cover
Contact Name
Hikmatun Ni'mah
Contact Email
hikmatun_n@chem-eng.its.ac.id
Phone
+62315946240
Journal Mail Official
jfache.its2020@gmail.com
Editorial Address
Gedung Teknik Kimia, lt. 2 Ruang Sekretariat Teknik Kimia Jalan Teknik Kimia Kampus ITS Sukolilo Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Fundamentals and Applications of Chemical Engineering
ISSN : -     EISSN : 2964710X     DOI : http://dx.doi.org/10.12962/j2964710X.v4i2
Journal of Fundamentals and Applications of Chemical Engineering (JFAChE) (eISSN: 2964-710X) is managed by Department of Chemical Engineering, Faculty of Industrial Technology and Systems Engineering, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya. JFAChE is an international research journal which invites contributions of original and novel fundamental researches. The journal aims to capture new developments and initiatives in chemical engineering related and specialized areas. Papers which describe novel theory and its application to practice are welcome, as well as for those which illustrate the transfer of techniques from other disciplines. Featuring research articles and reviews, the journal covers all aspects related to chemical engineering, including chemical reaction engineering, environmental chemical engineering, and materials synthesis and processing. Published annually in August and December. It is open to all scientists, researchers, education practitioners, and other scholars, providing an opportunity for technology transfer and collaboration.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2022)" : 5 Documents clear
Copper Recovery of E-Waste Disposal (SIMCARD) by Using Electro-Generated Chlorine Prasetyo Chandra; M. Maktum Muharja Al Fajri; Sri Rachmania Juliastuti
Journal of Fundamentals and Applications of Chemical Engineering Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Journal of Fundamentals and Applications of Chemical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2964710X.v3i2.13029

Abstract

One method for dissolving Cu from e-waste is to use electro-leaching. The waste used is Simcard and NaCl as electrolytes. Simcard contains copper metal and several other valuable metals such as silver (Ag), gold (Au) and palladium (Pa). The electro-leaching process is carried out in an electrolytic cell reactor where chlorine gas will be produced from the electrolysis process, then chlorine gas will extract the copper contained in the Simcard. This research was conducted by varying the electrode potential (voltage)/electric current (amperes), salt concentration and time. From this research, Simcard contains copper (Cu) by 40.53% and can be separated by electro-leaching method in a stirred acrylic reactor with the best results under operating conditions; a temperature of 30⁰ C, a pressure of 1 atm, a concentration of 10% salt solution, a potential difference of 10 Volts, a leaching time of 60 minutes, and a stirring speed of 600 rpm resulted in a Simcard metal alloy yield of 98.59%.
Analisa Potensi Pendirian Pabrik Biopackaging dari Ampas Tebu dan Waste Virgin Paper dengan Proses Kraft Nisa’ul Afifah Aini; Sashi Agustina Agustina; Raden Darmawan
Journal of Fundamentals and Applications of Chemical Engineering Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Journal of Fundamentals and Applications of Chemical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2964710X.v3i2.19156

Abstract

Pabrik biopackaging dilakukan melalui proses kraft. Pabrik biopackaging ini diharapkan dapat menghasilkan packaging yang ramah lingkungan untuk mengurangi limbah yang tidak bisa dimanfaatkan kembali. Pabrik ini direncanakan dengan kapasitas sebesar 2.465 pcs/hari untuk tipe 1; 116.722 pcs/hari untuk tipe 2; 218.494 pcs/hari untuk tipe 3 dan 301.730 pcs/hari untuk tipe 4. Bahan baku utama biopackaging ini adalah bagasse dan waste virgin paper. Pendirian pabrik biopackaging ini direncanakan dibangun di Malang, Jawa Timur, dengan mempertimbangkan beberapa aspek antara lain ketersediaan bahan baku dan air yang melimpah, sumber energi listrik memadai, jumlah tenaga kerja pada usia kerja memenuhi, dan topologi daerah yang memadai. Proses kraft menggunakan NaOH dan Na2S dilakukan pada suhu 175oC dan tekanan 6,9 atm selama 12 menit. Konversi dalam menghilangkan lignin yang didapat adalah 50% dan untuk proses recovery unit dilakukan pengolahan black liquor yang berasal dari tahap washing pada proses pulping. Black liquor dipekatkan konsentrasinya dalam multi-effect evaporator dan konsentrator merupakan titik dimana black liquor dapat efektif terbakar dalam recovery boiler yang biasanya berupa 65% padatan atau lebih. Black liquor disemprotkan ke dalam bagian bawah recovery boiler untuk dibakar dengan oksigen sehingga Na2S terbentuk. Pada recovery unit ini, juga dilakukan pengolahan dalam lime kiln untuk mendapatkan kembali CaO dan pemisahan lignin. Sumber dana investasi berasal dari modal pinjaman 60% dan modal sendiri 40% dengan bunga 8,5% per tahun. Dari analisa ekonomi, didapatkan penaksiran modal/ Capital Expenditure (CAPEX) sebesar Rp663.725.166.768 dan biaya operasional/ Operational Expenditure (OPEX) sebesar Rp194.004.201.727. Hasil penjualan produk per tahun sebesar Rp693.476.068.366 dengan Internal Rate Return (IRR) 18,33%, waktu pengembalian produk 8,24 tahun dan Net Present Value (NPV) sebesar Rp922.110.902.337. Berdasarkan data analisa kelayakan di atas, maka disimpulkan bahwa pabrik ini layak untuk didirikan.
Fraksinasi Lignoselulosa dari Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) menjadi Lignin secara Steam explosion dengan Kapasitas 400 ton/tahun Mita Mellenia Wisnu Murti; Dian Asrini Samparia; Sri Rachmania Juliastuti; Orchidea Rachmaniah
Journal of Fundamentals and Applications of Chemical Engineering Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Journal of Fundamentals and Applications of Chemical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2964710X.v3i2.19157

Abstract

Tiga komponen utama lignoselulosa adalah selulosa, hemiselulosa dan lignin. Lignin adalah biopolimer paling umum kedua  setelah selulosa. Berdasarkan aplikasinya, lignin dibagi menjadi tiga kelompok: makromolekul, senyawa aromatik, dan bahan karbon. Proses produksi lignin terdiri dari tiga proses yaitu pre-treatment pertama untuk membersihkan dan menggiling bahan baku serta memecah serat TKKS. Prosesnya menggunakan pre-treatment ledakan uap pada suhu 200 °C dan tekanan 16 bar selama 10 menit. Selanjutnya fraksi kedua bertujuan untuk mengekstraksi kandungan hemiselulosa dan selulosa dari TKKS. Proses fraksinasi konsisten dengan ekstraksi air menggunakan air pada suhu 70 °C untuk melarutkan hemiselulosa, konsentrasi massa serat 0,05 g/g, suhu 100 °C, pH = 13, waktu delignin. Terdiri dari ekstraksi  alkali menggunakan. 30 menit. Kemudian dilanjutkan ke prosedur pemisahan untuk memisahkan selulosa cake  dan  black liquor. Ketiga, proses pengendapan mengikuti, mengendapkan kandungan lignin dalam cairan hitam yang terbentuk setelah proses ekstraksi alkali. Di sini, lignin mengendap menggunakan H2SO4 pada suhu 80°C, pH = 1,5 – 2,0, dan waktu kontak 10 menit. Pabrik  TKKS Lignin dibangun di Kawasan Industri Dumai Riau dengan kapasitas produksi 385,42 ton/tahun. Analisis perhitungan ekonomi menghasilkan IRR  22,45%, POT  5,56 tahun dan BEP  45,32%.
Pra Desain Pabrik Garam Industri Dengan Proses Multiple Effect Evaporator Dari Air Konsentrat Reverse Osmosis Amanda Novriza Aurellia; Valentinus Satrio Adhi Laksono; Annas Wiguno; Kuswandi Kuswandi
Journal of Fundamentals and Applications of Chemical Engineering Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Journal of Fundamentals and Applications of Chemical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2964710X.v3i2.18886

Abstract

Garam industri merupakan garam yang memiliki kandungan NaCl yang tinggi (> 96%). Produksi garam menjadi perhatian nasional dikarenakan kebutuhannya yang meningkat. Oleh karena itu, ketersediaan garam nasional harus diupayakan salah satunya dengan membangun pabrik garam dengan bahan baku brine. Hal ini akan mengurangi ketergantungan impor garam industri sekaligus memanfaatkan brackish water yang ketersediaannya melimpah di Indonesia. Garam industri ini diolah dari air konsentrat Reverse Osmosis dengan menggunakan metode multiple effect evaporator. Tahapan pertama yang dilakukan adalah tahap pre-treatment. Bahan baku yang berupa air konsentrat RO yang terlebih dahulu dicampurkan dengan flokulan Na2CO3, NaOH, dan BaCl2 pada Reaktor (R-110). Selanjutnya pada flokulator (M-120), campuran brine akan diberikan tambahan flokulan PAC untuk mengendapkan sludge yang kemudian akan dipisahkan pada Clarifier (H-130). Sedangkan larutan garam yang telah bebas dari impurities akan dipekatkan menggunakan evaporator I (V-210), evaporator II (V-220), dan evaporator III (V-230). Larutan garam selanjutnya dikristalkan dengan menggunakan crystallizer (X-240). Garam yang terbentuk selanjutnya dialirkan menuju Belt Conveyor (J-311) kemudian menuju Screw Conveyor (J-312) sebelum memasuki Rotary Dryer (B-320) untuk dilakukan proses pengeringan kristal garam. Garam yang terbawa oleh udara panas akan dialirkan menuju Cyclone (H-322) untuk dilakukan pemisahan antara udara dengan garam. Garam yang terpisah oleh udara bersih akan diumpankan secara bersamaan dengan produk bawah dari Rotary Dryer (B-320) menuju ke Horizontal Mill (C-324) untuk dihancurkan sehingga menghasilkan ukuran garam yang lebih kecil dan seragam. Padatan yang telah melewati proses size reduction akan masuk ke dalam Wire Mesh Screener (H-325) untuk dipisahkan garam berdasarkan ukuran yang sesuai yaitu 20-50 mesh. Garam yang ukurannya belum sesuai standar akan di recycle kembali ke crusher. Garam yang sesuai dengan spesifikasi akan dialirkan menuju ke Bucket Elevator (J-328) dan Belt Conveyor (J-327), yang kemudian disimpan pada Silo Salt (F-329).Pabrik ini direncanakan akan didirikan pada kawasan industri di Kabupaten Gresik, dengan kapasitas 61.285 ton/tahun dan waktu operasi 330 hari kerja. Dari hasil analisa ekonomi, diperlukan Total modal tetap (FCI) sebesar $9,831,146.82; Modal kerja (WCI) sebesar $10,146,820.32; Modal total (TCI) sebesar $19,977,967.15; Biaya produksi per tahun (TPC) sebesar $20,293,640.65 dengan estimasi penjualan $25,854,029.31. Pabrik ini layak didirikan karena nilai IRR 50%; POT 2,99 tahun; dan NPV sebesar $488,020,020.93.
Pra Desain Pabrik Magnesium Hidroksida Dari Limbah Tambak Garam (Bittern) Amin Darwis; Pandu Harya Sembada; Fadlilatul Taufany; Ali Altway
Journal of Fundamentals and Applications of Chemical Engineering Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Journal of Fundamentals and Applications of Chemical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2964710X.v3i2.18887

Abstract

Garam merupakan salah satu bahan kimia yang sering dimanfaatkan oleh manusia yang menghasilkan limbah yang biasa disebut dengan bittern. Bittern yang dibuang ke laut dapat menyebabkan efek toxic pada kehidupan laut sehingga air laut menjadi hipersalinitas dan mengalami prubahan komposisi ion-ion air laut. Salah satu komponen dalam bittern yaitu magnesium yang dapat diubah menjadi magnesium hidroksida (Mg(OH)2). Magnesium hidroksida banyak digunakan pada bidang industri salah satunya pada industri farmasi dimana Mg(OH)2 bersama-sama Al(OH)3 sebagai antasid yang bekerja menetralkan asam lambung dan menginaktifkan pepsin. Penggunaan magnesium hidroksida yang beragam sebagai bahan baku proses-proses di industri menjadikan magnesium hidroksida sebagai bahan yang sangat penting dibutuhkan untuk menghasilkan produk-produk yang berkualitas. Metode ini terlebih dahulu diawali dengan pengenceran bittern yang kemudian berlanjut ke pretreatment proses untuk menghilangkan warna menggunakan karbon aktif dan impurities menggunakan filtrasi. Kemudian hasil filtrasi bittern setelah dilakukan pretreatment process ditambahkan dengan NH4OH. Setelah larutan ditambahankan asam sulfat untuk mengendapkan ion kalsium. Kemudian larutan difiltrasi dan dipencucian. Setelah itu slurry magnesium hidroksida. Setelah itu magnesium hidroksida dikeringkan. Konsentrasi Mg(OH)2 yang didapat dari hasil pengendapan larutan bittern dengan NH4OH sebagai reaktan yaitu sebesar 97,6 hingga 98,3 %. Jika ditinjau dari segi lingkungan, pabrik ini menghasilkan limbah NH4Cl yang masih dapat diolah lebih lanjut menjadi sumber nitorgen dalam pembuatan pupuk, komponen baterai, dan sebagai bahan menanggulangi gejala asidosis. Jika ditinjau dari segi ekonomi, pendirian pabrik magnesium hidroksida ini membutuhkan biaya total modal investasi sebesar Rp 34.439.512.474,21, total biaya operasional sebesar Rp 36.935.923.856,7 per tahun, dan total penjualan pertahun sebesar Rp 46.338.600.000,00 per tahun. Dari analisa ekonomi didapatkan internal rate of return (IRR) sebesar 12,48%, dengan pay out time (POT) selama 5 tahun 10 bulan, dan break even point sebesar 34,42%. Ditinjau dari aspek teknis, ekonomis dan lingkungan pabrik magnesium hidroksida dari bittern ini layak dirikan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5