Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa of the Faculty of Nursing is a Student Scientific Journal which aims to communicate the results of research on student final assignments. The target readers are students, nurses, lecturers and nursing practitioners.
Articles
24 Documents
Search results for
, issue
"Vol 3, No 2"
:
24 Documents
clear
INSOMNIA DAN KECEMASAN PADA MASYARAKAT YANG MENGKONSUMSI KOPI
Muhammad Maulidan;
T. Samsul Alam
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 3, No 2
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Dampak negatif kopi sangat bergantung pada seberapa banyaknya jumlah kopi yang dikonsumsi perhari dan seberapa lama kopi telah dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat insomnia dan kecemasan pada masyarakat yang mengkonsumsi kopi di Desa Blang Cut. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan desain penelitian cross sectional study. Sampel dalam penelitian ini adalah masyarakat laki-laki yang mengkonsumsi kopi sebanyak 57 orang. Teknik pengambilan sampel secara purposive dengan wawancara terpimpin. Instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner baku yang meliputi Zung Self Rating Anxiety Scale dan KSPBJ Insomnia Rating Scale. Metode analisa data yang digunakan yaitu univariat. Hasil dari penelitan ini didapatkan bahwa gambaran tingkat insomnia yang dialami oleh pengkonsumsi kopi berada pada kategori tidak insomnia 14 orang (24,6%), insomnia ringan 22 orang (38,6%), insomnia sedang 20 orang (35,1%), dan insomnia berat 1 orang (1,8%). Sedangkan tingkat kecemasan berada pada kategori Normal 19 orang (33,3%), kecemasan sedang 35 orang (61,4%), dan kecemasan berat 3 orang (5,3%). Diharapkan kepada masyarakat yang mengkonsumsi kopi untuk lebih memperhatikan kesehatannya terutama dalam mengurangi jumlah konsumsi kopi/hari yang berlebihan.
FAKTOR RISIKO TERJADINYA PNEUMONIA PADA BALITA
Yuni Ellyana;
Imelda Imelda
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 3, No 2
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pneumonia merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi pada balita dan masih menjadi salah satu penyebab kematian terbanyak pada anak berusia kurang dari 5 tahun. Salah satu upaya untuk menurunkannya adalah dengan mengetahui faktor risiko yang menyebabkan terjadinya pneumonia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran faktor risiko pneumonia pada balita di rumah sakit umum daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Jenis penelitian ini deskriptif eksploratif. Populasinya adalah seluruh balita yang telah didiagnosis pneumonia di rumah sakit umum daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah purposive sampling yaitu sebanyak 72 responden. Alat pengumpulan data berupa kuesioner dengan teknik wawancara terpimpin, pengukuran BB serta TB menggunakan timbangan dan pita meteran. Hasil penelitian didapatkan mayoritas balita dengan pneumonia berstatus gizi normal yaitu 51 balita (71%), mayoritas balita dengan pneumonia mempunyai berat badan lahir ≥2500 gram yaitu 57 balita (79,1%), mayoritas balita dengan pneumonia telah mendapatkan ASI eksklusif yaitu 39 balita (54,1%), mayoritas balita dengan pneumonia telah diimunisasi campak yaitu 45 balita (62,5%), dan mayoritas balita dengan pneumonia tinggal di rumah yang terdapat polusi udara yaitu 41 balita (57%). Diharapkan kepada petugas kesehatan dan orang tua agar dapat mengendalikan faktor risiko terjadinya pneumonia dengan memperhatikan anak-anak yang lebih rentan terhadap pneumonia.
TINGKAT KECEMASAN KELUARGA PASIEN STROKE DI RUMAH SAKIT
nelfi ahul lishani;
syarifah rauzatul jannah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 3, No 2
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kecemasan merupakan keadaan emosi dan pengalaman perasaan seseorang, kecemasan dapat terjadi pada siapa saja termasuk pada keluarga pasien stroke. Adanya salah satu anggota keluarga inti yang mengalami stroke dan dirawat inap dapat menimbulkan kecemasan pada keluarga. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan keluarga pasien stroke yang di rawat di Ruang Mina 1 dan Mina 2 Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh dengan jumlah sampel sebanyak 33 orang. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study. Teknik pengambilan sampel adalah non probability sampling menggunakan metode Convinience Sampling. Pengumpulan data dilakukan tanggal 7-21 Juni 2018. Hasil penelitian didapatkan bahwa tidak ada kecemasan 7 responden (21,2%), kecemasan ringan 6 responden (18,2%), kecemasan sedang 10 responden (30,3%), kecemasan berat 6 responden (18,2%) dan kecemasan berat sekali/panik 4 responden (12,1%). Direkomendasikan bagi tenaga kesehatan untuk dapat melakukan pendekatan dengan keluarga pasien, meningkatkan komunikasi dan memberikan informasi tentang keadaan dan kondisi pasien, memberikan perhatian terhadap kebutuhan psikologis keluarga pasien secara lebih mendalam, sehingga membantu mengurangi kecemasan dan dapat memberikan kenyamanan bagi keluarga pasien.
HUBUNGAN PENGETAHUAN ORANGTUA DENGAN PENATALAKSANAAN KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT PADA ANAK USIA SEKOLAH BANDA ACEH
wulandari saputri;
sufriani sufriani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 3, No 2
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kebersihan gigi dan mulut merupakan salah satu perawatan menjaga kesehatan gigi dan mulut untuk menghindari perkembangbiakan mikroorganisme pada gigi dan mulut. Masalah kebersihan gigi dan mulut merupakan kegiatan sehari-hari yang harus dilakukan, tetapi masih dianggap kurang penting dan kurangnya perhatian tentang pelaksanaan menjaga kebersihan gigi dan mulut seperti cara menyikat gigi, pola makan yang sehat, flossing, dan rutin memeriksakan gigi ke dokter, jika tidak menjaga kebersihan gigi dan mulut maka akan terjadinya masalah pada gigi dan mulut seperti karies, bau mulut, plak pada gigi, peradangan pada mukosa mulut, dan bibir pecah-pecah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan orangtua tentang penatalaksanaan kebersihan gigi dan mulut anakusia sekolah. Jenis penelitian ini deskriptif correlative dengan desain cross sectional study. Populasi penelitian adalah seluruh orang tua siswa/i anak yang bersekolah di Madrasah Ibtidaiyah sebanyak 470 orang tua, dengan teknik pengambilan sampel proportional sampling, didapatkan sampel sebanyak 83 responden. Pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dengan kuesioner. Hasil analisis data dengan menggunakan chi-square didapatkan ada hubungan pengetahuan orangtua dengan penatalaksanaan kebersihan gigi dan mulut (p-value 0,026), ada hubungan pengetahuan orang tua dengan pelaksanaan cara menyikat gigi (p-value 0,007), dan tidak ada hubungan pengetahuan orang tua dengan pelaksanaan pola makan yang sehat pada anak usia sekolah(p-value 0,507). Diharapkan pihak sekolah untuk membuat kegiatan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut satu bulan sekali anak untuk mendapatkan gigi dan mulut yang sehat, dan dengan mengadakan UKGS di sekolah sehingga kesehatan gigi dan mulut sehat dan terjaga.
PERSEPSI BODY IMAGE PADA PASIEN REUMATOID ARTRITIS DI RUMAH SAKIT
debby aristi;
teuku samsul bahri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 3, No 2
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Reumatoid Artritis sering menyebabkan deformitas tangan dan kaki. Salah satu dampak dari penyakit Reumatoid Artritis adalah dapat menyebabkan stressor citra tubuh. Gangguan citra tubuh sebagai sikap dasar dan dibawah sadar seseorang terhadap tubuhnya sendiri, termasuk persepsi seseorang baik sekarang maupun masa lalu tentang ukuran, fungsi, bentuk, dan potensi tubuhnya. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hubungan faktor-faktor citra tubuh dengan persepsi body image pada pasien Reumatoid Artritis. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan desain cross sectional study. Pengambilan sampel menggunakan nonprobability sampling dengan metode convenience sampling dan jumlah sampel sebanyak 52 responden. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner berskala Guttman dan menggunakan analisa univariat dan bivariat serta dianalisa dengan menggunakan Computer Software, dengan r tabel= 0,579 dan Alpha Cronbach’s = 0,95. Berdasarkan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan 95% (ɑ ≤ 0,05) hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara faktor citra tubuh dengan persepsi citra tubuh. Hasil penelitian menunjukkan nilai: usia (p – value = 0,0043), jenis kelamin (p – value = 0,000), tingkat pendidikan (p – value = 0,004), pekerjaan (p – value = 0,002) dan lamanya penyakit (p – value =0,006). Rekomendasi untuk Instansi RSUDZA Banda Aceh diharapkan bisa menyediakan kebijakan khusus untuk diskusi dengan pasien Reumatoid Artritis tentang citra tubuhnya.
GAMBARAN TINGKAT STRES DAN MEKANISME KOPING RESIDEN YANG MENGIKUTI REHABILITASI NAPZA DI BANDA ACEH
Marziah Marziah;
Hasmila Sari
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 3, No 2
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pengguna NAPZA memerlukan dan berhak mendapatkan pelayanan rehabilitasi. Pengguna NAPZA yang kurang mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan, tidak bisa menerima kenyataan jika harus menjalani rehabilitasi sehingga dapat mengakibatkan terjadinya stres pada pengguna NAPZA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat stres dan mekanisme koping residen yang mengikuti rehabilitasi NAPZA di Banda Aceh. Penelitian ini berbentuk deskriptif eksploratif dengan desain penelitian cross sectional study. Sampel dalam penelitian ini adalah residen yang mengikuti rehabilitasi sebanyak 53 orang. Hasil uji reliabilitas Kuesioner PSS dan MAX pada 10 residen di Yayasan Harapan Kita (YAKITA) yaitu 0,826 dan 0,812. Tehnik pengambilan sampel yaitu dengan total sampling. Penelitian ini dilakukan dari 17 Juli hingga 20 Juli 2018 di tiga pusat rehabilitasi di Banda Aceh, yaitu Rumoh Harapan Aceh RSJ Aceh, Yayasan Pintu Hijrah (SIRAH), Yayasan Seuramo Mulya (SURYA). Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan data demografi dan kuesioner baku dari PSS (Perceived Stress Scale) dan kuesioner MAX. Hasil penelitian didapatkan dari 53 responden, sebanyak 33 responden(62,3%) mengalami stres sedang, 18 responden (34%) memiliki mekanisme koping adaptif, 19 residen (35,8%) maladaptif, dan 16 residen (30,2%) avoidance. Diharapkan perawat dan konselor dapat memberikan dukungan emosional, mental, dan manajemen stres pada residen yang mengikuti rehabiliasi NAPZA agar mempermudah proses pemulihan residen.
FAKTOR-FAKTOR PENCEGAHAN FOOD-BORNE DISEASE PADA PEDAGANG MAKANAN
Dea Fitria;
Asniar Asniar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 3, No 2
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tingginya angka food-borne disease (penyakit yang diakibatkan makanan) membutuhkan perhatian khusus oleh pedagang makanan dalam upaya pencegahannya dengan melakukan praktik pengolahan makanan yang aman. Berdasarkan Health Belief Model (HBM) pengetahuan dan persepsi yang baik dalam melakukan praktik food hygiene dapat berkontribusi pada perilaku yang diharapkan untuk mencegah food-borne disease. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pencegahan food-borne disease pada pedagang makanan di Kecamatan Syiah Kuala Kota Banda Aceh. Penelitian deskriptif korelatif ini menggunakan pendekatan cross sectional dan melibatkan 87 pedagang makanan yang dipilih dengan metode probability sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner self-report untuk mengukur pengetahuan food hygiene, pengetahuan food-borne disease, persepsi food hygiene dan praktik food hygine. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa persepsi food hygiene pedagang makanan sudah baik (55.2%), namun pengetahuan food hygiene dalam kategori kurang (59,8%), pengetahuan food-borne disease dalam kategori kurang (51,7%) dan praktik food-hygiene dalam kategori kurang (52.9%). Hasil tersebut menunjukkan bahwa pengetahuan food hygiene dan food-borne disease serta praktik food hygiene yang kurang dapat meningkatkan resiko penularan food-borne disease. Untuk itu, diharapkan upaya dari Puskesmas atau Dinas Kesehatan agar dapat meningkatkan pengetahuan pedagang tentang food hygiene dan food-borne disease serta melakukan monitoring praktik pengolahan makanan sebagai upaya preventif pencegahan food-borne disease.
BUDAYA KESELAMATAN PASIEN OLEH PERAWAT DALAM MELAKSANAKAN PELAYANAN DI RUANG RAWAT INAP
nurlindawati nurlindawati;
Noraliyatun Jannah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 3, No 2
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Membangun budaya keselamatan pasien dirumah sakit adalah kewajiban dan tanggung jawab seluruh tenaga kesehatan salah satunya perawat, karena perawat berperan penting dan memiliki kontak terbanyak dengan pasien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran budaya keselamatan pasien oleh perawat dalam melaksanakan pelayanan di ruang rawat inap. Jenis penelitian ini deskriptif ekploratif dengan desain cross sectional study. Populasi penelitian seluruh perawat pelaksana sebanyak 159 orang. Teknik pengumpulan sampel menggunakan probality sampling dengan 67 responden. Alat pengumpulan data yang digunakan berupa kuesioner baku yang dikembangkan oleh Agency for Healthcare Research and Quality (AHRQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya keselamatan pasien oleh perawat dalam melaksanakan pelayanan, berada pada kategori baik (91%) yang terbagi dalam 12 dimensi, yaitu kerja sama tim dalam unit berada pada kategori baik (59,7%); harapan dan tindakan supervisor berada pada kategori baik (88,1%); pembelajaran organisasi berada pada kategori baik (94,0%); dukungan manajemen untuk keselamatan pasien berada pada kategori baik (100 %); persepsi keselamatan pasien berada pada kategori baik (94,0%); umpan balik terhadap error berada pada kategori baik (97,0%); komunikasi terbuka berada pada kategori baik (98,5%); frekuensi pelaporan kejadian berada pada kategori baik (70,1%); kerja sama tim antar unit berada pada kategori baik (89,1%); penyerahan dan pemindahan berada pada kategori baik (92,5%); respon tidak menyalahkan berada pada kategori baik (52,2%); staf yang adekuat berada pada kategori cukup (79,1%). Direkomendasikan bagi perawat agar dapat meningkatkan kerja sama tim dalam mempertahankandanmeningkatkan budaya keselamatan pasien.
PENGETAHUAN IBU DENGAN PELAKSANAAN PEMENUHAN PERSONAL HYGIENE ANAK
Rozana Pusra;
Nurlela Hasan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 3, No 2
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Personal hygiene atau kebersihan diri adalah upaya seseorang dalam memelihara kebersihan dirinya yang terdiri dari perawatan rambut, kulit (mandi), kuku, gigi dan mulut untuk mencegah timbulnya penyakit. Masalah personal hygiene merupakan kegiatan sehari-hari yang harus dilakukan tetapi masih dianggap kurang penting. Alasan ini terjadi karena kurangnya sosialisasi akan pentingnya personal hygiene. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dengan pelaksanaan pemenuhan personal hygiene anak. Jenis penelitian ini descriptive korelatif dengan desain cross sectional study. Populasi penelitian seluruh ibu pasien anak yang dirawat inap periode bulan februari 2018 sebanyak 138 anak, teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sebanyak 58 responden, dengan alat pengumpulan data berupa wawancara terpimpin dan jenis instrumen kuesioner. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan menggunakan chi-square didapatkan adanya hubungan pengetahuan ibu dengan pelaksanaan pemenuhan personal hygiene anak (p- value 0,001), pelaksanaan pemenuhan mandi pada anak (p-value 0,007), perawatan rambut pada anak (p-value 0,010), perawatan kuku kaki dan tangan (p-value 0,002), serta perawatan gigi dan mulut pada anak (p-value 0,047). Dari hasil penelitian ini diharapkan perawat dapat meningkatkan kompetensi ibu dalam pemenuhan personal hygiene anak
KESIAPSIAGAAN BENCANA GEMPA BUMI DAN TSUNAMI PADA MAHASISWA YANG MENGIKUTI PENDIDIKAN BENCANA
zainatunnisa zainatunnisa;
budi satria
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 3, No 2
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Mata Kuliah Umum Pengetahuan Kebencanaan dan Lingkungan merupakan salah satu upaya Universitas Syiah Kuala dalam pengurangan resiko bencana untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana pada mahasiswa, namun mata kuliah ini baru diintegrasikan pada 2016. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kesiapsiagaan bencana gempa bumi dan tsunami pada mahasiswa yang mengikuti MKU tersebut. Jenis Penelitian ini adalah descriptive explorative dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Universitas Syiah Kuala yang telah mengikuti MKU Pengetahuan Kebencanaan dan Lingkungan dengan jumlah sampel 94 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner baku yang dikembangkan oleh LIPI-UNESCO/ISDR (2006). Hasil penelitian menunjukkan kesiapsiagaan mahasiswa yang mengikuti MKU tersebut berada pada kategori sangat siap (94,7%) dengan masing-masing kategori setiap parameter: 1) pengetahuan dan sikap yang sangat siap (100%), 2) rencana keadaan darurat yang sangat siap (74,5%), 3) sistem peringatan bencana yang sangat siap (60,6%), mobilisasi sumber daya yang sangat siap (69,1%). Dapat disimpulkan bahwa kurikulum berbasis pendidikan bencana efektif meningkatkan kesiapsiagaan bencana pada mahasiswa. Saran peneliti agar Universitas Syiah Kuala lebih sering melakukan simulasi bencana serta mahasiswa lebih mengupgrade pengetahuan terkait bencana dengan mengikuti seminar/pelatihan bencana untuk mempertahankan dan meningkatkan kesiapsiagaan mereka dalam menghadapi resiko bencana.