cover
Contact Name
Muhardi
Contact Email
ejurnalagrotekbis@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ejurnalagrotekbis@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Pertanian UNTAD, Jalan Soekarno Hatta No. KM. 9, Tondo Kecamatan Mantikulore, Kota Palu Sulawesi Tengah
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
AGROTEKBIS: Jurnal Ilmu Pertanian
Published by Universitas Tadulako
Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan informasi hasil-hasil penelitian dibidang pertanian, khususnya teknik pertanian (agroteknologi) dan agribisnis. Jurnal diterbitkan secara online (E-Jurnal) dengan terbit 6 edisi selama setahun. Jurnal ini juga sebagai media publikasi hasil-hasil penelitian dari ringkasan skripsi mahasiswa strata satu dan dari berbagai hasil penelitian lainnya yang belum pernah dipublikasi pada berkala yang lain sebelumnya.
Articles 1,367 Documents
Pertumbuhan Dan Hasil Dua Varietas Bawang Merah Dengan Konsentrasi Pupuk Organik Cair Yang Berbeda Ramdan Ramdan; Andi Ete; Nursalam Nursalam
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 8 No 1 (2020): Februari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bawang merah merupakan komoditis hortikultura yang paling banyak digunakan sebagai rempah penyedap masakan dan bahan baku utama industri bawang goreng. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui konsentrasi pupuk organik cair yang tepat pada pertumbuhan dan hasil setiap varietas bawang merah, mengkaji varietas bawang merah yang memiliki pertumbuhan dan hasil baik dan mengkaji konsentrasi pupuk organik cair yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Penelitian ini dilaksanakan di desa Kalukubula, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Waktu pelaksanakan di mulai April sampai dengan Juli 2018. penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dua faktor, yaitu faktor 1) varietas yakni V1 = Palu dan V2 = Tinombo, faktor 2) Pupuk organik cair dengan kosentrasi K1 = 50 ml/l air, K2 = 100 ml/l air dan K3 = 150 ml/l air, Sehingga menghasilkan enam perlakuan yang diulang sebanyak empat kali sehingga secara keseluruhan terdapat 24 unit percobaan, dan setiap unit terdapat 91 rumpun tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi 100 ml/l air dapat menikatkan berat segar tanaman pada Varietas lembah palu, jumlah umbi per rumpun pada Varietas tinombo dan 150 ml/l memberi peningkatan berat kering tanaman pada Varietas tinombo. Varietas tinombo memilki pertumbuhan dan hasil yang lebih baik dibanding dengan Varietas lembah palu pada tinggi tanaman, jumlah daun, dan luas daun tanaman. Konsentrasi pupuk organik cair 100 ml/l dapat meningkatkan jumlah anakan tanaman bawang merah.
Pertumbuhan Bibit Manggis (Garcinia mangostana L.) Dari Sumber Benih Yang Berbeda Pada Berbagai Kosentrasi IBA Jemi Patangke; Enny Adelina; Yohanis Tambing
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 8 No 1 (2020): Februari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manggis (Garcinia mangostana L.) merupakan komoditas buah ekspor. Indonesia mampu mengekspor manggis pada tahun 1999 sebanyak 4.743 Ton kemudian meningkat sebanyak 7.182 Ton pada tahun 2000. Mengetahui berbagai manfaat manggis maka dipandang perlu untuk mengkaji perbaikan budidaya melalui teknik mempercepat pertumbuhan dalam perbanyakan tanaman. Perakaran tanaman manggis sifatnya sangat lemah, akibatnya pertumbuhannya sangat lambat, oleh sebab itu perlu dicari upaya untuk mempercepat pertumbuhan dan memperbaiki sistem perakarannya. Usaha mempercepat dan memperbanyak tumbuhnya akar, perlu ditambahkan dengan Zat Pengatur Tumbuh pada media tanam salah satunya adalah jenis auksin yaitu IBA. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan bibit manggis dari sumber benih yang berbeda dengan pemberian IBA pada berbagai kosentrasi. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan November 2016 sampai dengan bulan Januari 2017 bertempat di BBH Sidera, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Bibit manggis yang digunakan dalam penelitian ini berumur 5 bulan. Penelitian ini menggunaka Rancangan Acak Kelompok pola faktorial dengan dua faktor, yakni faktor pertama sumber benih yaitu Desa Labean (S1) dan Desa Tamarnja (S2) dan faktor kedua yaitu konsentrasi IBA yang terdiri atas 5 taraf yaitu 0 ppm, 50 ppm, 100 ppm, 150 ppm dan 200 ppm. Berdasarkan hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa kedua sumber benih tersebut tidak memperlihatkan adanya perbedaan pertumbuhan. Pengaruh perlakuan terbaik terdapat pada pada IBA dengan kosentrasi 150 ppm (I3).
POPULASI Sycanus sp. (Hemiptera: Reduviidae) Pada Perkebunan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di PT. Letawa Kabupaten Mamuju Utara Ruslan Lapuasa; Shahabuddin Shahabuddin; Moh. Hibban Toana
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 8 No 1 (2020): Februari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui populasi Sycanus sp. pada umur tanam berbeda serta untuk mengetahui peran tanaman berbunga dalam mengundang musuh alami khususnya Sycanus sp. pada perkebunan kelapa sawit di PT. Letawa, Kabupaten Mamuju Utara. Metode penelitian menggunakan metode survei terdiri dari tiga kategori umur tanam kelapa sawit yaitu TBM (Tanaman Belum Menghasilkan), TM 10 (Tanaman Menghasilkan berumur lebih 10 Tahun), dan TM 20 (Tanaman Menghasilkan berumur lebih 20 Tahun). Satu kategori umur tanam terdiri dari tiga blok. penelitian dilakukan pada waktu pagi (06:30-11:00) dan siang (13:00-17:00). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kategori umur kelapa sawit tidak berpengaruh nyata terhadap populasi Sycanus sp. namun rata-rata populasi predator Sycanus sp. tertinggi ditemukan pada 3 blok kelapa sawit kategori umur tanam TBM sebesar 17,67 ekor/blok. sedangkan rata-rata populasi Sycanus sp. terendah ditemukan pada 3 blok kelapa sawit kategori umur tanam TM 20 sebesar 2,07 ekor/blok. Sycanus sp. ditemukan hinggap pada tanaman Lavender (Lavendula sp.) yang berperan sebagai tanaman pengundang musuh alami.
Interval Waktu Penyiraman Dan Perbandingan Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Tanaman Sambiloto (Andrographis paniculata Ness) Sumarni Sumarni; Muhammad Anshar Pasigai; Hidayati Mas’ud
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 8 No 1 (2020): Februari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sambiloto (Andrographis paniculata Ness) merupakan tanaman herbal dan sebagai salah satu tanaman obat unggulan di Indonesia, yang banyak dibutuhkan dalam industri obat tradisional di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interval waktu penyiraman dan perbandingan media terhadap pertumbuhan tanaman sambiloto. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai Maret 2018 di Green House dan di Laboratorium Teknologi Benih Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako, Palu. Sulawesi Tengah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama yaitu interval waktu penyiraman 3 hari sekali (a3), penyiraman 4 hari sekali (a2), dan penyiraman 5 hari sekali (a3). Faktor ke dua yaitu media tanam tanah tanpa pupuk kandang ayam (p0) dan tanah 2:1 pupuk kandang ayam (p1). Kedua faktor tersebut diperoleh 6 kombinasi perlakuan dengan 3 kali ulangan sehingga diperoleh 18 unit percobaan dan setiap unit percobaan terdapat 6 tanaman. Hasil penelitian menunjukan interaksi perlakuan antara interval waktu penyiraman 3-4 hari sekali dengan media tanam pupuk kandang ayam (2:1) memberikan hasil tertinggi pada parameter amatan yaitu klorofil daun dan berat segar batang. Interval waktu penyiraman 3-4 hari sekali memberikan tinggi tanaman, jumlah daun, klorofil daun, luas daun, dan berat segar batang tertinggi, sehingga waktu penyiraman yang lebih baik yaitu 4 hari sekali karena dapat mengefisien waktu penyiraman serta dapat menghemat penggunaan air. Media tanam pupuk kandang ayam (2:1) memberikan pertumbuhan terbaik pada tinggi terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, klorofil daun, luas daun, volume akar, berat segar akar, berat segar batang, dan berat segar daun dibandingkan dengan media tanpa pupuk kandang ayam.
Pengaruh Berbagai Konsentrasi Perendaman Air Kelapa Dan Sayatan Umbi Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium wakegi Araki) Varietas Lembah Palu Deni Hamzah; Sri Anjar Lasmini; Abdul Syakur
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 8 No 1 (2020): Februari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah konsentrasi air kelapa dan sayatan umbi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah (Allium wakegi Araki) varietas lembah Palu. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok Pola Faktorial. Faktor pertama adalah konsentrasi yang terdiri dari empat taraf yaitu : kontrol, konsentrasi 50%, konsentrasi 75% dan konsentrasi 100%. Faktor kedua adalah ketebalan sayatan umbi bawang merah yang terdiri dari 4 taraf yaitu : kontrol, sayatan 1/2 bagian ujung, sayatan 1/3 bagian ujung dan sayatan 1/4 bagian ujung sehingga diperoleh 16 kombinasi perlakuan. Tiap unit perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 48 unit percobaan. Variabel yang diamati mencakup tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, jumlah umbi, dan berat segar bawang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Interaksi perlakuan perendaman air kelapa dan ketebalan sayatan bawang merah memberikan interaksi nyata pada jumlah daun dan jumlah anakan pada minggu keenam dibandingkan dengan perlakuan lainnya.
Populasi Wereng Coklat Nilaparvata lugens Stal. (Homoptera: Delphacidae) Pada Dua Varietas Padi Di Kecamatan Balinggi Ni Luh Yuniari; Moh. Hibban Toana; Moh. Yunus
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 8 No 1 (2020): Februari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembudidayaan tanaman padi tidak pernah terhindar dari adanya serangan hama. Salah satu jenis hama padi yang paling sering ditemukan pada lahan pertanaman padi dan menyebabkan padi puso adalah wereng coklat (Nilaparvata lugens Stal.). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kepadatan populasi, intensitas serangan hama wereng coklat (N. lugens), dan produksi padi pada dua varietas yaitu Cigeulis dan Ciherang di Kecamatan Balinggi. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Maret sampai Mei 2018 di desa Balinggi jati Kecamatan Balinggi, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Data pengamatan yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan Uji- t. Hasil analisis data menunjukan populasi wereng coklat pada varietas Cigeulis mencapai rata-rata 312,75 ekor/petak pengamatan lebih tinggi dibanding pada varietas Ciherang dengan rata-rata 151,25 ekor/petak pengamatan. Intensitas serangan hama wereng coklat varietas Cigeulis dengan rata-rata 61% lebih tinggi dibanding pada varietas Ciherang dengan rata-rata 40%. Produksi padi varietas Cigeulis dengan rata-rata 3,6 ton/ha lebih tinggi dibanding pada varietas Ciherang dengan rata-rata 4,9 ton/ha.
Karekteristik Fisikokimia Dan Organoleptik Mie Jagung Pada Rasio Pati Jagung Dengan Tepung Terigu Ilham A. Lanyala; Abdul Rahim; Sakka Samudin
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 6 No 5 (2018): Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mie adalah salah satu produk pangan kaya karbohidrat yang sangat populer di Indonesiayang sering dijadikan sebagai makanan alternatif makanan pokok. Produk mie yang telah dikenaloleh masyarakat yaitu mie basah, mie mentah, mie kering dan mie instan dalam 100gr jagungmampu menyediakan kandungan gizi yang sangat tinggi seperti karbohidrat dan sebagainya,sehingga baik dimanfaatkan sebagai bahan tambahan dan subtitusi untuk produk mie. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui formulasi pembuatan mie kering yang optimal berbahan pati jagungdengan terigu yang memiliki sifat karakteristik fisikokimia yang baik pada berbagai rasio danmengetahui tingkat penerimaan panelis terhadap organoleptik mie jagung kering pada rasio patijagung tertentu. Analisa yang dilakukan yaitu kadar air, kadar abu, daya mengembang, cookingloss, daya menahan air dan minyak (WHC dan OHC) dan uji organoleptik (warna, aroma, rasa).Adapun formulasi perbandingan pati jagung dan tepung terigu dalam pembuatan mie kering yaiturasio 100 : 0; 90 : 10; 80 : 20; 70 : 30; 60 : 40; 50 : 50; 40 : 60 dan 30 : 70. Penelitian inimenggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 1 faktorial. Hasil penelitian ini menunjukkanbahwa daya menahan air (WHC), daya menahan minyak (OHC), daya mengembang, cooking losss,kadar air, dan kadar abu mie jagung kering, memiliki kecendungan meningkat seiring berkurangnyapati jagung, namun nilai data uji sifat sensorik memiliki kecendungan meningkat seiring 663berkurangnya pati jagung. Penggunaan pati jagung dalam pembuatan mie kering denganmenggunakan rasio tepung terigu yaitu 40 : 60 dengan hasil yang di terima verdasarkan parameteryang di teliti.
Karakter Warna Dan Persentase Perubahan Warna Hasil Persilangan Jagung Ungu Dan Jagung Kuning Manis Pada Generasi F1, F2 Dan F3 Mustakim Mustakim; Sakka Samudin; Maemunah Maemunah; Jeki Jeki; Yusran Yusran
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 8 No 2 (2020): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemurnian dan evaluasi varietas hasil persilangan penting dilakukan untuk menghasilkan varietas unggul baru. Tujuan penelitian ini ialah untuk memperoleh beberapa karakter warna dan persentase perubahan warna yang muncul pada generasi F1 hingga F3. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2017 sampai Agustus 2019 di desa Kalukubula, Kabupaten Sigi, Palu, Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian menggunakan metode seleksi massa. Seleksi menggunakan benih beragam warna yang ditanam dibeberapa petakan. Setiap warna di tempatkan pada satu petakan. Penanaman benih menggunakan isolasi waktu selama 21 hari setelah tanam. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif, yang ditampilkan dalam bentuk gambar. Variabel pengamatan antara lain jumlah warna yang muncul ditiap generasi dan persentase perubahan warna yang muncul pada generasi F2 dan F3. Hasil penelitian menunjukkan jumlah warna yang muncul pada generasi F1 yaitu ungu, kuning dominan ungu, ungu dominan kuning, dan warna kuning. Generasi F2 terdapat lima warna baru yaitu: kuning dominan putih, putih dominan kuning, putih, putih dominan ungu dan ungu dominan putih. Persentase perubahan warna yang signifikan terdapat pada warna ungu, kuning dan putih. Persentase warna yang tidak signifikan terdapat pada warna, ungu dominan kuning, kuning dominan ungu, putih dominan kuning, kuning dominan putih, putih dominan ungu, ungu dominan putih dan biji kisut.
Analisis Margin Pemasaran Jagung Hibrida Di Desa Pulu Kecamatan Dolo Selatan Kabupaten Sigi Roadiah Roadiah; Yulianti Kalaba; Saharia Kassa
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 7 No 5 (2019): Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui saluran pemasaran jagung hibrida, besarnya margin pemasaran yang diperoleh setiap lembaga pemasaran pada masing-masing saluran pemasaran jagung hibrida, besarnya bagian harga yang diterima oleh petani (produsen) pada masing-masing saluran pemasaran jagung hibrida, dan mengetahui efisiensi pemasaran jagung hibrida. Jumlah responden30 responden dari 96populasidengan metode sampel acak sederhana (Simple Random Sampling Method). Selain itu untuk menentukan responden pedagang digunakan metode penjajakan (Tracing Sampling Method) sebanyak 3 orang pedagang, penentuan responden dengan metode sampel acak sederhana (simple random sampling method), penentuan responden pedagang digunakan cara penjajakan (tracing sampling) sebanyak 3 orang pedagang, yang terdiri 2 orang pedagang pengumpul yang ada di Desa Pulu Kecamatan Dolo Selatan dan 1 orang pedagang besar yang berada di Kota Palu, sedangkan responden konsumen sebanyak 2 orang yang ditentukan dengan metode penjajakan(tracing sampling), sehingga jumlah keseluruhan responden sebanyak 35 orang.Analisis data yang digunakan adalah analisis pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ada dua bentuk saluran pemasaran komoditi jagung hibrida yang terdapat di Desa Pulu yaitu : saluran pertama, petani → pedagang pengumpul → konsumen. Saluran kedua, petani → pedagang pengumpul →pedagang besar→ konsumen. Margin pemasaran jagung hibrida yang diperoleh untuk saluran pertama yaitu Rp 500, dan margin pemasaran jagung hibrida yang diperoleh untuk saluran kedua yaitu sebesar Rp 2.000. Bagian harga yang diperoleh petani pada saluran pertama diperoleh 86,11%, dan untuk saluran kedua diperoleh petani sebesar 60,00%. Nilai efisiensi pemasaran saluran pertama sebesar 18,06% dan untuk saluran kedua sebesar 35,04%.
Karakteristik Mangga (Mangifera indica L.) Lokal Berdasarkan Ciri Morfologi Dan Anatomi Asfiani Asfiani; Sakka Samudin; Ichwan S. Madauna
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 7 No 5 (2019): Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mangga (Mangifera indica L), adalah buah yang berasal dari India, mangga memiliki banyak varietas. Buah mangga umumnya dipasarkan dalam bentuk segar, baik untuk tujuan domestik maupun ekspor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkarakterisasi aksesi mangga dodor yang berada di Lembah Parigi Moutong melalui analisis morfologi dan anatomi di Desa Sakinah Jaya dan Desa Kayu Boko Kabupaten Parigi Moutong. Pelaksanaan Penelitian ini dimulai pada Bulan Juni sampai Agustus 2016. Metode Penelitian ini menggunakan metode eksplorasi pada aksesi secara langsung dengan mengobservasi karakter morfologi tanaman mangga yang dilanjutkan dengan pengamatan karakter anatomi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa aksesi yang terpilih dari masing-masing Desa di Kecamatan Parigi Utara dan Kecamatan Parigi Barat berdasarkan karakteristik morfologi, anatomi, batang dan anatomi daun tanaman mangga yang rata-rata diwakili oleh tiga sampai empat aksesi pada setiap Desa. Seperti pada Desa Sakinah Jaya pada jarak 0.7 diperoleh tiga aksesi yang terpilih yaitu Sakinah Jaya15, Sakinah Jaya 1, dan Sakinah Jaya12. Dan di Desa Kayu Boko terdapat tiga aksesi yaitu Kayu Boko2, Kayu Boko10, dan Kayu Boko14. Sedangkan hasil dari penggabungan dari Desa Sakinah Jaya dan Desa Kayu Boko, terdapat tiga aksesi yang terpilih yaitu pada sampel Sakinah Jaya1, Kayu Boko10 dan Sakinah Jaya14.

Page 33 of 137 | Total Record : 1367


Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 5 (2025): Oktober Vol 13 No 4 (2025): Agustus Vol 13 No 3 (2025): JUNI Vol 13 No 2 (2025): April Vol 13 No 1 (2025): Februari Vol 12 No 6 (2024): Desember Vol 12 No 5 (2024): Oktober Vol 12 No 4 (2024): Agustus Vol 12 No 3 (2024): Juni Vol 12 No 2 (2024): April Vol 12 No 1 (2024): Februari Vol 11 No 6 (2023): December Vol 11 No 5 (2023): Oktober Vol 11 No 4 (2023): Agustus Vol 11 No 3 (2023): Juni Vol 11 No 2 (2023): April Vol 11 No 1 (2023): Februari Vol 10 No 6 (2022): Desember Vol 10 No 5 (2022): Oktober Vol 10 No 4 (2022): Agustus Vol 10 No 3 (2022): Juni Vol 10 No 2 (2022): April Vol 10 No 1 (2022): Februari Vol 9 No 6 (2021): Desember Vol 9 No 5 (2021): Oktober Vol 9 No 4 (2021): Agustus Vol 9 No 3 (2021): Juni Vol 9 No 2 (2021): April Vol 9 No 1 (2021): Februari Vol 8 No 6 (2020): Desember Vol 8 No 5 (2020): Oktober Vol 8 No 4 (2020): Agustus Vol 8 No 3 (2020): Juni Vol 8 No 2 (2020): April Vol 8 No 1 (2020): Februari Vol 7 No 6 (2019): Desember Vol 7 No 5 (2019): Oktober Vol 7 No 4 (2019): Agustus Vol 7 No 3 (2019): Juni Vol 7 No 2 (2019): April Vol 7 No 1 (2019): Februari Vol 6 No 6 (2018): Desember Vol 6 No 5 (2018): Oktober Vol 6 No 3 (2018): Juni Vol 6 No 2 (2018): April Vol 6 No 1 (2018): Februari Vol 5 No 6 (2017): Desember Vol 5 No 5 (2017): Oktober Vol 5 No 4 (2017): Agustus Vol 5 No 3 (2017): Juni Vol 5 No 2 (2017): April Vol 5 No 1 (2017): Februari Vol 4 No 6 (2016): Desember Vol 4 No 5 (2016): Oktober Vol 4 No 4 (2016): Agustus Vol 4 No 3 (2016): Juni Vol 3 No 6 (2015): Desember Vol 3 No 5 (2015): Oktober Vol 3 No 4 (2015): Agustus More Issue