Articles
41 Documents
Search results for
, issue
"Vol 17, No 2 (2017)"
:
41 Documents
clear
ANALISIS ZAT WARNA BERBAHAYA PADA JAJANAN ANAK SEKOLAH YANG BEREDAR DI TASIKMALAYA
Lilis Tuslinah
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36465/jkbth.v17i2.270
Aktivitas anak-anak di sekolah sebelum masuk kelas dan pulang sekolah, biasanya dimanfaatkan untuk bermain dan membeli jajanan yang dijual di sekitar sekolah.Akibatnya anak-anak tidak bisa membatasi dalam memilih menu makanan pada setiap jajanan yang dibeli di sekolah. Makanan jajanan di sekitar sekolah dapat menyumbang asupan energi bagi anak sekolah, meskipun makanan jajanan tersebut ternyata sangat berisiko terhadap kesehatan. Salah satunya penggunaan zat warna berbahaya pada makanan, terutama pada makanan jajanan. Penggunaan zat warna tersebut bertujuan untuk membentuk pemanpilan makanan menjadi lebih menarik. Peneilitian ini bertujuan untuk menganalisis zat warna berbahaya pada makanan jajanan anak sekolah sehingga terjamin mutu keamanan pangannya. Analisis zat warna berbahaya pada sampel makanan jajanan ini mengunakan metode Kromatorafi Lapis Tipis. Sampel ditimbang dan dihomogenkan, tambahan CH3COOH (pH < 2) atau NH4OH (pH < 10), kemudian masukkan benang wool dan panaskan selama 30 menit pada nyala api langsung. Angkat benamg wool dan dinginkan, lalu larutkan dalam etanol dan uapkan. Residu yang terbentuk dilarutkan dalam pelarut yang sesuai kemudian ditotolkan pada flat KLT dan dielusi menggunakan eluen Butanol:Etanol:Air ( 25:20:25). Berdasarkan hasil penelitian dari 16 kelompok sampel jajanan anak sekolah yang terdiri dari 30 sampel, 22 sampel teridentifikasi mengandung zat warna berbahaya yaitu: Auramin, Pounceu 3R, Rhodamin B, Metil violet, Sudan I, Metil Yellow dan Chocolate Brown berdasarkan PerMenKes No. 239/Men.Kes/Per/V/85. Hal ini dapat dideteksi dengan melihat kromatogram, jarak satuan noda sampel yang diperoleh sama atau sejajar dengan jarak satuan noda pembanding. Selisih Rf sampel dengan Rf pembanding < 0,2 (Departemen Kesehatan RI, 1988). Apabila penggunaan zat warna makanan tersebut dikomsumsi secara berulang – ulang dalan jangka waktu tertentu, dapat menimbulkan efek farmakologis yang tidak baik bagi kesehatan
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN SIKAP KELUARGA TENTANG PERAWATAN ARTHRITIS RHEUMATOID PADA LANSIA DI DESA PAMALAYAN KECAMATAN CIJEUNGJING KABUPATEN CIAMIS
Daniel Wibowo
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36465/jkbth.v17i2.261
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang sering terjadi pada lansia yaitu arhtritis rheumatoid. Dampak bagi keluarga akan terganggu dan keluarga sebagai orang terdekat harus mampu menjalankan tugasnya di bidang kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap keluarga tentang perawatan arthritis rheumatoid pada lansia di Desa Pamalayan Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis. Pengetahuan merupakan hasil tahu dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Sikap merupakan reaksi atau respon yang masih tertutup dari seseorang terhadap suatu stimulus atau objek. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah kaluarga yang terdapat lansia dengan arthritis rheumatoid sebanyak 125 orang dengan menggunakan teknik pengambilan sampel secara purposif sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap keluarga tentang perawatan arthritis rheumatoid pada lansia dengan p-value = 0,000. Saran bagi keluarga adalah harus memiliki pengetahuan yang cukup tentang arthritis rheumatoid dan upaya pencegahannya.
GAMBARAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG DAMPAK SEKS PRANIKAH DI SALAH SATU SMA KOTA TASIKMALAYA
Sofia Februanti
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36465/jkbth.v17i2.252
Seks pranikah adalah suatu tindakan melakukan hubungan seks tanpa adanya ikatan pernikahan. Perilaku seks pranikah sebagian besar disebabkan karena kurangnya perhatian orang tua terhadap anak-anaknya yang mulai memasuki usia remaja dan faktor pergaulan yang kurang baik yang dialami oleh remaja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja tentang dampak seks pranikah salah satu SMAN di Kota Tasikmalaya. Metodologi penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Sampel diambil dengan teknik simple random sampling yaitu sebanyak 79 responden. Hasil penelitian menunjukan secara keseluruhan tingkat pengetahuan siswa kelas XI tentang dampak seks pranikah dalam kategori cukup 60.8%. Saran diharapkan penelitian ini menjadi masukan bagi pihak sekolah agar lebih meningkatkan pengetahuan siswa-siswi misalnya dengan melalui pemberian informasi terkini dan terbaru (update) mengenai bahaya seks pranikah, dan hendaknya pengawasan pada siswa oleh guru-guru di sekolah tetap dilakukan untuk mengantisipasi perilaku seks yang menyimpang dan diharapkan pentingnya peran orang tua dalam pengawasan terhadap anaknya agar tidak terjebak kedalam arus pergaulan seks pranikah
ANALISIS ZAT WARNA EKSTRAK ETIL ASETAT DARI CABE MERAH (Capsicum annum L.) MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI ULTRAVIOLET-VISIBLE
Saeful Amin
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36465/jkbth.v17i2.275
Cabe merah (Capsicum annum L.) merupakan salah satu tumbuhan yang memiliki pigmen warna yang bisa digunakan sebagai zat pewarna alami. Pada penelitian ini melalukan penentuan kondisi optimum dan stabilitas zat warna dari cabe merah (Capsicum annum L.) dengan dilakukan beberapa tahap pengujian. Tahap pertama yaitu optimasi pelarut dengan menggunakan pelarut yang berbeda tingkat kepolarannya yaitu aquadest, etil asetat, dan n-heksana. Tahap kedua yaitu optimasi waktu ekstraksi berdasarkan perbedaan waktu ekstraksi, yaitu ekstraksi selama 10 menit dan 3x24 jam. Tahap ketiga yaitu uji stabilitas zat warna terhadap pH dengan dilakukan variasi pH dalam suasana asam (pH 4), netral (pH 7) dan basa (pH 10). Tahap keempat yaitu uji stabilitas zat warna terhadap suhu pemanasan yang dilakukan pada suhu 25oC, 30oC, 40oC, 50oC, 60oC, 70oC. Semua tahap diuji menggunakan spektrofotometer UV-Vis dilihat berdasarkan absorbansi tertinggi dari masing-masing pengujian. Berdasarkan dari hasil penelitian, kondisi optimum untuk mengekstraksi zat warna dari cabe merah adalah dengan menggunakan pelarut etil asetat, ekstraksi selama 10 menit pada pH 4 dan suhu 50oC.
PENINGKATAN KEPATUHAN PASIEN HIPERTENSI DENGAN PEMBERIAN INFORMASI OBAT
Keni Idacahyati
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36465/jkbth.v17i2.228
Penyakit Hipertensi merupakan faktor risiko utama dalam penyakit kardiovaskular dan merupakanmasalah kesehatan masyarakat yang serius di seluruh dunia. Prevalensi hipertensi di Indonesiamencapai 25,8 % pada tahun 2013. Rendahnya kepatuhan pasien terhadap pengobatan hipertensi dankurangnya pemahaman mengenai instruksi pengobatan merupakan permasalahan utama dalampengobatan hipertensi. Tujuan penelitian ini untuk melihat pengaruh pemberian informasi obat dengankepatuhan pengobatan dan Pengendalian tekanan darah. Penelitian ini menggunakan eksperimental predan post test pada 25 pasien prolanis hipertensi yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitianmenunjukkan terdapat penurunan tekanan darah sistolik maupun diastolik secara signifikan p= 0,00.Perubahan signifikan secara statistika p=0,002 pada pasien prolanis setelah pemberian informasi obat.Dari hasil penelitian memperlihatkan bahwa pemberian informasi obat efektif untuk memperbaikikepatuhan dan perubahan tekanan darah sitolik dan diastolik.
PENETAPAN KADAR DEKSAMETASON DAN DEKSKLORFENIRAMIN MALEAT SECARA SIMULTAN PADA SEDIAAN SIRUP MENGGUNAKAN METODE KCKT
Anne Yuliantini
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36465/jkbth.v17i2.266
Salah satu sirup yang mengandung lebih dari satu macam zat aktif adalah sirup campuran deksametason dan deksklorfeniramin maleat. Untuk menjamin kualitas sediaan obat, dilakukan pemeriksaan kadar zat aktif dalam sirup campuran deksametason dan deksklorfeniramin maleat. Tujuan penelitian ini adalahh mendapatkan metode alternatif dalam menentukan kadar deksametason dan deksklorfeniramin maleat secara simultan pada sediaan sirup yang beredar dipasaran dengan metode KCKT yang telah dikembangkan. Analisis dilakukan dengan metode KCKT fase balik dengan kolom C18, fase gerak air-asetonitril (65:35,V/V), laju alir 1,0 mL/menit dan panjang gelombang pengamatan adalah 241 nm. Hasil validasi metode diperoleh nilai batas deteksi, batas kuantisasi, koefisien korelasi, persen perolehan kembali dan nilai RSD yang baik. Dari hasil pengukuran sampel, didapatkan bahwa sampel 1 dan 2 mengandung sebesar 103,383% dan 102,626% (deksametason) dan 102,454% dan 99,349% (deksklorfeniramin maleat) sesuai dengan persyaratan kadar yang terdapat dalam FI V (90,0%-110,0%). Metode KCKT dapat digunakan untuk menentukan kadar dalam sediaan sirup deksametason dan deksklorfeniramin maleat secara simultan.
PERBEDAAN PIJAT OKSITOSIN DAN SENAM NIFAS TERHADAP INVOLUSI UTERUS PADA IBU NIFAS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CIBEUREUM KOTA TASIKMALAYA 2017
Rymma Aziz
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36465/jkbth.v17i2.257
Angka kematian ibu melahirkan disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya karena perdarahan. Penyebab perdarahan pada masa nifas adalah terjadi karena kegagalan involusi uterus yang dapat menyebabkan subinvolusi. Upaya pencegahan perdarahan post partum dapat dilakukan semenjak persalinan kala 3 dan 4 dengan pemberian suntik oksitosin. Hormon oksitosin ini sangat berperan dalam proses involusi uterus. Upaya untuk mempercepat proses involusi uterus adalah dengan dilakukan pijat oksitosin dan senam nifas. Berdasarkan studi pendahuluan didapatkan di Wilayah Puskesmas Cibeureum pada bulan September 2016 ibu nifas adalah sebanyak 142 orang yang mendapatkan layanan kesehatan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perbedaan pijat oksitosin dan senam nifas terhadap involusi uterus pada ibu nifas. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan jenis penelitian eksperimen rancangan control time series desaign. Populasi dari penelitian ini adalah semua ibu nifas normal yang ada di wilayah Puskesmas Cibeureum Kota Tasikmalaya pada periode Januari-Maret 2017 sebanyak 36 ibu nifas, teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling yaitu kepada ibu nifas yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata involusi uterus pada ibu nifas yang dilakukan pijat oksitosin selama 7 hari adalah 4 jari di bawah pusat. Rata-rata involusi uterus pada ibu nifas yang dilakukan senam nifas selama 7 hari adalah 5 jari dibawah pusat. Hasil uji statistik diperoleh nilai signifikan sebesar 0,001 < 0,05, H0 ditolak artinya terdapat perbedaan perubahan involusi uterus pada ibu post partum di Wilayah Kerja Puskesmas Cibeureum Kota Tasikmalaya antara yang menggunakan pijat oksitosin dengan senam nifas. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa senam nifas lebih efektif dalam mempercepat involusi uterus dibandingkan dengan pijat oksitosin.
UJI EFEKTIFITAS ZAT ANTIBAKTERI EKSTRAK PELEPAH DAN BATANG PISANG AMBON ( Musa paradisiaca Var. Sapientum ) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus SECARA IN-VITRO
Awang Kustiawan
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36465/jkbth.v17i2.280
Resistensi bakteri terhadap antibiotik merupakan masalah yang sedang dihadapi baik di negara berkembang maupun negara maju. Oleh karena itu dibutuhkan upaya untuk mengurangi masalah tersebut salah satunya dengan penemuan obat baru yang berasal dari bahan alam, salah satunya adalah tanaman pisang ambon (Musa paradisiaca Var Sapientum). Penelitian ini bertujuan unutuk menganalisis pengaruh Ekstrak Pelepah dan Batang Pisang Ambon ( Musa paradisiaca Var. Sapientum ) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus secara in-vitro, menganalisis pengaruh perbedaan konsentrasi Ekstrak Pelepah dan Batang Pisang Ambon ( Musa paradisiaca Var. Sapientum ) terhadap pertumbuhan bakteri S. aureus secara in-vitro, menentukan jumlah konsentrasi minimal (MIC) Ekstrak Pelepah dan Batang Pisang Ambon ( Musa paradisiaca Var. Sapientum ) terhadap pertumbuhan bakteri S. aureus secara in-vitro. Metode yang digunakan dalam penelitian in adalah metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 5 perlakuan ekstrak batang dan pelepah pisang ambon (0%, 5%, 10%, 15%, 20%) dengan menggunakan pelarut etanol 96% masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali ulangan. Sampel penelitan adalah koloni S.aureus dengan kriteria tertentu. Ekstraksi yang digunakan dengan menggunakan metode maserasi.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN MENGENAI PERAWATAN IBU POSTPARTUM DENGAN SEKSIO SESARIA TERHADAP KEMAMPUAN MERAWAT DIRI DI RSUD Dr. SOEKARDJO KOTA TASIKMALAYA
Etty Komariah
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36465/jkbth.v17i2.271
Perawatan postpartum dilakukan baik pada ibu postpartum dengan persalinan normal maupun dengan seksio sesaria.. Kegiatan intervensi perawatan postpartum bersifat edukatif karena individu sesungguhnya dapat melakukan perawatan mandiri atau merawat dirinya sendiri. Oleh karena itu pendidikan kesehatan pada ibu postpartum diperlukan untuk membantu ibu beradaptasi dalam masa postpartum. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi pengaruh pendidikan kesehatan mengenai perawatan ibu postpartum dengan seksio sesaria terhadap kemampuan merawat diri. Desain penelitian menggunakan quasy experiment dengan One Group Pretest-Posttest. Hipotesis yang dibuktikan dalam penelitian ini adalah kemampuan (pengetahuan, sikap dan perilaku) merawat diri sesudah diberi pendidikan kesehatan. Sampel penelitian purposive sample sejumlah 24 ibu postpartum dengan seksio sesaria. Hasil penelitian menunjukkan pendidikan kesehatan mengenai perawatan postpartum meningkatkan kemampuan ibu postpartum dengan SC dengan ketiga ranahnya secara bermakna dengan p-value 0,000 (alpha 5%). Saran bagi pelayanan di rumah sakit pendidikan kesehatan mengenai perawatan ibu post partum dengan SC terus digunakan untuk membantu ibu-ibu postpartum dengan SC meningkatkan kemampuan merawat diri.
PENGARUH NESTING TERHADAP PERUBAHAN FISIOLOGIS DAN PERILAKU BAYI PREMATUR DI PERINATOLOGI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TASIKMALAYA
Dini Zen
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36465/jkbth.v17i2.262
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh nesting terhadap perubahan fisiologis (frekuensi napas, frekuensi nadi, saturasi oksigen) dan perilaku bayi prematur. Rancangan penelitian ini adalah menggunakan quai eksperimental dengan desaign self-controlled study. Sampel penelitian sebanyak 25 bayi premtur yang dirawat di Pernatologi Rumah Sakit Umum Daerah Tasikmalaya dan dipilih denga teknik purposive sampling. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan paired t-test dan wilcoxon test. Hasil analisis menunjukan ada pengaruh yang signifikan dari penggunaan nesting terhadap perilaku bayi prematur (p= 0,001) dan terhadap peningkatan saturasi oksigen bayi prematur (p= 0,000), namun tidak signifikan terhadap penurunan frekwensi napas (p=0,112) dan penurunan frekwensi nadi (p=0,601).Penggunaan nesting sebagai bentuk developmental care dapat memfasilitasi pencapaian istirahat yang lebih baik (yang ditandai dengan keteraturan fungsi fisiologis dan pencapaian perilaku tidur tenang), sehingga perlu diimplementasikan dalam perawatan bayi prematur di ruang perinatologi.