Power Elektronik : Jurnal Orang Elektro
Power Elektronik : Jurnal Orang Elektro, dengan nomor terdaftar ISSN 2301-6949 (print), 2715-5064 (online) adalah jurnal ilmiah yang dikelola oleh Program Studi D3 Teknik Elektronika Politeknik Harapan Bersama dan diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Harapan Bersama Tegal. Power Elektronik : Jurnal Orang Elektro adalah jurnal peer-review yang diterbitkan tiga kali setahun (Januari, Mei, dan September). Power Elektronik : Jurnal Orang Elektro , with registered number ISSN 2301-6949 (print), 2715-5064(online) is a scientific journal managed by Program Studi D3 Teknik Elektronika Politeknik Harapan Bersama and published by Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Harapan Bersama Tegal. Power Elektronik : Jurnal Orang Elektro is a peer-reviewed journal published three times a year (January, Mey, and September). The journal publishes original papers in the field of Electronics & Electrical computer and informatics engineering but not limited to, the following scope: Electronics and Electrical: Electronic Materials, Microelectronic System, Design and Implementation of Application Specific Integrated Circuits (ASIC), System-on-a-Chip (SoC) and Electronic Instrumentation Using CAD Tools, Digital signal & data Processing, , Electrical Engineering Materials, Electric Power Generation, Transmission and Distribution, Power Electronics, Renewable Energy, Electric Traction, Electromagnetic Compatibility, High Voltage Insulation Technologies, High Voltage Apparatuses, Lightning Detection and Protection, Power System Analysis, SCADA, Electrical Measurements; Computer and Informatics: Computer Architecture, Pervasive Computing, Computer Network, Embedded System, Human—Computer Interaction, Virtual/Augmented Reality, Computer Security, Software Engineering Knowledge Based Management System, Network Traffic Modeling, Performance Modeling, Dependable Computing, High Performance Computing, Computer Security, Human-Machine Interface, Intelligent Systems, IT Governance, Networking Technology, Optical Communication Technology, Next Generation Media, Robotic Instrumentation, Information Search Engine, Computer Vision, Information Retrieval, Intelligent System, Distributed Computing System, Next Network Generation, Computer Network Security, Natural Language Processing, Electronics and Electrical: Electronic Materials, Microelectronic System, Design and Implementation of Application Specific Integrated Circuits (ASIC), System-on-a-Chip (SoC) and Electronic Instrumentation Using CAD Tools, Digital signal & data Processing, , Electrical Engineering Materials, Electric Power Generation, Transmission and Distribution, Power Electronics, Renewable Energy, Electric Traction, Electromagnetic Compatibility, High Voltage Insulation Technologies, High Voltage Apparatuses, Lightning Detection and Protection, Power System Analysis, SCADA, Electrical Measurements; Computer and Informatics: Computer Architecture, Pervasive Computing, Computer Network, Embedded System, Human—Computer Interaction, Virtual/Augmented Reality, Computer Security, Software Engineering Knowledge Based Management System, Network Traffic Modeling, Performance Modeling, Dependable Computing, High Performance Computing, Computer Security, Human-Machine Interface, Intelligent Systems, IT Governance, Networking Technology, Optical Communication Technology, Next Generation Media, Robotic Instrumentation, Information Search Engine, Computer Vision, Information Retrieval, Intelligent System, Distributed Computing System, Next Network Generation, Computer Network Security, Natural Language Processing,
Articles
7 Documents
Search results for
, issue
"Vol 2, No 3 (2013): Power Elektro"
:
7 Documents
clear
PEMELIHARAAN TRAFO 1 PHASA 50 KVA
Soehardi -
Power Elektronik : Jurnal Orang Elektro Vol 2, No 3 (2013): Power Elektro
Publisher : Politeknik Harapan Bersama Tegal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30591/polektro.v2i3.93
Dilapangan dijumpai juga kasus trafo-trafo yang bermasalah, baik dari awal perencanaan, prosedur pemeliharaan bahkan pemeliharaan yang kurang baik sehingga kinerja trafo sendiri tidak bisa optimal. Oleh karena itu perencanaan dan prosedur kinerja transformator distribusi pada jaringan tegangan menengah harus diperhatikan dan yang lebih penting lagi, sebelum transformator dipakai sebaiknya diuji terlebih dahulu supaya dapat memastikan bahwa transformator yang akan digunakan betul-betul baik dan tepat nilai transformasinya.Tujuan adalah Peneliti ingin mengetahui cara pemeliharaan transformator distribusi yang baik dan benar untuk dipakai pada jaringan tegangan menengah 25 KV Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Tegangan pada trafo distribusi selalu dinaikkan sampai dengan 5%. Hal ini dimaksudkan agar dapat mengantisipasi terjadinya drop tegangan pada saluran dengan rincian sbb: 1. Maksimum 3% hilang pada saluran antara pembangkit (dalam hal ini trafo distribusi) sampai dengan sambungan rumah. 2. maksimum 1% hilang pada saluran antara sambungan rumah sampai dengan KWh meter. 3. Maksimum 1% hilang pada saluran KWh meter - panel pembagi - alat listrik terjauh. Semakin besar rugi daya dalam persen, berarti semaki besar kerugian energi yang terjadi. Kata Kunci : Trafo, 25KV, KWh
PLTS SEBAGAI SALAH SATU ENERGI ALTERNATIF
Soehardi -
Power Elektronik : Jurnal Orang Elektro Vol 2, No 3 (2013): Power Elektro
Publisher : Politeknik Harapan Bersama Tegal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30591/polektro.v2i3.98
Dilapangan dijumpai juga kasus PLTS yang bermasalah, baik dari awal perencanaan, prosedur pemeliharaan bahkan pemeliharaan yang kurang baik sehingga kinerja PLTS sendiri tidak bisa optimal. Oleh karena itu perencanaan dan prosedur kinerja PLTS distribusi pada jaringan tegangan menengah harus diperhatikan dan yang lebih penting lagi, sebelum PLTS dipakai sebaiknya diuji terlebih dahulu supaya dapat memastikan bahwa PLTS yang akan digunakan betul-betul baik. Tujuan Penelitian mengetahui cara pemeliharaan PLTS distribusi yang baik dan benar untuk dipakai pada jaringan tegangan menengah 25 KV Hasil Penelitian menunjukkan bahwa tegangan pada PLTS distribusi selalu dinaikkan sampai dengan 5%. Hal ini dimaksudkan agar dapat mengantisipasi terjadinya drop tegangan pada saluran dengan rincian sbb: 1. Maksimum 3% hilang pada saluran antara pembangkit (dalam hal ini PLTS distribusi) sampai dengan sambungan rumah. 2. maksimum 1% hilang pada saluran antara sambungan rumah sampai dengan KWh meter. 3. Maksimum 1% hilang pada saluran KWh meter - panel pembagi - alat listrik terjauh. Semakin besar rugi daya dalam persen, berarti semaki besar kerugian energi yang terjadi. Kata Kunci : PLTS, 25 KV,KWh mete.
PEMELIHARAAN JARINGAN TEGANGAN RENDAH
G. Suprijono
Power Elektronik : Jurnal Orang Elektro Vol 2, No 3 (2013): Power Elektro
Publisher : Politeknik Harapan Bersama Tegal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30591/polektro.v2i3.94
Dilapangan dijumpai juga kasus Jaringan Tegangan Rendah-Jaringan Tegangan Rendah yang bermasalah, baik dari awal perencanaan, prosedur pemeliharaan bahkan pemeliharaan yang kurang baik sehingga kinerja Jaringan Tegangan Rendah sendiri tidak bisa optimal. Oleh karena itu perencanaan dan prosedur kinerja Jaringan Tegangan Rendah distribusi pada jaringan tegangan menengah harus diperhatikan dan yang lebih penting lagi, sebelum Jaringan Tegangan Rendah dipakai sebaiknya diuji terlebih dahulu supaya dapat memastikan bahwa Jaringan Tegangan Rendah yang akan digunakan betul-betul baik dan tepat nilai Jaringannya. Tujuan Penelitian Peneliti ingin mengetahui cara pemeliharaan Jaringan Tegangan Rendah distribusi yang baik dan benar untuk dipakai pada jaringan tegangan menengah 25 KV Hasil Penelitian adalah Tegangan pada Jaringan Tegangan Rendah distribusi selalu dinaikkan sampai dengan 5%. Hal ini dimaksudkan agar dapat mengantisipasi terjadinya drop tegangan pada saluran dengan rincian sbb: 1. Maksimum 3% hilang pada saluran antara pembangkit (dalam hal ini Jaringan Tegangan Rendah distribusi) sampai dengan sambungan rumah. 2. maksimum 1% hilang pada saluran antara sambungan rumah sampai dengan KWh meter. 3. Maksimum 1% hilang pada saluran KWh meter - panel pembagi - alat listrik terjauh. Semakin besar rugi daya dalam persen, berarti semaki besar kerugian energi yang terjadi. Kata Kunci : Teganagan rendah, 25 Kv
PEMELIHARAAN BUSHING TRAFO NO. 4
Soehardi Sabari
Power Elektronik : Jurnal Orang Elektro Vol 2, No 3 (2013): Power Elektro
Publisher : Politeknik Harapan Bersama Tegal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30591/polektro.v2i3.99
Dilapangan dijumpai juga kasus yang bermasalah, baik dari awal perencanaan, prosedur pemeliharaan bahkan pemeliharaan yang kurang baik sehingga kinerja Bushing Trafo sendiri tidak bisa optimal. Oleh karena itu perencanaan dan prosedur kinerja Bushing Trafo distribusi pada jaringan tegangan menengah harus diperhatikan dan yang lebih penting lagi, sebelum Bushing Trafo dipakai sebaiknya diuji terlebih dahulu supaya dapat memastikan bahwa Bushing Trafo yang akan digunakan betul-betul baik dan tepat nilai transformasinya. Tujuan Penelitian adalah mengetahui cara pemeliharaan Bushing Trafo distribusi yang baik dan benar untuk dipakai pada jaringan tegangan menengah 25 KV Metode Penelitian dengan teknik Observasi, Peneliti mengadakan suatu pengamatan secara langsung dari semua peralatan yang dikerjakan. Dengan metode ini penyusun dapat mengetahui secara pasti tentang peralatan tersebut. Dan Metode ini dilakukan dengan cara membaca buku-buku literatur yang dijadikan referensi untuk memperoleh data. Dengan demikian Peneliti menjadi lebih tahu dan jelas tentang peralatan atau perlengkapan yang dipasang pada Bushing Trafo di jaringan distribusi Hasil Penelitian : Tegangan pada Bushing Trafo distribusi selalu dinaikkan sampai dengan 5%. Hal ini dimaksudkan agar dapat mengantisipasi terjadinya drop tegangan pada saluran dengan rincian sbb: 1. Maksimum 3% hilang pada saluran antara pembangkit (dalam hal ini Bushing Trafo distribusi) sampai dengan sambungan rumah. 2. maksimum 1% hilang pada saluran antara sambungan rumah sampai dengan KWh meter. 3. Maksimum 1% hilang pada saluran KWh meter - panel pembagi - alat listrik terjauh. Semakin besar rugi daya dalam persen, berarti semaki besar kerugian energi yang terjadi. Kata Kunci: Bushing, trafo,gardu induk, 150 KV, Kebasen
PENGGUNAAN RECLOSER
Sutikno -
Power Elektronik : Jurnal Orang Elektro Vol 2, No 3 (2013): Power Elektro
Publisher : Politeknik Harapan Bersama Tegal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30591/polektro.v2i3.95
Dilapangan dijumpai juga kasus recloser yang bermasalah, baik dari awal perencanaan, prosedur pemeliharaan bahkan pemeliharaan yang kurang baik sehingga kinerja recloser sendiri tidak bisa optimal. Oleh karena itu perencanaan dan prosedur kinerja recloser distribusi pada jaringan tegangan menengah harus diperhatikan dan yang lebih penting lagi, sebelum recloser dipakai sebaiknya diuji terlebih dahulu supaya dapat memastikan bahwa recloser yang akan digunakan betul-betul baik dan tepat nilai reclosernya. Tujuan Penelitian adalah mengetahui cara pemeliharaan recloser distribusi yang baik dan benar untuk dipakai pada jaringan tegangan menengah 25 KV Hasil Penelitian : Tegangan pada recloser distribusi selalu dinaikkan sampai dengan 5%. Hal ini dimaksudkan agar dapat mengantisipasi terjadinya drop tegangan pada saluran dengan rincian sbb: 1. Maksimum 3% hilang pada saluran antara pembangkit (dalam hal ini recloserdistribusi) sampai dengan sambungan rumah. 2. maksimum 1% hilang pada saluran antara sambungan rumah sampai dengan KWh meter. 3. Maksimum 1% hilang pada saluran KWh meter - panel pembagi - alat listrik terjauh. Semakin besar rugi daya dalam persen, berarti semaki besar kerugian energi yang terjadi. Kata Kunci : recloser, jaringan tegangan menengah, 25 KV, KWh, drop tegangan.
PEMELIHARAAN PMT 20 KV
Sutikno -
Power Elektronik : Jurnal Orang Elektro Vol 2, No 3 (2013): Power Elektro
Publisher : Politeknik Harapan Bersama Tegal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30591/polektro.v2i3.96
Dilapangan dijumpai juga kasus PMT 20 KV yang bermasalah, baik dari awal perencanaan, prosedur pemeliharaan bahkan pemeliharaan yang kurang baik sehingga kinerja PMT 20 KV sendiri tidak bisa optimal. Oleh karena itu perencanaan dan prosedur kinerja PMT 20 KV distribusi pada jaringan tegangan menengah harus diperhatikan dan yang lebih penting lagi, sebelum PMT 20 KV dipakai sebaiknya diuji terlebih dahulu supaya dapat memastikan bahwa PMT 20 KV yang akan digunakan betul-betul baik dan tepat nilai transformasinya. Tujuan penelitian adalah mengetahui cara pemeliharaan PMT 20 KV distribusi yang baik dan benar untuk dipakai pada jaringan tegangan menengah 25 KV Hasil Penelitian menunjukkan bahwa tegangan pada PMT 20 KV distribusi selalu dinaikkan sampai dengan 5%. Hal ini dimaksudkan agar dapat mengantisipasi terjadinya drop tegangan pada saluran dengan rincian sbb: 1. Maksimum 3% hilang pada saluran antara pembangkit (dalam hal ini PMT 20 KV distribusi) sampai dengan sambungan rumah. 2. maksimum 1% hilang pada saluran antara sambungan rumah sampai dengan KWh meter. 3. Maksimum 1% hilang pada saluran KWh meter - panel pembagi - alat listrik terjauh. Semakin besar rugi daya dalam persen, berarti semaki besar kerugian energi yang terjadi. Kata Kunci : PMT, 25 KV,jaringan tegangan menengah.
SISTEM KONTROL BUKA PINTU DENGAN NOMOR KODE MENGGUNAKAN PROGRAM PLC
Tohari -
Power Elektronik : Jurnal Orang Elektro Vol 2, No 3 (2013): Power Elektro
Publisher : Politeknik Harapan Bersama Tegal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30591/polektro.v2i3.97
Pada era persaingan bebas saat ini, dan dibarengi dengan kemajuan teknologi Iptek dan Saint Teknologi maka membuat banyak orang untuk melaksanakan sesuatu dengan keamanan yang optimal. Didalam kemajuan teknologi saat ini tak ketinggalan orang cenderung memanfaatkan teknologi yang ada pada saat ini sebagai contoh seorang akan mengoperasikan atau menyalakan televis tidak perlu orang itu harus mendekat pada TVnya tetapi cukup memencet remot control yang ada pada tangannya sehingga TV akan menyala dengan sendirinya. Begitu juga untuk memindah chanel maka orang tidak perlu beranjak dari tempat duduknya. Tujuan Penelitian adalah mengetahui cara kerja pintu otomatis dengan menggunakan penomoran PLC. Hasil bahwa dengan menggunakan penomoran PLC, maka pintu akan aman dari incaran pencuri karena pencuri tidak mudah untuk membuka karena sudah terkunci dengan penomoran PLC. Kata Kunci : PLC, TV, sistem kontrol, remote control