cover
Contact Name
Muslimin
Contact Email
jurnalbdb@gmail.com
Phone
+6281243230260
Journal Mail Official
jurnalbdb@gmail.com
Editorial Address
Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra dan Budaya, Universitas Negeri Gorontalo, Jl. Prof. Dr. Ing. B.J. Habibie, Desa Moutong, Kec. Tilongkabila, Kab. Bone Bolango Telepon (0435) 821125 Fax. (0435) 821752, email: jurnalbdb@gmail.com | http://ejurnal.ung.ac.id/index.php/JBSP/
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya
ISSN : 20886020     EISSN : 27765733     DOI : https://doi.org/10.37905/jbsb
Core Subject : Education, Social,
The aims of this journal is to provide a venue for academicians, researchers and practitioners for publishing the original research articles or review articles. The scope of the articles published in this journal deal with a broad range of topics, including: - Indonesian Language - Indonesian Literature - Indonesian Culture - Teaching Indonesian Language and Literature - Foreign Language and Literature - Language Acquisition
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 3 (2021): (September 2021)" : 6 Documents clear
Analisis Perbandingan Bunga Meihua dan Sakura yang Terlihat Sama Tetapi Berbeda Yolanda Natalia; Rudiansyah Rudiansyah
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 11, No 3 (2021): (September 2021)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.65 KB) | DOI: 10.37905/jbsb.v11i3.11144

Abstract

Flowers are one of the plants that are in great demand for cultivation or even just as decorations during certain celebrations. Meihua flowers and cherry blossoms are very beautiful flowers, not infrequently many can't tell the difference between these two types of flowers, because they really look the same. If you look closely, these two types of flowers are very easy to distinguish, starting from the shape, color and fragrance. This research uses qualitative descriptive by describing pictures of a natural phenomenon without any engineering or human intervention. From this study it can be clearly seen that the comparison between meihua flowers and cherry blossoms is the difference in the shape of the leaves, petioles, trees, flower petals and the resulting fragrance. but behind that there are benefits from this plant which is used for several purposes such as medicines and beauty products. In Chinese and Japanese beliefs, this plant also has different meaning and meanings.Keywords: meihua flower; cherry blossom; philosophy
Perubahan Inferioritas dan Superioritas Individual Tokoh Utama dalam Novel Egosentris Karya Syahid Muhammad Meriyanti Lakoro; Sayama Malabar; Herson Kadir
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 11, No 3 (2021): (September 2021)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.624 KB) | DOI: 10.37905/jbsb.v11i3.11956

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini mendeskripsikan perubahan inferioritas dan superioritas individual tokoh utama dalam novel Egosentris karya Syahid Muhammad. Teori yang digunakan dalam adalah psikologi individual Adler yakni tentang teori tentang pentingnya mengatasi perasaan inferioirtas menuju ke perjuangan menjadi sukses atau superioritas. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa kutipan-kutipan yang menunjukkan adanya inferioritas dan superioritas individual tokoh utama dalam novel Egosentris karya Syahid Muhammad. Sumber data dalam penelitian ini adalah kutipan-kutipan cerita dalamnovel Egosentris karya Syahid Muhammad. dilakukan dengan teknik baca, teknik catat, dan teknik pengumpulan dokumentasi.Teknik analisis data yang telah terkumpul dianalisis dengan cara mengklasifikasi data sesuai dengan subtansi permasalahan pada perubahan kepribadian inferioritas ke superioritas, menganalisis dan menginterpretasi data yang menggambarkan perubahan kepribadian tokoh utama dalam novel Egosentris karya Syahid Muhammad, serta menyimpulkan hasil penelitian.Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa: 1) perubahan kepribadian idividual tokoh utama dari inferioritas ke superioritas ditinjau dari aspek kesatuan kepribadian terdapat beberapa perubahan sikap yakni berupa sikap diam menjadi kritis; 2) perubahan kepribadian tokoh utama dari inferioritas ke superioritas ditinjau dari aspek minat sosial menunjukkan sikap peduli yang sangat tinggi terhadap orang lain; 3) perubahan kepribadian tokoh utama dari inferioritas ke superioritas ditinjau dari aspek gaya hidup memperlihatkan perubahan gaya hidup yang bermanfaat bagi orang lain; 4) perubahan kepribadian tokoh utama dari inferioritas ke superioritas ditinjau dari aspek kekuatan kreatif self menunjukkan sikap kuat dalam memberikan solusi dari setiap masalah yang terjadi. Dengan demikian, perubahan kepribadian tokoh utama dalam novel Egosentris karya Syahid Muhammad menunjukkan adanya usaha dalam mengubah perasaan yang awalnya inferioritas menjadi superioritas.Kata kunci: Inferioirtas, superioritas, Kesatuankepribadian, minatsosial, gayahidup, kekuatankreatif self, novel.
Interferensi Morfologi Bahasa Gorontalo pada Bahasa Indonesia Tutur Sisa dan Guru SMK Negeri 1 Kota Gorontalo Sri Fajriani Ohi; Dakia N. Djou; Muslimin Muslimin
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 11, No 3 (2021): (September 2021)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.12 KB) | DOI: 10.37905/jbsb.v11i3.10737

Abstract

       Interferensi adalah penggunaan unsur bahasa lain oleh bahasawan yang bilngual dan dipandang berupa kesalahan yang terjadi pada tataran bahasa. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini ini adalah (1) Bagaimanakah interferensi morfologi bahasa Gorontalo pada bahasa Indonesia tutur siswa dan guru SMK Negeri 1 Kota Gorontalo? (2) Faktor apa saja yang mempengaruhi terjadinya interferensi morfologi bahasa Gorontalo pada bahasa Indonesia  tutur siswa dan guru SMK Negeri 1 Kota Gorontalo?. Penelitian ini bertujuan (1) Mendeskripsikan interferensi morfologi bahasa Gorontalo pada bahasa Indonesia tutur siswa dan guru SMK Negeri 1 Kota Gorontalo? (2) Mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya interferensi morfologi bahasa Gorontalo pada bahasa Indonesia tutur siswa dan guru SMK Negeri 1 Kota Gorontalo.      Metode dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Metode tersebut digunakan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk interferensi dan faktor terjadinya interferensi morfologi bahasa Gorontalo pada bahasa Indonesia tutur siswa dan guru SMK Negeri 1 Kota Gorontalo. Sumber datanya berasal dari tuturan-tuturan siswa dan guru, guru dan guru, siswa dan siswa yang berada di lingkungan sekolah. Adapun teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data yaitu teknik simak tak libat cakap, teknik catat, dan teknik rekam. Teknik analisis data adalah mengidentifikasi bahasa Gorontalo yang terinterferensi bahasa Indonesia, kemudian mengklasifikasi, menganalisis hasil penelitian, dan menyimpulkan hasil penelitian. Pada hasil penelitian ini peneliti menemukan beberapa bentuk-bentuk interferensi morfologi bahasa Gorontalo pada bahasa Indonesia tutur siswa dan guru SMK Negeri 1 Kota Gorontalo berupa bentuk afiksasi, dan bahasa yang memposisikan diri. Afiksasi terdiri atas unsur dan leksikal. Unsur dalam penelitian ini yakni, unsur bo, olo, debo, mota, mai, tingga-. Bentuk interferensi lain adalah kata–kata bahasa Gorontalo yang mulai memposisikan diri dalam bahasa tutur Masyarakat. Faktor yang mempengaruhi terjadinya interferensi ini adalah faktor lingkungan dan kebiasaan.
Konsep Manusia dalam Budaya Yadnya Kasada di Gunung Bromo (Kajian dalam perspektif Laudato Si Art. 84-88) Marianus Ivo Meidinata
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 11, No 3 (2021): (September 2021)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.095 KB) | DOI: 10.37905/jbsb.v11i3.12126

Abstract

AbstrakStudi ini Perhatian Perhatian pada hubungan manusia dengan Allah dan Bumi, dalam konteks masyarakat Tengger. Relasi ini kemudian diwujudkan oleh manusia dalam budaya Yadnya Kasada yang dilaksanakan sebagai tanda syukur dan harapan masyarakat kepada Allah atas limpahan berkat melalui Gunung Bromo. Metodologi dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kepustakaan. Melalui filosofis fenomenologis, penulis hendak melihat fenomena dan makna yang terkandung dalam budaya Yadnya Kasada dalam perspektif menurut ensiklik Laudato Si', khususnya pasal 84-88. Terkait hal ini, penulis sampai pada sebuah kesimpulan bahwa masyarakat Tengger menyadari dunia relasionalitasnya melalui kearifan/kebijaksanaan setempat, mitos leluhur dan kehadiran Gunung Bromo yang memberi kesejahteraan. Dalam hal ini, Yadnya Kasada hadir sebagai penuntun perilaku manusia pada sikap dan pemahaman akan relasionalitas. Budaya ini menjadi tanda dan sarana relasi ini dilakukan. Yadnya Kasada adalah proses pembaruan, yang mana manusia diingatkan akan jati diri dan tujuan keberadannya di dunia. AbstrakKajian ini memperhatikan kehidupan hubungan manusia dengan Tuhan dan Bumi, dalam konteks masyarakat Tengger. Hubungan ini kemudian diwujudkan oleh manusia dalam budaya Yadnya Kasada yang dilakukan sebagai tanda syukur dan harapan masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan berkah melalui Gunung Bromo. Metodologi dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kepustakaan. Melalui kajian filosofis fenomenologis, penulis ingin melihat fenomena dan makna yang terkandung dalam budaya Yadnya Kasada dalam perspektif menurut ensiklik Laudato Si' khususnya pasal 84-88. Terkait dengan hal tersebut, penulis mengambil kesimpulan bahwa masyarakat Tengger sadar akan dunia relasionalitas melalui kearifan lokal, mitos leluhur dan keberadaan Gunung Bromo yang memberikan kemakmuran. Pada kasus ini, Yadnya Kasada hadir sebagai pedoman perilaku manusia dalam sikap dan pemahaman relasionalitas. Budaya ini merupakan tanda dan sarana agar hubungan tersebut terlaksana. Yadnya Kasada merupakan proses pembaharuan, dimana manusia diingatkan kembali akan jati dirinya dan tujuan keberadaannya di dunia. 
Penggunaan Campur Kode Pada Novel Chemistry Cinta di Wakatobi Karya Dedi Oedji (Kajian Sosiolinguistik) Arin Faridatul Azma
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 11, No 3 (2021): (September 2021)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.898 KB) | DOI: 10.37905/jbsb.v11i3.11203

Abstract

This research analyzes the existence of mixed codes in a novel Chemistry Cinta di Wakatobi (CCW) by Dedi Oedji. This research aims to describe: 1) The use of code-mixed forms in the novel CCW by Dedi Oedji. (2) Know the function of the code-mixing in the novel CCW by Dedi Oedji. This research uses a qualitative method that is descriptive analysis. In this study using data in the form of dialogue between characters. Research data conducted sourced from novel Chemistry Cinta di Wakatobi by Dedi Oedji. As for the data collection techniques in this study by refer to the method of note and note method, because the data source is in the form of text. Based on the results of the study found the form of mixed code contained in the novel Chemistry Cinta di Wakatobi by Dedi Oedji. As for the function of mixed code that causes the occurrence of mixed code in the novel Chemistry Cinta di Wakatobi by Dedi Oedji among others: 1) Easing convey meaning, 2) Demonstrate familiarity, 3) The need for vocabulary, 4) Talking about a particular topic.  
Pengaruh Bahasa Tionghoa Terhadap Bahasa Sehari-hari Mikhail Perdana; Rudiansyah Rudiansyah
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 11, No 3 (2021): (September 2021)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.23 KB) | DOI: 10.37905/jbsb.v11i3.11919

Abstract

The existence of citizens of Chinese descent has been recognized by the Indonesian population, especially residents of Jakarta. Since hundreds of years ago, the ethnic Chinese population has lived in Jakarta, socializing, and socializing closely with the natives. It also affects the history and culture in Jakarta, for example, the style of buildings, food, speech, and clothing. The most noticeable is the use of words that we often use every day. For example, the use of the words "lu" and "gue" turns out to be derived from the dialect family of languages spoken by the Chinese in the Fujian area. People from Fujian who are of Chinese descent dominate in Indonesia. The culture in Fujian is called Minnan or Southern Min or Hokkien culture. In addition to the words "lu" and "gue," there are also mentions of words from the name of the food that comes from the Hokkien language, such as meatballs, dumplings, spring rolls, capcai, tongseng. There are also mentions of nouns of objects or household furniture that come from the Hokkien language, for example, teapot, piso (knife), cup, duster, lonteng, and many more.Keywords: Hokkien; Fujian; Minnan; Language

Page 1 of 1 | Total Record : 6