cover
Contact Name
Velma Nindita
Contact Email
velmanindita@upgris.ac.id
Phone
+6281802424968
Journal Mail Official
umpakarsitekturupgris@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik dan Informatika Universitas PGRI Semarang Jl. Sidodadi Timur No. 24 - Dr. Cipto, Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Umpak : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan
ISSN : 26226464     EISSN : 26226472     DOI : -
UMPAK - Jurnal Arsitektur dan Lingkugan Binaan It is a journal containing material related to the field of architecture and the environment in which the architectural building is located (the built environment), both on a micro (interior), meso (building) to macro (area/city) scale.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2018): September" : 5 Documents clear
Rancangan Pilar Estetik Penjernih Air Hujan
UMPAK : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 1, No 1 (2018): September
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/umpak.v1i1.15845

Abstract

Pada prinsipnya air merupakan kekayaan alam yang jumlahnya tetap, karena melalui siklus daur air alami. Namun perubahan pola hidup manusia serta peningkatan pembangunan menyebabkan daerah resapan air berkurang. Maka dari itu pengelolaan air yang baik perlu dilakukan agar terjadi keseimbangan dalam hubungan kebutuhan manusia akan air dan persediaan air di alam. Untuk mengatasi masalah ini akan sangat potensial jika diwujudkan Rainwater Harvesting atau pemanenan air hujan. Konstruksi Rainwater Harvesting biasanya berupa plat beton yang dibuat menyerupai kolam dan tersembunyi di bawah tanah yang berfungsi sebagai storage media penyimpan airnya, sedangkan catcher-nya biasanya berupa bidang miring (konstruksi atap) yang terdapat di atas bangunan. Dan ada sebuah mesin/motor yang berfungsi untuk menjernihkan air tersebut. Dari gagasan ini akan direncanakan sebuah pilar non-struktural dengan cladding sebagai elemen estetisnya yang dapat di fungsikan sebagai Rainwater Harvesting dengan sistem penjernih air sederhana yang organik tanpa menggunakan motor (listrik), yang dapat langsung dimanfaatkan pula airnya. Selain itu, di bagian bawah pilar akan sangat sinergi jika di buat konstruksi sumur resapan agar nantinya air dari hasil penjernihan yang telah terpakai dapat di kembalikan ke tanah setelah melalui penyaringan. Gagasan pilar estetis penjernih air hujan ini, di prediksikan akan banyak bermanfaat bagi masyarakat, lingkungan dan instansi pengembang
Fungsi Taman Diponegoro Semarang Sebagai Ruang Terbuka Hijau Fajri Ferdiansyah; Kurnia Widiastuti
UMPAK : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 1, No 1 (2018): September
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/umpak.v1i1.15848

Abstract

Taman kota merupakan suatu bentuk aksi dalam meningkatkan kualitas lingkungan hidup kota. Fungsi taman kota selain merupakan elemen estetika, juga berfungsi sebagai elemen ekologi kota.Kota semarang adalah kota yang memiliki cukup banyak taman, salah satunya adalahtaman Diponegoro. Taman ini berada di jalan Sultan Agung, Lempongsari,Kecamatan Gajahmungkur.Tamanini memiliki sejarah yang unik yang dibuatoleh Thomas Karsten. Penelitian ini bertujuan menganalisis fungsi taman Diponegoro sebagai RTH. Metode yang digunakan yaitu studi dokumen meliputi pengkajian ulang mengenaisejarah dibuatnya taman Diponegorooleh ThomasKarsten dan wawancara dengan pengunjung. Fungsi utama taman ini adalah fungsi taman sebagaiekologis, dengan fungsi tambahannyaberupa fungsi sosial, objek penelitian,dan fungsiestetika.Karena memiliki sejarah yang unik dalam pembetukannya makaseharusnya taman tersebut didatangi oleh banyak orang, namun sebaliknya hanya ada sedikit orangyang mengunjungi tamanDiponegoro
Analisis Kenyamanan Visual Ruang Bioskop E-Plaza Semarang Dhika Fajar Prananda; Baju Arie Wibawa
UMPAK : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 1, No 1 (2018): September
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/umpak.v1i1.15843

Abstract

Bioskop E-Plaza Semarang merupakan salah satu bioskop tua yang ada dikota Semarang. Dengan berkembangnya teknologi di dunia film, standar kenyamanan yang ada di bioskop E-Plaza Semarang perlu ditinjau kembali. Kenyamanan visual adalah salahsatu standar kenyamanan di ruang pertunjukan bioskop, Sebuah bioskop sudah selayaknya memenuhi standar kenyamanan visual sehingga penyampaian informasi dan edukasi dalam sebuah film benar-benar tersampai kepada penonton film. Dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan kenyamanan visual di ruang pertunjukan bioskop E-plaza semarang dengan mengacu pada standar kenyamanan visual menurut Neufert di buku data arsitek jilid 2 tahun 2002. Berdasarkan analisis kenyamanan visual pada bioskop E- Plaza Semarang dapat ditarik kesimpulan bahwa beberapa aspek belum memenuhi standar yang sesuai seperti kenyamanan visual yang mempertimbangkan jarak tempat duduk dengan layar pertunjukan, Kenyamanan Visual dengan mempertimbangkan ketinggian antar kursi duduk, namun untuk aspek desain jarak antar kursi penonton sudah sesuai dengan kebutuhan standar kenyamanan visual ruang oertunjukan bioskop
Analisis Sirkulasi dan Zonasi Ruang IBS RSUD Ketileng Kota Semarang Okky Anggun Budianto; Baju Arie Wibawa
UMPAK : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 1, No 1 (2018): September
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/umpak.v1i1.15844

Abstract

AbstrakInstalasi Bedah Sentral (IBS) merupakan salah satu bagian dari sistem pelayanan kesehatan di Rumah Sakit, yang penting dalam hal memberikan pelayanan kepada pasien yang memerlukan tindakan pembedahan, baik untuk kasus-kasus bedah terencana (elektif) maupun untuk kasus-kasus bedah darurat/ segera (cito) yang memerlukan zonasi dan sirkulasi yang kompleks. Dalam penelitian ini menjelaskan atau mempunyai tujuan menganalisis zonasi dan sirkulasi di IBS RSUD Ketileng dengan sasaran untuk meningkatkan dan memberi masukan desain.Metode yang dilakukan menggunakan metode deskriptif analitis yaitu dengan mendeskripsikan zonasi dan menganalisis masalah sirkulasi yang ada.Hasil penelitian ini adalah kesalahan pada zonasi yang ada pada IBS RSUD Ketileng serta pola sirkluasi  pada rumah sakit tersebutKata Kunci : Sirkulasi,Zonasi, Instalasi Bedah Sentral AbstractThe Central Surgery Installation (IBS) is one part of the health care system in the Hospital, which is important in terms of providing services to patients requiring surgical measures, both for planned surgical cases (elective) as well as for emergency / immediate surgical cases (cito) that require complex zoning and circulation. In this research explain or have the purpose of analyzing zoning and circulation in IBS RSUD Ketileng with target to improve and give design input.The method used is analytical descriptive method that is by describing zoning and analyzing circulation problem.The results of this study are errors in the existing zonation in IBS RSUD Ketileng and circulation patterns in the hospital.Keywords: circulation,zoning, central surgery installation
Identifikasi Kerusakan Visual Auditorium Imam Bardjo, SH Sebagai Tahap Awal Pelestarian Bangunan Cagar Budaya Abdul Luri; Ratri Septina Saraswati
UMPAK : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 1, No 1 (2018): September
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/umpak.v1i1.15846

Abstract

Bangunan-bangunan lama yang berdiri di perkotaan Indonesia termasuk Semarang mempunyai nilai arsitektural dan mewakili periodisasi arsitektur pada jamannya bukan hanya bangunan peninggalan masa kolonial Belanda, tetapi juga bangunan karya arsitek Indonesia yang memiliki karakteristik dan keistimewaan tersendiri. Gedung Auditorium Imam Bardjo, S.H., adalah karya Prof. Ir. Sidharta di akhri tahun 1960-an memiliki arti penting dalam sejarah panjang Universitas Diponegoro.  Bangunan ini memiliki bentuk yang khas, dengan arsitektur modern bentang lebar yang ditumpu oleh struktur Y yang sangat terlihat dari dalam bangunan. Dengan berpindahnya kampus utama UNDIP ke Tembalang dan didirikan pula sebuah auditorium baru yang megah di sana, auditorium lama ini mengalami penurunan kualitas arsitektur karena kurang mendapat perhatian. Perubahan material seperti kaca, bahan penutup lantai, dan atap yang tidak sesuai dengan keasliannya sehingga mengganggu karakter asli bangunan yang memiliki nilai arsitektur tinggi ini. Oleh karena itu dilakukan penelusuran awal untuk mencari dasar diperlukannya tindakan pelestarian.

Page 1 of 1 | Total Record : 5