cover
Contact Name
La Ode Alifariki
Contact Email
ners_riki@yahoo.co.id
Phone
+6285145272116
Journal Mail Official
ners_riki@yahoo.co.id
Editorial Address
Pelangi Residence, Anduonohu, Poasia, Kendari
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Meambo
ISSN : -     EISSN : 29617200     DOI : -
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Meambo, particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: Education for Sustainable Development. Community Services, People, Local Food Security, Nutrition and Public Health; Training, Marketing, Appropriate Technology, Design; Community Empowerment, Social Access; Student Community Services;
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 235 Documents
Menumbuhkan Sikap Peduli Lingkungan pada Siswa Madrasah Ibtidaiyah Salamah Kota Jambi melalui Edukasi Pengelolaan Sampah, Budidaya Ikan dan Tanaman Sistem Akuaponik Eko Harianto; Peppy Herawati; Dwinda Pangentasari; Salsabilla Putri; Fajri Satria Kunaifi
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 6 No. 1 (2027): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v6i1.318

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk menumbuhkan sikap peduli lingkungan pada siswa Madrasah Ibtidaiyah Salamah (MIS) Kota Jambi dengan edukasi pengelolaan sampah dan budidaya ikan dan tanaman sistem akuaponik. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua bulan yakni pada September dan Oktober 2025 bertempat di MI  Salamah Kota Jambi. Metode yang digunakan pada pelaksanaan pengabdian ini adalah metode adragogi. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dalam dua bentuk yakni penyampaian materi dengan ceramah dan pelatihan. Metode kegiatan pengabdian yang akan dilaksanakan ini meliput beberapa tahapan antara lain survei lokasi, persiapan, sosialisasi (penyuluhan) dan pelatihan, pendampingan, monitoring dan evaluasi. Hasil PKM menunjukkan terjadi peningkatan sikap peduli lingkungan, sebelum PKM sebanyak 2 orang atau 56.14% siswa/i tidak mengetahui tentang sampah dan pada akhir PKM sebanyak 57 orang atau 100% siswa/i mengetahui tentang sampah dan jenis-jenis sampah. Selain itu pada awal PKM sebanyak 32 orang atau 56.14% siswa/i tidak mengetahui tentang ikan dan 41 orang atau 71.93% siswa/i tidak mengetahui membudidayakan ikan dan pada akhir PKM sebanyak 57 orang atau 100% siswa/i mengetahui tentang ikan dan sebanyak 47 orang atau 82.46% siswa/i mengetahui tentang membudidayakan ikan.  Selama masa produksi ikan dan tanaman dari dua unit Akuaponik dihasilakan produksi ikan sebanyak 4.5 kg dan tanaman sebanyak 128 pcs berukuran 100 g, pertumbuhan berat mutlak ikan adalah 115 g dan tanaman adalah 192.2 g
Pemberdayaan Remaja melalui Edukasi Kesehatan Reproduksi dan Pencegahan Pernikahan Dini di SMAN 4 Pandeglang Sri Utami Subagio; Refi Lindawati
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 6 No. 1 (2027): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v6i1.319

Abstract

Kesehatan reproduksi remaja merupakan salah satu aspek penting dalam pembentukan kualitas sumber daya manusia, namun rendahnya literasi kesehatan reproduksi masih menjadi faktor yang berkontribusi terhadap tingginya risiko pernikahan dini. Edukasi kesehatan menjadi salah satu strategi yang dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja dalam menjaga kesehatan reproduksi. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai kesehatan reproduksi dan pencegahan pernikahan dini melalui kegiatan edukasi di SMAN 4 Pandeglang. Kegiatan dilaksanakan pada 17 November 2025 dengan melibatkan 40 siswi perempuan menggunakan metode ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, serta evaluasi melalui pretest dan posttest. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata pengetahuan peserta dari 58.40 sebelum edukasi menjadi 87.65 setelah edukasi atau meningkat sebesar 29.25 poin. Selain peningkatan pengetahuan, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung dan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi serta mencegah pernikahan dini. Kegiatan edukasi terbukti efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan reproduksi pada remaja putri dan berpotensi mendukung upaya pencegahan pernikahan dini di lingkungan sekolah.
Edukasi dan Pemberdayaan Ibu Hamil dalam Mendeteksi Bahaya Kehamilan di Desa Purwodadi Wilayah Kerja Puskesmas Mulyorejo Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang Dina Indarsita; Yufdel Yufdel; Juliandi Juliandi
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 6 No. 1 (2027): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v6i1.320

Abstract

Rendahnya pengetahuan ibu hamil mengenai tanda bahaya kehamilan dapat menyebabkan keterlambatan dalam mendeteksi komplikasi sehingga meningkatkan risiko kesakitan dan kematian ibu maupun bayi. Edukasi dan pemberdayaan merupakan salah satu upaya promotif untuk meningkatkan kemampuan ibu hamil dalam mengenali tanda bahaya kehamilan secara dini. Tujuan pengabdian adalah meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang deteksi bahaya kehamilan di Desa Purwodadi Wilayah Kerja Puskesmas Mulyorejo Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang. Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada tahun 2026 dengan sasaran 40 ibu hamil. Intervensi dilakukan melalui penyuluhan kesehatan, diskusi interaktif, pembagian leaflet, serta evaluasi menggunakan desain pretest-posttest untuk mengukur perubahan tingkat pengetahuan peserta. Hasil pengabdian menunjukkan sebelum edukasi, peserta dengan pengetahuan baik sebanyak 26 orang (65.0%), pengetahuan cukup 9 orang (22.5%), dan pengetahuan kurang 5 orang (12.5%). Setelah edukasi, jumlah peserta dengan pengetahuan baik meningkat menjadi 35 orang (87.5%), pengetahuan cukup menjadi 5 orang (12.5%), dan tidak terdapat lagi peserta dengan pengetahuan kurang (0.0%). Hasil tersebut menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu hamil mengenai tanda bahaya kehamilan setelah mengikuti kegiatan edukasi dan pemberdayaan. Kesimpulan pengabdian bahwa edukasi dan pemberdayaan efektif meningkatkan pengetahuan ibu hamil dalam mendeteksi bahaya kehamilan sehingga dapat mendukung upaya deteksi dini komplikasi selama masa kehamilan.
Edukasi Penggunaan Obat Rasional melalui Program Promosi Kesehatan Rumah Sakit Tutik Purwanti; Aditya Ganuarda; Lifia Chandra; Dea Prameswari Putri Anggraeni; I Putu Sandhya Adi Narayana; Patricia Jeanette Olga Tanzil; An Nadhifah Wafira Hanun
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 6 No. 1 (2027): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v6i1.322

Abstract

Penggunaan obat yang tidak tepat masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang dapat menimbulkan berbagai dampak, seperti kegagalan terapi, efek samping, keracunan, overdosis, hingga masalah medikolegal. Rendahnya literasi kesehatan dan tingginya praktik swamedikasi menjadi faktor yang berkontribusi terhadap meningkatnya penggunaan obat yang tidak rasional. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat mengenai penggunaan obat yang aman dan rasional melalui Program Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS). Kegiatan dilaksanakan pada 8 Mei 2026 di ruang tunggu Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit Bhayangkara H.S. Samsoeri Mertojoso Surabaya dengan sasaran pasien, keluarga pasien, dan pengunjung rumah sakit. Edukasi dilakukan menggunakan metode penyuluhan interaktif melalui media poster, leaflet, dan diskusi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa nilai rata-rata pengetahuan peserta meningkat dari 58.42 menjadi 86.18, sedangkan proporsi peserta dengan kategori pengetahuan baik meningkat dari 28.95% menjadi 86.84%. Peserta juga menunjukkan peningkatan sikap positif terhadap penggunaan obat yang sesuai dengan indikasi, dosis, dan anjuran tenaga kesehatan. Kegiatan ini efektif dalam meningkatkan literasi masyarakat mengenai penggunaan obat yang aman dan rasional serta berpotensi mendukung upaya promotif dan preventif dalam pelayanan kesehatan.
Pelayanan Kesehatan Kulit Berbasis Komunitas untuk Meningkatkan Kesehatan Masyarakat Nelayan di Bagan Deli Ariyati Yosi; Arlinda Sari Wahyuni; Muhammad Rusda; Dina Keumala Sari; Ramona Dumasari Lubis; Mustafa Mahmud Amin
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 6 No. 1 (2027): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v6i1.323

Abstract

Penyakit kulit merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak dijumpai pada masyarakat pesisir, khususnya nelayan, akibat tingginya paparan sinar matahari, air laut, kelembapan, dan kondisi lingkungan kerja yang berisiko. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mendeteksi penyakit kulit yang dialami masyarakat nelayan serta mengidentifikasi dampaknya terhadap kualitas hidup. Kegiatan dilaksanakan pada 27 Juli 2024 di Kelurahan Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan, melalui pemeriksaan kesehatan kulit, pemberian terapi medikamentosa dan nonmedikamentosa, edukasi kesehatan, serta pengukuran kualitas hidup menggunakan Dermatology Life Quality Index (DLQI). Sebanyak 73 masyarakat mengikuti kegiatan ini dengan kelompok usia dewasa sebagai peserta terbanyak. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa miliaria merupakan diagnosis yang paling banyak ditemukan (42%), diikuti skabies (11%) dan beberapa penyakit kulit lainnya. Hasil pengukuran DLQI menunjukkan bahwa 64% peserta menyatakan penyakit kulit yang dialami memberikan pengaruh besar terhadap kualitas hidup. Kegiatan ini berhasil mengidentifikasi pola penyakit kulit yang dominan pada masyarakat pesisir sekaligus memberikan pelayanan kesehatan dan edukasi yang bermanfaat bagi masyarakat.