cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Dimensi Interior
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Artikel merupakan kajian bidang desain interior, Artikel yang dikirim ke jurnal Dimensi Interior adalah artikel yang tidak sedang dikirim ke jurnal/terbitan lain dan belum dipublikasikan dalam jurnal lain. Kategori artikel ilmiah hasil penelitian (laboratorium, lapangan, kepustakaan), ilmiah populer (aplikasi, ulasan, opini), dan diskusi. Diterbitkan 2 (dua) kali setahun pada bulan Juni dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2007): DESEMBER 2007" : 6 Documents clear
PENGHAWAAN PADA INTERIOR RUMAH SAKIT: STUDI KASUS RUANG RAWAT INAP UTAMA GEDUNG LUKAS, RUMAH SAKIT PANTI RAPIH, YOGYAKARTA Santosa, Adi
Dimensi Interior Vol 5, No 2 (2007): DESEMBER 2007
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.337 KB) | DOI: 10.9744/interior.5.2.pp. 90-97

Abstract

Observing aeration in a hospital is essential, because it directly relates to the comfort of the human body. Besides supplying fresh air for respiration and metabolism, good aeration also relates to the conditioning of room temperature for the human body. Therefore, the energy from a human body is not excessively absorbed for adaptation to the differences of the room’s temperature. This is a case study at the superior class care room of Lukas Building, Panti Rapih Hospital, Yogyakarta, with an aim to study the condition of aeration viewed from standard parameter and from the user’s perspective. Abstract in Bahasa Indonesia : Penghawaan di rumah sakit penting untuk dicermati, sebab terkait langsung dengan kenyamanan tubuh manusia. Disamping menyuplai udara segar untuk pernafasan dan metabolisme tubuh, penghawaan yang baik juga berhubungan dengan terciptanya suhu ruang yang kondusif bagi tubuh, sehingga energi dari dalam tubuh tidak akan terkuras untuk beradaptasi dengan perbedaan suhu ruang. Tulisan ini mengambil studi kasus pada ruang rawat inap kelas utama Gedung Lukas, Rumah Sakit Panti Rapih, Yogyakarta, dengan tujuan mengkaji kondisi penghawaan dilihat dari tolok ukur standar dan dari sisi pengguna ruang. Kata kunci: penghawaan, ruang rawat inap, rumah sakit
PERUBAHAN DESAIN RUMAH TINGGAL JAWA MENJADI RUANG PUBLIK TERBATAS (Dari Rumah Bangsawan ke Hunian Publik) Wardani, Laksmi Kusuma
Dimensi Interior Vol 5, No 2 (2007): DESEMBER 2007
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1160.333 KB) | DOI: 10.9744/interior.5.2.pp. 98-108

Abstract

A house or dalem Joyokusuman, is treated as a big mountain where life resources are obtained by its inhabitants, experiencing transition due to the encouragement of human knowledge, travelling from a simple to a more complex level. A significant change occurred in the function of central senthong, which initially functioned as a place of contemplation, the integration of The Absolute One of the Universe (Brahma) with the Self, but has now become a circulation space. A change has also occured in the nature of space that was initially private, and has now become limitedly public. The continuous circulation flow has changed to all directions, causing impacts in the circulation between inhabitants, guests and servants in the palace due to the variety of entrepreneurial activities. The transition of function, space nature and fulfillment of activity facilities in the space has made its interior setting overloaded. Besides that, due to the existing business activities, the space has become more open for public. The vast feeling of space becomes reduced because of the presence of overload furniture, however, it is neutralized by the open form of space maintaining its natural atmosphere. These transitions prominently show that the once sacred space of dalem has now become profane because of business activities. Abstract in Bahasa Indonesia : Rumah atau dalem Joyokusuman, diperlakukan sebagai gunung besar yang menjadi sumber kehidupan penghuninya, mengalami perubahan sebagai akibat dorongan pengetahuan manusia. Perubahan yang signifikan terjadi pada fungsi senthong tengah, yakni awalnya sebagai tempat kontemplasi, manunggalnya Semesta Tunggal Absolut (Brahma) dengan si Diri, saat ini berubah fungsi sebagai ruang sirkulasi. Perubahan terjadi pula pada sifat ruang yang dahulu privat, berubah menjadi publik terbatas. Alur sirkulasi yang menerus berubah ke segala arah, terjadi tabrakan sirkulasi antara penghuni, tamu maupun abdi dalem sebagai akibat beragamnya aktivitas usaha. Perubahan fungsi, sifat ruang, sirkulasi, dan pemenuhan fasilitas kegiatan dalam ruang membuat penataan interior menjadi berlebihan. Akibat adanya aktivitas usaha, membuat ruang menjadi lebih terbuka untuk publik. Kesan luas ruang menjadi berkurang karena furnitur yang berlebihan, namun masih dapat dinetralisir dengan bentuk ruang yang terbuka, sehingga kesan alami masih terjaga. Perubahan tersebut di atas menunjuk dengan jelas bahwa dalem yang dulunya sakral berubah menjadi propan karena aktivitas usaha. Kata kunci: Perubahan, Rumah Jawa, Ruang Publik
APLIKASI MODEL KOMPUTER DALAM ANALISIS KINERJA AKUSTIK RUANG AUDITORIUM UNIVERSITAS KRISTEN PETRA SURABAYA Indrani, Hedy Constancia; Ekasiwi, Sri Nastiti N.; Asmoro, Wiratno A.
Dimensi Interior Vol 5, No 2 (2007): DESEMBER 2007
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (818.016 KB) | DOI: 10.9744/interior.5.2.pp. 109-121

Abstract

The operation of computer program for acoustic simulation is an alternative for acoustic analysis method which is fund, time, and energy saving. ECOTECT v.5.20 is one of the computational building performance simulation integrated program with fully 3D, that is able to simulate and analyze acoustic performance of an auditorium. Accordingly it can be used as a program to design the position and area of absorption surface. With consideration to simulation activities, a computer program that makes a model of a real environment always faces the problem of simplifying a model. This problem definitely will affect the precision between the field assessment result and the parameter simulation result of a room acoustic impulse response. Verification of simulation result on the field assessment result has to be done in order to show the computer program validation to be used as a simulation tool for the next research. The simulation result shows that the Reverberation Time (RT) computation is the most equal to the field measurement result with
DESAIN INTERIOR DAN PERILAKU PENGUNJUNG DI RUANG PUBLIK KASUS KELAPA GADING MALL JAKARTA Hidjaz, Taufan
Dimensi Interior Vol 5, No 2 (2007): DESEMBER 2007
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.597 KB) | DOI: 10.9744/interior.5.2.pp. 61-70

Abstract

The interaction between atmosphere and behavior is highly influenced by interior design factors as well as the dominant characters of the people interacting in it. As the quality of an environment, the atmosphere of is an input for people, which is then converted by the people into a perception and an output in their behaviors. The atmosphere of a public mall space is the resultant of the interior?s physical components, the activities of visitors and staff in it as well as the social interactions coming up with it which will be the stimulants for the behavior as the part of the space atmosphere itself. As the stimulants, the space atmosphere created will influence the perception, cognition and motivational processes in individual personality system, which then create response towards the space atmosphere actualized in their behaviors and activities. Abstract in Bahasa Indonesia : Hubungan timbal balik antara suasana ruang (atmosphere) dengan perilaku sangat dipengaruhi oleh faktor desain interior ruang dan karakteristik dominan dari manusia yang berinteraksi di dalamnya. Suasana ruang sebagai kualitas lingkungan, merupakan masukan pada manusia yang kemudian dikonversikan oleh manusia menjadi persepsi dan keluaran pada perilaku, sebaliknya kegiatan atau perilaku manusia itu sendiri dapat mempengaruhi suasana ruang. Suasana ruang di mall tercipta dan merupakan resultan dari komponen-komponen fisik interior, kegiatan pengunjung di dalamnya dan interaksi sosial yang menyertainya. Suasana ini akan menjadi stimulan bagi perilaku pengunjung, yang menjadi bagian dari suasana ruang itu sendiri. Sebagai stimulan, suasana ruang yang terbentuk akan mempengaruhi persepsi, kognisi dan proses motivasi dalam sistem kepribadian individu, kemudian membentuk respons-respons terhadap suasana ruang tersebut yang diwujudkan oleh perilaku atau kegiatan. Kata kunci: Desain interior, suasana ruang, perilaku.
ARSITEKTUR-INTERIOR KERATON SUMENEP SEBAGAI WUJUD KOMUNIKASI DAN AKULTURASI BUDAYA MADURA, CINA DAN BELANDA Murwandani, Nunuk Giari
Dimensi Interior Vol 5, No 2 (2007): DESEMBER 2007
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.902 KB) | DOI: 10.9744/interior.5.2.pp. 71-79

Abstract

Acculturation is an interactive and continuous process that develops within and through the communication of an immigrant having a foreign social and cultural environment. One form of communication in acculturation can be seen through the remains and artefacts in the form of artworks or architecture in a region. Keraton Sumenep, a royal building complex, is one of those historical remains in Madura. Kraton Sumenep was designed by the Chinese architect Lauw Pia Ngo. It was constructed during the Dutch colonial rule. Thus, this object of heritage was influenced by Javanese Hindu, Islam, Chinese and Dutch cultures. The appearance and finishes of the building evidently show the presence of these cultures. The pendopo (traditional Javanese over-head construction) of Kraton possesses a Javanese style of construction. It has a Limasan Sinom roof and the flipped-shaped roof top that appears like a dragon?s head shows Chinese influence. Meanwhile, the top level form in its interior that is naked and without a covered passageway, shaped like a chimney at its top are evidences of Dutch and Chinese influences. Javanese, Islam and Chinese ornamentation are composed in an interesting way. Thus, the architectural form of Kraton Sumenep shows the that acculturation of Madura, China and Dutch culture had taken place. Abstract in Bahasa Indonesia : Proses akulturasi adalah suatu proses interaktif dan berkesinambungan yang berkembang dalam dan melalui komunikasi seorang imigran dengan lingkungan sosio-budaya yang baru. Salah satu bentuk adanya komunikasi dalam sebuah akulturasi budaya dapat dilihat pada hasil peninggalan berupa artefak-¬artefak, baik berupa karya seni rupa maupun arsitektur yang ada di suatu daerah, Keraton Sumenep merupakan salah satu peninggalan bangunan di Madura. Kraton Sumenep dirancang oleh arsitek Lauw Pia Ngo dari Negeri Cina, dibangun pada masa pemerintahan kolonial Belanda, dengan demikian maka warisan budaya itu tidak luput dari pengaruh budaya Jawa Hindu, Islam, Cina dan Belanda. Kesemuanya itu tampak pada penampilan dan penyelesaian bangunan-bangunan tersebut. Pendopo Kraton ternyata memiliki bentuk bangunan Jawa. Pendopo dengan atap Limasan Sinom dan bubungannya dihiasi dengan bentuk mencuat seperti kepala naga, merupakan pengaruh Cina. Sedangkan bangunan dalem terdapat bentuk gunung (top level) yang telanjang tanpa teritis dan diselesaikan dengan bentuk mirip cerobong asap di puncaknya, merupakan bukti pengaruh Belanda dan Cina. Pada ragam hiasnya juga nampak beberapa pola Jawa, Islam dan Cina yang dipadu cukup menarik. Bentuk arsitektur Kraton Sumenep, menunjukkan wujud adanya akulturasi antara budaya Madura, Cina dan Belanda. Kata kunci: interior, Kraton Sumenep, akulturasi, budaya Madura
INKULTURASI BUDAYA JAWA DALAM INTERIOR GEREJA KATOLIK REDEMPTOR MUNDI DI SURABAYA Sari, Sriti Mayang; Setyaprana, Jessyca
Dimensi Interior Vol 5, No 2 (2007): DESEMBER 2007
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.901 KB) | DOI: 10.9744/interior.5.2.pp. 80-89

Abstract

Church of Redemptor Mundi is a catholic church which has a Javanese style of design in Dukuh Kupang Barat I no 7 Surabaya. In the church encyclopedia it was said that catholic church was not separated from inculturation, a process in which a religion adapts to the local culture. This fact becomes the base of the every arrangement decided in the church, while also considering the church liturgy. The aim of this research is to identify the phyisical elements of the church of Redemptor Mundi that has undergone inculturation with the Javanese culture, and to identify the elements that contain the same meaning with the liturgy and thus they equally support themselves as symbols in the Catholic church. Though this research, it was found that not all of the physical elements in Redemptor Mundi church, have undergone inculturation. The elements that do not have similar meaning are only used decoration to show the existence of Javanese culture in the church. Abstract in Bahasa Indonesia : Gereja Redemptor Mundi merupakan gereja Katolik bergaya Jawa yang berlokasi di jalan Dukuh Kupang Barat I no. 7 Surabaya. Inkulturasi dalam aturan gereja Katolik harus ada dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Setiap daerah memiliki bermacam-macam kebudayaan yang berbeda-beda, untuk itu dasar-dasar liturgi tersebut harus dapat bersatu dan sejalan dengan kebudayaan yang ada, artinya kebudayaan yang ada harus dapat menerima dasar-dasar tersebut dan memberi peluang adanya hubungan timbal balik antara budaya gereja dengan budaya setempat, dalam penelitian ini budaya Jawa, dimana dasar-dasar tersebut akan tumbuh dan berkembang. Hal inilah yang mendasari penataan tiap gereja Katolik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana inkulturasi budaya Jawa pada unsur-unsur fisik interior gereja Katolik Redemptor Mundi. Dari penelitian ini diketahui bahwa tidak keseluruhan unsur fisik pada gereja Redemptor Mundi mengalami inkulturasi, elemen yang tidak memiliki kesamaaan makna tersebut digunakan sebagai elemen dekorasi saja untuk menunjukkan keberadaan budaya Jawa dalam interior gereja tersebut. Kata kunci: Interior Gereja Katolik, Liturgi, Inkulturasi Budaya, Budaya Jawa

Page 1 of 1 | Total Record : 6