cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Jurnal Health and Sport
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1, 2010" : 8 Documents clear
PENINGKATAN KINERJA GURU PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA DI GUGUS INTI KOTA UTARA KOTA GORONTALO Parenkuan, Meyke
Jurnal Health and Sport Vol 1, No 1, 2010
Publisher : JURNAL HEALTH AND SPORT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (10450.21 KB)

Abstract

Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif.Pendekatan ini lebih menekankan pada humanistik untuk memahami realitas sosial pada idealis, yang memberikan tekanan pada pandangan terbuka kehidupan social. Pandangan kualitatif melihat keadaan sebagai suatu keseluruhan (holistic). Artinya pendekatan kualitatif menurut Arifin, Ed (1994: l9) berasumsi bahwa \"Rancangan pemahaman tingkah laku manusia tidak cukup hanya dengan \" Surface behavior\", melainkan juga prespehif dalam diri dari pelaku manusia untuk memperoleh gambaran utuh tentang manusia dan dunianya. Dengan demikian yang akan dilihat adalah kinerja guru dalam menerapkan pembelajaran pendidikan jasmani dan olahraga. Pembahasan difokuskan pada peningkatan kinerja guru pendidikan jasmani dan olahraga. Fokus pembahasan dijabarkan menjadi empat bagian, yaitu (1) meningkatkan kemampuan guru tentang konsep, tujuan pendidikan jasmani dan olahraga.(2) meningkatkan kemampuan guru dalam membelajarkan siswa. (3) memberikan pelatihan untuk meningkatkan profesionalitan guru. Hasil pembahasan mengungkapkan bahwa guru-guru pendidikan jasmani dan olahraga dan kepala sekolah di gugus inti Kota Utara, belum memahami konsep dan tujuan pendidikan jasmani dan olahraga, perkembangan meta-teori dalam pembelajaran dan evaluasi. Kondisi fasilitas dan alat olahraga yang kurang memadai di sekolah berdampak terhadap motivasi siswa-guru dalam kegiatan pembelajaran,sehingga guru termotivasi untuk mengembangkan ide pembelajaran yang menyenangkan dan bermanfaat bagi siswa.
PROFIL STATISTIK DAN INDIKATOR GENDER DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP Hiola, Rama
Jurnal Health and Sport Vol 1, No 1, 2010
Publisher : JURNAL HEALTH AND SPORT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8267.485 KB)

Abstract

Keterlibatan perempuan dalam pengelolaan lingkungan hidup sudah bukan suatu yang asing.Dalam lingkungan hidup yang kecil yaitu rumah tangga dan lingkungannya, peran perempuan mengelola lingkungan sangatlah besar. Pengelolaan kebersihan halaman, kebersihan dalam rumah, saluran air dan pengelolaan limbah rumah tangga dan yang lainnya, lebih dominan kaum perempuan yang terlibat untuk mengerjakannya.Akan tetapi di satu sisi, perempuan juga banyak berperan dalam memberikan kontribusinya terhadap pencemaran lingkungan. Berdasarkan hasil pengolahan data bahwa pendidikan dan ekonomi (diwakili oleh penghasilan) memberikan pengaruh yang nyata terhadap peran seseorang dalam pengelolaan lingkungan hidup. Akan tetapi perbedaan gender yang diwakili oleh ienis kelamin tidak memberikan pengaruh yang berbeda. hal ini berarti bahwa laki-laki ataupun perempuan selama ini tidak berbeda perannya terhadap pengelolaan lingkungan hidup.
BERLATIH MELATIH CABANG OLAHRAGA KARATE DI SMP NEGERI 3 TATAARAN Ompi, S.
Jurnal Health and Sport Vol 1, No 1, 2010
Publisher : JURNAL HEALTH AND SPORT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9563.939 KB)

Abstract

Setiap cabang olahraga mempunyai ciri khas tersendiri dan mempunyai asal- usulnya Menurut Simajuntak dan Dinata bahwa: Karate berasal dari bahasa Jepang yang terdiri dari dua kata yaitu kara dan te, jika disatukan dalam satu suku kata menjadi karate yang artinya adalah tangan kosong. Oleh karena itu karate adalah sebuah seni bela diri tangan kosong di mana kaki dan tangan digunakan secara sistematik, dan apabila ada serongan yang datang secara tiba-tiba dan megejutkan dari lawan, maka kedua tangan ataupun kaki akan dapat dikuasai dengan sebuah demontrasi seperti senjata yang sebenarnya. Untuk mencapai prestasi baik dalam belajar maupun berlatih maka, peranan metode latihan sangat penting. Dari bermacam-macam metode latihan kita harus pandai memilih metode mana yang paling tepat. Sehubungan dengan penulisan makalah ini, maka yang dianggap cocok dalam kegiatan berlatih melatih cabang olahraga karate ini adalah combinasi dari metode latihan motorik bagian, dan menyeluruh. Permasalahan dalqm penelitian ini adalah Melatih Cabang Olahraga Karate terhadap siswa sMP N 3 Tondano, Tujuan penulisan untuk mengetahui sejauh mana combinasi metode latihan motorik, bagian, dan manyeluruh dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tendangan busur depan siswa di SMP Negeri 3 Tataaran.
KEBERMAKNAAN MATA PELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN SERTA PERMASALAHANNYA Junaidi, Said
Jurnal Health and Sport Vol 1, No 1, 2010
Publisher : JURNAL HEALTH AND SPORT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7251.411 KB)

Abstract

Media yang diyakini bernilai efektif dalam mengarahkan pengalaman gerak anak untuk mengembangkan kualitas pertumbuhan dan perkembanganya serta keterampilannya adalah melalui pembelajaran pendidikan jasmani di sekolah. Sekolah sebagai salah satu lembaga pendidikan formal mampu menciptakan situasi yang kondusif dalam rangka mengaktualisasikan segala potensi anak Melalui perangkat pendidikan yang memadai seperti kurikulum yang disusun dengan baik dan bernilai bagi anak, sarana prasarana yqng memadai,dukungan dari perangkat sekolah dan lingkungan serta kemampuan guru yang baik merupakan modal dasar yang bernilai bagi proses pembinaan anak di kemudian hari. Namun belum semua harapan tersebut terwuiud seperti yang diharapkan. Pendidikan jasmani dengan segala kelebihannya belum berfungsi sejajar dengan mata pelaiaran lain. Pelaksanaan mata pelajaran pendidikan jasmani di sekolah dewasa ini belum menunjukkan peningkatan yang berarti. Salah satu indikatornya adalah bahwa selama ini orangtua (bahkan sebagian para guru) masih memiliki anggapan mata pelajaran pendidikan jasmani sebagai mata pelajaran \"pelengkap\" dari mata pelajaran yang lain. Permasalahan ini diduga bermuara pada tingkat kebijakan nasional,terutama dalam bidang pendidikan yang masih menitikberatkan pada mata pelajaran kelompok IPA. Hal ini tentunya dihubungkan dengan upaya bangsa Indonesia untuk memajukan bidang IPTEK. Permasalahan ini menjadi lebih buruk saat orongtua siswa juga memiliki persepsi yang negatif tentang mata pelajaran penjas. Mata pelajaran ini dianggap tidak menentukan berkualitas tidaknya anak selama mengikuti pendidikan di sekolah. Orang tua akan bangga jika anaknya memperoleh nilai atau predikat bagus pada mata pelajaran kelompok IPA dan bahasa Inggris. Namun tidak demikian pada mata pelajaran penjas. Hal ini berimplikasi terhadap minat dan motivasi siswa dalam mengikuti pelajaran penjas di sekolah. Selain itu persepsi negatif terhadap mata pelajaran penjas seperti ini berpengaruh terhadap kebijakan di semua strata penentu kebijakan dari pemerintah pusat hingga ke tingkat sekolah. Imbasnya adalah komitmen untuk memajukan penjas melalui mekanisme kebijakan pemerintah hingga sekolah sulit terealisasi. Bermula dari permasalahan tersebut, maka perlu ada upaya pelurusan kebijakan dan persepsi tentang mata pelajaran penjas dengan berdasar pada nilai-nilai hakiki penjas sebagai media yang efektif untuk mengembangkan kognitif, afektif dan psikomotor anak. Upaya-upaya tersebut harus dimulai dari tingkat pelaksanaan di lapangan yaitu kualitas guru dalam melaksanakan proses pembelajaran penjas. Berkualitasnya proses pembelajaran diharapkan akan mampu mengangkat pelajaran penjas menjadi lebih bermakna.
EVALUASI PROGRAM PEMBINAAN OLAHRAGA SEPAK TAKRAW DI PPLP GORONTALO ., Ruslan
Jurnal Health and Sport Vol 1, No 1, 2010
Publisher : JURNAL HEALTH AND SPORT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (12968.129 KB)

Abstract

The highest sport achievement can only be made through a systematic, planned, regular, and continuous development program. The success of the conceptual training program to develope talented athletes into successful athletes greatly depends on its implementation in the training administration system. Centre for Youth Education and training (PPLP) in Gorontalo as a training centre for young talented athletes is a training implementation system to achieve the expected results (successful athletes). This program evaluation study adopts a CIPP model (Daniel Stufflebeam), consisting of stages on context, input, process, and product. The subject of the study is PLP for sepak takraw in Gorontalo and the study is located in PPLp Gorontalo. The respondents include committee members, trainers, athletes, supporting staff and community. the data were collected by using interviews, questionnaires, observation and documents. the data were analyzed by using a descriptive analysis. The results of the study show that in the context stage; (1) the information distribution is conducted appropriately; (2) facilities are available through renting them from the community and the regional government; (3) the government has not provided equate financial support, but private sectors support them; (4) the human resources are with into considerqtion. In the input stage, (1) the athletes are selected appropriately; (2) the trainer and assistant trainer are selected based on certain criteria; (3) the Jacilities have not yet met the standards; (4) there is not enough financial support tofinance the program implementation. In the process stage, (l) the development program is well implemented; (2) promotion and degradation are well conducted; (3) theri is adequate and standard food; (4) good coordination is conductedwell; (5) the minimum welfare is met (6) no transportation facilities are available; (7) supporting staffs are helpful. In the product stage, the sport development program has achieved its targets. Based on the results of the study, it can be concluded that generally the sport development program in PPLP Gorontalo has been conducted well (systematic, planned, regular and continuous) in all stages including context, input, process, and product. however, there are still some problems to solve. It is recommended that rhe government and committee members sitould provide ariequate financial support and standard. The winners shouid use an academic test as one of the requirements in the selection of the withletes, and the target should be raised both for academic achievement and sport archivement. The athletes should work much harder to be successful in their academic archivement and sport achievement.
PENGARUH PELATIHAN PLYOMETRIK LONCAT BANGKU TERHADAP DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI MAHASISWA JURUSAN PENJASKESREK FOK UNDIKSHA Budhiarta, Made Danu
Jurnal Health and Sport Vol 1, No 1, 2010
Publisher : JURNAL HEALTH AND SPORT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5297.074 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan kualitas daya ledak otot tungkai dan (2) mengetahui pengaruh pelatihan plyometrik loncat bangku terhadap daya ledak otot tungkai mahasiswa Jurusan Penjaskesrek FOK universitas Pendidikan Ganesha. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Data daya ledak diperoleh dengan mengkonversi skor tinggi raihan dari hasil tes vertical jump dengan berat badan berdasarkan skala nomogram dari Lewis. Selanjutnya data dianalisis menggunakan analisis kovarians dengan program SPSS 10,0. Temuan penelitian ini adalah kualitas daya ledak otot tungkai mahasiswa berada dalam kategori kurang. Dari nilai rata-rata, pelatihan plyometrik dapat meningkatkan skor daya ledak otot tungkai yang diperoleh mahasiswa sebesar 3,25 dari kategori sangat kurang menjadi kurang. Namun, dari pengujian hipotesis tado taraf signifikansi a : 0,05 pengaruh pelatihan plyometric loncat bangku ini tidak signifikan (sig = 0,131 > a= 0,05) terhadap peningkatan daya ledak otot tungkai mahasiswa Jurusan Penjas kesrek FoK universitas pendidikan Ganesha.
THE RELATION BETWEEN PHYSICAL FITNESS AND LEARNING ACHIEVEMENT OF STUDENTS Subiyono, Hadi Setyo
Jurnal Health and Sport Vol 1, No 1, 2010
Publisher : JURNAL HEALTH AND SPORT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6341.29 KB)

Abstract

Preliminary study showed that student who were in SKBM (Standard Completeness Minimum Study) for 2nd grade just only 74,30%. The aim of the research is to know the association between physicalfitness, hemoglobin status, nutrition status, breakfast habits and learning achievement of grade II students in MTS Al Asror Gunungpati Semarang. The design used is cross sectional. Sixty five student were studied. The independent variables in this research are physical fitness, hemoglobin status, nutrition status,and breakfast habits. Univariate and bivariate analysis were performed. Three variables have significant association with learning achievement, those are : hemoglobin status, nutrition status, break fast habits. In this study, physical fitness have no significant with learning achievement. Based on research finding, suggested that mts Al Asror to determine health variable (hemoglobin status, nutritional status, and breakfast habit) in order to increase the learning achievement of student.
MENINGKATKAN PENGUASAAN RANGKAIAN JURUS TUNGGAL MELALUI METODE BAGIAN-KESELURUHAN PADa CABANG OLAHRAGA PENCAK SILAT SISWA KELAS V SD NEGERI 33 KOTA SELATAN Hadjarati, Hartono; Gani, Rocmad
Jurnal Health and Sport Vol 1, No 1, 2010
Publisher : JURNAL HEALTH AND SPORT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9495.564 KB)

Abstract

proses pembelajaran dengan manggunakan metode bagian-keseluruhan ini di awali dengan penjelasan guru mengenai rankaian jurus tangan kosong(jurus 1 dan 2) yang baik dan benar selanjutnya guru mendemonstrasikan rangkaian jurus tunggal tangan kosong (jurus 1 dan 2) sesuai dengan indikator-indikator yang telah ada,yaitu posisi siap (salam pembuka), bentuk kuda-kuda, bentuk serangan tangan,bentuk serangan kaki serta urutan gerak 1 dan 2 secara bagian-bagian dan menyeluruh. pada saat guru memberikan contoh gerakan,siswa di minta untuk memperhatikan secara teliti.karena setelah guru memberikan contoh dalam hal memperagakan jurus tunggal tangan kosong (jurus 1 dan 2),siswa di berikan tugas gerak untuk mempraktikan jurus tunngal tangan kosong(jurus 1 dan 2) dengan baik dan benar. Berdasarkan hasil penelitian, tindakan yang diberikan pada siklus 1 hanya dapat meningkat 18,64% penguasaan siswa dalam memperagakan jurus tunggal tangan kosong (jurus 1 dan 2), dari penguasaan awal siswa, yakni 43,01% menjadi 61,65% hal ini tentu belum mencapai apa yang telah ditargetkan,yaitu jika persentase rata-rata siswa sudah mampu memperagakan rangkaian jurus tunggal tangan kosong (jurus I dan 2) dapat ditingkatkan minimal meniadi 75% maka tindakan dilanjutkan pada siklus II.pada siklus II penguasaan siswa dalam memperagakan rangkaian jurus tunggal tangan kosong (jurus 1 dan 2) meningkat sebesar 30,52% yakni dari 43,01%menjadi 81,53%. Dengan demikian maka hipotesis yang telah diajukan dapat diterima,berdasarkan pencapaian indikator kinerja yang telah ditetapkan, kemampuan siswa daral hal penguasaan jurus tunggal tangan kosong (jurus I dan 2) meningkat dari 43,01% menjadi 81,53%.

Page 1 of 1 | Total Record : 8