cover
Contact Name
Muhardi
Contact Email
ejurnalagrotekbis@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ejurnalagrotekbis@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Pertanian UNTAD, Jalan Soekarno Hatta No. KM. 9, Tondo Kecamatan Mantikulore, Kota Palu Sulawesi Tengah
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
AGROTEKBIS: Jurnal Ilmu Pertanian
Published by Universitas Tadulako
Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan informasi hasil-hasil penelitian dibidang pertanian, khususnya teknik pertanian (agroteknologi) dan agribisnis. Jurnal diterbitkan secara online (E-Jurnal) dengan terbit 6 edisi selama setahun. Jurnal ini juga sebagai media publikasi hasil-hasil penelitian dari ringkasan skripsi mahasiswa strata satu dan dari berbagai hasil penelitian lainnya yang belum pernah dipublikasi pada berkala yang lain sebelumnya.
Articles 19 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 2 (2017): April" : 19 Documents clear
Karakteristik Padi Gogo Lokal Yang Diberi Bahan Organik Pada Berbagai Ketersediaan Air Andi Hasrawati; Indrianto Kadekoh; Andi Ete
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 5 No 2 (2017): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik kualitatif dan kuantitatif padi gogo lokal yang diberi bahan organik pada berbagai ketersediaan air. Penelitian ini dilaksanakan di Screenhouse Balai Benih Hortikultura Kelurahan Petobo, dilaksanakan pada Februari sampai dengan Juni 2015. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial, faktor pertama adalah kondisi ketersediaan air yang terdiri atas 4 taraf : ketersediaan air kapasitas lapang 100%, 85%, 70% dan 55%. Faktor kedua berupa pemberian bahan organik terdiri atas 2 taraf: Tanpa Bahan Organik dan pemberian bahan organik/bokashi 20 ton ha-1. Setiap perlakuan diulang 3 kali dimana setiap unit percobaan terdiri dari 2 pertanaman, jadi keseluruhan tanaman berjumlah 48 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cekaman kekeringan berpengaruh pada keragaman kualitatif warna pelepah daun (hijau pucat; hijau dan hijau tua), helai daun (hijau pucat dan hijau) dan warna batang (kuning keemasan; hijau kekuningan dan hijau) dan keragaman kuantitatif tinggi tanaman, panjang malai, umur keluar malai, umur panen dan bobot gabah berisi. Perlakuan pemberian bokashi dapat meningkatkan jumlah anakan produktif dan persentase gabah berisi. Terdapat interaksi antara perlakuan berbagai ketersediaan air dan pemberian bahan organik pada total luas daun dan bobot gabah berisi.
Beberapa Sifat Fisika Inceptisol Watutela Dalam Kaitannya Dengan Pemberian Bahan Organik Dan Suhu Pemanasan Jusman Jusman; Danang Widjajanto; Uswah Hasanah
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 5 No 2 (2017): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan beberapa sifat fisika Inceptisols Watutela dalam kaitannya dengan pemberian bahan organik dan suhu pemanasan. Metode penelitian dilakukan melalui percobaan laboratorium menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 Faktor. Faktor pertama adalah perlakuan pemberian bahan organik tanah yang berasal dari kotoran kambing sedangkan faktor kedua adalah perlakuan suhu pemanasan. Setiap perlakuan terdiri dari 3 Level dan diulang sebanyak 6 kali sehingga didapatkan 54 unit percobaan. Perlakuan-perlakuan pemberian bahan organik kotoran kambing meliputi : tanpa pemberian bahan organik atau Kontrol (A0), pemberian bahan organik dengan taraf 2,5 % dari berat tanah (A1) , dan pemberian bahan organik dengan taraf 5 % dari berat tanah yang digunakan dalam penelitian (A2). Taraf-taraf yang digunakan pada perlakuan suhu pemanasan meliputi pemanasan pada suhu kamar (P0), pemanasan dalam oven pada suhu 50°C (P1) dan pemanasan dalam oven pada suhu 70°C (P2). Pengolahan data penelitian untuk menentukan pengaruh diantara perlakuan dalam penelitian dilakukan dengan menggunakan sidik ragam uji F, selanjutnya perlakuan yang memberikan pengaruh diuji lanjut dengan uji beda nyata jujur (BNJ). Variabel penelitian yang diamati terdiri dari : kadar air tanah jenuh, kadar air kapasitas lapang, bobot isi tanah, porositas tanah dan kemantapan agregat tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik Inceptisols Watutela pada analisis tanah awal menunjukkan tekstur lempung berpasir, kandungan C- organik 0,89% (tergolong rendah). Berdasarkan hasil pengamatan menunjukkan bahwa perlakuan pemberian bahan organik kotoran kambing dan suhu pemanasan secara individu memberikan pengaruh sangat nyata terhadap semua variabel sifat fisika tanah yang diamati. Interaksi antara bahan organik dan suhu pemanasan berpengaruh sangat nyata terhadap kadar air tanah jenuh dan porositas tanah. Di lain pihak, interaksi antara pemberian bahan organik dan suhu pemanasan berpengaruh tidak nyata terhadap pengukuran kadar air kapasitas lapang, bobot isi tanah dan kemantapan agregat tanah.
Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) Pada Pemberian Berbagai Jenis Mulsa Fadel Fadel; Ramal Yusuf; Abd. Syakur
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 5 No 2 (2017): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Dusun Bulupountu Jaya Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi pada Bulan Juni 2015 sampai dengan Oktober 2015. Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan pengaruh pemberian berbagai jenis mulsa (organik dan an-organik) terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat (Lycopersicum esculentum Mill). Penelitan ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari lima perlakuan, A0 = tanpa mulsa, A1 = mulsa plastik hitam perak, A2 = mulsa plastik perak, A3 = mulsa daun johar, A4 = mulsa jerami padi. Setiap perlakuan diulang sebanyak lima kali sehingga terdapat 25 unit percobaan. Pemberian mulsa dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Jenis mulsa plastik perak memberikan pertumbuhan dan hasil terbaik tanaman tomat, khususnya pada parameter berat buah.
Adopsi Petani Terhadap Pelaksanaan Konsep Pengendalian Hama Terpadu Tanaman Bawang Merah (Allium cepa var. aggregatum L.) Di Desa Solove Kabupaten Sigi Satrio Wibowo Salingkat; Alam Anshary; Shahabuddin Shahabuddin
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 5 No 2 (2017): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perbedaan tingkat adopsi petani terhadap komponen Pengendalian Hama Terpadu antara petani alumni Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu dan petani yang belum mengikuti Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu tanaman Bawang merah. Metode penelitian digunakan dalam bentuk survei secara random dengan wawancara langsung kepada responden petani dengan pertanyaan yang telah tersaji dalam kuisioner. Sampel responden petani sebanyak 40 orang yang terdiri dari 20 orang petani SLPHT dan 20 orang petani Non SLPHT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat adopsi petani SLPHT lebih tinggi daripada petani Non SLPHT dengan nilai rata-rata yaitu 14,30 untuk petani SLPHT dan 10,25 untuk petani non SLPHT serta terdapat hubungan yang signifikan antara faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat adopsi dengan tingkat adopsi petani SLPHT terhadap komponen PHT yaitu faktor keuntungan relatif (6,73), kompabilitas (6,99), kompleksitas (10,65), triabilitas (15,38), observabilitas (14,17) dan keputusan inovasi (9,37).
Pengaruh Berbagai Jenis Bokhasi Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Bayam Giti Hijau Mega S Haruna; Muh. Ansar; Bahrudin Bahrudin
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 5 No 2 (2017): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai jenis bokashi terhadap pertumbuhan dan hasil bayam giti hijau. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan tiga kali ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah pemberian berbagai dosis bokashi yang terdiri atas lima taraf, yaitu : Kontrol, bokashi daun gamal 40 t/ha, bokashi daun johar 40 t/ha, bokashi daun lamtoro 40 t/ha, dan bokashi kotoran kambing 40 t/ha. Masing-masing perlakuan terdiri dari tiga ulangan sehingga terdapat 3 x 5 = 15 unit percobaan. Pengolahan data penelitian dilakukan dengan menggunakan ANOVA selanjutnya perlakuan yang memberikan pengaruh diuji lanjut dengan uji beda nyata terkecil. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian berbagai jenis bokashi tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, tinggi tanaman, diameter batang, luas daun, tetapi berpengaruh nyata terhadap berat segar tanaman.
Respon Pertumbuhan Padi Gogo (Oryza sativa) Kultivar Lokal Pada Berbagai Tingkat Kelengasan Tanah Ferdian Suete; Sakka Samudin; Uswah Hasanah
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 5 No 2 (2017): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui respon pertumbuhan tanaman padi (Oryza sativa) kultivar lokal pada berbagai tingkat kelengasan tanah. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok yang terdiri dari (1) Kultivar Padi lokal sebagai faktor pertama yang terdiri atas (K1) = Padi Kultivar Ranta, (K2) = Padi Kultivar Njengi dan (K3) = Padi Kultivar Sampara, (2) tingkat kelengasan tanah sebagai faktor kedua yang terdiri dari (T1) = Tingkat Kelengasan Tanah 100% (Kapasitas Lapang), (T2) = Tingkat Kelengasan Tanah 75%, (T3) = Tingkat Kelengasan Tanah 50% dan (T4) = Tingkat Kelengasan Tanah 25%. Hasil penelitian menunjukan bahwa kultivar njengi menghasilkan tinggi tanaman dan diameter batang lebih besar dibanding dengan kultivar lain. Kultivar ranta menunjukan jumlah daun, jumlah anakan dan luas daun yang lebih tinggi dibanding dengan kultivar lain. Tingkat kelengasan tanah 100% (Kapasitas Lapang) juga menghasilkan tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, kehijauan daun (Klorofil) dan diameter batang lebih besar dibanding dengan tingkat kelengasan tanah lainnya.
Pengaruh Umur Biakan Cendawan Aspergillus sp. Isolat Lokal Palolo Terhadap Mortalitas Helopeltis spp. (Hemiptera : Miridae) Remalia Bulo Pasaru; Johanis Panggeso; Nur Khasanah
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 5 No 2 (2017): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah spora dalam perbedaan umur biakan cendawan Aspergillus sp. isolat lokal palolo terhadap mortalitas Helopeltis spp. Penelitian ini mengunakan metode eksperimental desain yang disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL), yakni melakukan pengujian jumlah spora pada setiap masing-masing umur biakan 3, 5, 7, dan 9 hari, serta dosis spora pada masing-masing umur biakan dari isolat lokal Palolo Aspergillus sp. terhadap kematian serangga uji Helopeltis spp. Penelitian ini telah dilaksanakan di Laboratorium Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako, dari bulan Mei 2015 sampai bulan Juli 2015. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pada perlakuan P4 (umur biakkan 9 hari) jumlah sporanya lebih banyak yakni 8,748 x 106 sel dan memiliki daya efektif yang lebih baik dalam mematikan serangga uji Helopeltis spp. dibandingkan dengan perlakuan umur biakkan 3 hari, 5 hari, dan 7 hari.
Pengaruh Konsentrasi Serbuk Majemuk Biji Sarikaya Dan Biji Sirsak Terhadap Mortalitas Kumbang Beras Sitophilus Oryzae L. (Coleoptera : Curculionidae) Di Penyimpanan Zein Lihawa; Moh. Hibban Toana
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 5 No 2 (2017): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi beras yang melimpah akan menimbulkan masalah kerusakan pada tempat penyimpanan. Beras yang disimpanan dalam gudang dapat mencapai kerusakan antara 10-20% akibat serangan hama gudang. Penelitian ini bertujuan untuk. mengetahui pengaruh serbuk majemuk biji srikaya dan biji sirsak terhadap mortalitas Kumbang beras S. Oryzae di penyimpanan Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai bulan April 2016 bertempat di Laboratorium Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Tadulako Palu. Bahan yang digunakan yaitu, biji sirsak (Annona muricata L.) dan biji srikaya (Annonasquamosa L.), aquadest, dan beras varietas lokal. Desain penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 6 taraf perlakuan dengan 3 ulangan. Yaitu P0 : Kontrol tanpa pemberian; P1:1g/200g beras; P2 :2g/200g beras; P3 : 3g/200g beras; P4 : 4g/200g beras);P5 : 5g/200g beras. Analisis menggunakan uji sidik ragam (Anova) dan untuk mengetahui perlakuan terbaik digunakan uji beda nyata jujur(BNJ) taraf α 0,05. Hasil menunjukkan bahwa serbuk majemuk biji sirsak dan biji srikaya berpengaruh terhadap mortalitas kumbang beras. Konsentrasi terefektif menyebabkan mortalitas pada kumbang beras yaitu pada perlakuan P2 kosentrasi 2g/200g beras dengan presentase mortalitas 56.67% konsentrasi ini berbeda nyata dengan perlakuan P3, P4, P5 masing-masing konsentrasi 3g/200g, 4g/200g, 5g/200g beras dengan presentase mortalitas 81.11%, 92.22%, dan100.00%
Pertumbuhan Bibit Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa L.) Pada Berbagai Komposisi Media Tanam Mutmainna Mutmainna; Nirwan Sahiri; Adrianton Adrianton
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 5 No 2 (2017): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan awal bibit tanaman Mahkota Dewa di polibag. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2015 sampai dengan Maret 2016 di dalam paranet naungan 55% di kebun akademik Fakultas Pertanian Universitas Tadulako di Kelurahan Tondo, Palu. Penelitian dalam bentuk percobaan disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 (enam) perlakuan dan 4 (empat) ulangan. Perlakuan komposisi media tanam terdiri atas: M0 (kontrol), M1 (Tanah:Pasir:Pupuk kandang ayam (1:1:1), M2 (1:1:2), M3 (1:2:1), M4 (2:1:1), dan M5 (2:1:2). Untuk mengetahui pengaruh perlakuan terhadap parameter pengamatan, maka dilakukan analisis sidik ragam (Uji F 5%). Jika pengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan Uji BNJ 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan media tanam M2 (tanah:pasir:pupuk kandang ayam (1:1:2) memberikan pengaruh nyata terhadap total tinggi tanaman dan jumlah daun, namun berpengaruh tidak nyata pada diameter batang, bobot basah tajuk, bobot kering tajuk, bobot basah akar, bobot kering akar dan rasio bobot kering tajuk dan akar. Perlakuan M2 dengan komposisi (Tanah:Pasir:Pupuk kandang ayam (1:1:2) memberikan hasil terbaik pada penelitian ini.
Isolasi Dan Identifikasi Morfologi Spora Fungi Mikoriza Arbuskula Pada Daerah Perakaran Beberapa Tanaman Hortikultura Di Lahan Pertanian Desa Sidera Nur Samsi; Y. S. Pata’dungan; Abd Rahim Thaha
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 5 No 2 (2017): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan dan jumlah spora serta mengetahui karakteristik morfologi spora Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA). Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Juli sampai dengan September 2015. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif eksploratif dengan cara purposive sampling untuk pengambilan sampel tanah. Sedangkan tahapan dari penelitian ini meliputi : perizinan lokasi, pengambilan dan pengumpulan data di lapangan, penentuan titik lokasi pengambilan sampel tanah, pengambilan sampel tanah, analisis sifat-sifat tanah di laboratorium, isolasi spora FMA dan identifikasi morfologi spora FMA. Hasil penelitian menunjukkan populasi spora yang tertinggi ditemukan pada sampel tanah daerah perakaran tanaman bawang merah yaitu 344 spora per 10 g tanah sedangkan jumlah spora yang terendah yaitu pada sampel tanah daerah perakaran tanaman tomat dengan jumlah 14 spora per 10 g tanah. Karakteristik morfologi spora yang ditemukan berbentuk bulat, lonjong dan elips. Warna spora mulai dari bening, kuning sampai kecoklatan, dan oranye.

Page 1 of 2 | Total Record : 19


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 5 (2025): Oktober Vol 13 No 4 (2025): Agustus Vol 13 No 3 (2025): JUNI Vol 13 No 2 (2025): April Vol 13 No 1 (2025): Februari Vol 12 No 6 (2024): Desember Vol 12 No 5 (2024): Oktober Vol 12 No 4 (2024): Agustus Vol 12 No 3 (2024): Juni Vol 12 No 2 (2024): April Vol 12 No 1 (2024): Februari Vol 11 No 6 (2023): December Vol 11 No 5 (2023): Oktober Vol 11 No 4 (2023): Agustus Vol 11 No 3 (2023): Juni Vol 11 No 2 (2023): April Vol 11 No 1 (2023): Februari Vol 10 No 6 (2022): Desember Vol 10 No 5 (2022): Oktober Vol 10 No 4 (2022): Agustus Vol 10 No 3 (2022): Juni Vol 10 No 2 (2022): April Vol 10 No 1 (2022): Februari Vol 9 No 6 (2021): Desember Vol 9 No 5 (2021): Oktober Vol 9 No 4 (2021): Agustus Vol 9 No 3 (2021): Juni Vol 9 No 2 (2021): April Vol 9 No 1 (2021): Februari Vol 8 No 6 (2020): Desember Vol 8 No 5 (2020): Oktober Vol 8 No 4 (2020): Agustus Vol 8 No 3 (2020): Juni Vol 8 No 2 (2020): April Vol 8 No 1 (2020): Februari Vol 7 No 6 (2019): Desember Vol 7 No 5 (2019): Oktober Vol 7 No 4 (2019): Agustus Vol 7 No 3 (2019): Juni Vol 7 No 2 (2019): April Vol 7 No 1 (2019): Februari Vol 6 No 6 (2018): Desember Vol 6 No 5 (2018): Oktober Vol 6 No 3 (2018): Juni Vol 6 No 2 (2018): April Vol 6 No 1 (2018): Februari Vol 5 No 6 (2017): Desember Vol 5 No 5 (2017): Oktober Vol 5 No 4 (2017): Agustus Vol 5 No 3 (2017): Juni Vol 5 No 2 (2017): April Vol 5 No 1 (2017): Februari Vol 4 No 6 (2016): Desember Vol 4 No 5 (2016): Oktober Vol 4 No 4 (2016): Agustus Vol 4 No 3 (2016): Juni Vol 3 No 6 (2015): Desember Vol 3 No 5 (2015): Oktober Vol 3 No 4 (2015): Agustus More Issue