam merepresentasikan pemikiran mereka dalam menjawab soal matematika melalui representasi visual, simbolik, dan verbal dijelaskan dalam penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah geometri dan pengukuran dilihat dari gaya kognitif field dependent dan field independent, dengan subjek penelitian terdiri dari 13 siswa kelas VIII dan 16 siswa kelas IX di SMP Negeri 2 Tuntang. Teknik pengumpulan data menggunakan tes uraian, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan gaya kognitif diklasifikasikan dengan menggunakan instrumen tes standar GEFT pada 6 subjek terpilih. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan gaya kognitif field dependent hanya mampu menggunakan representasi simbolik dalam menyelesaikan masalah teorema Pythagoras, sedangkan siswa dengan gaya kognitif field independent mampu menggunakan tiga indikator representasi matematis, yaitu representasi gambar, simbolik, dan verbal, untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan cara mereka sendiri.
Penerapan Strategi Think Talk Write dalam Pembelajaran Matematika untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa Irena Puji Luritawaty
SIGMA DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : SIGMA DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/sigmadidaktika.v4i1.31968

Abstract

Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kemampuan berpikir kritis matematis siswa MTs. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis antara siswa yang mendapatkan pembelajaran think talk write dan siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional. Studi ini bersifat kuasi eksperimen. Populasi pada penelitian ini yaitu siswa salah satu MTs swasta di kabupaten Garut, dan sampelnya terdiri dari dua kelompok siswa yang berasal dari dua kelas yang dipilih secara purposif. Kelomok pertama sebagai kelas eksperimen dengan perlakuan berupa pembelajaran think talk write, sedangkan kelompok kedua sebagai kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional seperti biasa. Instrumen yang diberikan kepada kedua kelas tersebut terdiri dari tes kemampuan berpikir kritis matematis (pretest dan posttest). Hipotesis yang diajukan diuji dengan Uji-t. Hasil penelitian menunjukan bahwa pembelajaran Think Talk Write dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Abstract. This research was conducted due to the low level of MTs students’ mathematical critical thinking. This research aimed to know the improvement of mathematical critical thinking ability among students who got think talk write learning and students who got conventional learning. This study was quasi experimental. The population in this research was MTs students of one private MTs at Garut distric, and the sample consist of two students group from two class which is choosed with purposive technique. First group as experimental class with think talk write learning treatment and second group as control class with conventional learning as usually. The Instrument was gave to those class consist of mathematical critical thinking ability test (pretest dan posttest). Hypothesis was submitted be examine with t-test. The result of this research showed that Think Talk Write learning could improve students’ critical thinking.
The Use Of Google Sketchup Program in Teaching Of Geometric to Improve Students' Comprehension Of Mathematical Communication Post Graduate UPI Bandung Sunata Sunata; Turmudi Turmudi; Stanley Pandu Dewanto
SIGMA DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : SIGMA DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/sigmadidaktika.v4i2.31989

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah peningkatan kemampuan pemahaman dan komunikasi matematis siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan Program Google SketchUp dan pembelajaran langsung, interaksi antara pembelajaran yang digunakan dengan kategori kemampuan siswa dalam hal kemampuan pemahaman dan komunikasi matematis siswa, serta sikap siswa terhadap pembelajaran dengan Program Google SketchUp. Desain penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan kelompok kontrol tes awal dan tes akhir. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa di salah satu SMP Negeri di Lembang dengan sampel penelitian siswa kelas VIII sebanyak dua kelas yang dipilih secara purposif. Kelompok eksperimen memperoleh pembelajaran dengan Program Google SketchUp dan kelompok kontrol memperoleh pembelajaran langsung. Untuk mendapatkan data hasil penelitian digunakan instrumen berupa tes kemampuan pemahaman dan komunikasi matematis, skala sikap, dan jurnal siswa. Analisis data dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif. Analisis kuantitatif dilakukan terhadap data tes awal, tes akhir, dan gain ternormalisasi kemampuan pemahaman dan komunikasi matematis, serta terhadap data tes kedua kelompok dilakukan uji perbedaan rata-rata antara dua populasi dan ANOVA dua jalur. Analisis kualitatif dilakukan untuk menelaah sikap siswa terhadap pembelajaran Program Google SketchUp. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan pemahaman matematis siswa yang mendapatkan pembelajaran Program Google SketchUp lebih baik daripada siswa yang mendapatkan pembelajaran langsung, peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang mendapatkan pembelajaran Program Google SketchUp lebih baik daripada siswa yang mendapatkan pembelajaran langsung, terdapat suatu interaksi antara pembelajaran yang digunakan dengan kategori kemampuan (tinggi, sedang, dan rendah) siswa dalam hal kemampuan pemahaman matematis, terdapat suatu interaksi antara pembelajaran yang digunakan dengan kategori kemampuan (tinggi, sedang, dan rendah) siswa dalam hal kemampuan komunikasi matematis, serta sikap siswa positif terhadap pembelajaran dengan Program Google SketchUp. Abstract. This study intended to investigation the impovement of students comprehension of mathematical communication by using Google SketchUp and direct Instruction, the interaction between students' learning ability and learning method in term of students' comprehension and mathematical communication skills, and also students' attitudes toward Google SketchUp. The study used quasi experimental design and employed control group with pretest and control final test. The population of study was eight grade students at of one a public Junior High schools in Lembang and two classes was choosen as a sample. Experimental group was used Google SketchUp and control group was used direct Instruction learning. The data were collected though students understanding of mathematical communication test, Likert scales, and student journal. The data were analyzed using quantitative and qualitative. The quantitative data were analyzed using pretest and posttest and the normalized gain comprehension of mathematical communication, and also conducted test both of groups which are performed the mean difference test between two populations and two-ways ANOVA. The qualitative data were analyzed using students' attitudes toward Google SketchUp learning. The finding of this study suggested that Google SketchUp learning was effective in improving students' comprehension of mathematical communication. More over, result showed that there is interaction between students' learning ability (high, medium, and low) in terms of students' comprehension of mathematical communication and also positive students' attitude toward Google SketchUp learning.
PENGARUH PEMBELAJARAN RECIPROCAL, KOOPERATIF TIPE NHT, DAN LANGSUNG TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATEMATIS SISWA SMP Veny Triyana A. Sari
SIGMA DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : SIGMA DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/sigmadidaktika.v1i2.49418

Abstract

Abstrak: Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan pemahaman matematis yang merupakan fondasi pada pembelajaran matematika sebagai perkembangan ilmu-ilmu lain, sehingga pemahaman matematis perlu dikembangkan dengan model pembelajaran yang tepat. Tujuan penelitian ini untuk menjawab apakah terdapat perbedaan kemampuan pemahaman matematis antara siswa yang memperoleh model pembelajaran reciprocal, pembelajaran kooperatif tipe NHT, dan pembelajaran langsung serta untuk mengetahui kemampuan pemahaman matematis mana yang lebih tinggi di antara kelas yang mendapat pembelajaran reciprocal, pembelajaran kooperatif tipe NHT, dan pembelajaran langsung. Penelitian ini dilaksanakan di suatu SMP Negeri di Bekasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan kemampuan pemahaman matematis antara siswa yang memperoleh model pembelajaran reciprocal, model pembelajaran kooperatif tipe NHT, dan model pembelajaran langsung. Kemampuan pemahaman matematis siswa yang memperoleh model pembelajaran reciprocal lebih baik daripada kemampuan pemahaman matematis siswa yang memperoleh model pembelajaran kooperatif tipe NHT dan model pembelajaran langsung. Abstract: The study was conducted to improve the students’ ability of mathematical understanding as a foundation for mathematics learning to serve other sciences, so that mathematical understanding should be developed by using appropriate learning models. The purpose of this study is to know “are there any differences in students’ mathematical understanding among students who obtain reciprocal learning models, cooperative learning of NHT type, and the direct instruction,  and to determine the level of students’ mathematical understanding, which one the highest among three group of students: reciprocal learning class, cooperative learning of NHT type class, and direct instruction class.The research was carried out in a SMP Negeri in Bekasi. The results showed that there were differences in the students’ understanding of mathematical skills among students who obtain reciprocal learning, a cooperative learning of NHT type, and direct instruction. Mathematical understanding of students who learned using reciprocal learning is better than the students who learned using cooperative learning of NHT type, and direct instruction.