cover
Contact Name
Aspandi
Contact Email
saintifika.islamica@uinbanten.ac.id
Phone
+6281385529992
Journal Mail Official
saintifika.islamica@uinbanten.ac.id
Editorial Address
Jalan Jenderal Sudirman No. 30, Serang - Banten 42118
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Saintifika Islamica: Jurnal Kajian Keislaman
Core Subject : Religion, Social,
FOCUS : Religious Studies and Islamic Education SCOPE : Development of Democracy and Moderation of Islam in Indonesia Globalization and Contemporary Religious Social Phenomena Islamic spirituality, religious values, and local wisdom issues Islamic Education Evaluation, Policy and Curriculum Islam, Humanitarian, Philosophy, and Justice Gender Relations Islamic Economic Systems, pre modern muslim thought in criticism and disputes on economy, property, markets, banking and finance Scientific Development in Islamic Higher Education Science, Social, Technology and Islam Integration Syaria Law, Bahstul Masail and contemporary Islamic Juridisprudence (fiqh) Review The Book of Turas and the Ancient Manuscript of the Archipelago Islamic Scholars
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 02 (2014): Juli - Desember 2014" : 7 Documents clear
PESANTREN SEBAGAI INSTITUSI PENDIDIKAN ISLAM: Pesantren Akomodatif dan Alternatif Muhajir Muhajir
Saintifika Islamica Vol 1 No 02 (2014): Juli - Desember 2014
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Jalan Jenderal Sudirman No. 30, Serang - Banten 42118

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesantren merupakan lembaga pendidikan asli Indonesia yang dinamis dalam merespon perkembangan zaman. Keunikan lembaga pendidikan pesantren berbeda dengan sistem madrasah dan sekolah umum yang telah terintegrasi dengan sistem pendidikan nasional. Perkembangan pesantren ke arah lembaga pendidikan Islam modern perlu diwujidkan dengan terobosan-terobosan baru dengan cara pertama, membuat kurikulum terpadu, gradual, sistematik, egaliter yang bersifat bersifat buttom up (tidak top down). Kedua, melengkapi sarana penunjuang proses pembelajaran, seperti perpustakaan buku-buku klasik dan kontemporer; majalah, sarana berorganisasi, sarana olah raga, internet. Ketiga, memberikan kebebasan kepada santri yang ingin mengembangkan talenta mereka masing-masing, baik yang berkenaan dengan pemikiran, ilmu pengetahuan, teknologi, maupun kewirausahaan. Keempat, menyediakan wahana aktualisasi diri di tengah-tengah masyarakat. Beberapa terobosan tersebut memungkinkan sekali pesantren akan tumbuh berkembang mengatasi problem pendidikan masa depan dengan dua keunggulan sekaligus –karena mengakomodasi pendidikan formal seperti madrasah dan sekolah umum– yaitu keunggulan spiritual keagamaan, yang merupakan misi pokok pesantren dan keunggulan ilmu pengetahuan dan teknologi, karena memasukkan pendidikan formal di pesantren.
PENGUKURAN DAN PENILAIAN KUALITAS PELAYANAN PERGURUAN TINGGI Darwyansyah Darwyansyah
Saintifika Islamica Vol 1 No 02 (2014): Juli - Desember 2014
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Jalan Jenderal Sudirman No. 30, Serang - Banten 42118

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas layanan perguruan tinggi dapat dilihat secara deksriptif kuantitatif dan secara kualitatif. Secara kuantittif kualitas layanan perguruan tinggi bila mengacu kepada model SERVQUL dengan melihat skor rata-rata kualitas layanan yang diharapkan dibandingkan dengan skor rata-rata yang diterima dengan rentang skor 1 – 5 yang terbagi dalam kategori, rendah, sederhana dan tingi. Pengukuran dan penilaian deskriptif kuantitatif kepuasan atas layanan perguruan tinggi dengan rentang antara -0.400 s/d 4,00 terbagi dalam ketegori sangat tidak memuasakan, tidak memusakan, memuaskan, baik dan cemerlang. Dan pengukuran dan penilaian kepuasan mahasiswa terhadap pembelajaran di perguruan tinggi dilakukan dengan mendeskripsikan rata-rata kepuasan yang dicapai mahasiswa dengan rentang skor 1 – 4, terbagai dalam kategori rendah, sederhana dan tinggi. Menurut model SERQUAL secara kwalitatif mutu layanan dapat diukur dan dinilai dengan: berwujud, keterandalan, pemberian tanggapan terhadap keluhan, pemberian jaminan dan sikap empati. Dan menurut ISO 9000 2008 mutu dapat diukur dari tanggungjawab manajemen, manajemen sumber, penghasilan pelayanan dan pengukuran, penganalisaan, keperluan pelanggan, kepuasan pelanggan dan penambahbaikan secara terus menerus. Ukuran kualitas pelayanan perguruan tinggi yang paling nyata adalah mahasiswa dapat menyelesaiakan masa studi tepat waktu atau kurang dari yang ditetapakan. Potensi, bakat dan minatnya berkembang secara maksimal melebihi dari yang diharapkan.
KINERJA SEKOLAH DI INDONESIA DALAM PERSPEKTIF KONSEP DAN MODELSEKOLAH EFEKTIF Eddi Supriadi; Marinah Marinah; Abdu Raheem Bin Muhammad Yusof
Saintifika Islamica Vol 1 No 02 (2014): Juli - Desember 2014
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Jalan Jenderal Sudirman No. 30, Serang - Banten 42118

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kinerja sekolah ditunjukkan oleh peningkatkan pencapaian akademik pelajar pelajarnya. Tercapaianya kinerja sekolah di suatu negara memerlukan dukungan Pemerintah yang dapat menetapkan standar nasional pendidikan yang diatur dalam peraturan perundang-undangannya. Negara Republik Indonesia telah menetapakan kinerja sekolah yang diatur dalam standar nasional pendidikan Indonesia. Standar nasional pendidikan Indonesia meliputi standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, standar tenaga pendidik dan kependidikan, standar sarana prasarana, standar pengelolaan dan standar penilaian. Kienrja kompetensi lulusan di Indonesia bersesuaian dengan pandangan: Mortimore (1991), DeRoche (1987), Sergiovanni (1987 dan Shahril Marzuki (1997). Kinerja tenaga pendidik dan kependidikan bersesuaian dengan pandangan Brookover, et al., (1979), Levine dan Lezotte (1990 dan Edmond (1979). Kienrja isi pendidikanbersesuaian dengan pandangan Mortimore (1991 dan MacBeath & Mortimer (tahun 2001). Kinerja proses sekolah bersesuaian dengan pandangan Mortimore (1991). Kinerja sarana prasarana bersesuaian dengan The Phi Delta Kappa (1981 dan Levine dan Lezotte (1990). Kinerja pengelolaan bersesuaian dengan pandangan Weber (1971), The Phi Delta Kappa (1981), Brookover, et al., (1979), Mortimore, et al., (1988), dan Edmond (1979) dan kinerja penilaian pendidikan bersesuaian dengan pandangan Edmond (1979).
MODEL PENELITIAN PEMIKIRAN ISLAM MODERN "GERAKAN MODERN ISLAM DI INDONESIA 1900 – 1942” (DELIAR NOER) Moh. Naimuddin
Saintifika Islamica Vol 1 No 02 (2014): Juli - Desember 2014
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Jalan Jenderal Sudirman No. 30, Serang - Banten 42118

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di tengah-tengah kemujudan berfikir di kalangan umat Islam berikut disusul hancurnya Bagdad pada abad 13 sebagai lambang mercusuar islam, lahirlahsemangat baru berusaha mencari pilar-pilar islam serta upaya membangun kembali puing-puing dasar metodologi dan pemikiran Islam yang masih bersifatparsial dan di individual para tokoh utama serta ilmuwan muslim sebelumnya.
KONFLIK DALAM YURISPRUDENSI ISLAM (NOEL J. COULSON) Dadang Anwar Musqi
Saintifika Islamica Vol 1 No 02 (2014): Juli - Desember 2014
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Jalan Jenderal Sudirman No. 30, Serang - Banten 42118

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian tentang hukum Islam rupanya masih menjadi primadona dan menarik untuk selalu disimak. Salah satu diantaranya buku yang berjudul Konflik dalam Yurisprudensi Islam. Hukum adalah sistem perintah yang diwahyukan Tuhan. Mengingkari prinsip ini berarti menolak keyakinan agama. Hukum di dalam Islam merupakan ketetapan aturan yang harus dipatuhi umat Islam. Umat Islam yang melanggar atau tidak mengindahkan hukum Islam/syari’at maka termasuk orang yang dikecam dalam Islam itu sendiri. Hukum Islam memiliki sumber utama, berupa wahyu dari Allah, yang membedakannya dengan sistem perundang-undangan lainnya yang semata-mata mengandalkan hasil ciptaan manusia, kecuali itu hukum Islam juga tidak dapat dipisahkan dari tujuan diturunkannya agama Islam itu sendiri untuk menjaga kemaslahatan bagi kehidupan manusia dalam rangka mengangkat martabat kemanusiaan itu sendiri.
PRODUK PEMIKIRAN HUKUM ISLAM DI KERAJAAN ISLAM CIREBON ABAD KE-18 M.: Studi Atas Kitab Hukum Adat Pepakem Ibi Satibi
Saintifika Islamica Vol 1 No 02 (2014): Juli - Desember 2014
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Jalan Jenderal Sudirman No. 30, Serang - Banten 42118

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam konteks lokalitas, Cirebon memiliki dimensi historis yang cukup menarik. Ada banyak pengaruh tradisi hukum di daerah ini, setidaknya hinggaabad ke-18 M. Kebudayaan-kebudayaan pra Islam yang didominasi kultur Hindu, Budha dan tradisi-tradisi lokal yang mengalami pergeseran sejak Islammemasuki daerah ini pada abad ke-13 M. Transisi di bidang hukum pada abad-abad setelahnya sangat memungkinkan terjadi. Paling tidak berlangsungdalam tiga nuansa akomodatif-akulturatif, sinkretik-asimilitif dan konflik. Konsolidasi hukum Islam yang dipelopori ulama-ulama awal di Cirebon setidaknya membuktikan adanya proses sosialisasi dan massifikasi Islam dan hukum-hukumnya di kalangan umat Islam kala itu.
Model Penelitian Sejarah Islam Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII dan XVII (Azyumardi Azra) Nasuha Nasuha
Saintifika Islamica Vol 1 No 02 (2014): Juli - Desember 2014
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Jalan Jenderal Sudirman No. 30, Serang - Banten 42118

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jaringan ulama internasional adalah merupakan suatu komunitas berkumpulnya ulama dari beberapa Negara yang datang di Timur Tengah terutama di kota Makkah dan Madinah. Di kota tersebut membentuk suatu pengkajian tentang keagamaan dan keilmuan. Sedangkan ulama yang datang dari kepulauan nusantara yang mengembangkan tradisi keagamaan dan keilmuan di Timur Tengah yang kemudian memberikan nuansa baru terhadap tradisi keilmuan dan keagamaan di Nusantara.

Page 1 of 1 | Total Record : 7