cover
Contact Name
Mohamad Ervandi
Contact Email
m.ervandi@umgo.ac.id
Phone
+628114358552
Journal Mail Official
m.ervandi@umgo.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Mansoer Pateda, Desa Pentadio Timur, Kecamatan Telaga Biru Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo
Location
Kab. gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
JSTT (Jurnal Sains Ternak Tropis)
ISSN : -     EISSN : 29859824     DOI : -
JSTT (Jurnal Sains Ternak Tropis) (E-ISSN 2985-9824) is a journal published and managed by the Program Study Animal Husbandry, Muhammadiyah University of Gorontalo. it is a peer reviewed journal published Two times a year on (Januari and Juli) and now actively using Open Journal System (OJS). This journal mediates the dissemination of researchers from various disciplines and review Nutrition and Animal Feed, Feed Science and Technology, Livestock Biotechnology, Animal Reproduction and Physiology, Breeding and Genetics, Animal Production, Animal Behaviour, Socio-Economic Livestock, and Animal Products Science and Technology. The access to entrire articles in this journal is free. The editorial goal is to provide a forum exchange and an interface between academia, industry, government and society in the filed of animal science and technology.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2024): Juli" : 5 Documents clear
Sifat Kualitatif Sapi Bali Jantan Dan Betina Yang Dipelihara Secara Semi Intensif Di Kecamatan Gadung Kabupaten Buol R, Rahman; Laya, Nibras Karnain; Datau, Fahria
Jurnal Sains Ternak Tropis Vol 2, No 2 (2024): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/jstt.2.2.87-95.2024

Abstract

The study was conducted in October-December 2023 with 50 cattle located in Gadung Subdistrict, Buol Regency, 23 male and 37 female Balinese cattle. Descriptive analysis with observation procedures, namely skin colour, body parts, namely the front of the body, the middle, and the back. Back line, the observed part is the part of the back that has a black line. Legs, the observed parts are the socks, hoof shape, hoof colour of Balinese cattle. Head, observed parts are the eyes, horns and ears of Balinese cattle. Rump mirror colour, observed parts are the rump of Balinese cattle. The tail colour, observed is the tail of Balinese cattle, the age of livestock, which is using the dental formula to determine the age of livestock. The results showed that the qualitative characteristics of male and female Balinese cattle raised semi-intensively in Gadung subdistrict, Buol regency still have some similarities with other areas and is still included in the characteristics of Balinese cattle. Penelitian telah laksanakan di bulan Oktober-Desember 2023 sebanyak 50 ekor yang berlokasi di Kecamatan Gadung Kabupaten Buol, ternak sapi bali jantan sebanyak 23 ekor dan betina sebanyak 37 ekor. Analisis deskriptif dengan prosedur pengamatan yaitu warna kulit, bagian tubuh yaitu bagian depan tubuh, bagian tengah, dan bagian belakang. Garis punggung, bagian yang diamati yaitu bagian punggung yang memiliki garis hitam. Kaki sapi, bagian yang diamati yaitu bagian kaos kaki, bentuk kuku warna kuku sapi bali. Kepala sapi, bagian yang diamati yaitu bagian mata, tanduk dan telinga sapi bali .Warna cermin pantat, bagian yang diamati yaitu bagian pantat sapi bali. Warna ekor, diamati yaitu ekor sapi bali, umur ternak, yaitu menggunakan rumus gigi untuk mengetahui umur ternak. Hasil penelitian menunjukkan sifat kualitatif sapi bali jantan dan betina yang dipelihara secara semi intensif di kecamatan Gadung kabupaten Buol masih memiliki beberapa kesamaan dengan daerah lain dan masih termasuk ciri dari ternak sapi Bali. 
Efek Lama Penyimpanan dengan Menggunakan Kemasan Coating Berbahan Dasar Karagenan terhadap Kualitas Interior Telur Itik Abidin, Syauqi Muzakki; Fahrullah, Fahrullah
Jurnal Sains Ternak Tropis Vol 2, No 2 (2024): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/jstt.2.2.45-54.2024

Abstract

An edible coating is a thin layer of consumable material used to coat food as a barrier to mass transfer. This study aimed to evaluate the impact of storage duration using carrageenan-based packaging coating on the interior quality of duck eggs. The variables measured were the interior quality of duck eggs, including air voids, yolk index, albumen index, and haugh units. This study employed a completely randomised design (CRD) with a unidirectional pattern. The length of storage was employed as the treatment, with the following categories: P1 (0 days), P2 (5 days), P3 (10 days), and P4 (15 days). The data generated was then analysed using analysis of variance, and if a difference was identified, it would be continued with the Duncan test. The findings indicated that the duration of storage in carrageenan-based coating packaging had no discernible impact (P > 0.05) on the air cavity and albumen index, but did exert a notable influence (P < 0.05) on the yolk index and haugh unit. Consequently, the utilisation of carrageenan as a base material for coating in duck eggs has been demonstrated to be an efficacious approach to maintaining egg quality. Furthermore, it can be employed as a viable alternative in egg preservation efforts, as it does not result in a significant deterioration of the internal quality of the egg.Edible coating merupakan suatu lapisan tipis yang terbuat dari bahan yang dapat dikonsumsi, yang digunakan untuk melapisi makanan agar berfungsi sebagai penghalang terhadap perpindahan massa. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak dari lama penyimpanan dengan menggunakan kemasan coating berbahan dasar karagenan terhadap kualitas interior telur itik. Variabel yang diukur adalah kualitas interior telur itik, termasuk rongga udara, indeks yolk, indeks albumen, dan haugh unit. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola searah, dengan lama penyimpanan sebagai perlakuan, yaitu P1 (0 hari), P2 (5 hari), P3 (10 hari), dan P4 (15 hari). Data yang dihasilkan kemudian dianalisis menggunakan analisis varians, dan jika terdapat perbedaan, akan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama penyimpanan menggunakan kemasan coating berbahan dasar karagenan tidak memiliki pengaruh yang signifikan (P>0,05) terhadap rongga udara dan indeks albumen, namun berpengaruh secara signifikan (P<0,05) terhadap indeks yolk dan haugh unit. Dengan demikian, penggunaan karagenan sebagai bahan dasar pelapisan pada telur itik telah terbukti efektif dalam menjaga kualitas telur, dan dapat dijadikan sebagai alternatif dalam upaya pengawetan telur karena tidak menyebabkan penurunan signifikan dalam kualitas interior telur.
Kualitas Internal Telur Ayam Ras dengan Lapisan Edible Coating Berbahan Dasar Gelatin pada Waktu Penyimpanan Yang Berbeda Amisah, Laela; Fahrullah, Fahrullah
Jurnal Sains Ternak Tropis Vol 2, No 2 (2024): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/jstt.2.2.55-66.2024

Abstract

Eggs are foodstuffs derived from livestock that are susceptible to damage or deterioration, which is influenced by the length of storage. The objective of preservation is to maintain egg quality and extend shelf life by using edible coatings. The purpose of this study was to determine the effect of storage duration on the interior quality of purebred chicken eggs with gelatin-based edible coatings. The variables measured were the interior quality of duck eggs, including air cavity, yolk index, albumen index, and haugh unit. This study employed a completely randomised design with a unidirectional pattern. The length of storage was employed as the treatment, with the following levels: A1 (0 days without coating), A2 (5 days), A3 (10 days), and A4 (15 days). The resulting data were then analysed using analysis of variance, with the results indicating that there was no significant effect (P>0.05) of the length of storage using carrageenan-based coating packaging on the albumen index. However, there was a significant effect (P<0.05) on the air cavity, yolk index and haugh unit. The findings of this study indicate that edible coating can significantly impact the air cavity, yolk index, and haugh unit, with the exception of the albumen index. Edible coating has the potential to enhance the interior quality of broiler eggs.Telur merupakan bahan makanan yang berasal dari ternak yang rentan terhadap kerusakan atau kemunduran kualitas yang dipengaruhi oleh lamanya penyimpanan. Tujuan pengawetan adalah untuk mempertahankan kualitas telur dan memperpanjang umur simpan dengan menggunakan pelapis yang dapat dimakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan terhadap kualitas interior telur ayam ras dengan edible coating berbahan dasar gelatin. Variabel yang diukur adalah kualitas interior telur itik yang meliputi rongga udara, indeks kuning telur, indeks albumen, dan haugh unit. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola searah. Lama penyimpanan digunakan sebagai perlakuan, dengan taraf sebagai berikut: A1 (0 hari tanpa pelapisan), A2 (5 hari), A3 (10 hari), dan A4 (15 hari). Data yang dihasilkan kemudian dianalisis menggunakan analisis ragam, dengan hasil yang menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan (P>0,05) dari lama penyimpanan dengan menggunakan kemasan pelapis berbahan dasar karagenan terhadap indeks albumen. Namun, terdapat pengaruh yang signifikan (P<0,05) terhadap rongga udara, indeks kuning telur, dan haugh unit. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa edible coating dapat secara signifikan mempengaruhi rongga udara, indeks kuning telur, dan haugh unit, kecuali indeks albumen. Edible coating memiliki potensi untuk meningkatkan kualitas interior telur ayam pedaging.
Efek Penambahan Level Molases Terhadap Kualitas Fisik Silase Rumput Gajah (Pennisetum purpreum) Akbar, Mishbahul; Maskur, Camal Adi; Afikasari, Dian; Ervandi, Mohamad
Jurnal Sains Ternak Tropis Vol 2, No 2 (2024): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/jstt.2.2.67-74.2024

Abstract

This research aims to know the effect of adding molasses levels on physical quality are color, smell, texture and the presence of mold in elephant grass (Pennisetum purpureum) silage. The research was conducted at Akbar farm, Blitar. The materials used were elephant grass and molasses. The research design used was a Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 4 replication. The treatment in this study was the level of molasses addition consisting of T0= Elephant grass + 0% molasses, T1= Elephant grass + 1% molasses, T2= Elephant grass + 2% molasses, T3= Elephant grass + 3% molasses, with curing time 21 days. The variables were the physical quality of elephant grass silage. The result of show that level of molasses to silage as a whole had no significant effect (p>0.05), only the color variable had very significant effect (p<0.01). The conclusion of the research is the quality of adding various levels of molasses in elephant grass silage had not significant effect on the overall quality of silage. The addition of molasses level has a greater effect on the color of silage. The best quality silage in this study was silage with addition 3% of molasses.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan level molasses terhadap kualitas fisik berupa warna, aroma, tekstur dan keberadaan jamur pada silase rumput gajah (Pennisetum purpureum). Penelitian dilakukan di Akbar Farm, Blitar. Bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah rumput gajah dan molasses. Rencangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan pada penelitian ini adalah level penambahan molasses yang terdiri dari P0= Rumput gajah + molasses 0%, P1= Rumput gajah + molasses 1%, P2= Rumput gajah + molasses 2%, P1= Rumput gajah + molasses 3%, dengan waktu pemeraman 21 hari. Variable yang diukur adalah kualitas fisik silase rumput gajah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa level molasses yang ditambahkan pada silase secara keseluruhan tidak berpengaruh nayta (p>0,05), hanya variable warna yang berpengaruh sangat nyata (p<0,01). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah kualitas penambahan berbagai level molasses pada pembuatan silase rumput gajah tidak berpengaruh nyata terhadap kualitas silase secara keseluruhan. Penambahan level molasses lebih berpengaruh pada warna silase yang dihasilkan. Kualitas silase terbaik dalam penelitian ini adalah silase dengan penambahan molasses 3%.
Perendaman Ekstrak Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi L) Terhadap Kualitas Daging Kambing Korompot, Ishak; Pomolango, Ramlan
Jurnal Sains Ternak Tropis Vol 2, No 2 (2024): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/jstt.2.2.75-86.2024

Abstract

This research was conducted at the Basic Laboratory of Aquaculture for Agricultural Sciences, Muhammadiyah University of Gorontalo in January 2023. The aim of the research was to see the effect of soaking Wuluh star fruit extract on the quality of goat meat. A total of 1.5 kg of goat meat was obtained from the Gorontalo City Traditional Market as research material and placed in 20 experimental plots. The design used was a Completely Randomized Design (CRD). The soaking treatments used were T0= (Without Starfruit Extract), T2= (5% Extract), T3= (10% Extract), T4= (15% Extract), each with 5 repetitions. The results showed that soaking goat meat with different concentrations (0, 5%, 10% and 15%) for 30 minutes had no effect (P<0.05) on increasing the pH value of the meat. Organoleptic quality based on the panelists' assessment shows the largest percentage in T3, namely the treatment of soaking goat meat in a solution of star fruit with a concentration of 10% Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Dasar Akuakultur Ilmu-Ilmu Pertanian Universitas Muhammadiyah Gorontalo pada bulan Januari  2023. Tujuan penelitian untuk melihat pengaruh perendaman ekstrak buah belimbing Wuluh terhadap kualitas daging kambing. Sebanyak 1.5 kg daging kambing diperoleh dari Pasar Tradisional Kota Gorontalo sebagai bahan penelitian ditempatkan dalam 20 petak percobaan. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL).  Perlakuan perendaman yang digunakan yaitu T0= (Tanpa Ekstrak Belimbing Wuluh), T2= (Ekstrak 5%), T3= (Ekstrak 10%), T4= (Ekstrak 15%), masing-masing dengan 5 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perlakuan perendaman daging kambing dengan konsentrasi yang berbeda (0, 5%, 10%, dan 15 %) selama 30 menit tidak  berpengaruh (P<0,05) terhadap peningkatan nilai pH daging. Kualitas organoleptik berdasarkan penilaian panelis memperlihatkan persentasi terbesar pada T3 yaitu perlakuan perendaman daging kambing  pada larutan buah belimbing wuluh dengan konsentrasi 10 %

Page 1 of 1 | Total Record : 5