cover
Contact Name
Pringati Singarimbun
Contact Email
pringatis@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
031262646@ecampus.ut.ac.id
Editorial Address
Kompleks PGRI No. 46A Gunung Pangilun RT 001/RW 001 Kel. Kampung Olo Kec. Nanggalo Padang 25143, Padang, Provinsi Sumatera Barat.
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Socio-political Communication and Policy Review
ISSN : -     EISSN : 30465141     DOI : https://doi.org/10.61292/shkr
Socio political Communication and Policy Review is an academic journal that focuses on research and analysis in the fields of social, humanities, communication, and policy. The journal aims to be an intellectual platform that provides a platform for researchers, academics, and practitioners to share thoughts, research findings, and critical views related to various aspects of social life and policy. The journal s topic coverage includes, but is not limited to: Social and Humanities Examines aspects of human life, including culture, history, sociology, anthropology, and psychology. Communication Explores communication dynamics in various contexts, such as mass media, interpersonal communication, organizational communication, and communication technology. Policy: Presents policy analysis in various fields, such as public policy, social policy, education policy, and environmental policy.
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2025)" : 18 Documents clear
Implementasi Aplikasi BUMDes-KU Dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Pada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kerta Sari Utama Desa Kesiman Kertalangu Maharani, Ni Luh Putu Delinda; Wirantari, I Dewa Ayu Putri; Yudartha, I Putu Dharmanu
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.216

Abstract

The purpose of this research is to understand how the improvement in service quality at the Village-Owned Enterprises (BUMDes) Kerta Sari Utama in Kesiman Kertalangu Village. This research uses a type of qualitative descriptive research with data sources, namely primary data and secondary data. Data collection techniques through observation, interviews, and documentation, as well as data analysis techniques used, namely data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Based on the research results analyzed using the implementation theory proposed by Charles O. Jones, which includes 3 indicators: organization, interpretation, and application, it shows that in the organization indicator, the resources and units owned by BUMDes Kerta Sari Utama in the implementation of the BUMDes-KU application have been met. However, the socialization methods used have not been optimal because they are limited to social media and customers who visit the BUMDes store unit. On the interpretation indicator, the community's understanding of the BUMDes-KU application is still lacking due to insufficient socialization conducted by the Village Government or the BUMDes regarding the implementation of the BUMDes-KU application. Meanwhile, the application indicator has been running optimally as seen from the improved quality of service at BUMDes Kerta Sari Utama, which initially only served offline, but now also serves online. However, from the BUMDes side, when an order comes in through the application, there is no notification, which requires BUMDes employees to open the application to check the incoming orders. Recommendations from this study are to provide a deeper understanding for the community by conducting more structured socialization and conducting regular development and checking of the BUMDes-KU application. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana peningkatan kualitas pelayanan pada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kerta Sari Utama Desa Kesiman Kertalangu. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan sumber data, yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi serta teknik analisis data yang digunakan, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang dianalisis menggunakan teori implementasi yang dikemukakan oleh Charles O. Jones yang mencakup 3 indikator yang mencakup organisasi, interpretasi, dan aplikasi menunjukkan bahwa pada indikator organisasi, sumber daya dan unit yang dimiliki BUMDes Kerta Sari Utama pada implementasi aplikasi BUMDes-KU ini sudah terpenuhi, namun metode sosialisasi yang digunakan masih belum berjalan dengan optimal karena hanya terbatas hanya melalui media sosial dan kepada pelanggan yang datang ke unit toko BUMDes. Pada indikator interpretasi, pemahaman dari masyarakat mengenai aplikasi BUMDes-KU juga masih kurang karena kurangnya sosialisasi yang dilakukan Pemerintah Desa ataupun pihak BUMDes kepada masyarakat mengenai implementasi aplikasi BUMDes-KU. Sementara itu indikator aplikasi sudah berjalan dengan optimal dilihat dari meningkatnya kualitas pelayanan pada BUMDes Kerta Sari Utama yang awalnya hanya melayani secara offline, saat ini juga melayani secara online. Namun dari sisi BUMDes ketika ada orderan yang masuk melalui aplikasi tidak ada notifikasi yang masuk sehingga mengharuskan pegawai BUMDes untuk membuka aplikasi untuk mengecek orderan yang masuk melalui aplikasi. Rekomendasi dari penelitian ini yaitu memberikan pemahaman lebih dalam bagi masyarakat dengan melakukan sosialisasi yang lebih terstruktur serta melakukan pengembangan dan pengecekan secara berkala terhadap aplikasi BUMDes-KU. Kata kunci: Implementasi program, Aplikasi BUMDes-KU, BUMDes Kerta Sari Utama, Kualitas Pelayanan, Desa Kesiman Kertalangu
Kinerja Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Gianyar Dalam Mengoptimalisasi Penggunaan Aplikasi Sistem Informasi Rekapitulasi (SIREKAP) Pada Pemilihan Umum Tahun 2024 Pradnyaswari, Tjok Istri Agung Anandita; Yudartha, I Putu Dharmanu; Wijaya, Komang Adi Sastra
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.217

Abstract

In the 2024 simultaneous General Election, the General Election Commission (KPU) of Indonesia implemented the SIREKAP application to facilitate the process of recapitulation and dissemination of election results to the public digitally. This application aims to enhance transparency and accuracy in vote counting. This study aims to evaluate the performance of the Gianyar Regency KPU in optimizing the use of SIREKAP. The research method used is descriptive qualitative, with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. The analysis is based on performance theory by Stefen P. Robbins (dalam Gloriasnismus dkk, 2023), which consists of five indicators: work quality, quantity, effectiveness, timeliness, and independence. The results of this study indicate that the performance of the Gianyar Regency KPU in utilizing SIREKAP has been relatively good. However, several issues were identified, such as an imbalance between the quantity of human resources (HR) and workload, a 24-hour working system, and limited training conducted. Therefore, it is necessary to conduct workload analysis, job analysis, and provide more in-depth training for KPU staff and election ad hoc bodies such as PPK, PPS, and KPPS. By addressing these challenges, the use of SIREKAP can be further optimized to improve the performance and integrity of elections. Abstrak Pada Pemilihan Umum serentak tahun 2024, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI mengimplementasikan penggunaan aplikasi SIREKAP untuk memudahkan proses rekapitulasi dan penyebaran informasi hasil pemilu kepada publik secara digital. Aplikasi ini bertujuan meningkatkan transparansi dan akurasi dalam penghitungan suara. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja KPU Kabupaten Gianyar dalam mengoptimalkan penggunaan SIREKAP. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana kinerja KPU Kabupaten Gianyar dalam mengoptimalisasi penggunaan aplikasi SIREKAP. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis dilakukan berdasarkan teori kinerja oleh Stefen P. Robbins (dalam Gloriasnismus dkk, 2023), yang mencakup lima indikator: kualitas kerja, kuantitas, efektivitas, ketepatan waktu, dan kemandirian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja KPU Kabupaten Gianyar dalam menggunakan SIREKAP sudah cukup baik. Namun, terdapat beberapa permasalahan seperti ketidakseimbangan antara kuantitas sumber daya manusia (SDM) dan beban pekerjaan, sistem kerja yang beroperasi 24 jam, serta minimnya pelatihan yang dilaksanakan. Oleh karena itu, diperlukan analisis beban kerja, analisis jabatan, dan pemberian pelatihan yang lebih mendalam bagi pegawai KPU dan badan adhoc kepemiluan seperti PPK, PPS, dan KPPS. Dengan demikian, penggunaan SIREKAP dapat dioptimalkan untuk meningkatkan kinerja dan integritas pemilu. Kata kunci: Aplikasi SIREKAP, Kinerja, Pemilihan Umum
Strategi Komunikasi Pemasaran E-Voucher Niffaro Fitness Melalui Instagram Chanifa, Verly Aulya; Sabrina, Renanda Putri
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.220

Abstract

2019, so it is currently in marketing activities to increase the number of members to only 100 also income. Niffaro fitness carries out the IMC Planning marketing communication strategy through marketing E-Vouchers on Instagram. The purpose of this study is to determine the IMC marketing communication strategy process via e-voucher on Instagram and determine the impact of the strategy. The research method is a qualitative descriptive approach and iindepth interview of two informans. The research results obtained that the marketing communication strategy carried out by Niffaro fitness employees into Instagram is to promote interesting video or photo content and provide an explanation to consumers of what facilities will be obtained if joining a member at Niffaro fitness. In this case, employees at Niffaro fitness have realized that it is important to make interesting content on Instagram so that consumers can be interested and buy e-vouchers that have been provided by the sales & marketing team. Instagram social media has an important role, because the users of social media that are most sought after by consumers are Instagram so that in the process of marketing communication it is very easy to convey information about Niffaro fitness. However, evaluations obtained by IMC Planning have not been carried out effectively so there has not been an increase in the number of members or revenue at Niffaro Fitness. Niffaro Fitness merupakan bisnis gym yang terletak di area Niffaro Park yang baru berdiri di awal tahun 2019 ini, sehingga sedang berada dalam kegiatan pemasaran guna meningkatkan jumlah member yang hanya 100 dan tentunya juga pendapatan. Niffaro fitness melakukan strategi komunikasi pemasaran IMC Planning melalui pemasaran E-Voucher di Instagram. Tujuan Penelitian ini yaitu untuk mengetahui proses strategi komunikasi pemasaran IMC melalui e-voucher di Instagram dan mengetahui dampak dari strategi tersebut. Metode Penelitian yaitu pendekatan diskriptif kualitatif dengan dua orang dari pihak Niffaro Fitness. Penelitian yang diperoleh bahwa strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh karyawan Niffaro fitness kedalam instagram ialah dengan mempromosikan konten video atau foto yang menarik serta memberikan penjelasan ke konsumen terhadap fasilitas apa saja yang akan didapat jika bergabung menjadi member di Niffaro fitness. Dalam hal ini, karyawan yang berada di Niffaro fitness telah sadar bahwa pentingnya membuat konten yang menarik ke dalam Instagram agar konsumen dapat tertarik dan membeli e-voucher yang telah disediakan oleh tim sales & marketing. Media sosial instagram memiliki peran penting, karena pengguna media sosial yang paling diminati oleh konsumen ialah Instagram sehingga dalam proses komunikasi pemasaran sangat mudah dalam menyampaikan informasi mengenai Niffaro fitness. Akan tetapi evalusi yang didapatkan IMC Planning belum dijalankan secara efektif sehingga belum adanya peningkatan jumlah member maupun pendapatan di Niffaro Fitness.
Implementasi Sistem Computer Assisted Test (CAT) Pada Penerimaan Calon Pegawai Aparatur Sipil Negara Sebagai Inovasi Transparansi Dari Badan Kepegawaian Negara Regional X Anggitayani, Ni Putu Dea; Wijaya, Komang Adi Sastra; Prabawati, Ni Putu Anik
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.222

Abstract

This study aims to determine how the implementation of the computer assisted test (CAT) system in the recruitment of prospective state civil apparatus employees as a transparency innovation from Regional State Personnel Agency X. The research method used is descriptive qualitative through data collection techniques with interviews, observations, and documentation. The analysis in this study uses the theory of policy implementation put forward by Edward III, through indicators used including communication, resources, disposition, and bureaucratic structure. The results of this study indicate that the implementation of the computer assisted test (CAT) system has not been running optimally according to the indicators used. In the communication indicator, there were obstacles to miscommunication between the giver and receiver of information, and it is necessary to pay attention to the use of words so that they are easily understood by the community. especially in remote areas. Resource indicators show constraints in infrastructure in the form of diverse computer devices, unstable networks, and electricity. Finally, the bureaucratic structure indicator found constraints in the provision of infrastructure that still does not meet operational standards. Thus, the recommendation that can be given by the researcher is the creation of a more effective and transparent CAT system implementation so that it can improve the quality of ASN in the future. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi sistem computer assisted test (CAT) pada penerimaan calon pegawai aparatur sipil negara sebagai inovasi transparansi dari Badan Kepegawaian Negara Regional X. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif melalui teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis pada penelitian ini menggunakan teori implementasi kebijakan yang dikemukakan oleh Edward III, melalui indikator yang digunakan antara lain komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa implementasi sistem computer assisted test (CAT) belum berjalan secara optimal sepenuhnya sesuai indikator yang digunakan. Pada indikator komunikasi ditemukan kendala miskomunikasi antara pemberi dan penerima informasi, serta perlu memperhatikan penggunaan kata – kata agar mudah dipahami oleh masyarakat. terutama pada daerah terpencil. Indikator sumber daya menunjukan kendala diinfrastruktur berupa perangkat komputer yang beragam, jaringan yang kurang stabil, dan listrik. Terakhir, indikator struktur birokrasi ditemukan kendala pada penyediaan infrastruktur yang masih belum memenuhi standar operasional. Dengan demikian, rekomendasi yang dapat diberikan oleh peneliti yaitu terciptanya penerapan sistem CAT yang lebih efektif dan transparan sehingga mampu meningkatkan kualitas ASN dimasa mendatang. Kata Kunci: Aparatur Sipil Negara, Badan Kepegawaian Negara, Computer Assisted Test, Implementasi, Transparansi
Innovative Governance Dalam Penerapan Eazy Passport Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Pelayanan di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar Saraswati, Devi Suthasih; Prabawati, Ni Putu Anik; Yudharta, I Putu Dharmanu
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.223

Abstract

The purpose of this research is to analyze Innovative Governance in the implementation of the Eazy Passport service as an effort to improve service quality at the Class I Immigration Office TPI Denpasar. The research method used is qualitative descriptive, with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. Based on the field research results, the analysis is conducted using Bugge's success factor theory, which consists of: (1) Governance and Innovation, (2) Innovation Culture, (3) Capabilities and Tools, (4) Sources of Ideas for Innovation, (5) Objectives, Outcomes, Drivers, and Troubles, and (6) Collecting Innovation Data for Single Innovation. The research results show that the implementation of Innovative Governance in the Eazy Passport service at the Denpasar Immigration Office has been carried out in a structured manner and has shown an improvement in quality. However, in terms of technical aspects and implementation, there are deficiencies in optimizing the Eazy Passport service. Some of these shortcomings can be linked to the success factor indicators according to Bugge, which include: Governance and Innovation, where there is a discrepancy between the minimum number of participants required in the SOP and the implementation of the Eazy Passport service; Objectives, Outcomes, Drivers, and Troubles, where there is a lack of human resources, limited service quotas, and geographical constraints. Recommendations for these issues include optimizing the Eazy Passport service quota and increasing the number of human resources. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis Innovative Governance dalam penerapan layanan Eazy Passport sebagai upaya peningkatan kualitas pelayanan di kantor imigrasi kelas I TPI Denpasar. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian lapangan dikaji menggunakan teori faktor keberhasilan menurut Bugge yang terdiri dari: (1) Governance and Innovation, (2) Innovation Culture, (3) Capabilities and Tools, (4) Sources of Ideas for Innovation, (5) Objective, Outcomes, Drivers and Trouble, (6) Collecting Innovation Data for Single Innovation. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan Innovative Governance dalam penerapan Eazy Passport di Kantor Imigrasi Denpasar sudah dilaksanakan secara terstruktur dan menunjukkan peningkatan kualitas, namun secara teknis dan pengimplementasian dalam mengoptimalkan layanan Eazy Passport terdapat kekurangan. Beberapa kekurangan tersebut dapat peneliti kaitkan dengan indikator faktor keberhasilan menurut Bugge, yang meliputi: Governance and Innovation, terdapat ketidaksesuaian jumlah minimal peserta pada SOP dengan implementasi layanan Eazy Passport; Objectives, Outcomes, Drivers, and Troubles, terdapat kekurangan sumber daya manusia, kurangnya kuota layanan serta hambatan geografis. Rekomendasi atas permasalahan tersebut meliputi Optimalisasi Kuota Layanan Eazy Passport serta Peningkatan Jumlah Sumber Daya Manusia. Kata Kunci: Innovative Governance, Eazy Passport, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar, Kualitas Pelayanan, Teori Faktor Keberhasilan Bugge.
Optimalisasi Kinerja KPU Kabupaten Bangli Dalam Rangka Menjamin Adanya Hak Pilih Bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa Pada Pemilu Tahun 2024 (Studi Kasus: Pasien Rawat Inap Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali) Ekayanti, Ni Putu Dian; Yudartha, I Putu Dharmanu; Wijaya, Komang Adi Sastra
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.226

Abstract

This research aims to get an overview of the Optimization of the Performance of the Bangli Regency KPU in the Context of Guaranteeing the Voting Rights for People with Mental Disorders in the 2024 Election in Bali Province. This research is a qualitative research with a descriptive approach. The data sources used are primary and secondary data. Regarding the technique of determining informants in this study using purposive sampling technique. This study uses performance measurement indicators by Agus Dwiyanto and the concept of optimization by Bastian. The results showed that the performance of the Bangli Regency KPU in ensuring the right to vote for ODGJ in Bali Province Mental Hospital was not optimal because there were still optimization indicators that had not been fulfilled in the human resource productivity section and also the quality of organizational services. Recommendations that researchers can provide are the organization of training and the formation of a special team of election organizers in Bali Province Mental Hospital. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendapat gambaran mengenai Optimalisasi Kinerja KPU Kabupaten Bangli Dalam Rangka Menjamin Adanya Hak Pilih Bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa Pada Pemilu Tahun 2024 Di Provinsi Bali. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Mengenai teknik penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan indikator pengukuran kinerja oleh Agus Dwiyanto dan konsep optimalisasi oleh Bastian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil kinerja KPU Kabupaten Bangli dalam menjamin adanya hak pilih bagi para ODGJ di RSJ Provinsi Bali adalah belum optimal dikarenakan masih terdapat indikator optimalisasi yang belum terpenuhi pada bagian produktivitas sumber daya manusia dan juga kualitas pelayanan organisasi. Rekomendasi yang dapat peneliti berikan adalah penyelenggaraan pelatihan dan pembentukan tim khusus penyelenggara pemilihan umum di RSJ Provinsi Bali. Kata Kunci: Kinerja, Optimalisasi, KPU Kabupaten Bangli, ODGJ, Hak Pilih, Pemilu 2024
Strategi Dinas Sosial Dalam Pemberdayaan Penyandang Disabilitas Melalui Program Graha Nawasena (Rumah Harapan Disabilitas) di Kota Denpasar Shanti, Ni Made Dwita Purnama; Lukman, Juwita Pratiwi; Yudartha, I Putu Dharmanu
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.227

Abstract

Fulfillment of the rights of persons with disabilities is regulated in Regional Regulation No. 11 of 2022. As a form of implementation, the Social Service together with the Denpasar City Government established Graha Nawasena. This study aims to analyze the strategy of the Denpasar City Social Service in optimizing the empowerment of persons with disabilities through the Graha Nawasena program. This study uses a descriptive qualitative method with data collection techniques through interviews, observations and documentation. The results of this study indicate that the strategy used by the Social Service in terms of empowering persons with disabilities has been running quite well, although in its implementation it is still not optimal. This can be seen from the five indicators of the strategy used which have been running quite well. The SWOT analysis produces four main strategic recommendations: (1) Strengthening the implementation of Denpasar City Regional Regulation No. 11 of 2022 by optimizing collaboration with stakeholders, mass media, and educational institutions (SO), (2) Improving disability-friendly infrastructure to attract stakeholders, mass media and educational institutions by applying for grant funds and CSR programs (WO), (3) Maintaining the formation of Graha Nawasena to ensure the sustainability of the program by developing a more independent business model (ST), (4) Strengthening the involvement of all internal members of the organization by providing education and training on product marketing (WT). Abstrak Pemenuhan hak penyandang disabilitas diatur dalam Perda No. 11 Tahun 2022. Sebagai benuk implementasinya, Dinas Sosial bersama Pemerintah Kota Denpasar membentuk Graha Nawasena. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Dinas Sosial Kota Denpasar dalam mengoptimalkan pemberdayaan penyandang disabilitas melalui program Graha Nawasena. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi yang digunakan oleh Dinas Sosial dalam hal pemberdayaan penyandang disabilitas sudah berjalan cukup baik, meskipun dalam pelaksanaanya masih belum maksimal. Hal ini dapat dilihat dari kelima indikator strategi yang digunakan telah berjalan cukup baik. Analisis SWOT menghasilkan empat rekomendasi strategi utama: (1) Memperkuat implementasi Peraturan Daerah Kota Denpasar No. 11 Tahun 2022 dengan mengoptimalkan kolaborasi bersama pemangku kepentingan, media massa, dan lembaga pendidikan (SO), (2) Memperbaiki infrastruktur yang ramah disabilitas untuk menarik pemangku kepentingan, media massa dan lembaga pendidikan dengan mengajukan dana hibah dan program CSR (WO), (3) Mempertahankan pembentukan Graha Nawasena guna memastikan keberlanjutan program dengan mengembangkan model bisnis yang lebih mandirI (ST), (4) Memperkuat keterlibatan seluruh anggota internal organisasi dengan memberikan edukasi dan pelatihan mengenai pemasaran produk (WT). Kata Kunci: Graha Nawasena, SWOT, Strategi, Pemberdayaan Penyandang Disabilitas
Implementasi Kebijakan Program Puspa Aman Dalam Upaya Meningkatkan Ketahanan Pangan Di Desa Tulikup, Kabupaten Gianyar. Pradnyani, Ni Putu Maya Gita; Wijaya, Komang Adi Sastra; Prabawati, Ni Putu Anik
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.228

Abstract

This research examines the implementation of the Puspa Aman policy program aimed at enhancing food security in Tulikup Village, Gianyar Regency. The primary concerns mentioned include the efficacy of program execution, community engagement, and the obstacles encountered in its deployment. This research seeks to evaluate the degree to which the Puspa Aman program enhances food security in the hamlet. The research method used is a descriptive qualitative approach, using data gathering methods such as observation, in-depth interviews, and document analysis. The study used Miles and Huberman's interactive paradigm, including data gathering, reduction, presentation, and conclusion formulation. The study's findings demonstrate that the Puspa Aman program has been effectively executed in several dimensions, including the administration of local food resources and the empowerment of the community via food product creation. Nevertheless, other impediments obstruct the program's optimization, such as inadequate inter-agency cooperation, constrained resources, and little community engagement in the program. This research concludes that the efficacy of the Puspa Aman program's execution is mostly contingent upon the collaboration of the government, the community, and other stakeholders. Consequently, it is advisable to improve program socialization, bolster inter-agency collaboration, and provide incentives for community engagement in support of the program. Abstrak Penelitian ini mengkaji pelaksanaan kebijakan Program Puspa Aman yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan di Desa Tulikup Kabupaten Gianyar. Permasalahan utama yang ditemukan adalah efektivitas pelaksanaan program, keterlibatan masyarakat, dan tantangan yang dihadapi selama pelaksanaan program. Studi ini berupaya mengevaluasi sejauh mana Program Puspa Aman meningkatkan ketahanan pangan di masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif, dengan menggunakan metode pengumpulan data seperti observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumentasi. Model interaktif Miles dan Huberman digunakan untuk analisis data, meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan perumusan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Program Puspa Aman telah efektif di beberapa bidang, termasuk pengelolaan sumber daya pangan lokal dan pemberdayaan masyarakat melalui penciptaan produk pangan. Meskipun demikian, terdapat hambatan lain yang menghambat optimalisasi program, seperti kurangnya kerja sama antarlembaga, terbatasnya sumber daya, dan rendahnya keterlibatan masyarakat dalam inisiatif ini. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa efektivitas pelaksanaan Program Puspa Aman sangat bergantung pada kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya. Oleh karena itu, disarankan untuk meningkatkan sosialisasi program, memperkuat kolaborasi antar lembaga, dan memberikan insentif untuk mendorong keterlibatan masyarakat dalam mendukung inisiatif ini. Kata kunci: Implementasi kebijakan, Puspa Aman, ketahanan pangan, Desa Tulikup, Gianyar.

Page 2 of 2 | Total Record : 18