cover
Contact Name
Mega Sari Juane Sofiana
Contact Email
oseanologia@untan.ac.id
Phone
+6285252072824
Journal Mail Official
msofiana@marine.untan.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. H Jl. Profesor Dokter H. Hadari Nawawi, Bansir Laut, Kec. Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78124
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Oseanologia
ISSN : -     EISSN : 28307771     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jose.v1i1.51948
Oseanologia publishes articles on wide range of topics in Marine Science, including Marine Biodiversity, Biotechnology, Marine Ecology, Marine Pollution, Oceanography, Marine and Coastal Conservation, and Geography Information System (GIS).
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 3 (2023): Desember" : 5 Documents clear
Kelimpahan Kerang Bambu (Solen sp.) di Pantai Mutiara Kecamatan Sukadana Kabupaten Kayong Utara Dahliana, Dahliana; Warsidah, Warsidah; Helena, Shifa; Safitri, Ikha; Minsas, Sukal
Oseanologia Vol 2, No 3 (2023): Desember
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jose.v2i3.72968

Abstract

Kerang bambu (Solen sp) merupakan jenis moluska yang hidup pada daerah pesisir dengan substrat dasar berupa pasir berlumpur. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kelimpahan kerang bambu yang ada di Pantai Mutiara Kecamatan Sukadana. Pengambilan data penelitian dilakukan menggunakan metode sistematik sampling dengan penarikan secara horizontal. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 2 spesies solen sp di Pantai Mutiara yaitu Solen corneus Lamerckii dan Solen leanus Dunker dengan kelimpahan 27,6 ind/m2. Hasil uji korelasi kelimpahan solen sp. di pantai Mutiara dengan parameter lingkungan salinitas, pH, DO, suhu dan kecepatan arus sebesar 0,6121. Nilai tersebut menunjukan tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap kelimpahan kerang bambu. Hasil uji korelasi statistik hubungan kelimpahan dengan substrat yaitu terdapat pengaruh yang signifikan terhadap kelimpahan kerang bambu dengan substrat yaitu sebesar 0,796.
Karakteristik Pasang Surut di Perairan Pantai Samudera Indah Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat Hutafea, Hutafea; Kushadiwijayanto, Arie Antasari; -, Risko
Oseanologia Vol 2, No 3 (2023): Desember
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jose.v2i3.74390

Abstract

Samudera Indah Beach is located in Sungai Raya Kepulauan District, Bengkayang Regency. Tides have a significant influence on the dynamics of the geomorphology of waters, especially coastal waters. The phenomenon of tides in coastal waters can cause regular changes in sea level. Coastal waters are strongly influenced by the highest tides and lowest ebbs. An understanding of tides is necessary because it is one of the important perspectives in monitoring the characteristics of a body of water. This study aims to determine the analysis of tidal harmonics and determine significant fromzahl numbers and types of tides in the coastal waters of Samudra Indah, Bengkayang Regency. Field tide data collection was carried out from March 26 2021 to April 9 2021 which was carried out at Samudra Indah Beach, Bengkayang Regency, West Kalimantan. Research and collection of tidal data was carried out for 15 days. The results showed that the tidal type in the waters of Samudera Indah Beach, Bengkayang Regency, was a mixture of double daily skew with a Formzahl number of 1.3.
Estimasi Karbon Serasah Daun Mangrove Di Desa Sungai Bakau Kecil Kabupaten Mempawah Hartisa, Natasia Selvi; Safitri, Ikha; Minsas, Sukal
Oseanologia Vol 2, No 3 (2023): Desember
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jose.v2i3.70037

Abstract

Mangrove sebagai salah satu ekosistem pesisir memiliki peran ekologis penting dalam upaya mitigasi pemanasan global yaitu sebagai penyerap karbon. Desa Sungai Bakau Kecil Kabupaten Mempawah memiliki vegetasi mangrove yang tumbuh secara alami maupun hasil penanaman. Ekosistem mangrove tersebut dapat berperan sebagai parameter blue carbon dengan mengikat CO2 dari atmosfer. Penelitian ini bertujuan untuk untuk menganalisis laju produksi dan kandungan karbon serasah daun mangrove di Desa Bakau Kecil, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Pengambilan sampel serasah daun mangrove dilakukan selama 15 hari dengan menggunakan litter trap berukuran 1 x 1 m2 dengan mesh size 0,2 cm. Litter trap dipasang di 3 stasiun pengamatan dengan dua kali pengulangan. Berdasarkan hasil penelitian, laju produksi serasah daun mangrove di Desa Bakau Kecil, Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat berkisar antara 15,95"“20,13 ton/ha/tahun. Sedangkan, kandungan karbon yang tersimpan pada serasah daun mangrove sebesar 12,77"“15,14 tonC/ha/tahun. Oleh karena itu, hutan mangrove di Desa Bakau Kecil dapat berperan penting dalam penyimpanan karbon untuk mengurangi efek gas rumah kaca.
Karakteristik Lamun di Perairan Timur Pulau Cempedak Kalimantan Barat Yudhoyono, Billget Mansirit; Safitri, Ikha; Sofiana, Mega Sari Juane; Kusumardana, Setra
Oseanologia Vol 2, No 3 (2023): Desember
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jose.v2i3.74860

Abstract

Pulau Cempedak adalah salah satu pulau kecil di Kalimantan Barat yang memiliki keanekaragaman yang tinggi untuk jenis lamun. Lamun memiliki peran ekologi, yaitu penyediaan makanan, perangkap bakteri patogen, pengaturan iklim, penyerap karbon dan habitat biota akuatik. Keberadaan lamun semakin menurun dengan adanya perubahan lingkungan dan aktivitas manusia. Oleh karena itu, upaya konservasi lamun di perairan Pulau Cempedak perlu dilakukan. Efektifitas upaya konservasi membutuhkan informasi dan data awal tentang lamun, yaitu struktur komunitas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas lamun di perairan Pulau Cempedak. Pengambilan sampel lamun dilakukan menggunakan line transect sepanjang 70 m dan quadratic transect ukuran 1x1 m2. Hasil penelitian menunjukkan dua jenis lamun yang ditemukan, yaitu: Thalassia hemprichii dan Cymodocea serrulata. Lamun jenis T. hemprichii mendominasi dibandingkan C. serrulata di semua stasiun. Kondisi lamun di perairan Pulau Cempedak masuk ke dalam kategori sangat jarang hingga rapat. Nilai indeks keakeragaman (H"™) berkisar antara 0,15-0,44. Nilai indeks keseragaman (E) berkisar antara 0,21-0,63 dengan kategori rendah higga sedang. Indeks dominansi (C) termasuk dalam kategori tinggi, yaitu 0,73-0,93.
Kepadatan dan Keanekaragaman Makrozoobentos di Kawasan Mangrove Setapuk Besar Ramadhan, Bayu; Sofiana, Mega Sari Juane; Minsas, Sukal
Oseanologia Vol 2, No 3 (2023): Desember
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jose.v2i3.74928

Abstract

Setapuk Besar adalah salah satu wilayah pesisir yang berada di Kabupaten Singkawang, Kalimantan Barat. Daerah ini memiliki ekowisata mangrove yang berbasis konservasi untuk menjaga kelestarian lingkungan. Luas hutan mangrove Setapuk Besar adalah 26,1 ha. Makrozoobentos adalah salah satu kelompok biota yang hidup di kawasan mangrove. Kepadatan dan keanekaragaman makrozoobentos dapat dijadikan sebagai indikator awal kualitas lingkungan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan dan keanekaragaman makrozoobentos di kawasan mangrove Setapuk Besar. Titik penentuan stasiun (Stasiun I dan II) menggunakan metode purposive sampling. Makroozoobentos diambil dari sedimen dengan menggunakan coring berdiameter 2,5 inch dengan panjang 40 cm secara vertikal dan diayak dengan ukuran mesh 0,5 mm. Spesimen diidentifikasi denga mikroskop stereo. Jumlah individu yang diperoleh kemudian dianalisis kepadatan dan keanekaragamannya. Kepadatan tertinggi makrozoobentos adalah Stasiun I dengan 4 kelas, yaitu Gastropoda (1 jenis), kelas Bivalvia (3 jenis), kelas Malascotraca (1 jenis) dan kelas Thecostraca (1 jenis).Indeks keanekaragaman (H"™), indeks keseragaman (E), dan indeks dominansi (C) pada Stasiun I   adalah 1,5 (keanekaragaman sedang), 0,96 (keseragaman tinggi), dan 0,23 (dominansi rendah), secara berurutan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5