cover
Contact Name
Ichsan Setiawan
Contact Email
ichsansetiawan@usk.ac.id
Phone
+6285220189228
Journal Mail Official
depik@usk.ac.id
Editorial Address
Faculty of Marine and Fisheries Universitas Syiah Kuala Jalan Meureubo No. 1, Kopelma Darussalam Banda Aceh, 23111, Indonesia
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan
ISSN : 20897790     EISSN : 25026194     DOI : 10.13170/depik
Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan is a peer review international journal, this journal is publishing high-quality articles in aquatic sciences and fisheries in general. The aim of the journal is to publish and disseminate the current or new findings of the research, and give a significant contribution to the development of fisheries and aquatic sciences in several topics, but not limited to: Fisheries (Aquaculture, Capture Fisheries, Fish Processing) Aquatic Ecology (Freshwater, Marine, and Brackishwater) Aquatic Biology (Fish, Mollusk, Crustacean, Plankton, Coral reefs) Oceanography.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 3 (2013): December 2013" : 10 Documents clear
Daya dukung perairan Pulau Liukang Loe untuk aktivitas ekowisata bahari Muhammad Arhan Rajab; Achmad Fahruddin; Isdradjad Setyobudiandi
Depik Vol 2, No 3 (2013): December 2013
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.2.3.854

Abstract

Abstract.The purpose of the studywas to assessthe carrying capacity of Liukang Loe Island for tourism activities. The mathematicallymethod of  the formulaDDK= K x Lp/Lt x Wt/Wp was utilized in the study Based on the result of the study and interpretation of satellite imagery, it was oblained three marine tourism activities on the Liukang Loe Island nemaly beach tourism of recreation , snorkeling and diving. Coastal tourism/recreation categories according to the total length area that utilized around 1.441 m can accommodate 56 people/day, snorkeling tourism around 24,65 ha can accommodate 986 people/day and diving tourism around 14,73 ha is able to accommodate 589 people/day. Thus thetotaltouristthat can fittothe overalltourism activityaround1,631 people/day.Keywords : Ecological Carrying Capacity, Marine Ecotourism, Liukang Loe Island. Abstrak. Penelitian ini bertujuan  untuk mengkaji daya dukung lingkungan untuk aktifitas wisata Pulau Liukang Loe. Adapun metode perhitungan daya dukung kawasan wisata bahari di Pulau Liukang Loe dilakukan secara matematis dengan rumus DDK= K x Lp/Lt x Wt/Wp.Berdasarkan hasil penelitian dan interpretasi citra satelit, diperoleh bahwa ada tiga aktivitas wisata bahari di Pulau Liukang Loe yakni wisata pantai kategori rekreasi, snorkling dan diving. Wisata pantai/rekreasi kategori sesuai dengan total panjang area yang dimanfaatkan sebesar 1411 m dapat menampung wisatawan sebesar 56 orang/hari, wisata snorkling sebesar 24,65 ha mampu menampung wisatawan sebesar 986 orang/hari dan wisata selam (diving) sebesar 14,73 ha mampu menampung wisatawan sebesar 589 orang/hari. Dengan demikian total wisatawan yang dapat ditampung untuk keseluruhan aktivitas wisata sebesar 1.631 orang/hari.Kata kunci : Daya Dukung Ekologi, Ekowisata Bahari, Pulau Liukang Loe
Kajian potensi perairan dangkal untuk pengembangan wisata bahari dan dampak pemanfaatannya bagi masyarakat sekitar (studi kasus Pulau Semak Daun sebagai daerah penunjang kegiatan wisata Pulau Pramuka Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu) Triyadi Purnomo; Sigid Hariyadi; Yonvitner .
Depik Vol 2, No 3 (2013): December 2013
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.2.3.992

Abstract

Abstract. Semakdaun and Pramuka are islands in kepulauan seribu administrated regency of Jakarta province that have typical resources and become tourism destination, by means this research choose semak daun and pramuka to be research place. This research purpose is study potential recourshe in shallow water of Semak Daun island for increasing marine tourism in Pramuka island, and to know impact of increasing marine tourism to economy and social of local people.  This research was conducted on Mei 2013 up to July 2013. The method of this research is descriptive quantitative analysis calculations using percent cover of coral, abundance of reef fish, suitability index of marine tourism, marine tourism area carrying capacity, analysis of Marine Tourism Economic Impact on the community using a multiplier effect . The results obtained from this study are: first, percent cover of coral communities on the Semak daun island categorized from moderate to very good and it ranged between 29.67 % -77.66 %. Second, Semak Daun Island area suitable for diving tourism activities, snorkeling , and beach tourism carrying capacity for diving site is 98 people / day and for snorkling is 242 people / day . Third, Tourists Visitor in Pramuka island has increased which in 2012 reached 36 218 visitors . Fourth, marine tourism activities in Semak Daun island and pramuka Island put up economic impact for society as service user and tourism workers by increasing income the value of Keynesian Local Income Multiplier 1.09, Type I Multiplier Income Ratio is 1.10 and Ratio Income Multiplier, Type II is 1.27.Keywords : Semak Daun island, marine tourism, Pramuka island, carrying capacity, multiplier effect Abstrak. Pulau Semak Daun dan Pulau Pramuka merupakan pulau yang ada di Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta tepatnya di Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu  yang memiliki sumberdaya alam yang khas dan menjadi salah satu tujuan wisatawan, oleh karena itu penelitian ini memilih Pulau Semak Daun dan Pulau Pramuka menjadi tempat kajian penelitian. Tujuan penelitian ini adalah  mengkaji Potensi Sumberdaya di perairan dangkal Pulau Semak Daun untuk pengembangan kegiatan wisata bahari Pulau Pramuka dan memprediksi dampak pengembangan wisata bahari terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat setempat. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Mei 2013 – Juli 2013.   Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan analisis perhitungan persen tutupan komunitas karang, kelimpahan ikan karang, indeks kesesuaian wisata bahari, daya dukung kawasan wisata bahari, dan analisis Dampak Ekonomi Wisata Bahari terhadap masyarakat menggunakan multiplier efect. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu persen tutupan komunitas karang di Pulau Semak Daun di kategorikan dari sedang sampai sangat baik yaitu berkisar antara 29,67%-77,66%, kawasan Pulau Semak Daun sesuai untuk aktivitas wisata selam dan snorkling dengan daya dukung kawasan untuk wisata selam 98 orang/hari, snorkling 242 orang/hari, Wisatawan yang berkunjung ke Pulau Pramuka mengalami peningkatan yakni pada tahun 2012 mencapai 36.218 pengunjung; dan kegiatan wisata bahari Pulau Semak Daun dan Pulau Pramuka memberi dampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat sebagai penyedia jasa dan pekerja wisata yaitu bertambahnya pendapatan dengan nilai Keynesian Local Income Multiplier 1,09, Ratio Income Multiplier Tipe I adalah 1,10 dan Ratio Income Multiplier, Tipe II adalah 1,27.Kata Kunci :  Pulau Semak Daun, Wisata Bahari, Pulau Pramuka, daya dukung, Multiplier efect.
Struktur vertikal upwelling – downwelling di Samudera Hindia Selatan Jawa hingga Selatan Bali berdasarkan salinitas musiman periode 2004 – 2010 Restu Wardani; Widodo S Pranowo; Elis Indrayanti
Depik Vol 2, No 3 (2013): December 2013
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.2.3.994

Abstract

Abstract. Salinity plays an important role for phenomenon identification of upwelling and downwelling. Upwelling that occurs in the Indian Ocean south of Java to South of Bali is influenced by monsoons, ENSO (El Nino Southern Oscillation) and IOD (Indian Dipole Oscillation Mode). Upwelling and downwelling patterns based on vertical structure of salinity and its seasonal variability within seven years (2004 to 2010) is studied here. Argo Float dataset is used in this study, processed by Ferret software for a vertical schematic model, and Pearson correlated with IOD and SOI indexes. The aim of this study is to  obtain the pattern of upwelling and downwelling based on profile of seasonal salinity during the period 2004-2010 in Indian Ocean south of Java – Bali and correlated with ENSO and IOD.  Further discussion on upwellling is provided since it is more important to the fisheries activity. Result shows an intensive upwelling phenomenon occurs at 110°E correlated with fishing ground area. ENSO and IOD phenomena has been founded also affect upwelling. Upwelling increasing in intensity during the La Nina - IOD (+). The upwelling is negative linear correlated with SOI(-0,89643), but its positive linear correlated with IOD (+0,798168).Keywords : vVrtical structure salinity; Seasonal upwelling; Indian Ocean; South Java-Bali Seas. Abstrak. Salinitas berperan penting untuk mengidentifikasi fenomena upwelling dan downwelling. Upwelling yang terjadi di samudera Hindia Selatan Jawa hingga Selatan Bali dipengaruhi oleh angin musim, ENSO (El Nino Southern Oscillation) dan IOD (Indian Oscillation Dipole Mode). Dalam peneletian ini dikaji pola upwelling dan downwelling berdasarkan distribusi salinitas secara vertikal dan vaeriabilitas musiman dikaji dalam waktu tujuh tahun (2004 – 2010). Data hasil akuisisi argo float digunakan dalam penelitian ini, diolah menggunakan software Ferret selanjutnya dilakukan  pembuatan model skematik  dan analisa korelasi pearson terhadap Indeks IOD dan SOI. Tujuan dari penelitian ini untuk memperoleh pola upwelling dan downwelling terhadap musim berdasarkan profil salinitas selama periode 2004 – 2010 di Samudera Hindia Selatan Jawa hingga Bali dan hubungannya dengan fenomena ENSO dan IOD.Penelitian lebih lanjut tentang upwelling penting untuk industri perikanan. Hasil penelitian menunjukkan Fenomena upwelling secara intensif terjadi pada koordinat bujur 110°BT, menunujukkan adanya kesesuaian dengan lokasi daerah penangkapan ikan. Fenomena ENSO dan IOD juga mempengaruhi upwelling, intensitasnya meningkat saat periode La Nina-IOD (+). Upwelling berkorelasi negatif terhadap SOI (-0,89643), sedangkan  upwelling berkorelasi posetif dengan IOD (+0,798168).Kata Kunci: Struktur vertikal salinitas; Upwelling musiman; Samudera Hindia; Laut Selatan Jawa-Bali
Kajian beberapa karakteristik siklon tropis (kasus topan Choi-wan dan Nida di lautan Pasifik Utara bagian barat) Putri Asrianti; Ahmad Bey; Yopi Ilhamsyah
Depik Vol 2, No 3 (2013): December 2013
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.2.3.974

Abstract

Abstract. The objective of the research is to analyze the frequency of Tropical Cyclone between 2007-2011 and to analyze Typhoon Choi-wan and Typhoon Nida. Geographical location of the research is between 30-195E, 15-180W dan 60-60N.  Tropical cyclone is a cyclonic originates from tropical oceans and is driven principally by heat transfer from the ocean. Tropical region is an area that receives more intensive solar radiation, so that sea surface temperature is relatively higher then in the pole. High sea surface temperature drive then a low pressure to form which can lead to tropical cyclone that begins with a tropical disturbance and tropical depression, tropical storms and then tropical cyclones. Frequencies of Tropical cyclone occurrences over northern hemisphere are 320 events which are higher than frequencies of tropical cyclone over southern hemisphere, i.e., 132 occasions. Tropical cyclones are analogues to Carnot heat engines. The size of the energy can be expressed as the total entropy s per unit of air mass and its mechanical energy. Carnot cycle is a closed process. During the cycle entropy is produce near sea level where the sea surface temperature is warm and it will be loss near the top of the clouds where the temperature is cold. Carnot cycle in tropical cyclones can produce mechanical energy. Typhoon Choi-wan and Nida produced mechanical energy of 14790.72 J/kg and 13297.28 J/kg, respectively.Keywords : Carnot cycle; Mechanical energy; Tropical cycloneAbstrak. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis frekuensi kejadian siklon tropis antara tahun 2007-2011 dan menganalisis Topan Choi-wan dan Topan Nida. Domain geografi pada penelitian ini yaitu 30-195˚BT, 15-180˚BB dan 60-60˚LU. Siklon tropis adalah gerakan siklonik yang berasal dari lautan tropik dan digerakkan oleh transfer panas dari lautan. Daerah tropika merupakan daerah yang lebih intensif menerima radiasi matahari, sehingga suhu permukaan laut di daerah tropika lebih tinggi daripada di daerah kutub. Ketika suhu permukaan laut tinggi maka terbentuk pusat tekanan rendah yang dapat memicu terjadinya siklon tropis yang dimulai dengan gangguan tropis lalu depresi tropis, badai tropis selanjutnya terjadi siklon tropis. Frekuensi kejadian siklon tropis di BBU adalah 320 kejadian lebih besar daripada frekuensi kejadian siklon tropis di BBS yaitu 132 siklon tropis. Siklon tropis dianalogikan sebagai mesin Carnot. Ukuran dari energi dapat dihitung melalui total entropi s per unit masa udara dan energi mekanik dari siklon tersebut. Siklus Carnot merupakan proses tertutup. Selama siklus tersebut berlangsung entropi diperoleh dekat permukaan laut dengan suhu yang hangat, dan entropi dapat hilang di dekat awan bagian atas karena suhu awan semakin dingin. Siklus Carnot pada siklon tropis dapat menghasilkan energi mekanik. Energi mekanik siklon tropis Choi-wan yaitu 14790,72 J/kg dan siklon tropis Nida yaitu 13297,28 J/kg.Kata kunci : Siklus Carnot; Energi mekanik; Siklon tropis            
The utilization of weather and climate information to support marine and fisheries activities Yopi Ilhamsyah
Depik Vol 2, No 3 (2013): December 2013
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.2.3.995

Abstract

Abstract. Weather and climate condition are certainly changing. In addition to an early warning of the atmospheric hazard, update information about the current and future status of atmospheric condition is necessary to support public activities. The purpose of this paper is to provide freely online weather and climate information that can be easily accessed by the community. The weather and climate products from an official Indonesian agency for Meteorology, Climatology, and Geophysics are used in this paper. The agency serves informative and public accessible weather and climate products. In addition, products from foreign public or private meteorological services are also used since they offer valuable spatial and temporal information including early warning of atmospheric hazards that benefit to assist local community in their daily activities. In marine and fisheries sector, it helps to minimize the risk and losses that may be arisen due to the changing of atmospheric condition, so that, the productivity in this sector is expected to increase in the future         Keywords: Atmospheric condition; Weather and climate products; Marine and fisheries Abstrak. Kondisi cuaca dan iklim mengalami perubahan dengan pasti. Selain sebagai peringatan dini tentang bahaya atmosfer, informasi mengenai status terkini dan mendatang mengenai kondisi atmosfer adalah penting guna mendukung aktifitas masyarakat. Tujuan dari makalah ini adalah untuk menyajikan informasi pelayanan cuaca dan iklim secara gratis dan online yang dapat dengan mudah diakses oleh masyarakat. Makalah ini menggunakan produk cuaca dan iklim dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Indonesia. Badan ini melayani produk yang informatif dan mudah diakses oleh masyarakat. Selain itu, produk-produk dari layanan meteorologi asing baik milik pemerintah atau swasta juga digunakan dalam makalah ini karena menyediakan informasi spasial dan temporal yang berharga termasuk peringatan dini yang berguna untuk membantu masyarakat lokal dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari. Dalam sektor kelautan dan perikanan, informasi ini membantu untuk mengurangi resiko dan kerugian yang mungkin terjadi akibat perubahan kondisi atmosfer, sehingga produktifitas pada sektor ini diharapkan dapat meningkat di masa mendatang.   Kata kunci: Kondisi atmosfer; Produk cuaca dan iklim; Kelautan dan perikanan
Penggunaan berbagai asam organik dan bakteri asam laktat terhadap nilai nutrisi limbah ikan Hany Handajani; Sri Dwi Hastuti; Sujono .
Depik Vol 2, No 3 (2013): December 2013
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.2.3.968

Abstract

Abstract. Fish silage is a liquid product from fish by product preserved in acid, and could potentially be used as feedstuff. The fish sialge can be produced through both biological andchemical methods, however to date  the the quality of result was low, therefore this study was crucially needed. The research objective was to acquire the right method to improve the nutritional quality of fish silage and produce cheap fish feed ingredients. The factorial completely randomized design was used in the study. The first treatment was the effect of various types of organic acids (formic acid, propionic acid, benzoic acid, sorbic acid, citric acid, acetic acid) and LAB (Lactobacillus casei) to fish silage quality. The second treatment was the effect fermentation time (3, 7 and 14 days) to fish silage quality. The results showed that the highest protein content (45.95%) was occured on treatment using L. casei with fermentation time of 14 days. The highest fat content (5.87%) wasfound on treatment using  L. casei with fermentation time of 14 days. In addition, the lower protein content (30.02%) is occured on treatment using propionic acid  with fermentation time of 3 days, while the lowest fat content (4.77%) was occured on treatment using benzoic acid with fermentation time of 3 days. It was concluded that the best quality of  fish silage was occured on treatment using   L. casei with fermentation time of 14 days.Keywords : fish silage; organic acid; LAB Abstrak. Silase ikan merupakan produk cair dari ikan-ikan yang terbuang/rucah yang diawetkan dalam suasana asam, dan berpotensi digunakan sebagai bahan baku pakan ikan. Pembuatan silase ikan dapat dilakukan dengan cara biologis maupun kimia, dan sampai saat ini belum didapatkan metode yang optimal, sehingga mendapatkan kualitas silase ikan yang tinggi. Tujuan penelitian adalah memperoleh teknologi yang tepat untuk meningkatkan kualitas nutrisi silase limbah ikan dan menghasilkan bahan baku pakan ikan yang murah, mudah didapat dan berkualitas. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap pola faktorial. Perlakuan pertama adalah pemberian berbagai jenis asam organik (asam formiat, asam propionat, asam benzoat, asam sorbat, asam sitrat, asam asetat) dan BAL (Lactobacillus casei). Perlakuan kedua adalah waktu fermentasi (3, 7 dan 14 hari). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan protein tertinggi (45,95%) pada silase ikan menggunakan L. casei, waktu fermentasi 14 hari. Kandungan lemak tertinggi (5,87%) pada silase ikan menggunakan L. casei, waktu fermentasi 14 hari.  Kandungan protein terendah (30,02%) pada silase ikan dengan menggunakan asam propionat waktu fermentasi 3 hari, kandungan lemak terendah (4,77%) pada silase ikan menggunakan asam benzoat waktu fermentasi 3 hari. Pembuatan silase ikan yang terbaik adalah dengan cara biologis menggunakan BAL (L. casei) dan waktu fermentasi 14 hari.Kata kunci :silase ikan; asam organik; BAL
Pemaparan merkuri nitrat (Hg (No3)2) dengan konsentrasi berbeda pada jaringan hati benih ikan kakap putih (Lates calcarifer Bloch): tinjauan histologi Munawar Khalil
Depik Vol 2, No 3 (2013): December 2013
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.2.3.972

Abstract

Abstract. The aims of this study is to evaluate the effect of the mercury nitrate (Hg(NO3)2) on the histological  of the liver structure of Asian seabass (Lates calcarifer Bloch) fingerling which reared in the sea water. The fingerling liver tissue structure was analyzed using histological technique method. The result shown that Hg(NO3)2 gave negatively effect on the liver of the fingerling. The Hg(NO3)2 was caused atrophy, necrosis, coat inter the liver cellparted, fatty degeneration, cloudy swelling, vacuola degeneration, forming room in the cell, hepatitis, sirrhosis and metal accumulation.Keywords : Liver tissue, Asian Seabass fingerling, heavy metal compound. Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh logam berat merkuri nitrat (Hg(NO3)2) pada struktur histologis hati benih ikan kakap putih (Lates calcarifer Bloch) yang dipelihara di air laut. Analisis struktur jaringan hati dilakukan melalui teknik histologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hg(NO3)2 memberikan efek negatif pada hati benih ikan. Pada jaringan hati, (Hg(NO3)2) menyebabkan kerusakan atrophy, necrosis, lapisan antar sel hati berpisah, perlemakan hati, pembengkakan sel yang tidak beraturan, degenerasi pada vacuola, terbentuknya ruang antar sel, hepatitis, sirrhosis dan terdapatnya akumulasi logam berat Hg(NO3)2 dalam jaringan hati.Kata kunci: Jaringan hati, benih kakap putih, Senyawa logam berat.
Hubungan panjang berat dan faktor kondisi ikan gabus (Channa striata Bloch, 1793) yang dibesarkan di rawa lebak, Provinsi Sumatera Selatan Dina Muthmainnah
Depik Vol 2, No 3 (2013): December 2013
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.2.3.993

Abstract

Abstract. The objective of the present study was to evaluate length-weight relationship and condition factor of snakehead (Channa striata) reared in different swamp pond in Sekayu and Mariana swamps of Banyuasin Regency, South Sumatra Province. The study was conducted from May to November 2013. The result shows that there were no significant difference in the slope (b) between length-weight relationship of fish reared in Sekayu  and Mariana swamp ponds, the fish was displayed a negative allometric growth pattern. Fish reared in Mariana swamp had condition factor 0.884 slightly higher than that in Sekayu swamp 0.839, it can be indicated that swamp environment in Mariana slightly better to support snakehead life. Keywords: Length-Weight Relationship; Ccondition factor; Channa striata; grow-out; Swamp Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan panjang berat dan faktor kondisi ikan gabus (Channa striata) telah dipelihara di rawa lebak Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin dan Mariana Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan pada Mei hingga November 2013. Hasil penelitian menunjukkan hubungan panjang berat tidak menunjukkan perbedaan nyata antara rawa Sekayu dan Mariana dengan nilai b di bawah nilai 3 yang berarti  pertumbuhan ikan gabus tersebut allometrik negatif. Ikan gabus yang dipelihara di rawa lebak Mariana menghasilkan faktor kondisi 0,884 lebih tinggi daripada di rawa lebak Sekayu 0,839, yang menunjukkan bahwa kondisi lingkungan rawa lebak Mariana lebih mendukung untuk pertumbuhan ikan gabus.Kata kunci: Hubungan panjang berat; Kondisi factor; Channa striata; Pembesaran; Rawa lebak
Estimasi limbah organik dan daya dukung perairan dalam upaya pengelolaan terumbu karang di perairan Pulau Semak Daun Kepulauan Seribu Wan Mansur; M. Mukhlis Kamal; Majariana Krisanti
Depik Vol 2, No 3 (2013): December 2013
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.2.3.973

Abstract

Abstract. Sea ranching activity is highly depending on the ecology of coral reef condition. Floating cages activities in Semak Daun island has potential to produce waste along with organic waste from other anthropogenic activities in land and its will lead to eutrophication causing degradation of coral reefs. This study was conducted from May to July 2013. A survey method was used to obtain primary data. Data sets also supported by secondary data. Waste loads estimation of net aquaculture that enter the waters was 1178.1 Kg/ton of fish production (N 243.9 Kg/ton of fish and P 54.1 Kg/ton of fish). Estimated of anthropogenic waste load around the Semak Daun island was 4167 Kg N and 1738.8 Kg P. Based on N load, the carrying capacity of Semak Daun Island for grouper floating cages was 32 unit (192 raft) or 2 ha of 9.99 ha area that appropriate for floating cage activities. In addition, based on dissolved oxygen, the carrying capacity was 28 units (168 raft) or 1.6 Ha of 9.99 Ha area that appropriate for floating cage activities. Keywords: Sea Ranching; Organic waste; Carrying capacity; Semak Daun Island. Abstrak. Kegiatan Sea ranching sangat tergantung kondisi ekologi terutama ekositem terumbu karang. Dengan adanya aktivitas keramba jaring apung yang terdapat di perairan Pulau Semak Daun memiliki potensi untuk menghasilkan limbah pakan bersama dengan limbah organik yang berasal dari berbagai kegiatan di darat dan apabila tidak terkendali dengan baik akan menyebabkan terjadinya eutrofikasi  sehingga menyebabkan degradasi terumbu karang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juli 2013. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Data yang dikumpulkan meliputi data primer dan data sekunder. Menggunakan Analisis dilakukan terhadap estimasi limbah organik dan analisis daya dukung perairan. Hasil penelitian menunjukkan estimasi beban limbah budidaya jaring apung yang masuk ke perairan Pulau Semak Daun yaitu sebesar 1.178,1 Kg /ton ikan produksi (N 243,9 Kg/ton ikan dan P 54,1 Kg/ton ikan). Estimasi limbah antropogenik dari daratan sekitar pulau Semak Daun diperoleh 4.167 Kg N dan 1.738,8 Kg P. Berdasarkan pendekatan beban limbah N, daya dukung lingkungan perairan Pulau Semak Daun untuk pengembangan KJA ikan kerapu adalah 32 unit (192 petak KJA) atau 2 ha dari 9,99 ha luasan yang sesuai untuk kegiatan KJA. Berdasarkan ketersediaan oksigen terlarut, daya dukung perairan diperoleh 28 unit (168 petak KJA) atau 1,6 ha dari 9,99 ha luasan yang sesuai untuk KJA.Kata Kunci :  Sea Ranching; Limbah Organik; Daya dukung perairan; Pulau Semak Daun
Hubungan variabilitas mixed layer depth kriteria ∆T=0,5 oC dengan sebaran tuna di Samudera Hindia bagian timur Dessy Teliandi; Otong Suhara Djunaedi; Noir Primadona Purba; Widodo Setiyo Pranowo
Depik Vol 2, No 3 (2013): December 2013
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.2.3.978

Abstract

Abstract. The Indian Ocean has an important role in the variability of aquatic ecosystems including fisheries resource. This study was conducted to determine the relationship between Mixed Layer Depth (MLD) criterion ∆T = 0.5 oC and distribution of tuna in the Eastern Indian Ocean. The study area was situated in the Eastern Indian Ocean at the coordinate 100 – 120oE dan 5 – 20oS. The data MLD criterion ∆T = 0.5 oC as well as data distribution and tuna catches which processed in the seasonal period were used in this study. Visualization result showed that the variation of MLD based on the depth value was inversely related to MLD variation based on temperature. MLD variations indicated that the depth of the shallowest MLD on the West Monsoon and deepest on the East Monsoon, while the highest temperature of MLD was recorded in Transitional Monsoon 1 and the lowest in Transitional Monsoon 2. The most widespread distribution of tuna were in Eastern Monsoon and the narrowest in Transional Monsoon 1. MLD variation relations with tuna catches have seen fairly high correlation of Pearson correlation value of 0.891 for tuna catches with depth MLD correlation and -0.927 for tuna catches correlation with temperature MLD.Keywords : Mixed Layer Depth (MLD); ∆T = 0.5 oC; Temperature; Depth; TunaAbstrak. Samudera Hindia merupakan salah satu perairan yang memiliki peranan penting dalam variabilitas ekosistem perairan termasuk didalamnya sumberdaya perikanan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan Mixed Layer Depth (MLD) kriteria ∆T = 0,5 oC dengan sebaran Tuna di Samudera Hindia bagian Timur. Wilayah kajian penelitian ini adalah perairan Samudera Hindia bagian Timur dengan koordinat 100 – 120oBT dan 5 – 20oLS. Data yang digunakan adalah data MLD kriteria ∆T = 0,5 oC berdasarkan suhu dan kedalamannya, serta data sebaran dan tangkapan Tuna yang diolah dalam periode musiman. Hasil visualisasi menunjukkan bahwa variasi MLD berdasarkan kedalaman memiliki nilai berbanding terbalik dengan variasi MLD berdasarkan suhu. Variasi MLD menunjukkan bahwa kedalaman MLD paling dangkal berada pada Musim Barat yakni berkisar antara 22 – 60 dbar dan paling dalam berada pada Musim Timur dengan nilai berkisar antara 60 – 100 dbar, sedangkan suhu MLD tertinggi berada pada Musim Peralihan 1 yakni 28,5 – 29,5 oC dan terendah pada Musim Peralihan 2 dengan nilai berkisar antara 23 – 29 oC. Sebaran Tuna paling luas berada pada Musim Timur dan paling sempit berada pada Musim Peralihan 1. Hubungan variasi MLD dengan hasil tangkapan Tuna memiliki korelasi cukup tinggi yang terlihat dari nilai korelasi Pearson sebesar +0,891 untuk korelasi tangkapan Tuna dengan kedalaman MLD dan -0,927 untuk korelasi hasil tangkapan Tuna dengan suhu MLD.Kata kunci : Mixed Layer Depth; ∆T = 0,5 oC; Suhu; Kedalaman; Tuna

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2013 2013