cover
Contact Name
Mida Hamidah
Contact Email
jkbth2mida@gmail.com
Phone
+62265-334740
Journal Mail Official
lppm_jkbth@universitas-bth.ac.id
Editorial Address
Universitas Bakti Tunas Husada Jl. Mashudi No. 20 Kota Tasikmalaya
Location
Kab. tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada
ISSN : 1979004X     EISSN : 26214660     DOI : 10.36465
Core Subject : Health, Science,
Journal scope includes: Pharmacy Health Analyst Nursing Medicine (general or dental) Nutrition and other fields relevant to health science
Articles 17 Documents
Search results for , issue "vol 19 no 1 (2019)" : 17 Documents clear
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA LEMAK YANG TERDAPAT PADA AYAM GORENG CEPAT SAJI YANG BEREDAR DI KOTA TASIKMALAYA Edi Hernawan
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 19 No 1 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v19i1.444

Abstract

Makanan merupakan kebutuhan pokok manusia agar dapat melangsungkan hidup. Perubahan jaman mendorong manusia bersikap lebih praktis tidak terkecuali urusan makanan sehingga saat ini menjamur fastfood di seluruh penjuru negeri. Fastfood umumnya merupakan produk impor yang berasal dari negara lain sehingga kehalalan produknya masih harus diuji. Oleh karena itu, tidak jarang isu kehalalan suatu produk muncul di negara Indonesia sebagai negara yang mayoritas penduduknya muslim. Salah satu masalah yang krusial adalah pada produk makanan terutama fastfood yang banyak digemari. Isu yang muncul adalah adanya kandungan lemak babi pada fastfood ayam goreng yang beredar di Indonesia tidak terkecuali di Tasikmalaya. Oleh karena itu, perlu dilakukan sebuah analasis untuk menguji kebenarannya sehingga masyarakat tidak ragu lagi untuk mengonsumsi fastfood yang banyak dijual. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menganalisis kandungan lemak babi pada makanan adalah metode Gas Chromatography Mass Spectrometry (GC-MS). Metode ini merupakan gabungan metode gas kromatografi dengan metode massa spektrometri dimana hasil akhir dari analisis ini berupa spectrum massa dari masing-masing sampel yang diteliti akan dibandingkan dengan library WILLEY147 & NIST47 yang terdapat pada software GCMS postrun analysis (Janusz, Czarniecki., 1998). Hasil dari penelitian ini adalah adanya perbedaan karektiristik fisikokimia lemak yang terkandung pada ayam goreng cepat saji yang beredar di Kota Tasikmalaya dengan lemak babi sehingga dapat diaktakan bahwa ayam goreng fastfood yang beredar di Kota Tasikmalaya tidak mengandung lemak babi. Kata Kunci : Ayam Goreng Fastfood, GC-MS, Lemak Babi
ANALISIS PENGARUH VARIASI JUMLAH ECENG GONDOK DAN VARIASI JUMLAH VOLUME AIR LIMBAH TERHADAP KUALITAS LIMBAH CAIR INDUSTRI BATIK CIGEUREUNG KECAMATAN CIPEDES KOTA TASIKMALAYA Endang Surahman
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 19 No 1 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v19i1.445

Abstract

Indonesia terkenal dengan batiknya, jenis batik yang dimiliki Indonesia sangat banyak, Tasikmalaya sebagai salah satu daerah yang memiliki batik dengan ciri khasnya sendiri yang berbeda dengan daerah lainnya, di samping menjadi komoditas dengan adanya perusahaan batik terdapat pula dampak negatifnya karena proses pembuatan batik tidak akan terlepas dan terhindar dari proses pewarnaan, sehingga mengakibatkan banyaknya bahan pencemar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) pengaruh variasi jumlah eceng gondok (gr) yang ditanam pada limbah cair batik yang volumenya sama terhadap kualitas limbah cair industri batik; dan 2) pengaruh jumlah eceng gondok (gr) yang sama yang ditanam pada variasi jumlah volume limbah cair batik terhadap kualitas limbah cair industri batik. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif, penelitian dilakukan di Laboratorium Botani Jurusan Pendidikan Biologi FKIP Unsil selama empat bulan. Sampel  yang digunakan dalam penelitian ini adalah limbah cair batik dari wilayah Cigeureung Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya, dengan instrument yang digunakan adalah pedoman observasi, yang dianalisis di PT Sucofindo (Persero) yang beralamat di Jln. Soekarno Hatta No. 217 Bandung 40233.Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa semua parameter yang diamati yaitu total suspended solid, BOD, COD, amonium, dan minyak dan lemak yang terkandung dalam limbah cair batik di Cigeureung kecamatan Cipedes kota Tasikmalaya setelah diberi perlakuan 1) variasi jumlah eceng gondok (gr) yang ditanam pada limbah cair batik yang volumenya sama; 2) jumlah eceng gondok yang sama yang ditanam pada variasi jumlah volume limbah cair batik, secara keseluruhan mengalami penurunan walaupun secara khusus ada yang meningkat.Kata kunci: eceng gondok, limbah cair batik, total suspended solid, BOD, COD, ammonium, dan minyak dan lemak
PERILAKU KELUARGA DALAM MERAWAT BALITA DENGAN ISPA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PADAAWAS KECAMATAN PASIRWANGI KABUPATEN GARUT Hendrawati Hendrawati
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 19 No 1 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v19i1.446

Abstract

Di Jawa Barat menurut hasil survey pola penyakit penyebab kematian pada golongan umur 0-1 th yangdirawat di Rumah Sakit di Provinsi Jawa Barat pada tahun 2000, ditemukan ISPA merupakan penyebabkematian ke dua dengan persentase 10,79 % setelah aspiksia (Depkes Jawa Barat, 2014). Sedangkan di Kabupaten Garut angka kematian balita,pada tahun 2014 meningkat yaitu 17 kasus, dengan penyebabnya ISPA sebanyak 29,4% (profil kesehatan Garut ,2014). Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran mengenai perilaku keluarga dalam merawat Balita dengan ISPA di wilayah kerja Puskesmas Padaawas Kabupaten Garut. Metode penelitian yang digunakan  adalah penelitian deskriptif  yang bertujuan untuk menggambarkan secara sistematik dan akurat fakta dan karakteristik mengenai populasi atau mengenai bidang tertentu (Azwar, 2002). Dalam pengumpulan data menggunakan angket tertutup yaitu angket dengan pertanyaan yang telah disediakan jawabannya dan responden hanya akan diminta memilih jawaban yang sesuai dengan pengetahuan dan pendapat responden (Arikunto, 1998). Dalam penelitian ini penulis ingin mendapatkan gambaran prilaku keluarga dalam merawat balita dengan ISPA di Wilayah Kerja Puskesmas Padaawas Kabupaten Garut. Populasi dalam penelitian ini adalah keluarga yang memiliki balita yang pernah menderita ISPA dalam 3 bulan terakhir yang berada di Desa Gadog yang merupakan Wilayah kerja Puskesmas   Padaawas Kabupaten Garut pada tahun 2014 dengan jumlah 612 keluarga. Sedangkan sampelnya 86 keluarga  yaitu  ayah, ibu, nenek, kakek dan anggota keluarga yang lain yang pernah memiliki balita yang menderita ISPA yang berada di desa Gadog. Hasil penelitian  prilaku keluarga dalam mencegah ISPA pada aspek pemenuhan gizi balita sebagian dari responden tidak baik (53,30%). Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai hal diantaranya kurangnya suplai bahan makanan , tingkat ekonomi masyarakat yang rendah sehingga daya belinya rendah, serta kurangnya pengetahuan keluarga tentang makanan yang bergizi dan cara penyajiannya. Sedangkan  prilaku keluarga dalam mencegah ISPA pada aspek mencegah balita tertular ISPA diperoleh hasil bahwa sebagian besar dari responden (79,1%) perilakunya tidak baik. Hal ini dapat disebabkan karena kurangnya pengetahuan anggota keluarga mengenai cara pencegahan penularan ISPA, dan  kebanyakan responden memiliki tingkat pendidikan yang rendah yakni sebanyak 40,70% dari responden berpendidikan setingkat SD. Kata kunci          : Perilaku keluarga, perawatan balita, Ispa
PELAKSANAAN PERAWATAN PAYUDARA PADA IBU NIFAS OLEH PERAWAT DIRUANG JADE RUMAH SAKIT UMUM dr SLAMET GARUT TAHUN 2016 Lilis Mamuroh
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 19 No 1 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v19i1.447

Abstract

Pemantauan yang perlu dilakukan pada wanita post partum diantaranya mengidentifikasi apakah terjadi perdarahan, mengkaji involusi uterus dan laktasi. Pelaksanaan pemantauan pada post partum di ruang jade RSU dr Slamet Garut sudah dilakukan  hanya belum semua perawat melaksanakan perawatan payudara berdasarkan data dari 15 perawat 2 perawat yang melakukan perawatan payudara. UNICEP mengatakan sebanyak 30 ribu kematian bayi dan 10 juta kematian balita didunia tiap tahunnya bisa dicegah dengan melalui pemberian ASI Ekslusif selama enam bulan, tanpa harus memberikan makannan dan minuman tambahan kepada bayi sehingga perawatan payudara sangat penting dalam meningkatkan produksi ais susu ibu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan perawatan payudara oleh perawat pada bu nifas di ruang jade RSU dr Slamet Garut pada tahun 2016. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriftif Kuantitatif. Dan populasi seluruh perawat ruang jade berjumlah 15 orang sampel yang diambil total sampling. Tehnik pengumpulan data menggunakan angket dan observasi. Hasil dari penelitian sebagian responden yang melakukan perawatan payudara yaitu 2 0rang (13,3%) dari jumlah seluruh responden yang ada diruang jade RSU dr Slamet Garut yang berjumlah 15 0rang. Hasil tersebut menggambarkan bahwa tidak semua responden melakukan tindakan perawatan payudara pada ibu nifas. Untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan pihak rumah sakit untuk lebih mensosialisasikan SOP  kepada perawat khususnya SOP perawatan payudara sehingga dengan SOP tersebut perawat bisa melaksanakan perawatan dengan baik yang pada akhirnya pengeluaran ASI tidak ada permasalahan Kata kunci     : Pelaksanaan, Perawatan Payudara ,Ibu Nifas, Perawat
RIWAYAT PIJAT BAYI, ASUPAN MAKANAN DAN STATUS GIZI ANAK USIA 6-12 DI KOTA SALATIGA Dary Dary
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 19 No 1 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v19i1.448

Abstract

Status gizi merupakan kondisi keseimbangan dari tubuh yang diperoleh dari kebutuhan zat gizi maupun asupan demi menunjang proses dari tumbuh kembang anak. Status dari gizi anak yang baik sangat penting karena akan berperan dalam proses perkembangan maupun pertumbuhan anak yang optimal serta mencegah terjadinya penyakit pada anak. Untuk meningkatkan status gizi anak dibutuhkan asupan makanan yang seimbang. Karena dengan asupan makanan yang baik dan seimbang maka akan berkontribusi terhadap kesehatan anak. Selain pemberian asupan makanan, diperlukan juga stimulasi salah satunya yaitu pijat bayi untuk peningkatan status pada gizi anak. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan hubungan antara riwayat pijat bayi, asupan makanan dan status gizi anak usia 6-12 bulan di Kota Salatiga. Metode penelitian yang di gunakan adalah metode kuantitatif korelasi dengan teknik pengumpulan data wawancara, kuisoner Food Recall 24 jam, dan menghitung Indeks Masa Tubuh anak. Analisis statistik yang digunakan dalam penelitian adalah analisis koefisien korelasi rank spearman. Populasi dalam penelitian ini adalah Ibu dan anaknya yang berusia 6-12 bulan di Kota Salatiga. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai dengan bulan Mei tahun 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat pijat bayi terhadap status gizi anak sedangkan pada riwayat pijat bayi maupun asupan makanan tidak berpengaruh terhadap status gizi anak. Hal ini dipengaruhi dari beberapa faktor yaitu, nafsu makan anak, pantangan makan, kesukaan, rasa lapar, rasa kenyang, emosi serta tipe kepribadian dari anak tersebut. Kemudian, faktor lain yang memengaruhi status gizi anak yaitu konsumsi makanan yang tidak mencukupi kebutuhan anak tersebut. Kata Kunci: Asupan makanan, Riwayat Pijat bayi, Status gizi.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN AROMATERAPI LAVENDER UNTUK MENURUNKAN KECEMASAN IBU HAMIL TRIMESTER III DALAM PERSIAPAN MENGHADAPI PERSALINAN DI BIDAN PRAKTEK MANDIRI NURUSSYIFA KECAMATAN BUNISEURI CIAMIS Nova Winda Setiati
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 19 No 1 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v19i1.449

Abstract

Berdasarkan informasi dari pihak Bidan Praktek Mandiri Nurussyifa Kecamatan Buniseuri Ciamis, diketahui bahwa dari 10 orang ibu hamil trimester III dalam persiapan menghadapi persalinan sebanyak 8 orang merasakan kecemasan dalam persiapan menghadapi persalinan. Hal ini menandakan bahwa masih banyaknya ibu hamil trimester III dalam persiapan menghadapi persalinan yang mengalami kecemasan. Salah satu cara yang dianggap efektif dalam menurunkan kecemasan adalah dengan aromaterapi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pemberian aromaterapi untuk menurunkan kecemasan ibu hamil trimester III dalam persiapan menghadapi persalinan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Rancangan penelitian eksperimen menggunakan model quasi experiment dengan bentuk two-group pretest-posttest design.Subjek pada penelitian ini adalah seluruh ibu hamil trimester IIIdi Bidan Praktek Mandiri Nurussyifa Kecamatan Buniseuri Ciamis yang memenuhi kriteria inklusi dan bersedia ikut serta dalam penelitian dengan menandatangani lembar persetujuan. Pemilihan subjek penelitian dilakukan dengan cara purposive random sampling yaitu dengan mengambil setiap subjek penelitian yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sesuai kedatangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian aromaterapi dapat menurunkan kecemasan ibu hamil trimester III dalam persiapan menghadapi persalinan terbukti bahwa hasil uji diperoleh nilai sebesar3,494dengan signifikansi sebesar 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa nilai ρ­< 0,05 yang berarti pemberian aromaterapi dapat menurunkan kecemasan ibu hamil trimester III dalam persiapan menghadapi persalinan. Hasil uji statistik diperoleh nilai efektivitas sebesar 1,52. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian aromaterapi lavender lebih efektif daripada yang tidak diberikan aromaterapi dalam menurunkan kecemasan ibu hamil trimester III dalam persiapan menghadapi persalinan. Kata Kunci  : Efektifitas, Aromaterapi, Kecemasan, Ibu Hamil TM III, Persiapan Persalinan
PENGARUH PEMBERIAN AIR SUSU IBU (ASI) EKSLUSIF TERHADAP KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA) PADA BAYI USIA 6-12 BULAN DI RAB RSU dr. SOEKARJDO KOTA TASIKMALAYA Soni Hersoni
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 19 No 1 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v19i1.450

Abstract

Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) adalah suatu penyakit yang banyak dialami anak-anak    dan menjadi penyebab kematian yang paling umum di negara berkembang. WHO (2003) memperkirakan  sekitar 4 juta dari 15 juta anak berusia di bawah 5 tahun mengalami kematian karena ISPA setiap tahunnya dan sebanyak dua pertiga dari kematian tersebut terjadi pada bayi. Sebanyak 40% - 60% dari angka kunjungan di Puskesmas adalah penyakit ISPA. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberiaAASI eksklusif terhadap kejadian ISPA pada bayi usia 6-12 bulan di RAB RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya Tahun 2015. Jenis penelitian ini adalah cross sectional. Untuk melihat kekuatan hubungan pemberian ASI ekslusif (independen) terhadap kejadian ISPA.   Populasi    pada   penelitian ini adalah  bayi yang berumur 6 sampai dengan 12 bulan yang berada di RAB RSU Kota    Tasikmalaya  pengambilan sampel dilakukan dengan teknik  accidental sampling   dengan proporsi antara kasus dengan control adalah 1:1 dan dianalisis dengan menggunakan analisa univariat, bivariat dan uji regresi logistic. Hasil penelitian didapatkan bahwa dari 62 bayi yang mengalami ISPA terdapat 55(82,1 %) bayi usia 6-12 bulan yang tidak ada pemberian ASI ekslusif  dan 7 (12,3 %) bayi usia 6-12 bulan ada pemberian ASI ekslusif . Hasil uji statistik yang diperoleh nilai p < 0,05 artinya ada pengaruh yang bermakna antara pemberian ASI Ekslusif  dengan kejadian obesitas. Nilai OR 32,738. (95% CI : 11,951-89,684) artinya bayi usia 6-12 bulan yang tidak diberikan ASI Ekslusif risikonya 32,738 kali lebih besar akan mengalami Kejadian ISPA dibandingkan kelompok Tidak ISPA.Dari 9  extraneous determinan yang dianalisis, ternyata hanya 4 variable yang memiliki      kemaknaan statistic,      yang memiliki nilai P< 0,05 yaitu (1) pendidikan ibu (2) Status ekonomi (3) status gizi,(4) ventilasi rumah. Sebagai tindakan pencegahan, diharapkan masyarakat bisa bekerja samamenciptakan lingkungan dan perilaku hidup sehat (tidak merokok di dalam ruangan, pemberian ASI Eksklusif pada balita, kebiasaan membuka jendela pada pagi dan siang hari, dan menjaga jarak dengan balita apabila menderita ISP baik dalam keluarga maupun kehidupan bermasyarakat). Kata Kunci : ISPA, ASI ekslusif, bayi
TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE-OPERASI DI RSUD dr.SOEKARDJO KOTA TASIKMALAYA Wawan Rismawan
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 19 No 1 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v19i1.451

Abstract

Pendahuluan : Salah satu efek seperti kecemasan sering muncul pada pasien yang menjalani operasi. Pembedahan merupakan suatu penanganan medis secara invasive yang dilakukan untuk mendiagnosa atau mengobati penyakit, injuri, atau deformitas tubuh. Prevalensi gangguan mental emosional di Indonesia seperti gangguan kecemasan sebesar 11,6%. Tujuan : penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kecemasan pada pasien pre-operasi di RSU Dr.Soekardjo Kota Tasikmalaya. Metode: Rancangan penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang akan menjalani operasi di RSU Dr.Soekardjo Kota Tasikmalaya sebanyak 261 orang. Sample dalam penelitian ini menggunakan purvosive sampling dengan jumlah sample 42 orang. Hasil: Menunjukan bahwa responden dengan tingkat kecemasan ringan yaitu sebanyak 9 orang (21.4%) tingkat kecemasan sedang yaitu sebanyak 21 orang (50.0%) tingkat kecemasan berat yaitu sebanyak 12 orang 12 (28.6%) dan 42 resnden (100%) tidak ada penerapan hipnoterapi pada pasien pre-operasi. Kecemasan sering digambarkan sebagai perasaan yang tidak pasti,ragu-ragu, tidak berdaya, gelisah, kekhawatiran, tidak tentram yang sering disertai keluhan fisik (Azizah dkk, 2016:135). Simpulan: bahwa pasien pre-operasi mengalami tingkat kecemasan sedang dan tidak ada penerapan hipnoterapi. Disarankan untuk peneliti selanjutnya dapat membuat penelitian analitik terkait topik kecemasan dan hipnoterapi. Kata Kunci                          : Kecemasan, Pre Operatif, Cemas tingkat sedang
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK ETANOL DAUN KAPULAGA (Amomum compactum Soland ex. Maton) TERHADAP JAMUR Microsporum gypseum SECARA INVITRO Khusnul Khusnul
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 19 No 1 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v19i1.452

Abstract

Indonesia merupakan negara yang beriklim tropis memiliki kelembaban tinggi dengan relatif rata-rata 80% yang cocok bagi mikroorganisme seperti jamur. Jamur Microsporum gypseum (M.gypseum) merupakan jamur yang umum menginfeksi kulit dan rambut. Salah satu pencegahan penyakit ini dengan pemberian obat tradisional yaitu daun kapulaga (Amomum compactum Soland ex. Maton). Daun Kapulaga merupakan tanaman obat yang banyak mengandung senyawa kimia (Saponin, flavonoid, dan tannin) yang berfungsi untuk merusak membran sel jamur dengan mendenaturasi protein yang menyebabkan gangguan pada jamur. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui uji daya hambat ekstrak etanol daun kapulaga (Ammomum compactum) terhadap pertumbuhan jamur M.gypseum.  Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen terhadap  jamur  M. gypseum  dengan menggunakan metode difusi (Kirby Bauer). Konsentrasi ekstrak etanol daun kapulaga yaitu 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%, 70%, 80%, 90%, 100%. Kontrol positif yang digunakan adalah ketokonazol 2%. Hasil daya hambat dianalisis menggunakan one way anova dengan taraf kepercayaan 95%, serta diuji lanjut menggunakan uji duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun kapulaga (Amomum compactum Soland ex Maton ) memiliki efektifitas daya hambat terhadap pertumbuhan jamur M.gypseum.  Hasil analisis statistika menunjukkan bahwa diameter zona hambat jamur  M. gypseum  untuk setiap konsentrasi ekstrak kapulaga menunjukkan perbedaan yang sangat nyata terhadap semua konsentrasi ekstrak, terkecuali konsentrasi 30 % dan 40% memiliki kemampuan yang sama. Hal ini berarti sebagian besar konsentrasi ekstrak tersebut telah menunjukkan efek yang berbeda dalam menghambat pertumbuhan M. gypseum. Efek antifungi yang paling baik terlihat pada konsentrasi ekstrak 100% dengan kemampuan daya hambat sebesar 64 mm dengan kategori hambatan sangat kuat sedangkan konsentrasi terkecil yang masih dapat menghambat pertumbuhan  terdapat pada konsentrasi ekstrak 10 % dengan kemampuan daya hambat sebesar 10 mm dengan kategori hambatan kuat. Kata kunci: Amomum compactum , Efektivitas (daya hambat), Microsporum gypseum
PERAN POSYANDU DALAM PEMBERIAN PROMOSI KESEHATAN DENGAN KECUKUPAN GIZI PADA BALITA DI KECAMATAN TOBELO HALMAHERA UTARA Treesia Sujana
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 19 No 1 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v19i1.453

Abstract

Status gizi merupakan keadaan keseimbangan antara asupan dan kebutuhan zat gizi yang diperlukan tubuh untuk tumbuh kembang terutama untuk balita. Prevalensi gizi buruk di Provinsi Maluku Utara pada tahun 2009 masih tinggi yaitu 22,8 % untuk itu dibutuhkan peran Posyandu untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan di Desa. Salah satu program Posyandu yang perlu dilaksanakan adalah promosi kesehatan guna mencegah terjadinya gizi buruk dan meningkatkan derajat kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran posyandu dalam pemberian promosi kesehatan terkait kecukupan nutrisi pada balita. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan tipe survei korelasional. Responden  dalam penelitian ini adalah ibu/orang tua yang ditentukan menggunakan purposive sampling. Teknik pengambilan data menggunakan observasi dan pengisian kuesioner. Metode pengolahan data yang digunakan adalah editing, coding dan entry data. Analisa data yang digunakan yaitu analisis univariat untuk karakteristik responden dan analisis bivariat dengan uji korelasional. Hasil penelitian didapatkan tiga tema yaitu (1) promosi kesehatan, (2) status kecukupan gizi balita dan (3) hubungan promosi kesehatan dengan kecukupan gizi pada balita. Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya hubungan antara promosi kesehatan dengan kecukupan gizi pada balita berdasarkan hasil uji chi square sebesar 0,002. Promosi kesehatan yang berupa pemberdayaan dengan presentasi 71%, bina suasana 72%, advokasi 83%, dan komunikasi 82% semua ini menunjukkan bahwa ibu berespon baik terhadap promosi yang dilakukan oleh tenaga kesehatan sehingga terdapat hubungan dengan sikap ibu dalam perbaikan status gizi pada balita yang memiliki persentasi sebesar 80%. Kata Kunci : Balita, Kecukupan Gizi, Peran Posyandu

Page 1 of 2 | Total Record : 17