cover
Contact Name
Ainurrahman Hidayat
Contact Email
anik_mamang@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
biologiyayan@iainmadura.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Panglegur KM 04 Pamekasan Jawa Timur
Location
Kab. pamekasan,
Jawa timur
INDONESIA
Nuansa: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam
ISSN : 19077211     EISSN : 24428078     DOI : https://doi.org/10.19105/nuansa
Nuansa is a journal that publishes scientific articles that have been derived from research on social sciences and Islamic studies This journal is published biannually in June and December and published articles reviewed by experts on related issues Journal Nuansa scope includes culture politics law economy theology philosophy communication and history
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 17 No. 2 (2020)" : 5 Documents clear
Persepsi Masyarakat Terhadap Perilaku Prososial Siswa Kelas VIII di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Bongkudai Prasetio Rumondor; Syamsul Bahri Mamonto; Octri Amelia Suryani
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol. 17 No. 2 (2020)
Publisher : Research Institute and Community Engagement of IAIN MADURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/nuansa.v17i2.2876

Abstract

Dalam interaksi sosial masyarakat Timur lebih mementingkan kebersamaan yang harmonis dan didasari dengan kasih sayang. Karenanya seringkali masyarakat melakukan penilaian terhadap orang lain dan menyimpulkan karakteristik kepribadiannya. Oleh karena itu, perilaku prososial mencakup segala bentuk tindakan yang menguntungkan dan dilakukan untuk menolong orang lain, tanpa memperdulikan motif-motif penolong. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan Persepsi Masyarakat Bongkudai Terhadap Perilaku Prososial Siswa Kelas VIII Di MTs Negeri Bongkudai. Artikel ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hal ini dikarenakan data yang dikumpulkan adalah data yang di telaah secara sistematis mengenai fakta-fakta dan sifat populasi atau penelitian yang langsung dilakukan di lapangan (field research) sehingga peneliti mampu melihat bagaimana persepsi masyarakat terhadap perilaku prososial siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat Bongkudai berdasarkan pengalaman dan kedekatan mereka dengan siswa yang ada. Dimana mereka melihat siswa di MTs Negeri Bongkudai terutama kelas VIII memiliki perilaku prososial namun harus selalu diarahkan serta diberikan motivasi agar perilaku mereka menjadi sebuah perilaku yang baik. Terutama pada Aspek berbagi, menolong, jujur, dermawan, kerjasama. Kelima perilaku ini masih mempunyai kekurangan. Oleh karena itu masyarakat, guru dan orang tua perlu saling berkoordinasi dalam rangka meningkatkan perilaku prososial siswa.(In social interaction, the East community emphasizes harmonious togetherness and is based on compassion. Therefore, people often make judgments about other people and infer their personality characteristics. Therefore, prosocial behavior includes all forms of action that are beneficial and done to help others, regardless of the motives of the helper. This article aims to describe the Perceptions of the Bongkudai Society against the Prosocial Behavior of Class VIII Students in MTs Negeri Bongkudai. This article uses a type of qualitative research with a descriptive approach. This is because the data collected is data that is systematically examined about the facts and nature of the population or direct research conducted in the field (field research) so that researchers are able to see how people's perceptions of student prosocial behavior. The results showed that the perception of the Bongkudai community was based on their experience and closeness with existing students. Where they see students in MTs Negeri Bongkudai especially in class VIII have prosocial behavior but must always be directed and motivated so that their behavior becomes a good behavior. Especially in aspects of sharing, helping, honest, generous, cooperation. These five behaviors still have flaws. Therefore the community, teachers, and parents need to coordinate with each other in order to improve students' prosocial behavior).
Gerakan Sosial dan Filantropi Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah di Indonesia Siswoyo Aris Munandar
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol. 17 No. 2 (2020)
Publisher : Research Institute and Community Engagement of IAIN MADURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/nuansa.v17i2.3033

Abstract

Latar belakang dari studi kasus ini adalah Tasawuf selama ini dikenal sebagai dimensi esoterik dalam Islam. Identifikasi tersebut sering menyebabkan tasawuf dianggap dekat dengan hal-hal yang bersifat kebatinan dan askese. Selama ini kaum sufi dipandang sebagai kelompok umat yang lebih menekankan kesalehan individual (personal) daripada kasalehan sosial. Akan tetapi berbeda dengan Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah di Indonesia justru murid-muridnya harus terjun kemasyarakat dan aktiv dalam sosial. Penelitian ini menggunakan metode historis dalam mempersepsikan peran Tarekat di masyarakatnya. Data untuk penelitian ini dikumpulkan dengan melakukan studi observasi, wawancara, dan dokumen. Penelitian ini berusaha untuk mendekripsikan peran Tarekat Qadiriyah Wa Naqsyabandiyah terhadap kesalehan sosial masyarakat dan filantropi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan di mana ada sebuah tarekat yang justru mendorong para muridnya untuk terlibat dalam kehidupan bersama dengan masyarakat. Membuat progam filantropi yang bernama IBU BELLA yang berkerja sama dengan Rumah Zakat dan menghasilankan World Digital Philanthropy agar potensi zakat di Indonesia bisa di tingkatkan dengan menggunakan teknologi digital saat ini.(The background of this case study is that Sufism has been known as an esoteric dimension in Islam. This identification often causes Sufism to be considered close to spiritual and ascetic matters. So far, the Sufis have been seen as a group of people who emphasize individual piety (personal) rather than social piety. However, it is different from the Qadiriyah Wa Naqsyabandiyah Tarekat in Indonesia, the students have to be involved in society and be active in society. This research uses historical methods in perceiving the role of the Tarekat in society. The data for this research were collected by conducting observational studies, interviews, and documents. This study seeks to describe the role of the Qadiriyah Wa Naqsyabandiyah Tarekat on social piety and philanthropy. The results of this study show where there is a tarekat that encourages its students to be involved in life together with the community. Creating a philanthropic program called IBU BELLA which collaborates with Rumah Zakat and generates World Digital Philanthropy so that the potential for zakat in Indonesia can be increased by using current digital technology).
Social Behavior of The Children of Newspaper Sellers in Kupang City to Defend Existential at School Syahrul Syahrul; Amirulah Datuk
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol. 17 No. 2 (2020)
Publisher : Research Institute and Community Engagement of IAIN MADURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/nuansa.v17i2.3299

Abstract

Eksistensi anak di jalanan sebagai penjual koran dianggap sebagai hal yang tidak edukatif karena dapat mempengaruhi perilaku anak. Sementara itu, anak harus berkerja di jalan sebagai penjual koran agar mereka dapat membiayai pendidikan dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dalam penelitian ini, perilaku sosial anak menjadi kajian utama karena penting untuk membandingkan perilaku anak ketika di jalanan dan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku sosial anak penjual koran dan eksistensinya di sekolah. Selain itu, peneliti menggunakan metode kualitatif dengan teknik purposive sampling dalam memilih subjek penelitian yang terdiri anak penjual koran dan guru. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan catatan lapangan. Data kemudian diolah dengan teknik analisis Creswell, yaitu proses analisis bergerak dalam lingkaran di antara pengumpulan data, pengorganisasian data, pembacaan, memoing, deskripsi, klasifikasi, penafsiran, dan penyajian. Diperoleh hasil analisis data bahwa anak penjual koran di Kota Kupang menunjukkan perilaku ekspresif dengan cara melanggar peraturan sekolah seperti tidak mengenakan baju seragam dan kaos kaki serta sering menggunakan tas kresek untuk tempat buku-buku dan alat-alat tulis lainnya. Selain itu, anak-anak ini juga menunjukkan perilaku sosiometrik di jalanan, yaitu mereka berbohong apabila ada yang bertanya “apakah kamu masih sekolah?” Mereka akan menjawab, saya sekolah pagi jika ditanya di waktu sore dan malam, sebaliknya mereka akan menjawab sekolah sore jika ditanya di waktu pagi.(Children existed on the road as a newspaper seller was considered as uneducated because it made deviant behaviour, while children should work on the road as newspaper seller for tuition fee and daily needs. In this research, children's social behaviour is the main study because it is important to compare children's behaviour on the streets and at school. This study aimed to know the social behaviour of children of newspaper sellers to remain in school. The type of research is qualitative. The subject of the research was determined by purposive samplings such as children of newspaper sellers and teachers. The data was collected through in-depth interviews, observation, and file notes. Meanwhile, the data were analyzed through Creswell method, namely, in one circle among data collection, data categories, memo, description, classification, interpretation, and visualization. The result of this study showed that children of newspaper sellers in Kupang City exist at school with expressive behaviour who was shown on violating school rules such as not wearing uniforms and often using plastic bags for books and other stationery. On the other hand, they also showed sociometric behaviour on the road, namely, they lie when someone asks “are you a student?” Then they will answer learning in the morning if we were asked in the afternoon and evening, whereas they will answer school afternoon if we were asked in the morning).
Potentials and Challenges of Chinese Foreign Direct Investment in Indonesia Melda Ria Juwita; Tao Wang; Yusup Gumilar Sukma; Maman Iskandar; Agus Supriyadi
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol. 17 No. 2 (2020)
Publisher : Research Institute and Community Engagement of IAIN MADURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/nuansa.v17i2.3523

Abstract

Program ekonomi China Belt and Road Initiatives (BRI) memiliki pengaruh besar pada laju ekonomi dunia, terutama di negara-negara tuan rumah yang berpartisipasi di dalamnya. Indonesia adalah negara yang menjadi bagian dari program ini di kawasan Asia Tenggara, mengalami dampak yang cukup besar dalam hal pembangunan ekonomi dan peningkatan nilai investasi asing, yang ditandai dengan penambahan proyek investasi di berbagai bidang industri. Pertumbuhan investasi asing Cina di Indonesia dapat dilihat dari perkembangan taman industri Cina di beberapa daerah di Indonesia. Artikel ini disusun dengan melakukan tinjauan literatur dan pengumpulan data yang akurat yang bersumber dari Badan Koordinasi Penanaman Modal Indonesia (BKPM) dengan tujuan untuk menganalisis potensi dan tantangan yang muncul dari FDI Tiongkok untuk Indonesia dan sebaliknya. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah, terlepas dari potensi pangsa pasar Indonesia karena jumlah penduduk yang besar, kemudahan memperoleh bahan baku untuk produksi dan upah minimum untuk pekerja lokal relatif rendah. Namun, bagi investor Cina, hal ini diikuti oleh tantangan yang juga muncul, seperti harga tanah yang tinggi, infrastruktur Indonesia yang tidak memadai, dan berbagai peraturan investasi di hampir setiap wilayah. Bagi Indonesia, peningkatan FDI Cina mendorong lapangan kerja, memberikan peluang bagi alih teknologi dan pengetahuan. Namun, masalah lain muncul, seperti persaingan untuk pengusaha lokal dan kekhawatiran tentang ketergantungan ekonomi Indonesia pada Cina. Selain itu, untuk mendapatkan pemahaman komprehensif tentang taman Industri Cina dan dampaknya, penelitian masa depan dengan penelitian survei lapangan sangat dianjurkan.(The China Belt and Road Initiatives (BRI) economic program has an enormous influence on the pace of the world economy, especially in host countries that participate in it. Indonesia is a country that is a part of this program in the Southeast Asian region, experienced a considerable impact in terms of economic development and an increase in the value of a foreign investment, which is marked by the addition of investment projects in various fields of industry. The growth of Chinese foreign investment in Indonesia can be seen by the development of Chinese industrial parks in several regions in Indonesia. This article was prepared by conducting a literature review and accurate data collection sourced from the Indonesia Investment Coordinating Board (IICB) with the objectives to analyze the potentials and challenges that arise from Chinese FDI for Indonesia and vice versa. The results obtained from this study are, despite the potential of the Indonesian market share due to the large population, the ease of obtaining raw materials for production and the minimum wage for local workers is relatively low. However, for Chinese investors, it is followed by challenges that also arise, such as high land prices, inadequate Indonesian infrastructure, and different investment regulations in almost every region. For Indonesia, an increase in Chinese FDI encourages employment, provides opportunities for the transfer of technology and knowledge. However, other issues arise, such as competition for local entrepreneurs and concerns about Indonesia's economic dependence on China.Besides, to get a comprehensive understanding of Chinese Industrial parks and their impact, future research with field survey research is highly recommended).
Pola Penerimaan Peserta Didik Baru Berbasis Zonasi di SMPN dan SMAN Pamekasan Saiful Arif
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol. 17 No. 2 (2020)
Publisher : Research Institute and Community Engagement of IAIN MADURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/nuansa.v17i2.3526

Abstract

Kebijakan baru pemerintah dalam dunia pendidikan dengan menggunakan pola zonasi pada penerimaan peserta didik baru di sekolah, menimbulkan banyak reaksi dan penolakan dari masyarakat, bahkan pada tahun ajaran baru 2019/2020, ketika kebijakan ini dilaksanakan, banyak gejolak  yang hampir secara nasional terdapat unjuk rasa terhadap pola ini. Artikel ini berusaha menyajikan persoalan di sekitar pelaksanaan zonasi yang menjadi kebijakan pemerintah secara nasional, dengan mengambil potret di Pamekasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tentang respon masyarakat, respon sekolah, dan optimalisasi pemerataan pendidikan pola zonasi pada peneriman peserta didik baru pada sekolah di Pamekasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif diskriptif dengan sumber data kepala sekolah, guru, peserta didik, orang tua, dan masyarakat. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi langsung, dan analisis dokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagian besar respon masyarakat dan sekolah di Pamekasan tidak setuju dengan pola zonasi, diantara alasan yang diberikan adalah menutup peluang anak yang memiliki prestasi tinggi yang berada di luar zona tidak bisa masuk di sekolah yang dipandang favorit yang ada di jantung kota, serta ternyata pola zonasi belum sepenuhnya optimal memeratakan pendidikan kepada semua sekolah.(The government's new policy in the world of education by appying school zoning policy in the admission of new students in schools causes a lot of reactions and resistance from the community, esspecially, in the new academic year 2019/2020. This policy raises many turmoils such as demonstrations against it. This article attempts to present the issues surrounding the implementation of school zoning as a national government policy, by focusing its' implementation in Pamekasan. This study aims to identify community responses, school responses, and optimization of the distribution of zoning pattern education in the admission of new students to schools in Pamekasan. This study used a descriptive qualitative approach with data sources for principals, teachers, students, parents, and the community. Collecting data used are in-depth interviews, direct observation, and documentation analysis. The results of the research obtained that most of the community and school responses in Pamekasan do not agree with the school zoning, among the reasons given is closing the opportunities for children with high achievement living outside the zone cannot enter the favorites schools locating in the center of the city. Moreover, the school zoning has not been optimally distributing the quality of education to all schools).

Page 1 of 1 | Total Record : 5