cover
Contact Name
Velma Nindita
Contact Email
velmanindita@upgris.ac.id
Phone
+6281802424968
Journal Mail Official
umpakarsitekturupgris@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik dan Informatika Universitas PGRI Semarang Jl. Sidodadi Timur No. 24 - Dr. Cipto, Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Umpak : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan
ISSN : 26226464     EISSN : 26226472     DOI : -
UMPAK - Jurnal Arsitektur dan Lingkugan Binaan It is a journal containing material related to the field of architecture and the environment in which the architectural building is located (the built environment), both on a micro (interior), meso (building) to macro (area/city) scale.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2024): September" : 5 Documents clear
ANALISIS GARIS SEMPADAN SUNGAI (STUDI KASUS SEPANJANG KALI PESANGGRAHAN DAERAH DESA MERUYUNG KECAMATAN LIMO KOTA DEPOK JAWA BARAT) ANGGRAINI, LUSI RESTI
UMPAK : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 7, No 2 (2024): September
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/umpak.v7i2.20948

Abstract

Kepadatan penduduk di indonesia semakin hari semakin meningkat. tercatat pada tahun 2022 meningkat  sebanyak 1.17 % dari tahun sebelumnya. data ini pastinya menyangkut peningkatan jumlah penduduk Di  kota depok. Dengan meningkatnya jumlah penduduk mengakibatkan meningkatnya kebutuhan lahan  untuk fasilitas kebutuhan penduduk. terutama untuk pembangunan rumah tinggal. Kepadatan penduduk  berdampak buruk bagi sekitar, baik untuk alam atau manusia itu sendiri. seperti yang terjadi di salah satu wilayah di kota depok terutama di desa meruyung sering terjadi banjir dari luapan kali pesanggrahan. Hal ini bisa diakibatkan karena posisi rumah warga yang terlalu dekat dengan sungai yang akhirnya menyebabkan  rumah terkena luapan sungai ketika curah hujan sekitar meningkat. Hal ini bisa dipengaruhi oleh  ketidaksesuaian garis sempadan sungai yang digunakan oleh setiap pemilik rumah terhadap peraturan  daerah setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa banyak rumah yang tidak  memperhatikan peraturan garis sempadan sungai di daerah tersebut. Pengolahan data dilakukan melalui  software untuk mempermudah analisa jarak antara rumah dengan bibir sungai yang nantinya akan dihitung sesuai peraturan daerah setempat. Hasil dari analisa dapat disimpulkan bahwa didapat hanya 19 % dari jumlah bangunan yg berada di pinggiran kali pesanggrahan yang melanggar garis sempadan sungai  pada Kali Pesanggrahan di Desa Meruyung Kecamatan Limo Kota Depok Jawa Barat.  
PEMANFAATAN MATERIAL LOKAL SEBAGAI EKSPRESI SENI DALAM ARSITEKTUR VERNAKULAR muqoddam, al ibnu
UMPAK : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 7, No 2 (2024): September
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/umpak.v7i2.21143

Abstract

Material Lokal  merupakan material bangunan yang dikatakan material yang berasal dari daerah setempat, material lokal memiliki banyka kegunaan selain harganya yang murah. Pada umumnya material lokal lebih banyak di sukai dikarnakan lebih praktis dalam pemaplikasian desain pada bangunan, seni dalam arsitektur menjadi satu kesatuan yang menarik yang dituangkan pada desain bangunan, penggunaan material lokal dengan disatukan pada arsitektur vernakular memiliki banyak keuntungan terutama desain yang berkelanjutan, selain itu arsitektur vernakular merupakan pendekatan yang menekankan material lokal serta memperhatikan tradisi dari lingkungan setempat. Local Material Are building material which are said to be materials that come from the local area, local materials have many uses besidesbeing cheap, in general, local materials are preferred because they are more practical in applying design to buildings, Art in architecture becomes an attractive whole that is expressed in building design, the use of local materials combined with vernacular architecture has many advantages,especially sustainable design, apart from that, architecture vernacular us an approach that emphasizes local materials and pays attetios to the traditions of the local environmen
Studi Tata Letak Microlibrary Warak Kayu Kota Semarang Ditinjau Dari Perilaku Pengguna Kamil, Muhammad Insan; Widiastuti, Kurnia
UMPAK : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 7, No 2 (2024): September
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/umpak.v7i2.21896

Abstract

Artikel ini membahas tentang pola tata letak ruang terhadap perilaku pengguna yang efektif mengenai microlibrary warak kayu kota semarang. Pada microlibrary warak kayu di kota semarang sangat identik akan bangunannya yang ikonik serta penghematan energinya. Namanya saja micro yang artinya kecil, pastinya perpustakaan ini berukuran kecil untuk memenuhi kebutuhan membaca sertan memiliki daya tarik sendiri bagi penggemar membaca buku serta masyakarat kota semarang pada umumnya. Berdasarkan perilaku pengguna perpustakaan ditemukan permasalahan – permasalahan yang disebabkan oleh penataan pola tata letak ruang microlibary. Selain tata letak ruang, atribut perilaku arsitektur juga mempengaruhi aktivitas pengguna di dalam ruang microlibrary. Maka dengan itu kemudian penelitian ini memfokuskan pada pola tata letak ruang berdasarkan dari perilaku pengguna. Metode yang digunakan ialah person center mapping dan placed center mapping, Dimana metode ini peneliti melihat secara langsung bagaimana perilaku pengguna di dalam ruangan microlibrary. Dari sini kemudian dianalisis sehingga menemukan penyimpangan perilaku para pengguna sehingga dapat diperbaiki oleh pengelola agar tata letak ruang microlibrary warak kayu kota semarang lebih efektif dan pengguna dapat membaca buku dan mengerjakan tugas dengan nyaman.
ANALISIS GARIS SEMPADAN BANGUNAN (STUDI KASUS JALAN SINDANGLAYA KOTA BANDUNG) Mulyani, Hilmi -
UMPAK : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 7, No 2 (2024): September
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/umpak.v7i2.21007

Abstract

The development of economic growth in the city of Bandung which is always increasing has an impact on the fulfillment of land and buildings to support commercial activities in the city of Bandung, especially on Jalan Sindanglaya, the city of Bandung which has an impact on the mismatch of building equivalent lines, especially on the front view of buildings, this is influenced by activities commercial businesses that are competing to reach the forefront of the road for the benefit of the commercial interests of the surrounding community, as well as the efficiency of commercial buildings that require a large enough area while land is limited. Where in fact the location of buildings that are not in accordance with the spatial plan is the reality of the current conditions. This research was conducted to analyze the incompatibility of the existing Building Border Lines with the currently applicable Regional Regulations. Data processing is carried out using the help of google maps and google earth to make it easier to pay for the building boundaries of each building and the outer boundaries of the road which will then be used to calculate the length of the building boundary lines in each existing building and are analyzed with the applicable regional regulations. The final result was that all the buildings in the case study were not in accordance with the existing Regional Regulations, where the average building violated was 14% or ± 16 meters from the axle of the road. Judging from the many discrepancies, the authors provide recommendations, namely to amend the existing Regional Regulations in accordance with the conditions and policies that apply where the site is included in the main commercial area of the sub-district.
Identifikasi Hunian di Bantaran Rel Kereta Api Stasiun Jagalan Malang aziz, Nurrohman fajar; zairina, Ihda fatwa; khairi, miftahul -
UMPAK : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 7, No 2 (2024): September
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/umpak.v7i2.20926

Abstract

Perumahan merupakan kebutuhan dasar manusia, namun tingginya urbanisasi di kota besar seperti Kota Malang menimbulkan tantangan terhadap kebutuhan perumahan, terutama bagi kelompok ekonomi lemah. Akibatnya, banyak kawasan kumuh di sekitar rel kereta api, termasuk di kawasan stasiun Jagalan. Artikel ini membahas tentang identifikasi bangunan pembohong di kawasan sempadan rel kereta api sekitar stasiun Jagalan, serta upaya pemerintah dalam mengatasi permasalahan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan peraturan-undangan, untuk mengetahui bagaimana penegakan hukum yang berlaku terhadap peraturan yang berkaitan dengan permasalahan tersebut. Penelitian ini menemukan bahwa organisasi di lingkungan RT 09, 10, 11, 12/RW 06, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, didominasi oleh bangunan liar yang melanggar Undang-Undang No. 23 Tahun 2007. Sebanyak 300 KK tinggal di lahan milik PT KAI dan 225 bangunan jalur jarak aman minimal 6 meter dari rel kereta api. Kondisi tersebut tidak hanya membahayakan keselamatan warga, tetapi juga menghambat operasional kereta api. Meskipun pemerintah telah melakukan berbagai upaya penanggulangan, namun kebijakan yang ada belum memberikan jaminan kepastian hukum dan kesejahteraan bagi masyarakat terdampak. Salah satu penyebab utama munculnya organisasi pembohong tersebut adalah terbatasnya akses masyarakat terhadap perumahan yang layak dan terjangkau. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan pendekatan yang komprehensif, meliputi penegakan hukum yang tegas, relokasi dengan ganti kerugian yang layak, serta pembangunan rumah susun bagi masyarakat rendah.

Page 1 of 1 | Total Record : 5