cover
Contact Name
Asep Dadan Suganda
Contact Email
asep.dadan@uinbanten.ac.id
Phone
+6281511475475
Journal Mail Official
jurnal.tazkiya@uinbanten.ac.id
Editorial Address
UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Jln. Jend. Sudirman, No. 30 Ciceri, Serang, Banten 42118
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Tazkiyya: Jurnal Keislaman, Kemasyarakatan dan Kebudayaan
ISSN : 14117886     EISSN : 30472695     DOI : https://doi.org/10.32678/tjk3.v24i2
Tazkiyya is a periodical scientific publication intended for researchers who want to publish their articles in the form of literature studies, research, and scientific development in the field of Islamic Studies, Communities, and Cultures.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 16 No 02 (2015): Juli-Desember 2015" : 8 Documents clear
KONSEP PENDIDIKAN MULTIKULTURAL: Eksistensi dan Nilai-nilai Urgensinya di Indonesia BADRUDIN BADRUDIN
Tazkiya Vol 16 No 02 (2015): Juli-Desember 2015
Publisher : Pusat Kajian Islam dan Kemasyarakatan (PKIK), UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari konsep pendidikan multikultural adalah untuk memahami pelajar, mahasiswa, dan semua warga agar memperoleh inspirasi pengetahuan, sikap dan tindakan yang diperlukan dalam menjalankan peran-peran kemanusiaannya pada masyarakat demokrasi-pluralistik serta diperlukan untuk berinteraksi, bernegosiasi, dan komunikasi dengan warga dari kelompok beragam agar tercipta sebuah tatanan masyarakat etis dan bermoral yang berjalan untuk kebaikan bersama. Prinsip multikulturalisme mengajarkan kepada kita untuk mengakui berbagai potensi dan legitimasi keragaman dan perbedaan sosio-kultural tiap kelompok etnis. Berangkat dari prinsip demikian maka individu maupun kelompok dari berbagai etnik dalam pandangan ini bisa bergabung dalam masyarakat, terlibat dalam societal cohesion tanpa harus kehilangan identitas etnis dan budaya mereka, sekaligus tetap memperoleh hak-hak mereka untuk berpartisipasi penuh dalam berbagai bidang kegiatan masyarakat. Sehingga keberagaman budaya yang ada di belakang, di depan dan disekeliling kita bisa memberikan sumbangan yang paling berharga bagi semua orang. Pendidikan multikultural sekurang-kurangnya memiliki lima tujuan. Pertama, meningkatkan pemahaman diri dan konsep diri secara baik. Kedua, meningkatkan kepekaan dalam memahami orang lain, termasuk terhadap berbagai kelompok budaya di negaranya sendiri dan Negara lain. Ketiga, meningkatkan kemampuan untuk merasakan dan memahami kemajemukan, dapat meng-interpretasi-kan tentang kebangsaan dan budaya yang kadang-kadang bertentangan menyangkut sebuah peristiwa, nilai dan perilaku. Keempat, membuka pikiran ketika merespon isu. Kelima, memahami latar belakang munculnya pandangan klise atau kuno, menjauhi pandangan stereotype dan mau menghargai semua orang.
KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM MENANGGULANGI KENAIKAN HARGA Itang Itang
Tazkiya Vol 16 No 02 (2015): Juli-Desember 2015
Publisher : Pusat Kajian Islam dan Kemasyarakatan (PKIK), UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini mengkaji kebijakan kebijakan pemerintah dalam menanggulangi kenaikan harga. Beberapa hal terkait kebijakan tersebut adalah diperlukan program perlindungan sosial bagi masyarakat miskin, dalam bentuk program kompensasi (compensatory program) yang sifatnya khusus (crash program) atau program jaring pengaman sosial (social safety net Program). Program tersebut melalui penambahan nilai bantuan dan coverage program rutin yang sudah ada atau yang dikenal saat ini sebagai Percepatan dan Perluasan Program Perlindungan Sosial (P4S), antara lain: Bantuan Beras Miskin (Raskin), Bantuan Siswa Miskin (BSM), Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM). Harapan dengan adanya program BLSM ini, maka Rumah Tangga Sasaran diharapkan masih konsisten untuk melakukan fungsi sosialnya sehingga kondisi kenaikan kebutuhan pokok sebagai dampak kenaikan harga tidak menjadikannya berpengaruh signifikan dan tetap masyarakat dapat hidup sejahtera. BLSM diluncurkan oleh pemerintah mulai 22 Juni 2013 dan diberikan kepada 15,5 juta Rumah Tangga Sasaran (RTS) dengan besaran Rp150.000,- per bulan selama empat bulan. Tahap awal BLSM diberikan dua bulan sekaligus, yaitu Rp 300.000,- di mana akan dibagikan bertahap sampai Juli. Pembagiannya fokus pada dua tempat, yaitu PT. Pos Indonesia yang telah ditunjuk dan komunitas masyarakat melalui perangkat pemerintahan. Penyaluran ini didahului dengan mencetak Kartu Perlindungan Sosial (KPS) sebagai bukti pengambilan dana BLSM dan didistribusikan oleh PT. Pos Indonesia. Untuk mendanai BLSM tersebut, alokasi anggarannya mencapai Rp 9,3 triliun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) tahun 2013.
طريقة تعليم مهارات اللغوية لدى الطلاب في الجامعة SITI SHALIHAH
Tazkiya Vol 16 No 02 (2015): Juli-Desember 2015
Publisher : Pusat Kajian Islam dan Kemasyarakatan (PKIK), UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

فإنّ المهارات اللغوية العربية قسم من أقسام اللغة وحدها التي تتكون من مهارة الاستماع ومهارة الكلام ومهارة القراءة ثم مهارة الكتابة. فالأولى تركيز الشخص المستمع لكلام المتحدث بغرض فهم مضمونه وتحليله ونقده، أي ليس المقصود من الإستماع الإنصات للحديث فقط بل يتجاوز ذلك إلي ربط الرموز بدلالتها، ومدي صحة هذه الدلالات. والثانية نطق الأصوات العربية نطقاً سليماً بحيث تخرج هذه الأصوات من مخارجها المتعارف عليها لدي علماء اللغة. والثالثة عامل أساسي في بناء الشخصيّة وصقلها فهي تزود القارئ بالمعارف والخبرات التي قد لايستطيع أن يكتسبها مباشرة إلاّ من خلال القراءة.وأما الرابعة فنشاط معقّد جداً، ولذلك فإنّ تعريف الكتابة الجيّدة أمر يصعب الوصول إليه، ولكن قد تعرف الكتابة بأنّها رسم الحروف بخط واضح لا لبس فيه ولا ارتياب مع مراعاة النهج السليم للكلمات وفق قواعد الكتابة العربية المتفق عليها لدى أهلها بحيث تعطي في النهاية معنى مفيداً ودلالة معينة. يختلف طريقة الدراسية بين المستوى المدرسة والجامعة، خصوصا في تعليم مهارات اللغة الأربعة. وفي هذه المقالة سنبحثها
FAMILY EDUCATION ACCORDING TO THE QUR'ANIC PERSPECTIVE: A REVIEW OF THE TARBAWI INTERPRETATION WAWAN WAHYUDDIN
Tazkiya Vol 16 No 02 (2015): Juli-Desember 2015
Publisher : Pusat Kajian Islam dan Kemasyarakatan (PKIK), UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims (1) to describe law educates family members according to the Qur'anic perspective, (2) to describe the process of family education from the perspective of the Qur'an, and (3) to describe the family of educational material according to the perspective of the Qur'an. The problem of this study are (1) how the law educates family members according to the perspective of the Qur'an ?, (2) how the process of family education from the perspective of the Qur'an? And (3) how the theory of the family according to the perspective of the Qur'an? This study used a qualitative method of content analysis techniques. The Review is using tarbawi interpretation or education. The data source of this research are the verses of the Quran that that tells Abraham, Jacob, Imran, and Luqman Al-Hakim in educating families, interpretation of these verses, and stories about their life story. The conclusion of this study is the Qur'an discuss many prominent educators. The statement includes their success in educating families. Their success made them into servants and family choices as stated in the Qur'an Surah, Luqman, Imran and letters on the above. Therefore, in order to educate family the way or pattern that they do need to be followed by every chief of Muslim family.
JAWARA BANTEN DAN BLATER MADURA : STUDI KOMPARASI HUBUNGAN SOSIAL-KEAGAMAAN MEREKA DENGAN KIAI YANWAR PRIBADI
Tazkiya Vol 16 No 02 (2015): Juli-Desember 2015
Publisher : Pusat Kajian Islam dan Kemasyarakatan (PKIK), UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini difokuskan pada fenomena kekerasan massa di Indonesia; sejarah dan perkembangan jawara Banten dan blater Madura; dan hubungan sosial–keagamaan mereka dengan kiai di daerahnya masing–masing. Di antara pertanyaan-pertanyaan yang diajukan adalah: Bagaimanakah latar belakang dan perkembangan kekerasan massa di Indonesia? Bagaimanakah latar belakang kemunculan jawara Banten dan blater Madura? Bagaimanakah perkembangan kelompok-kelompok ini? Bagaimanakah hubungan sosial–keagamaan mereka dengan kiai di daerahnya masing–masing? Sebagaimana yang akan kita lihat, aktor-aktor di dalam studi ini, tokoh-tokoh penting kelompok-kelompok strongmen di Banten dan Madura, adalah bagian dari konfigurasi yang lebih besar dari individu-individu yang saling bergantung satu sama lain dalam masyarakat di kedua daerah tersebut dan juga di Indonesia secara lebih luas. Perkembangan kondisi pada masa kolonial, perkembangan politik yang lebih luas, dampak luas pemerintahan otoriter pada masa Orde Baru, pertumbuhan ekonomi, dan juga situasi pada era desentralisasi, semuanya berhubungan dengan perkembangan masyarakat secara luas di kedua daerah tersebut, yang pada akhirnya berdampak juga terhadap sepak terjang kelompok-kelompok strongmen dalam berhubungan dengan kiai sebagai figur utama otoritas keagamaan.
KINERJA APARATUR DAN PANCASILA SEBAGAI KEPRIBADIAN BANGSA M. ZAINI DA'UN
Tazkiya Vol 16 No 02 (2015): Juli-Desember 2015
Publisher : Pusat Kajian Islam dan Kemasyarakatan (PKIK), UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kinerja memerupakan sesuatu yang harus dimiliki dan harus diwujudkan untuk mengetahui kualitas atau persentase kinerja seseorang atau instansi, pelaksanaan kinerja lembaga dan kinerja aparatur, diharapkan agar dapat memenuhi tuntutan masyarakat tentang pelayanan yang memuaskan. Adanya beberapa kasus korupsi yang terjadi penyimpangan atau kegiatan yang tidak sesuai ketentuan, diperkirakan belum optimalnya pencapaian kinerja dan kurang mampu mewujudkan pengamalan pelaksanaan setiap sila yang ada pada Pancasila. Selanjutnya semua kegiatan yang berhubungan dan sejalan dengan Pancasila merupakan kinerja yang harus diwujudkan oleh masyarakat yang berada di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
PEMUDA PUTUS SEKOLAH DAN UPAYA PENANGGULANGANNYA MAIMUNAH MAIMUNAH
Tazkiya Vol 16 No 02 (2015): Juli-Desember 2015
Publisher : Pusat Kajian Islam dan Kemasyarakatan (PKIK), UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan dilihat dari segi pandangan masyarakat berarti pewarisan kebudayaan dari generasi tua kepada generasi muda agar hidup masyarakat tetap berkelanjutan. Dalam pewarisan generasi muda ini ternyata banyak masalah, karena nilai – nilai yang diwariskan kadang kala tidak sesuai dengan keadaan generasi pada masanya, seperti halnya dengan pemuda putus sekolah. Pemuda putus sekolah adalah anak/pemuda usia sekolah yang terputus pendidikannya dari suatu jenjang pendidikan formal sebelum atau setelah menamatkan, tetapi tidak meneruskan ketingkat pendidikan lanjutan. Putus sekolah bukan hanya menjadi masalah pendidikan, tetapi lebih masalah sosial ekonomi, apakah mereka putus asa, merasa tereleminasi dari lingkungan sosial, jerah belajar atau masih ingin belajar, tetapi tidak mengetahui belajar apa dan bagaimana, sehingga mereka putus asa tidak melanjutkan sekolah lagi.
PERILAKU PENCARIAN INFORMASI DOSEN IAIN SULTAN MAULANA HASANUDDIN BANTEN MELALUI INTERNET ANIS ZOHRIAH
Tazkiya Vol 16 No 02 (2015): Juli-Desember 2015
Publisher : Pusat Kajian Islam dan Kemasyarakatan (PKIK), UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas perilaku pencarian informasi dosen IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten melalui internet. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis dan kebutuhan informasi dosen,perilaku pencarian informasi dosen dalalm memanfaatkan internet untuk memenuhi kebutuhan informasi di IAIN Sultan Maulana HasanuddinBanten dan hambatan-hambatan dalam mencari informasi melalui internet. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain studi kasus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebutuhan informasi dosen IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten adalah informasi yang berkaitan dengan materi perkuliahan jenis informasi yang dibutuhkan berupa buku-buku, karya ilmiah, jurnal penelitian dan informasi lain yang diperoleh dari perpustakaan, took buku dan internet. Dalammelakukan penelusuran informasi melalui internet, dosen IAIN sultan Maulana Hasanuddin Banten lebih sering menggunakan mesin pencari google karena sudah terbiasa dan sering menggunakan situs ini namun tidak memanfaatkan fasilitas-fasilitas penelusuran yang dimiliki oleh mesin pencari tersebut, termasuk pengguanaan operator Boolean untuk mendapatkan informasi yang cepat, tepat dan akurat. Sedangkan hambatan yang dialami dosen IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten dalam mencari informasi di internet adalah jaringan internet dan wifi yang tersedia di kampus sering mengalami gangguan dan lambat dalam mengakses data. Penelitian ini menyarankan kepada lembaga IAIN Banten untuk meningkatkan kualitas jaringan internet dan wifi di kampus IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten dan melakukan pelatihan pemanfaatan internet dan strategi penelusuran informasi secara online.

Page 1 of 1 | Total Record : 8