cover
Contact Name
Mida Hamidah
Contact Email
jkbth2mida@gmail.com
Phone
+62265-334740
Journal Mail Official
lppm_jkbth@universitas-bth.ac.id
Editorial Address
Universitas Bakti Tunas Husada Jl. Mashudi No. 20 Kota Tasikmalaya
Location
Kab. tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada
ISSN : 1979004X     EISSN : 26214660     DOI : 10.36465
Core Subject : Health, Science,
Journal scope includes: Pharmacy Health Analyst Nursing Medicine (general or dental) Nutrition and other fields relevant to health science
Articles 35 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 1 (2015)" : 35 Documents clear
INVENTARISASI DAN SKRINING FITOKIMIA TUMBUHAN OBAT BERKHASIAT ANTIINFLAMASI YANG DIGUNAKAN OLEH MASYARAKAT KAMPUNG NAGA Ira Rahmiyani
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 13, No 1 (2015)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v13i1.11

Abstract

Telah dilakukan penelitian terhadap inventarisasi dan skrining fitokimia tumbuhan obat berkhasiat antiinflamasi di Kampung Naga, Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Propinsi Jawa Barat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi tentang keanekaragaman tumbuhan obat berkhasiat antiinflamasi, teknik dan cara penggunaan tumbuhan obat berkhasiat antiinflamasi, serta mengetahui senyawa golongan metabolit sekunder yang terkandung pada tumbuhan obat tersebut yang berkhasiat antiinflamasi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik penelitian menggunakan metode observasi, wawancara, kepustakaan, dan laboratorium. Lokasi penelitian adalah Kampung Naga yang berada di wilayah Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Propinsi Jawa Barat.Dari hasil penelitian diperoleh 20 jenis tumbuhan obat berkhasiat antiinflamasi yang digunakan oleh masyarakat Kampung Naga yang tergolong dalam 15 suku dan 11 marga. Penggunaannya diketahui untuk mengobati berbagai jenis inflamasi berupa gangguan perut/perncernaan, penyakit kulit/luka/memar, gangguan otot, gangguan kepala, penyakit dalam, gangguan pernafasan, membersihkan darah/menetralkan darah, sakit gigi, iritasi mata. Cara pemakaian atau penggunaan umumnya dengan diminum dan cara pengolahan tumbuhan obat berkhasiat antiinflamasi disesuaikan menurut jenis masing-masing tumbuhan obat. Tiga jenis tumbuhan obat yaitu Remek daging/Kitajam (Hemigraphis colorata Hall. F.) memiliki INP = 3 (Pengunaannya diatas 20% dari 30 orang responden) untuk pengobatan membersihkan darah; Daun Sendok (Plantago mayor L.) memiliki INP = 3 untuk pengobatan penyakit kulit seperti luka, bengkak; dan Jarak Pagar (Jatropha curcas L.) memiliki INP = 3 untuk pengobatan sakit gigi.Dari skrining fitokimia yang dilakukan terhadap 20 jenis tumbuhan obat, diketahui bahwa kandungan senyawa metabolit sekunder dalam tumbuhan obat yang berkhasiat antiinflamasi adalah : alkaloid, saponin, tanin, flavonoid, serta monoterpenoid dan seskuiterpenoid.  Kata Kunci : Tumbuhan obat, Antiinflamasi, Skrining Fitokimia
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) SERTA KAITANNYA TERHADAP STATUS KESEHATAN PADA PETUGAS PENGUMPUL SAMPAH RUMAH TANGGA DI KOTA TASIKMALAYA TAHUN 2014 Yane Liswanti
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 13, No 1 (2015)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v13i1.34

Abstract

Petugas pengumpul sampah rumah tangga merupakan golongan yang rentan terkena penyakit ataupun kecelakaan akibat kerja. Upaya yang dapat dilakukan untuk menghindari terjadinya Penyakit Akibat Kerja dan kecelakaan kerja adalah dengan Alat Pelindung Diri (APD). Namun demikian pada kenyataannya masih banyak tenaga kerja yang masih belum mengenakannya saat bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan  penggunaan APD serta kaitannya terhadap status kesehatan.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian mixed method dengan strategi embedded concurent. Penelitian kuantitatif dilakukan dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah responden sebanyak 86 orang.  Penelitian kualitatif dilakukan wawancara mendalam kepada Kepala seksi Pelayanan Kebersihan dan Kepala Bidang Kebersihan. Analisis data menggunakan analisis Structural Equation Modeling (SEM) yang berbasis varians yaitu Partial Least Square (PLS).Hasil penelitian menunjukan faktor-faktor yang berpengaruh pada faktor pemungkin adalah masih kurangnya sarana penunjang APD, belum tersedia SOP mengenai APD, sedangkan pada faktor penguat disebabkan belum adanya sosialisasi mengenai APD, pengawasan yang masih kurang, tidak ada sanksi maupun reward bagi yang patuh maupun tidak patuh menggunakan APD. Status kesehatan dipengaruhi faktor predisposisi, faktor pemungkin, faktor penguat dan kepatuhan penggunaan APD sebesar 45,7% sedangkan 54,3% dipengaruhi variabel lain. Status kesehatan dipengaruhi oleh faktor predisposisi (umur, lama kerja, tingkat pendidikan, pengetahuan,sikap), faktor pemungkin (ketersediaan sarana),  faktor penguat (dukungan atasan dan rekan kerja) dan kepatuhan penggunaan APD. Kata kunci : Faktor pemungkin, faktor penguat, faktor predisposisi, kepatuhan,  status kesehatan
MOLECULAR DOCKING EMPAT TURUNAN ISONICOTINOHYDRAZIDE PADA MYCOBACTERIUM TUBERCULOSIS ENOYL-ACYL CARRIER PROTEIN REDUCTASE (InhA) Ruswanto Ruswanto
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 13, No 1 (2015)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v13i1.25

Abstract

Mycobacterium tuberculosis enoil-ACP reduktase (InhA) adalah target yang menarik untuk pengembangan obat baru terhadap TBC. InhA adalah target pertama obat isoniazid untuk pengobatan infeksi tuberkulosis. Senyawa yang secara langsung bekerja pada InhA,  tidak memerlukan aktivasi oleh mikobakteri katalase-peroksidase katG adalah kandidat yang menjanjikan untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh strain yang resisten terhadap isoniazid (Luckner, 2010). Baru-baru ini, telah dilakukan studi interaksidan toksisitas beberapa senyawa turunan isoniazid (isonicotinohydrazide) dengan InhA dengan metode molecular docking. Semua senyawa di-docking-an menggunakan aplikasi ArgusLab 4.0.1. Proses docking yang dilakukan dengan memilih metode ArgusDock. Validasi docking dengan nilai Root Mean Square Deviation (RMSD) yang diperoleh 1,9457. Analisis hasil docking menunjukkan bahwa senyawa 2,5-Dimethyl-2H-pyrazole-3-carboxylic acid N'-(pyridine-4-carbonyl)-hydrazide (senyawa 4) dapat diprediksi memiliki interaksi yang paling baik daripada senyawa pembanding isoniazid. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa senyawa (4) memiliki aktivitas penghambatan terhadap reseptor InhA. Hasil uji toksisitas menggunakan program ECOSAR (Ecological Structure Activity Relationships) semua senyawa turunan isonicotinohydrazide memiliki nilai LC50 dan EC50 > 100 mg/ L sehingga termasuk dalam kategori rendah karena > 100 mg/ L. Kata kunci  : Docking, isoniazid, InhA,  toksisitas.
POTENSI EKSTRAK ETANOL DAUN SIRSAK (Annona squamosal L.) SEBAGAI ANTIFERTILITAS PADA TIKUS PUTIH BETINA GALUR WISTAR Nur Laili Dwi Hidayati
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 13, No 1 (2015)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v13i1.16

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol daun srikaya (Annona squamosa L.) sebagai antifertiltas pada tikus putih galur Wistar.  Tikus putih sebanyak 40 ekor umur 2-3 bulan dikelompokkan berdasarkan Rancangan Acak lengkap dengan perlakuan kelompok kontrol negatif, kontrol positif dan  3 dosis uji. Tikus putih diberikan perlakuan selama 15 hari  selanjutnya hewan uji di bedah diambil uterusnya untuk dibuat preparat histologis.  Parameter yang diukur adalah banyaknya fase tiap siklus estrus, berat basah uterus, indeks uterus, diameter uterus dan tebal uterus. Data dianalisis dengan anova dan dilanjutkan uji LSD.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol daun srikaya dapat menganggu siklus estrus dengan memperpendek fase estrus; memperpanjang fase met-estrus; meningkatkan berat basah uterus, meningkatkan indeks uterus, meningkatkan diameter uterus dan meningkatkan tebal  uterus.  Dosis efektif yang memberikan efek antifertilitas  adalah 0,038mg/200 gram BB tikus. Kata kunci : Ekstrak etanol, antifertilitas, daun srikaya (Annona squamosal L.)
DAYA HAMBAT EKSTRAK ETANOL DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Streptococcus pyogenes SECARA IN VITRO Dewi Peti Virgianti
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 13, No 1 (2015)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v13i1.7

Abstract

Daun binahong Anredera cordifolia (Ten.) Steenis merupakan salah satu tanaman obat yang dapat digunakan untuk mengobati berbagai penyakit. Kandungan kimia pada daun binahong dapat berfungsi sebagai antibakteri. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui daya hambat ekstrak etanol daun binahong terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus pyogenes.Penelitian dilakukan secara eksperimen menggunakan ekstrak etanol daun  binahong dengan konsentrasi pengenceran 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%, 70%, 80%, 90%, dan 100% yang diujikan terhadap bakteri Streptococcus pyogenes dengan kepadatan 0,5 mcFarland, menggunakan metode Kirby-Bauer.Dari hasil penelitian, dapat diketahui bahwa pada semua konsentrasi ekstrak daun binahong dapat menghambat pertumbuhan bakteri yang ditunjukkan dengan terbentuknya zona jernih. Diameter zona hambat terbesar ditunjukan pada konsentrasi 100% yaitu sebesar 15,15 mm.Berdasarkan hasil penelitian uji in-vitro daya hambat ekstrak daun binahong Anredera cordifolia (Ten.) Steenis terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus pyogenes pada media Muller-Hinton, dapat ditarik kesimpulan bahwa ekstrak daun binahong dapat menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus pyogenes. Kata kunci : Anredera cordifolia (Ten.) Steenis, Streptococcus pyogenes,   antibakteri.
GAMBARAN PENGETAHUAN, PENGALAMAN & SIKAP IBU TERHADAP TATALAKSANAAN DIARE PADA ANAK PENDERITA DIARE DI RUANG ANAK BAWAH RSUD DR. SOEKARDJO TASIKMALAYA Mulyana Mulyana
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 13, No 1 (2015)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v13i1.30

Abstract

Penyakit diare masih merupakan kesehatan utama pada anak khususnya terjadi di negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Karena bahaya diare terletak pada dehidrasi maka penanggulangannya dengan cara mencegah dehidrasi dan rehidrasi intensif. Berdasarkan latarbelakang diatas maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaiamana gambaran pengetahuan dan sikap ibu tentang tatalaksana diare pada anak di Ruang anak bawah RSU DR.Soekardjo Tasikmalaya  tahun 2014. diare adalah suatu penyakit dengan tanda-tanda adanya perubahan bentuk dan konsistensi dari tinja, yang melembek sampai mencair dan bertambahnya frekuensi buang air besar biasanya tiga kali atau lebih dalam sehari . Suraatmaja, S. (2007). Sampel penelitian semua ibu pasien anak pengidap penyakit diare di Ruang Anak Bawah RSU.dr.Soekardjo Tasikmalaya periode bulan Desember 2014 sampai 15 Januari 2015. Hasil penelitian diketahui  populasi usia paling muda 22 tahun dan paling tua adalah 46 tahun. Diketahui  populasi usia paling muda 22 tahun dan paling tua adalah 46 tahun. Pengetahuan ibu dalam merawat anak menderita diare adalah 67% ibu mengetahui tentang penyakit diare, dan 33% mengaku tidak tahu. Kata Kunci : Diare, sikap, pengetahuan
GAMBARAN JUMLAH RETIKULOSIT SEBELUM DAN SETELAH DONOR DARAH Yane Liswanti
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 13, No 1 (2015)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v13i1.21

Abstract

Donor darah merupakan suatu tindakan pengambilan darah dengan volume tertentu melalui pembuluh darah. Tubuh yang kehilangan darah akan menimbulkan respon eritropoetin yang diatur oleh hormon eritropoietin yang diproduksi oleh ginjal dalam enam jam, dan hitung retikulosit naik dalam dua sampai tiga hari dan mencapai puncaknya pada hari ke-4 sampai ke-7. Retikulosit meningkat menandakan bahwa sumsum tulang bereaksi secara normal. Telah dilakukan pemeriksaan jumlah retikulosit dalam sediaan apus darah tepi pada pendonor sebelum dan setelah donor darah di Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Majalengka. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jumlah retikulosit pada  pendonor  sebelum dan setelah donor darah di UDD PMI Kabupaten Majalengka.Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Pemeriksaan retikulosit ini memakai metode Briliant Cresil Blue (BCB) 1% dalam sediaan kering.Dari  hasil penelitian terhadap jumlah retikulosit pada 5 orang pendonor didapat secara seluruhnya (100%) meningkat.Jadi berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa jumlah retikulosit sebelum dan setelah donor darah terjadi peningkatan. Kata Kunci : Retikulosit, Donor darah
PENAMBAHAN BAWANG MERAH ( Allium ascalonicum ) UNTUK MENGHAMBAT LAJU PEMBENTUKAN PEROKSIDA DAN IODIUM PADA MINYAK CURAH Korry Novitriani
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 13, No 1 (2015)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v13i1.12

Abstract

Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menghambat proses kerusakan minyak terutama yang disebabkan oleh proses oksidasi. Bawang merah mengandung antioksidan alami yaitu flavonoid yang dapat menghambat laju pembentukan peroksida dan mempertahankan ikatan rangkap minyak yang dapat dilihat dari angka iodium. Minyak curah didistribusikan dalam bentuk tanpa kemasan sehingga besar kemungkinan minyak curah tersebut telah mengalami kerusakan yang diakibatkan oleh proses oksidasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan antioksidan alami dari bawang merah dalam menghambat laju pembentukan angka peroksida dan angka iodium pada minyak curah. Sampel minyak yang diperiksa yaitu minyak curah sebelum dan sesudah penggorengan paha ayam boiler dengan penggorengan dilakukan satu kali dimana sampel tersebut diperiksa angka peroksida dan angka iodiumnya dengan menggunakan titrasi iodometri yakni pembentukan I2 yang terbebaskan dari KI, I2 yang terbebas selanjutnya dititrasi dengan Na2S2O3, menggunakan indikator Amilum. Dari hasil penelitian diperoleh angka peroksida minyak curah awal 0,3838 meq/kg dengan angka iodium 4,7990 iod/100gram minyak, setelah dilakukan penggorengan maka minyak curah yang ditambahkan bawang merah diperoleh angka peroksida 1,5348 meq/kg  dengan  angka ioidum 3,8965 iod/100gram minyak sedangkan minyak curah yang tanpa ditambahkan bawang merah didapatkan angka peroksida 8,3463 meq/kg dengan angka iodium 3,4546 iod/100 gram minyak. Dengan demikian penambahan bawang merah sebagai antioksidan alami dapat menghambat laju pembentukan peroksida dan mempertahankan ikatan rangkap dalam minyak Kata kunci: minyak curah, antioksidan, bawang merah, angka peroksida dan angka iodium
PERAN KEPEMIMPINAN DAN KEBIJAKAN DISIPLIN DALAM MEMPENGARUHI KINERJA PERAWAT DI RSPAD GATOT SOEBROTO DITKESAD JAKARTA Asep Rusman
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 13, No 1 (2015)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v13i1.35

Abstract

Salah satu penentu kinerja Rumah Sakit dalam pelayanan keperawatan yang terintegrasi dengan pelayanan kesehatan di rumah sakit adalah kinerja sumber daya manusia, dalam hal ini kinerja perawat dengan jumlah terbanyak berkisar 50-60% dibanding tenaga kesehatan lainnya dan merupakan modal sumber daya manusia yang menyusun inti dari hampir seluruh pelaksanaan pelayanan kesehatan di rumah sakit yang berhubungan langsung dengan pasien. Kinerja perawat yang buruk akan berdampak terhadap menurunnya citra pelayanan kesehatan di rumah sakit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada pengaruh dari sumber daya manusia, kepemimpinan, kebijakan disiplin, beban kerja dan motivasi terhadap kinerja perawat pelaksana.  Telah dilakukan penelitian analitik dengan desain cross sectional terhadap 70 orang perawat pelaksana di ruang rawat inap RSPAD Gatot Soebroto Ditkesad. Pada periode Oktober-Nopember 2014. Dengan menggunakan alat bantu  kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis multi variat menggunakan regresi linear berganda.Hasil penelitian menunjukkan bahwa, persamaan regresi yang dirumuskan memperlihatkan model yang cocok dengan data empiris (nilai F 7,724, p-value 0,000).  Dari kelima faktor yang diteliti hanya kepemimpinan (p-value 0,043, R = 0,976) dan kebijakan disiplin (p-value 0,049, R = 0,775 ), yang secara signifikan memengaruhi kinerja perawatHasil penelitian tersebut sesuai dengan keadaan RSPAD Gatot Soebroto Ditkesad yang merupakan Rumah Sakit TNI AD di dalam pengelolaan manejemen RS diwarnai dengan sistem militerisme atau sistem komando dan dengan penekanan kepemimpinan dan penetapan disiplin yang berbeda antara rumah sakit lain. Kata kunci:           Kepemimpinan, Kebijakan Disiplin, Kinerja.
DAYA HAMBAT INFUSUM DAUN SEMBUNG (Blumea balsamifera) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia coli DENGAN METODE DIFUSI CAKRAM Undang Ruhimat
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 13, No 1 (2015)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v13i1.26

Abstract

Daun sembung (Blumea balsamifera)  merupakan salah satu tanaman yang bisa dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Zat aktif yang terdapat dalam daun sembung (Blumea balsamifera)  antara lain tanin dan saponin yang berfungsi sebagai antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi daya hambat infusum daun sembung (Blumea balsamifera)  terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli.Variasi konsentrasi infusum dibuat dengan rentang 10%-100% dengan kepadatan bakteri 3x108 /ml. Metode yang dipakai pada penelitian ini adalah metode Kirby-Bauer.Dari pengamatan diketahui infusum daun sembung (Blumea balsamifera) dapat menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli pada konsentrasi 90% yaitu 4,2 mm.Kesimpulannya bahan infusum daun sembung (Blumea balsamifera) memiliki daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli.

Page 1 of 4 | Total Record : 35