cover
Contact Name
Hikmatun Ni'mah
Contact Email
hikmatun_n@chem-eng.its.ac.id
Phone
+62315946240
Journal Mail Official
jfache.its2020@gmail.com
Editorial Address
Gedung Teknik Kimia, lt. 2 Ruang Sekretariat Teknik Kimia Jalan Teknik Kimia Kampus ITS Sukolilo Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Fundamentals and Applications of Chemical Engineering
ISSN : -     EISSN : 2964710X     DOI : http://dx.doi.org/10.12962/j2964710X.v4i2
Journal of Fundamentals and Applications of Chemical Engineering (JFAChE) (eISSN: 2964-710X) is managed by Department of Chemical Engineering, Faculty of Industrial Technology and Systems Engineering, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya. JFAChE is an international research journal which invites contributions of original and novel fundamental researches. The journal aims to capture new developments and initiatives in chemical engineering related and specialized areas. Papers which describe novel theory and its application to practice are welcome, as well as for those which illustrate the transfer of techniques from other disciplines. Featuring research articles and reviews, the journal covers all aspects related to chemical engineering, including chemical reaction engineering, environmental chemical engineering, and materials synthesis and processing. Published annually in August and December. It is open to all scientists, researchers, education practitioners, and other scholars, providing an opportunity for technology transfer and collaboration.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2022)" : 5 Documents clear
Biodelignification on Sengon (Paraserianthes falcataria) and Pine (Pinus merkusii) Using White-Rot Fungus Phanerochaete chrysosporium for the Development of Pulp and Paper Industries in Indonesia Arief Widjaja; Dwina Moentamaria; Hanny F. Sangian
Journal of Fundamentals and Applications of Chemical Engineering Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Journal of Fundamentals and Applications of Chemical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2964710X.v3i1.13043

Abstract

Indonesia with its huge area of tropical forest is one of the biggest wood producing countries, thereby potential to become a big pulp and paper producing country. However, the present pulping/bleaching process uses chlorine that is very toxic to the environment. Biopulping process which reduce or eliminate the use of chlorine is therefore a very promising method. This research performs the biodelignification process using white-rot fungus Phanerochaete chrysosporium on Sengon (Paraserianthes falcataria) and Pine (Pinus merkusii) especially studies the effect of using different medium during incubation. Agar and okara were used for the base media in which the effect of important parameters such as mineral additive, buffering system and nitrogen content of the media were investigated. The highest degradation of lignin was 55% achieved on Sengon incubated for 30th days using buffered okara with nitrogen limited media. The research also shows that Sengon gives better results than Pine on the degree of its lignin degradation. The results also show that degradation of lignin always occurred together with the degradation of cellulose and hemmicellucose, although the degradation of the latter two materials is less than degradation of lignin. It was concluded from the experiment that more complete addition of nutrient with appropriate composition, appropriate adjustment of pH, water content, appropriate incubation time and temperature, would increase the degree of delignification and in the same time will decrease the degree of polisaccaride degradation.
Pra Desain Pabrik Hidrogen dari Tandan Kosong Kelapa Sawit dengan Metode Gasifikasi Uap Jericho Immanuel; Dewi Setiyaningsih; Fadlilatul Taufany; S. Susianto
Journal of Fundamentals and Applications of Chemical Engineering Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Journal of Fundamentals and Applications of Chemical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2964710X.v3i1.17512

Abstract

Energi merupakan aspek penting yang selalu dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Pandemi COVID-19 menurunkan penyediaan energi, terutama pada tahun 2020.  Di Indonesia, sektor pembangkit listrik merupakan penyumbang emisi GRK terbesar. Sehubungan dengan hal tersebut, Indonesia telah menentukan target untuk energi baru terbarukan (EBT) pada 2025-2050 sebesar 23-31% dengan mengurangi penggunaan minyak bumi, batu bara, dan gas bumi. Telah terjadi peningkatan dalam pemanfaatan EBT salah satunya adalah biomassa. Di Indonesia, pemanfaatan energi biomassa masih 5,1% dari potensi yang ada.  Biomassa tersedia secara melimpah perlu dikembangkan lebih jauh untuk menggantikan energi fosil yang terbatas dan mengurangi emisi CO2. Di Indonesia, sangat sedikit PLT Biomassa yang dikembangkan menggunakan hidrogen murni dengan emisi hampir nol. Hidrogen telah muncul sebagai bagian penting dari campuran energi bersih secara berkelanjutan. Jenis produk hidrogen yang terpilih dalam pabrik ini yaitu hidrogen biru. Pabrik akan didirikan pada 2024 dan mulai beroperasi pada 2027. Lokasi pembangunan pabrik ditetapkan akan didirikan di kawasan industri Dumai, Riau. Pemilihan lokasi pabrik berdasarkan ketersediaan bahan baku, lahan, listrik transportasi, dan sumber tenaga kerja. Bahan baku utama proses produksi adalah Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS). Pemanfaatan TKKS sebanyak 4940.71 ton/tahun. Selain menghasilkan hidrogen, terdapatproduk samping yaitu CO2 yang akan dimanfaatkan oleh perusahaan lain. Proses pembuatan hidrogen dibagi menjadi beberapa proses yaitu size reduction, drying, gasification, steam methane reforming, water gas shift, dan pressure swing adsorption. Hasil akhir gas hidrogen memiliki kemurnian 99%.  Untuk mengetahui kelayakan pabrik, dilakukan analisa ekonomi meliputi IRR, NPV,dan POT. Didapat IRR>WACC sebesar 18.61%, NPV>0 sebesar Rp.539,001,002,607,985. Modal pabrik akan kembali (POT) setelah 3 tahun. Dari analisa yang telah dilakukan, ditarik kesimpulan bahwa pabrik layak untuk didirikan.
Pra Desain Pabrik Selulosa Asetat dari Dissolving Pulp Nur Syofa Lira Dalimunthe; Lailatul Qadariyah; Mahfud Mahfud
Journal of Fundamentals and Applications of Chemical Engineering Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Journal of Fundamentals and Applications of Chemical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2964710X.v3i1.18881

Abstract

Selulosa asetat merupakan turunan dari selulosa. Karakteristik selulosa asetat sendiri berbentuk padatan putih, tak beracun, tak berasa dan tak berbau. Selulosa asetat dibuat dari bahan baku dissolving pulp melalui dua tahap proses utama, yaitu tahap perubahan selulosa menjadi selulosa triasetat di dalam reaktor asetilasi dan merubah selulosa triasetat menjadi selulosa diasetat di dalam reaktor hidrolisis. Pabrik ini direncanakan akan didirikan di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, dimana pertimbangan utama pemilihan lokasi ini adalah ketersediaan bahan baku, lahan, dan nilai UMK tenaga kerja. Pabrik direncanakan beroperasi secara kontinyu 24 jam selama 330 hari pertahun operasi dengan perencanaan apasitas produksi sebesar 56942.24 ton per tahun, jumlah tenaga kerja sebanyak 168 orang per hari dan kebutuhan bahan baku: 36748.01 ton/tahun.Pabrik ini direncanakan beroperasi pada tahun 2025. Modal diperoleh dengan perbandingan 60% modal sendiri dan 40% modal pinjaman. Pendirian pabrik selulosa asetat memerlukan biaya investasi modal kerja tetap (fixed capital) sebesar Rp.440,656,664,338.14, modal kerja (working capital) Rp77,762,940,765.55, investasi total Rp. 518,419,605,103.69, biaya produksi per tahun Rp3,511,729,478,099 dan hasil penjualan per tahun sebesar Rp6,601,666,700,041.43. Dari analisa ekonomi didapatkan Internal Rate of Return sesudah pajak sebesar 19.6%, POT sesudah pajak 3,3 tahun, dan nilai NPV adalah Rp6,933,371,159,281. Dari hasil uraian di atas, ditinjau dari segi teknis dan ekonomis, pabrik selulosa asetat ini layak didirikan.
Pra-Desain Pabrik Tepung Glukomanan Umbi Porang dengan Metode Batchwise Solvent Extraction Hakun Wirawasista Aparamarta; Fatimah Fa’uzul Rosyada; Daris Rafid Hirmanda Putra; Setiyo Gunawan
Journal of Fundamentals and Applications of Chemical Engineering Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Journal of Fundamentals and Applications of Chemical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2964710X.v3i1.18885

Abstract

Glukomanan merupakan polisakarida non pati larut air yang terdapat dalam tepung umbi porang. Glukomanan mempunyai kemampuan untuk menurunkan kadar kolesterol darah dan kadar gula darah, menurunkan berat badan, dan mempengaruhi aktivitas intestinal dan fungsi sistem imun. Pemanfaatan porang sebagai bahan pangan terkendala pada kandungan oksalat yang cukup tinggi sehingga diperlukan pengolahan terlebih dahulu agar bisa dikonsumsi. Terdapat dua tahapan utama dalam pembuatan tepung glukomanan umbi porang. Tahap pertama adalah pembuatan tepung porang dari umbi porang segar. Tahap kedua adalah pembuatan tepung glukomanan dari tepung porang melalui proses pemurnian. Proses pemurnian dilakukan dengan ekstraksi pelarut bertingkat menggunakan etanol foodgrade 40%, 60% dan 80% untuk menghilangkan impurities. Pabrik tepung glukomanan akan didirikan di Nganjuk, Jawa Timur, dengan estimasi waktu mulai produksi pada tahun 2026. Berdasarkan analisis ekonomi untuk kapasitas produksi 3.000 ton per tahun, dengan laju pengembalian modal (IRR) pabrik ini sebesar 38,33% pada tingkat suku bunga per tahun 7,59% dan laju inflasi sebesar 2,15% per tahun. Sedangkan untuk waktu pengembalian modal (POT) adalah 4 Tahun 10 Bulan dan titik impas (BEP) sebesar 23,42%.
Pra-Desain Pabrik Fraksinasi Lignoselulosa dengan Metode Steam Explosion Muhammad Abdurrokhim Al Hafiizh; W. Widiyastuti; Tantular Nurtono
Journal of Fundamentals and Applications of Chemical Engineering Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Journal of Fundamentals and Applications of Chemical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2964710X.v3i1.17323

Abstract

Lignoselulosa merupakan bahan organik alami yang paling banyak terdapat di bumi namun selama ini hanya fraksi selulosa yang dimanfaatkan secara komersial. Hal ini tentu menjadi tantangan sekaligus kesempatan baik bagi industri sabut kelapa di Indonesia untuk melakukan diversifikasi produk samping selain mengekspor produk mentahnya saja, namun juga berpotensi menghasilkan produk intermediate yang lebih bernilai ekonomi secara komersial melalui teknologi biorefinery. Tingginya kandungan lignoselulosa dalam sabut kelapa menunjukkan adanya potensi lain yang lebih efektif dan efisien apabila dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pemanfaatan lignoselulosa yang terkandung dalam sabut kelapa untuk menjadikannya sebagai high value-added products. Struktur kokoh dalam lignoselulosa yang secara alami melindungi partikel serat dari gangguan lingkungan, termasuk dapat menahan beban mekanis yang tinggi bahkan resisten terhadap degradasi kimia maupun enzimatis oleh mikroorganisme membuat pengembangan teknologi biorefinery menghadapi banyak tantangan. Karena itu disusunlah studi pra-desain pabrik fraksinasi lignoselulosa dari sabut kelapa dengan metode steam explosion yang dikombinasikan dengan alkali-acid delignification process. Proses ini mempermudah tahap isolasi komponen-komponen penyusun lignoselulosa (selulosa, hemiselulosa dan lignin) sehingga memungkinkan untuk dapat dimurnikan sebagai high value-added products dari turunan komoditas kelapa. Setelah preliminary techno-economic analysis dilakukan, diperkirakan kebutuhan investasi untuk membangun pabrik dengan kapasitas olah 33.000ton sabut kelapa/tahun adalah Rp 1,01 triliun dengan Laju Pengembalian Modal (IRR) sebesar 19%. Dengan potensi penerimaan hasil penjualan Rp 600-700 miliar/tahun, diperkirakan Durasi Pengembalian Modal (POT) dapat dicapai selama 8-9 tahun pada Break Even Point di angka 40%. Rancangan ini memerlukan waktu konstruksi lancar 3-5 tahun dengan umur rencana pabrik selama 20 tahun.

Page 1 of 1 | Total Record : 5