cover
Contact Name
Ichsan Setiawan
Contact Email
ichsansetiawan@usk.ac.id
Phone
+6285220189228
Journal Mail Official
depik@usk.ac.id
Editorial Address
Faculty of Marine and Fisheries Universitas Syiah Kuala Jalan Meureubo No. 1, Kopelma Darussalam Banda Aceh, 23111, Indonesia
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan
ISSN : 20897790     EISSN : 25026194     DOI : 10.13170/depik
Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan is a peer review international journal, this journal is publishing high-quality articles in aquatic sciences and fisheries in general. The aim of the journal is to publish and disseminate the current or new findings of the research, and give a significant contribution to the development of fisheries and aquatic sciences in several topics, but not limited to: Fisheries (Aquaculture, Capture Fisheries, Fish Processing) Aquatic Ecology (Freshwater, Marine, and Brackishwater) Aquatic Biology (Fish, Mollusk, Crustacean, Plankton, Coral reefs) Oceanography.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2015): AUGUST 2015" : 7 Documents clear
Sebaran nutrien, intensitas cahaya, klorofil-a dan kualitas air di Selat Badung, Bali pada Monsun Timur Winona Abigail; Muhammad Zainuri; Anastasia Tisiana Dwi Kuswardani; Widodo Setiyo Pranowo
Depik Vol 4, No 2 (2015): AUGUST 2015
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.4.2.2494

Abstract

Abstract. Badung Strait generally have nutrient distribution patterns influenced by Sea-atmosphere interactions. The waters of the Lombok Strait is also branching traversed by Indonesian Throughflow (ARLINDO), which will be followed by Indonesian Throughflow variability of sea surface temperature changes. The distribution of nutrients is closely related to light intensity to produce primary productivity. The purpose of this research was conducted to determine the distribution of nutrient concentration and light intensity and chlorophyll-a in Badung Strait during Southeast Monsoon (June 2014). The variables investigated are the concentration of nitrate, phosphate, ammonia, light intensity and chlorophyll-a. The results showed the average value of the concentration of nitrate, phosphate and ammonia at 0.01106 mg/L, 0.01 mg/L and 0.13475 mg/L. The average value of the light intensity at 272.8775 W/m2 and the average value of chlorophyll-a concentration of 0.40925 mg/L. The visualitation images show that there is homogeneus pattern for the phosphate concertration and konvergen patterns for the other paramaters. It is cause of physical parameters influence when obtain the waters sample. Based on the result, it can be conclude that the waters productivity of Badung Strait, Bali is in good condition. The role of other water quality parameters such as temperature, salinity and dissolved oxygen also supports fertility waters.Keywords: nutrients; light intensity; chlorophyll-a; water quality; Badung StraitAbstrak. Perairan Selat Badung secara umum merupakan perairan yang memiliki pola sebaran nutrien yang dipengaruhi oleh interaksi Laut-Atmosfer. Perairan tersebut juga merupakan percabangan Selat Lombok yang dilalui oleh ARLINDO (Arus Lintas Indonesia), dimana variabilitas ARLINDO akan diikuti oleh perubahan suhu permukaan laut. Sebaran nutrien tersebut berkaitan erat dengan intensitas cahaya untuk menghasilkan produktivitas primer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran konsentrasi nutrien, intensitas cahaya dan klorofil-a di perairan Selat Badung pada Monsun Timur (Juni 2014). Variabel yang diamati berupa konsentrasi nitrat, fosfat, ammonia, intensitas cahaya dan klorofil-a. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata konsentrasi nitrat, fosfat dan ammonia sebesar 0,01106 mg/L, 0,01 mg/L dan 0,13475 mg/L. Nilai rata-rata intensitas cahaya sebesar 272,8775 W/m2 dan nilai rata-rata konsentrasi klorofil-a sebesar 0,40925 mg/L. Hasil visualisasi menunjukkan adanya pola yang homogen untuk konsentrasi fosfat dan pola konvergen untuk parameter lainnya. Hal ini diduga karena adanya pengaruh parameter fisika pada saat pengambilan sampel air. Namun secara umum, berdasarkan data yang diperoleh dapat dikatakan bahwa tingkat kesuburan perairan Selat Badung, Bali dalam kondisi yang baik. Peranan parameter kualitas perairan lainnya seperti suhu, salinitas dan oksigen terlarut juga mendukung tingkat kesuburan perairan.Kata kunci: nutrient; intensitas cahaya; klorofil-a; kualitas air; Selat Badung
Struktur komunitas fitoplankton dan kaitannya dengan ketersediaan zat hara dan parameter kualitas air lainnya di perairan Timur Surabaya Setya Indra Padma Putri; Syarifah Hikmah Julinda Sari
Depik Vol 4, No 2 (2015): AUGUST 2015
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.4.2.2455

Abstract

Abstract. The objetives of the present research were to determine relationship of phytoplankton abundance and community structure with environmental factors.The research was conducted in twelve stations along East Surabaya’s Coastal Waters. The samplings were represented early dry season (May-July 2013). Regression Correlation Analisis and Principle Component Analysis were involved to determine the relationship between community structure of phytoplankton and nutrient availability as well as other environmental parameters. The results showed that the concentration of Nitrate (NO3-N) was ranged from 1.80mg/L to 7.31 mg/L while Phosphate (PO4-P) was 0.20 – 4.75 mg/L. The phytoplankton abundance was varied between 3300 cell/L to 47000 cell/L. The highest phytoplankton abundance was found in the estuary and deacreased toward the sea areas. The dDiversity and evennes indices were low category, while dominance index was found to be relatively high, where Skeletonema sp. was predominant. Diversity index was not correlated significantly with nutrient availability, while there were a significant correlation between phytoplankton abundance and environment parameters namely salinity, DO and brighnessKeywords : phytoplankton abundance; oseanography factor; spatial analysis; coastal watersAbstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan antara kelimpahann dan struktur komunitas fitoplankton dengan faktor lingkungan di perairan pesisir. Penelitian dilakukan pada 12 stasiun berbeda di Perairan Timur Surabaya. Sampling plankton dan kualitas air mewakili awal musim kemarau (Mei – Juli 2013). Analisis regresi korelasi dan analisis komponen utama dilakukan untuk melihat keterkaitan struktur komunitas dan ketersedian zat hara dan parameter lingkungan lainnya di lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan kandungan zat hara yang relatif tinggi: Nitrat (NO3-N) antara 1,80 – 7,31 mg/L dan Fosfat (PO4-P) antara 0,20 – 4,75 mg/L. Distribusi fitoplankton bervariasi antara 3,3 – 4,7.103sel/L. Kelimpahan plankton paling tinggi didapat pada stasiun muara sungai dengan indikasi penurunan ke arah laut. Indeks keragaman jenis (H’) dan indeks keseragaman jenis (E) relatif rendah; sebaliknya indeks dominasi tinggi (D0,5) dengan didominasi oleh Skeletonema sp.. Indeks diversitas menunjukkan hubungan yang tidak bermakna dengan zat hara. Namun, kelimpahan fitoplankton berkorelasi secara signifikan dengan parameter salinitas, DO dan kecerahan.Kata kunci :kelimpahan fitoplankton; faktor oseanografi; analisis spasial; perairan pesisir
Kajian awal granulometri pada kawasan lamun dan terumbu karang: studi kasus di gugusan Pulau Pari, Kepulauan Seribu Syahrul Purnawan
Depik Vol 4, No 2 (2015): AUGUST 2015
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.4.2.2640

Abstract

Abstract. Granulometric study is considered as a tool to predict sediment formation process in an aquatic environment. This paper discusses brief assessment of granulometri studies on seagrass and coral reef areas in Indonesia by collecting samples at Pari Island waters. Sediment samples were taken in May 2008 near the coral reefs and seagrass area in the cluster of Pari Island waters, Seribu Islands, Jakarta. The wet sieving method was done to separate the sediment samples based on grain size. Statistical analysis i.e., mean, sorting, skewness, and kurtosis at both locations showed a considerably complex energy works on the sediment distribution in these locations.Keywords: granulometry; sediment; coral reef; seagrass Abstrak. Studi granulometri dapat menjadi alat penduga proses terbentuknya sedimen di suatu lingkungan perairan. Tulisan ini membahas kajian ringkas studi granulometri pada kawasan lamun dan terumbu karang di Indonesia dengan mengambil contoh di perairan Pulau Pari. Sampel sedimen diambil pada Mei 2008 di kawasan terumbu karang dan lamun pada perairan gugusan Pulau Pari, Kepulauan Seribu, Jakarta. Metode ayak basah dilakukan untuk memisahkan sampel sedimen berdasarkan ukuran butir. Hasil analisis statistik ukuran butiran berupa mean, sorting, skewness, dan kurtosis pada kedua lokasi mengindikasikan fungsi energi yang cukup kompleks bekerja terhadap sebaran sedimen di lokasi tersebut.Kata kunci: granulometri; sedimen; terumbu karang; padang lamun
Pemetaan daerah perikanan lampu (light fishing) menggunakan data viirs day-night band di perairan Pandeglang Provinsi Banten Adi Susanto
Depik Vol 4, No 2 (2015): AUGUST 2015
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.4.2.2454

Abstract

Abstract. Light fishing in Pandeglang Banten has significantly developed in number of fishing fleet and using of lamp technology. The fishing ground of light fishing fleet dispersed from Labuan until Taman Nasional Ujung Kulon. The aim of this research is to map the fishing ground of light fishing using VIIRS-DNB data at August to November 2014. This research use descriptive analysis with case study on fishing ground of ligt fishing using VIIRS-DNB data in Pandeglang waters. The results show the fishing ground of light fishing at August to November spread from Lada Bay, Lesung Cape, Sumur District, selamat Datang Bay, until Panaitan Strait. In November, the numbers of fishing fleet have significantly decreased. The loft ofwind velocity in Sunda Strait caused big waves in Pandeglang waters. Moreover, light fishing fleet also move from coastal water to the sea to find the ideal depth.The fluctuation of fishing ground at August to November 2014 influenced by monsoon circulation that effectto current and water masses circulation there. It cause the changing of surface water fertility and influent to spreading of pelagic fish fishing ground as a main target of light fishing fleets in Pandeglang waters.Keyword: fishing ground; light fishing; Pandeglang; VIIRS-DNB Abstrak. Perikanan lampu di perairan Pandeglang Banten telah mengalami perkembangan yang signifikan baik dalam jumlah armada maupun teknologi lampu yang digunakan. Daerah penangkapan armada perikanan lampu tersebar mulai dari perairan Labuan hingga Taman Nasional Ujung Kulon. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan daerah perikanan lampu di perairan Pandeglang menggunakan data VIIRS-DNB yang mampu mendeteksi radiasi yang dihasilkan oleh lampu yang digunakan untuk menarik perhatian ikan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan studi kasus berupa sebaran daerah perikanan lampu di perairan Pandeglang menggunakan data VIIRS-DNB. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada Bulan Agustus hingga November, daerah perikanan lampu tersebar mulai dari perairan Teluk Lada, Tanjung Lesung, Sumur, Teluk Selamat Datang hingga Selat Panaitan. Pada Bulan November, jumlah armada perikanan lampu mengalami penurunan yang signifikan. Hal ini dipengaruhi oleh perubahan kecepatan angin di perairan Selat Sunda yang berakibat pada tingginya gelombang di perairan Pandeglang. Selain itu, armada perikanan lampu juga tersebar lebih ke arah lautan untuk mencari kedalaman yang lebih tinggi. Perubahan daerah penangkapan perikanan lampu sepanjang Bulan Agustus-November 2014 sebagian besar dipengaruhi oleh angin muson yang berdampak pada perubahan arus massa air di Selat Sunda. Hal ini menyebabkan terjadinya perubahan kesuburan perairan yang berpengaruh terhadap daerah penyebaran ikan pelagis yang menjadi sasaran utama penangkapan bagi armada perikanan lampu di peraran Pandeglang.Kata kunci: daerah penangkapan ikan; perikanan lampu; Pandeglang; VIIRS-DNB
Perubahan kandungan vitamin dan mineral ikan kembung lelaki akibat proses penggorengan Mala Nurilmala; Nurjanah .; Reza Febriyansyah; Taufik Hidayat
Depik Vol 4, No 2 (2015): AUGUST 2015
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.4.2.2688

Abstract

Abstract. Indian mackerel (Rastrelliger kanagurta) is one of sea water fish in Indonesia. It is a good source of protein. This fish is consumed by vary processing methods. In addition, it is very known that frying is the favorite method for food processing including fish in Indonesia because of its specific taste. However there is no data found for changes of vitamin and mineral  compositions so far, thus our study investigated the effect of deep frying  using 4L palm oil at 180 oC for 5 minutes on vitamin A, B12, and minerals (Ca, Na,K, Fe, Zn, and Se) of this fish. The measurenment of vitamin A and B12 was carried  out by HPLC and  AAS for  mineral. The results showed that deep frying effected on vitamin A with significantly increased (P0.05), on the other hand vitamin B12  decreased significantly (P0.05).  Mineral Ca  increased significantly (P0.05), however Na dan K  decreased significantly (P0.05). No significant result for Fe and Zn. Furthermore, it is found that Se content was under limit detection.Keywords: deep frying; mineral; Rastrelliger kanagurta; vitaminAbstrak. Ikan kembung lelaki (Rastrelliger kanagurta) merupakan salah satu ikan laut Indonesia. Ikan ini  dikonsumsi  dengan berbagai metode pengolahan. Pengolahan dengan menggoreng merupakan metode yang sangat disukai di Indonesia karena akan menghasilkan rasa yang khas termasuk pada ikan kembung. Di sisi lain, belum adanya data yang ditemukan akibat metode penggorengan ini pada perubahan vitamin dan mineral ikan kembung, sehingga tujuan penelitian ini adalah menentukan pengaruh yang terjadi pada kandungan vitamin A, B12, dan mineral ikan kembung (Ca, Na, K, Fe, Zn, dan Se)  setelah digoreng dalam deep fryer menggunakan 4L minyak goreng pada suhu 180 oC selama 5 menit. Pengujian yang dilakukan yaitu, uji vitamin A dan B12 dengan HPLC, serta uji mineral dengan AAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode penggorengan deep fryingberpengaruh nyata (P0,05) terhadap vitamin A, sedangkan vitamin B12menurun secara signifikan (P0,05). Mineral Ca meningkat secara signifikan (P0,05), sedangkan Na dan K  menurun secara signifikan (P0,05) setelah proses penggorengan. Mineral Fe dan Zn tidak berubah secara signifikan. Selenium memiliki kandungan dibawah limit deteksi.Kata kunci: proses penggorengan; mineral; Rastrelliger kanagurta; vitamin; 
Penilaian tingkat pencemaran logam berat dalam sedimen di perairan Pulau Morotai, Maluku Utara Edward .
Depik Vol 4, No 2 (2015): AUGUST 2015
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.4.2.2621

Abstract

Abstract. Morotai Waters, located in North of Maluku, has panoramic coastal waters and marine natural beautiful view, and rich of fishery resources, so it is potentially to be developed as a location for recreation area, mariculture, and fisheries industries. For those reasons, the development need a lot of base data, one of the data base is heavy metals. Heavy metals comes from various human activities, both on land and at sea and geological process. Heavy metals in low levels needed by aquatic organisms for the growth and development of its life, but high levels are toxic. Measurement of levels of heavy metals Pb, Cd, Cu, Zn, Ni, and Cr in the sediment in the waters of Morotai was conducted in June 2005. Sediment samples is taken using gravity cores at 13 research stations. The levels of heavy metals were measured using Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). The purpose of this study was to evaluate the contamination and pollution of heavy metals pollution level in Morotai Island waters using CF, I_geo, and PLI. The results of this study show that, based on the value of contamination factors (CF), geoaccumulation indices (I_geo) and pollution load indices (PLI), sediment in this water is include to uncontamination and unpolluted category and is still safe for marine life (CF0, I_geo0 and PLI 1).Keywords:  Morotai; sediment; heavy metal; pollutions Abstrak. Perairan Morotai terletak di Maluku Utara, perairan ini memiliki panorama pantai dan alam laut yang indah, serta kaya akan sumberdaya perikanan, sehingga berpotensi untuk dikembangkan sebagai lokasi  wisata bahari, budidaya, dan industri perikanan. Untuk pengembangan tersebut diperlukan data dasar, salah satu data dasar tersebut adalah data  logam berat. Logam berat berasal dari berbagai aktivitas manusia yang ada di darat maupun di laut, dan proses geologis di alam. Logam berat dalam kadar yang rendah diperlukan oleh organisme perairan untuk pertumbuhan dan perkembangan hidupnya, namun dalam kadar yang tinggi bersifat racun. Pengukuran kadar logam berat Pb, Cd, Cu, Zn, Ni, dan Cr dalam sedimen di perairan Morotai telah dilakukan pada bulan Juni 2005. Contoh sedimen diambil dengan menggunakan gravity core pada 13 stasiun penelitian. Kadar logam berat diukur dengan menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA). Tujuan  penelitian ini adalah untuk menilai tingkat kontaminasi dan tingkat  pencemaran logam berat dalam sedimen di perairan Pulau Morotai dengan menggunakan nilai faktor kontaminasi (CF), indeks geoakumulasi (I_geo) dan indeks beban pencemaran (PLI). Hasilnya menunjukkan berdasarkan nilai CF, I_geo, dan PLI, sedimen di perairan ini termasuk kategori tidak terkontaminasi dan tidak tercemar oleh logam berat Pb, Cd, Cu, Zn, Ni, dan Cr, serta masih aman untuk kehidupan biota laut (CF0, I_geo0 dan PLI1).Kata Kunci: Morotai; sedimen; logam berat; pencemaran  
Analisis komoditas unggulan perikanan budidaya Kabupaten Pidie Jaya Farok Afero; Muhammad Nazir; Arie Muhardy
Depik Vol 4, No 2 (2015): AUGUST 2015
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.4.2.2401

Abstract

Abstract. Snapper (Lates calcarifer), grouper (Epinephelus coioides), tiger shrimp (Penaeus monodon), vannamei shrimp (Litopenaeus vannamei) and tilapia (Oreochromis niloticus) are leading commodity worthly cultivated in Pidie Jaya. Bandar Baru and Tringgadeng an appropriate areas for black tiger shrimp while Jangka Buya and Ulim approriate areas for vannamei cultivation. AHP analysis showed black tiger shrimp is top priority based on the economic value while vannamei shrimp is top priority based on enterprise sustainability. Financial analysis of snapper, grouper, black tiger shrimp, vannamei shrimp and tilapia farming generated positive cash flow and NPV, IRR 100%, the ratio of benefit to cost of production 1,30 and payback period of investment costs   1 year, thus demonstrating the feasibility of cultivation of these leading commodities. Vannamei shrimp cultivation showed positive prospect as long the market offers premium price. Grouper and snapper had a positive outlook because high demand of high-quality fish in the international market.Keywords: Leading commodity; financial analysis; aquaculture; Pidie Jaya Abstrak. Komoditas kakap (Lates calcarifer), kerapu (Epinephelus coioides),udang windu (Penaeus monodon), udang vannamei (Litopenaeus vannamei) dan nila (Oreochromis niloticus) adalah komoditas unggulan yang layak dibudidaya di Kabupaten Pidie Jaya. Bandar Baru dan Tringgadeng merupakan kawasan yang layak untuk pengembangan komoditas udang windu sedangkan Jangka Buya dan Ulim layak untuk pengembangan komoditas udang vannamei. Analisis AHP menunjukkan komoditas udang windu menjadi prioritas utama untuk dikembangkan berdasarkan nilai ekonomi sedangkan udang vannamei menjadi prioritas utama berdasarkan keberlanjutan usaha. Analisis indikator keuangan budidaya kakap, kerapu, udang windu, vannamei dan nila menunjukkan usaha budidaya komoditas unggulan menghasilkan arus kas kumulatif dan NPV positif, nilai  IRR diatas 100%, rasio keuntungan terhadap biaya produksi diatas 1,30 serta periode pengembalian biaya investasi 1 tahun, sehingga menunjukkan kelayakan usaha budidaya komoditas unggulan tersebut. Budidaya udang vannamei menunjukkan prospek yang positif selama harga yang ditawarkan oleh pasar masih tinggi. Ikan kerapu dan kakap memiliki prospek yang positif karena masih banyaknya permintaan ikan berkualitas tinggi di pasar internasional.Kata kunci: Komoditas unggulan; Analisa ekonomi; Perikanan Budidaya; Pidie Jaya

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2015 2015