cover
Contact Name
Asep Sukandar
Contact Email
annida@uninus.ac.id
Phone
+628121443513
Journal Mail Official
annida@uninus.ac.id
Editorial Address
Magister Pendidikan Agama Islam UNINUS Jl. Soekarno Hatta No 530 Kota Bandung 40286 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
AN-NIDA: Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 24769177     EISSN : 29639255     DOI : https://doi.org/10.30999/an-nida.v11i2
AN-NIDA: Jurnal Pendidikan Islam (E-ISSN 2963-9255, P-ISSN 2476-9177) Journal An Nida focus on the issues that are related in Islamic Education; including Research Methodology, Education Science, Islamic Education Science, Educational Psychology, Learning Psychology, Educational Philosophy, Islamic Educational Philosophy, Lesson Plan, Lesson Design, Lesson Media, Educational Facilities, Islamic Science, Tafsir Tarbawi, Hadist Tarbawi, Lesson Organization, Objectives and Evaluations of Educational Curriculum. An-Nida: Journal of Islamic Education published the first edition: Vol. 1, No. 1, 2012, in January and July with print media. Since Vol. 11 No. 1, 2022 journal published online. The review process in this journal uses double-blind peer-review, which means that the identity of the reviewer and author is hidden from the reviewer, and vice versa.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 2 (2022): Februari" : 10 Documents clear
Pengaruh Perandan Fungsi Manajemen Kepala madrasah Terhadap Kompetensi Guru di Madrasah Ibtidaiyah Sulaeman, Atep
An-nida: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 10 No. 2 (2022): Februari
Publisher : Magister Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/an-nida.v8i1.1338

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan kurang berhasilnya pembinaan dalam peningkatan kompetensi guru, salah satunya disebabkan karena kurang optimalnya perencanaan, pelaksanaan, penilaian, dan hasilmanajemen kepala Madrasahsehingga berdampak pada mutu pembelajaran khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam pada Madrasah Ibtidaiyah. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran tentang pengaruh peran dan fungsi manajemen kepala madrasah terhadap kompetensi gurudi Madrasah Ibtidaiyah Husainiyah dan Madrasah Ibtidaiyah Al-hidayah Kabupaten Bandung. Sedangkan tujuan khusus penelitian adalah untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan, penilaian, hasil,faktor pendukung dan penghambat peran dan fungsi manajemen kepala Madrasah terhadap kompetensi guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Teori dan konsep yang mendasari penelitian ini adalah teori kompetensi, konsep kepemimpinan kepala sekolah, dan konsep pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan manajemen kepala Madrasah terhadap peningkatan kompetensi guru dilakukan dengan pendataan guru, koordinasi dengan pengawas dan penyiapan rancangan program pembinaan. Pelaksanaan manajemen kepala Madrasah terhadapkompetensi gurudilakukan melalui kegiatan workshop/pelatihan, menciptakan iklim akademik melalui Penelitian Tindakan Kelas, mengadakan rapat dan melaksanakan pengamatan mengenai aspek-aspek pengelolaan dan administrasi guru yang berfungsi sebagai pendukung terlaksananya pembelajaran yang efektif. Penilaian manajemen kepala Madrasah dalam meningkatkan kompetensi guru dilakukan pada komitmen, proses dan kinerja yang dicapai oleh guru. Hasil pengaruh manajemen kepala Madrasah terhadap kompetensi guru di Madrasah Ibtidaiyah Husainiyah dan Madrasah Ibtidaiyah Al-hidayah Kabupaten Bandung antara lain guru mempunyai komitmen tinggi pada siswa dan proses belajarnya, guru berusaha untuk menguasai secara mendalam bahan atau mata pelajaran yang diajarkan serta cara mengajarkannya kepada siswa, adanya peningkatan keterampilan guru dan adanya hubungan harmonis antara kepala Sekolah dengan guru yang dibina.Faktor pendukung dan penghambat manajemen kepala Madrasah terhadap peningkatan kompetensi guru antaralain raw input siswa yang tinggi,sarana prasarana yang memadai, guru-guru mengajar sesuai dengan latar belakang pendidikannya;  adapun faktor penghambatya itu masih adanya beberapa orang guru yang masih kurang memahami Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan,kurang memahami visi-misi dan program Madrasah,sertamasih ada beberapa orang guru yang masih kurang dalam kemampuan pengelolaan proses pembelajaran peserta didik di kelas.
Pemberdayaan Majlis Ta`Lim untuk Meningkatkan Keluarga Sakinah Munawaroh, Munawaroh
An-nida: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 10 No. 2 (2022): Februari
Publisher : Magister Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/an-nida.v8i1.1345

Abstract

Topik yang diangkat dalam penelitian ini bertolak dari fenomena masyarakat, khususnya orang tua yang mendapatkan kendala dalam proses pelaksanaan pendidikan agama islam kepada keluarga dan putra-putrinya. Salah satu kegiatan yang bisa menambah kemampuan dalam hal pendidikan terhadap anak di keluarga. Dalam penelitian ini terlihat bagaimana peran orang tua menjadi penting, karena tanggung jawab pendidikan pada anak terletak pada setiap orang tua tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana program bimbingan keluarga sakinah dalam konsep majlis ta`lim Al-Huda, Al-Maidah, AL-Ikhsan Cidaun – Cianjur. Mengetahui program dan manfaat, mengetahui hambatan dan upaya dalam pelaksanaan pendidikan agama islam di keluarga, khususnya pada anak. Sehingga terlihat bagaimana manfaat program dalam proses pendidikan agama islam tersebut pada orang tua. Bertolak dari pemikiran bahwa keluarga adalah tulang punggung penting dalam sebuah tatanan kehidupan bermasyarakat yang didalamnya ada proses tarbiyah dan ta`lim sehingga akan tercapai bentuk keluarga sakinah, mawaddah dan warahmah di setiap rumah tangga muslim. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran angket. Sampel dari angket adalah peserta program bimbingan keluarga sakinah pada tahun 2016. Penyebaran angket ditunjukan kepada responden sebagai sampel dari populasi peserta program bimbingan keluarga sakinah. Dari hasil penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa dari program bimbingan keluarga sakinah ini terdapat manfaat yang sangat besar yang dirasakan oleh peserta, baik secara pribadi maupun dalan tatanan sosial. Utamanya adalah dalam pelaksanaan pendidikan agama islam untuk menuju keluarga bahagia dan sakinah. Dampak pada keluarga menjadi harmonis, nyaman dan tentram. Walaupun tidak bisa dipungkiri bahwa keluarga sakinah bukanlah keluarga yang tanpa masalah dan konflik. Namun lebih dari itu, keluarga sakinah adalah keluarga yang mampu mengatasi setiap masalah dan kendala yang ada dengan bijak dan efektif. Pelaksanaan pendidikan agama islam di keluarga, khususnya pada anak pun menjadi prioritas utama, yang menjadi salah satu sarana untuk mencapai keluarga yang bahagia, sakinah, mawaddah dan warahmah. Pendidikan agama islam di keluarga menjadi penting untuk dilakukan, baik pada anak, ayah dan ibu maupun anggota keluarga yang lain. Program dan manfaat bimbingan keluarga sakinah antara lain manajemen keluarga,komunikasi dalam keluarga,manajemen konflik keluarga,menjadi orang tua yang efektif,menjadi keluarga yang sakinah, pola mendidik moral anak. Manfaat baik didasarkan secara langsung maupun tidak langsung, orang tua mendapatkan input ilmu mengenai keluarga sakinah dan bagaimana melaksanakan pendidikan agama islam di keluarga dengan tepat. Manfaat yang lainnya, baik secara pribadi, spiritual, sosial, dengan pasangan namun secara keilmuan menjadi sebuah motivasi agar bisa membangun rumah tangga lebih baik lagi.
Upaya Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membina Kedisiplinan Siswa Melalui Ekstra Kurikuler Kultum dan Shalat Berjama’ah Nurdin, Nurdin
An-nida: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 10 No. 2 (2022): Februari
Publisher : Magister Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/an-nida.v8i1.1346

Abstract

Permasalahan pembinaan siswa di sekolah merupakan permasalahan yang belum terpecahkan sejalan dengan kompleksitas perubahan lingkungan yang begitu cepat dan dinamis, hal ini terjadi karena belum optimalnya perencanaan, pelaksanaan, pengorganisasian dan penilaian yang dilakukan. Pembinaan siswa terus diupayakan oleh kepala sekolah, guru bimbingan dan konseling, maupun guru PAI, baik melalui kegiatan pembelajaran (kurikuler) maupun ekstrakurikuler, akan tetapi belum memberikan dampak yang optimal bagi peningkatan akhlak siswa baik ditinjau dari sisi proses maupun output pembinaan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif, karena penelitian ini bertujuan mendapatkan gambaran yang mendalam. Dari sisi perencanaan, pembinaan yang dilakukan guru PAI selama ini lebih banyak penekanannya pada perencanaan administratif sehingga kurang memperhatikan bidang pengajaran, maupun bimbingan dan penyuluhan, dari sisi pelaksanaan, guru PAI belum optimal dalam menggerakan siswa serta memberikan dorongan agar mereka mengamalkan ajaran-ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari, dari sisi penilaian, selama ini penilaian terhadap akhlak siswa masih bersifat subyektif, karena berdasarkan pada nilai Pendidikan Agama Islam yang diperoleh dari ulangan harian, maupun ujian-ujian lainnya serta praktek ibadah di sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran tentang: 1) Memperoleh gambaran tentang upaya guru PAI dalam membina kedisiplinan siswa melalui ekstrakurikuler kultum dan shalat berjama’ah, 2) Memperoleh gambaran tentang hasil guru PAI dalam membina kedisiplinan siswa melalui ekstrakurikuler kultum dan shalat berjama’ah, dan 3) Memperoleh gambaran tentang faktor pendukung dan penghambat guru PAI dalam membina kedisiplinan siswa melalui ekstrakurikuler kultum dan shalat berjama’ah di SD Negeri Sukasari Kecamatan Cikijing. Hasil penelitian ini sebagai berikut, 1) terdapat peningkatan sikap siswa dalam mentaati tata tertib, hal ini dapat terlihat semakin berkurangnya pelanggaran tata tertib, 2) meningkatnya keimanan siswa, hal ini dapat terlihat animo siswa yang sholat dhuha, sholat dhuhur berjama’ah, 3) adanya peningkatan sikap siswa yang berakhlak, hal ini dapat terlihat saling mengucapkan salam bukan hanya bertemu guru saja melainkan juga bertemu sesama teman, dan 4)  meningkatnya prestasi belajar siswa, hal ini dapat terlihat adanya kenaikan nilai ujian. 
Peran Orang Tua dalam Pendidikan Keluarga untuk Meningkatkan Disiplin Beribadah dan Perilaku Islami Nenoh, Nenoh
An-nida: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 10 No. 2 (2022): Februari
Publisher : Magister Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/an-nida.v8i1.1347

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah secara formal masih banyak menghadapi kendala atau kurang memadai. Diantara kendala yang  dialami adalah: (1)Waktu yang sangat terbatas, (2)Materi yang padat karena terdiri dari tujuh unsur pokok yakni Keimanan, Ibadah, Al-Qur’an, Akhlak, Muamalah, Syariah dan Tarikh. Oleh karena itu pendidikan agama Islam tidak cukup hanya diperoleh dari lembaga formal semata, apalagi  pendidikan agama Islam dalam keluarga memegang peranan penting, bahkan merupakan bagian dari proses pendidikan informal yang paling mendasar untuk bekal kehidupan keagamaan anak di masa mendatang.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Usaha yang dilakukan para orang tua siswa dalam melakukan pendidikan agama bagi anak di rumah; Pendekatan dan metode yang digunakan para orang tua siswa dalam melakukan pendidikan agama bagi anak di rumah; Kontribusi pendidikan keluarga yang dilakukan orang tua siswa terhadap kedisiplinan beribadah dan perilaku Islami anak di sekolah; dan Hambatan yang dihadapi orang tua dalam melakukan pendidikan keluarga untuk meningkatkan kedisiplinan beribadah anak dan perilaku Islami siswa.  Serta Solusi alternatif para orang tua siswa MI Babakanlimus dalam mengatasi kendalam pendidikan keluarga untuk meningkatkan kedisiplinan beribadah anak dan perilaku Islami siswa.Pendekatan dalam penelitian ini adalah mengguankan pendekatan kualitatif melalui metode deskriptif analitik. Subjek penelitian ini adalaah kepala MI Babakanlimus, Guru PAI, dan orang tua siswa MI Babakanlimus Kabupaten Sumedang. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil analisis dari penelitian ini menunjukkan bahwa usaha yang dilakukan para orang tua siswa MI Babakanlimus Jatinangor dalam melakukan pendidikan agama bagi anak di rumah dilakukan dengan berbagai cara. Partisipasi orang tua rata-rata partisipasi tidak langsung ke lapangan tetapi justru lebih banyak partisipasi dalam bentuk finansial seperti iuran wajib berkala dan atau iuran yang sifatnya insidental Pelaksanaan pendidikan agama anak di rumah (dalam keluarga) jarang sekali dilakukan langsung oleh orang tua siswa yang bersangkutan. Pada umumnya orang tua menyuruh anaknya untuk mengaji di mesjid terdekat dengan waktu pengajian yang hanya dilaksanakan setiap setelah shalat Magrib dan tiba waktu shalat Isya. Kontribusi pendidikan keluarga sangat berkorelasi positif terhadap perilaku disiplin siswa dan perilaku Islami di sekolah
Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membina Akhlak Siswa Dadan, Dadan
An-nida: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 10 No. 2 (2022): Februari
Publisher : Magister Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/an-nida.v8i1.1348

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah di dasari bahwa dampak dari pada kemajuan  ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu cepat pada saat ini, disamping mendatangkan manfaat juga menimbulkan akibat yang negatif, hal ini ditandai dengan begitu cepatnya pengaruh budaya asing yang masuk ke Indonesia secara vulgar terutama bagi siswa. Dalam hitungan waktu yang relatif singkat, budaya itu merasuki, perkembangan jiwa siswa sehingga banyak terjadi tindakan yang sifatnya negatif seperti kenakalan remaja, perkelahian antar siswa, keterlibatan siswa dalam penyalahgunaan narkoba, pergaulan di luar batas kewajaran, dan sebagainya. Masalah di atas sudah barang tentu memerlukan solusi yang diharapkan mampu mengantisipasi perilaku siswa yang mulai dilanda krisis moral itu, tindakan preventif  perlu ditempuh agar dapat mengantarkan kepada terjaminnya moral siswa sebagai generasi yang dapat menjadi tumpuan dan harapan bangsa. Guru Pendidikan Agama Islam  merupakan salah satu orang yang paling berpengaruh dalam mendewasakan anak didik agar menjadi anggota masyarakat yang berguna dan memiliki kepribadian yang mencerminkan akhlak yang mulia. Untuk mengatasi permasalahan diatas perlu diadakan sebuah penelitian tentang strategi dan upaya guru khususnya guru Pendidikan Agama Islam dalam mengatasi kemerosotan perilaku dan ahlak siswa di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Strategi guru pendidikan agama Islam dalam membina akhlak siswa pada tiga SMP Negeri di Kabupaten Sumedang, 2) Kegiatan guru pendidikan agama Islam dalam pembinaan akhlak siswa pada tiga SMP Negeri di Kabupaten Sumedang, 3) Faktor pendukung dan penghambat kegiatan pembinaan akhlak siswa pada tiga SMP Negeri di Kabupaten Sumedang. Metode penelitian menggunakan  metode wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, data yang diperoleh dilapangan kemudian disusun dengan memilih dan menyederhanakan data. 
Pengaruh Perandan Fungsi Manajemen Kepala madrasah Terhadap Kompetensi Guru di Madrasah Ibtidaiyah Sulaeman, Atep
An-nida: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 10 No. 2 (2022): Februari
Publisher : Magister Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/an-nida.v8i1.1338

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan kurang berhasilnya pembinaan dalam peningkatan kompetensi guru, salah satunya disebabkan karena kurang optimalnya perencanaan, pelaksanaan, penilaian, dan hasilmanajemen kepala Madrasahsehingga berdampak pada mutu pembelajaran khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam pada Madrasah Ibtidaiyah. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran tentang pengaruh peran dan fungsi manajemen kepala madrasah terhadap kompetensi gurudi Madrasah Ibtidaiyah Husainiyah dan Madrasah Ibtidaiyah Al-hidayah Kabupaten Bandung. Sedangkan tujuan khusus penelitian adalah untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan, penilaian, hasil,faktor pendukung dan penghambat peran dan fungsi manajemen kepala Madrasah terhadap kompetensi guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Teori dan konsep yang mendasari penelitian ini adalah teori kompetensi, konsep kepemimpinan kepala sekolah, dan konsep pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan manajemen kepala Madrasah terhadap peningkatan kompetensi guru dilakukan dengan pendataan guru, koordinasi dengan pengawas dan penyiapan rancangan program pembinaan. Pelaksanaan manajemen kepala Madrasah terhadapkompetensi gurudilakukan melalui kegiatan workshop/pelatihan, menciptakan iklim akademik melalui Penelitian Tindakan Kelas, mengadakan rapat dan melaksanakan pengamatan mengenai aspek-aspek pengelolaan dan administrasi guru yang berfungsi sebagai pendukung terlaksananya pembelajaran yang efektif. Penilaian manajemen kepala Madrasah dalam meningkatkan kompetensi guru dilakukan pada komitmen, proses dan kinerja yang dicapai oleh guru. Hasil pengaruh manajemen kepala Madrasah terhadap kompetensi guru di Madrasah Ibtidaiyah Husainiyah dan Madrasah Ibtidaiyah Al-hidayah Kabupaten Bandung antara lain guru mempunyai komitmen tinggi pada siswa dan proses belajarnya, guru berusaha untuk menguasai secara mendalam bahan atau mata pelajaran yang diajarkan serta cara mengajarkannya kepada siswa, adanya peningkatan keterampilan guru dan adanya hubungan harmonis antara kepala Sekolah dengan guru yang dibina.Faktor pendukung dan penghambat manajemen kepala Madrasah terhadap peningkatan kompetensi guru antaralain raw input siswa yang tinggi,sarana prasarana yang memadai, guru-guru mengajar sesuai dengan latar belakang pendidikannya;  adapun faktor penghambatya itu masih adanya beberapa orang guru yang masih kurang memahami Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan,kurang memahami visi-misi dan program Madrasah,sertamasih ada beberapa orang guru yang masih kurang dalam kemampuan pengelolaan proses pembelajaran peserta didik di kelas.
Pemberdayaan Majlis Ta`Lim untuk Meningkatkan Keluarga Sakinah Munawaroh, Munawaroh
An-nida: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 10 No. 2 (2022): Februari
Publisher : Magister Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/an-nida.v8i1.1345

Abstract

Topik yang diangkat dalam penelitian ini bertolak dari fenomena masyarakat, khususnya orang tua yang mendapatkan kendala dalam proses pelaksanaan pendidikan agama islam kepada keluarga dan putra-putrinya. Salah satu kegiatan yang bisa menambah kemampuan dalam hal pendidikan terhadap anak di keluarga. Dalam penelitian ini terlihat bagaimana peran orang tua menjadi penting, karena tanggung jawab pendidikan pada anak terletak pada setiap orang tua tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana program bimbingan keluarga sakinah dalam konsep majlis ta`lim Al-Huda, Al-Maidah, AL-Ikhsan Cidaun – Cianjur. Mengetahui program dan manfaat, mengetahui hambatan dan upaya dalam pelaksanaan pendidikan agama islam di keluarga, khususnya pada anak. Sehingga terlihat bagaimana manfaat program dalam proses pendidikan agama islam tersebut pada orang tua. Bertolak dari pemikiran bahwa keluarga adalah tulang punggung penting dalam sebuah tatanan kehidupan bermasyarakat yang didalamnya ada proses tarbiyah dan ta`lim sehingga akan tercapai bentuk keluarga sakinah, mawaddah dan warahmah di setiap rumah tangga muslim. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran angket. Sampel dari angket adalah peserta program bimbingan keluarga sakinah pada tahun 2016. Penyebaran angket ditunjukan kepada responden sebagai sampel dari populasi peserta program bimbingan keluarga sakinah. Dari hasil penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa dari program bimbingan keluarga sakinah ini terdapat manfaat yang sangat besar yang dirasakan oleh peserta, baik secara pribadi maupun dalan tatanan sosial. Utamanya adalah dalam pelaksanaan pendidikan agama islam untuk menuju keluarga bahagia dan sakinah. Dampak pada keluarga menjadi harmonis, nyaman dan tentram. Walaupun tidak bisa dipungkiri bahwa keluarga sakinah bukanlah keluarga yang tanpa masalah dan konflik. Namun lebih dari itu, keluarga sakinah adalah keluarga yang mampu mengatasi setiap masalah dan kendala yang ada dengan bijak dan efektif. Pelaksanaan pendidikan agama islam di keluarga, khususnya pada anak pun menjadi prioritas utama, yang menjadi salah satu sarana untuk mencapai keluarga yang bahagia, sakinah, mawaddah dan warahmah. Pendidikan agama islam di keluarga menjadi penting untuk dilakukan, baik pada anak, ayah dan ibu maupun anggota keluarga yang lain. Program dan manfaat bimbingan keluarga sakinah antara lain manajemen keluarga,komunikasi dalam keluarga,manajemen konflik keluarga,menjadi orang tua yang efektif,menjadi keluarga yang sakinah, pola mendidik moral anak. Manfaat baik didasarkan secara langsung maupun tidak langsung, orang tua mendapatkan input ilmu mengenai keluarga sakinah dan bagaimana melaksanakan pendidikan agama islam di keluarga dengan tepat. Manfaat yang lainnya, baik secara pribadi, spiritual, sosial, dengan pasangan namun secara keilmuan menjadi sebuah motivasi agar bisa membangun rumah tangga lebih baik lagi.
Upaya Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membina Kedisiplinan Siswa Melalui Ekstra Kurikuler Kultum dan Shalat Berjama’ah Nurdin, Nurdin
An-nida: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 10 No. 2 (2022): Februari
Publisher : Magister Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/an-nida.v8i1.1346

Abstract

Permasalahan pembinaan siswa di sekolah merupakan permasalahan yang belum terpecahkan sejalan dengan kompleksitas perubahan lingkungan yang begitu cepat dan dinamis, hal ini terjadi karena belum optimalnya perencanaan, pelaksanaan, pengorganisasian dan penilaian yang dilakukan. Pembinaan siswa terus diupayakan oleh kepala sekolah, guru bimbingan dan konseling, maupun guru PAI, baik melalui kegiatan pembelajaran (kurikuler) maupun ekstrakurikuler, akan tetapi belum memberikan dampak yang optimal bagi peningkatan akhlak siswa baik ditinjau dari sisi proses maupun output pembinaan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif, karena penelitian ini bertujuan mendapatkan gambaran yang mendalam. Dari sisi perencanaan, pembinaan yang dilakukan guru PAI selama ini lebih banyak penekanannya pada perencanaan administratif sehingga kurang memperhatikan bidang pengajaran, maupun bimbingan dan penyuluhan, dari sisi pelaksanaan, guru PAI belum optimal dalam menggerakan siswa serta memberikan dorongan agar mereka mengamalkan ajaran-ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari, dari sisi penilaian, selama ini penilaian terhadap akhlak siswa masih bersifat subyektif, karena berdasarkan pada nilai Pendidikan Agama Islam yang diperoleh dari ulangan harian, maupun ujian-ujian lainnya serta praktek ibadah di sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran tentang: 1) Memperoleh gambaran tentang upaya guru PAI dalam membina kedisiplinan siswa melalui ekstrakurikuler kultum dan shalat berjama’ah, 2) Memperoleh gambaran tentang hasil guru PAI dalam membina kedisiplinan siswa melalui ekstrakurikuler kultum dan shalat berjama’ah, dan 3) Memperoleh gambaran tentang faktor pendukung dan penghambat guru PAI dalam membina kedisiplinan siswa melalui ekstrakurikuler kultum dan shalat berjama’ah di SD Negeri Sukasari Kecamatan Cikijing. Hasil penelitian ini sebagai berikut, 1) terdapat peningkatan sikap siswa dalam mentaati tata tertib, hal ini dapat terlihat semakin berkurangnya pelanggaran tata tertib, 2) meningkatnya keimanan siswa, hal ini dapat terlihat animo siswa yang sholat dhuha, sholat dhuhur berjama’ah, 3) adanya peningkatan sikap siswa yang berakhlak, hal ini dapat terlihat saling mengucapkan salam bukan hanya bertemu guru saja melainkan juga bertemu sesama teman, dan 4)  meningkatnya prestasi belajar siswa, hal ini dapat terlihat adanya kenaikan nilai ujian. 
Peran Orang Tua dalam Pendidikan Keluarga untuk Meningkatkan Disiplin Beribadah dan Perilaku Islami Nenoh, Nenoh
An-nida: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 10 No. 2 (2022): Februari
Publisher : Magister Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/an-nida.v8i1.1347

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah secara formal masih banyak menghadapi kendala atau kurang memadai. Diantara kendala yang  dialami adalah: (1)Waktu yang sangat terbatas, (2)Materi yang padat karena terdiri dari tujuh unsur pokok yakni Keimanan, Ibadah, Al-Qur’an, Akhlak, Muamalah, Syariah dan Tarikh. Oleh karena itu pendidikan agama Islam tidak cukup hanya diperoleh dari lembaga formal semata, apalagi  pendidikan agama Islam dalam keluarga memegang peranan penting, bahkan merupakan bagian dari proses pendidikan informal yang paling mendasar untuk bekal kehidupan keagamaan anak di masa mendatang.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Usaha yang dilakukan para orang tua siswa dalam melakukan pendidikan agama bagi anak di rumah; Pendekatan dan metode yang digunakan para orang tua siswa dalam melakukan pendidikan agama bagi anak di rumah; Kontribusi pendidikan keluarga yang dilakukan orang tua siswa terhadap kedisiplinan beribadah dan perilaku Islami anak di sekolah; dan Hambatan yang dihadapi orang tua dalam melakukan pendidikan keluarga untuk meningkatkan kedisiplinan beribadah anak dan perilaku Islami siswa.  Serta Solusi alternatif para orang tua siswa MI Babakanlimus dalam mengatasi kendalam pendidikan keluarga untuk meningkatkan kedisiplinan beribadah anak dan perilaku Islami siswa.Pendekatan dalam penelitian ini adalah mengguankan pendekatan kualitatif melalui metode deskriptif analitik. Subjek penelitian ini adalaah kepala MI Babakanlimus, Guru PAI, dan orang tua siswa MI Babakanlimus Kabupaten Sumedang. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil analisis dari penelitian ini menunjukkan bahwa usaha yang dilakukan para orang tua siswa MI Babakanlimus Jatinangor dalam melakukan pendidikan agama bagi anak di rumah dilakukan dengan berbagai cara. Partisipasi orang tua rata-rata partisipasi tidak langsung ke lapangan tetapi justru lebih banyak partisipasi dalam bentuk finansial seperti iuran wajib berkala dan atau iuran yang sifatnya insidental Pelaksanaan pendidikan agama anak di rumah (dalam keluarga) jarang sekali dilakukan langsung oleh orang tua siswa yang bersangkutan. Pada umumnya orang tua menyuruh anaknya untuk mengaji di mesjid terdekat dengan waktu pengajian yang hanya dilaksanakan setiap setelah shalat Magrib dan tiba waktu shalat Isya. Kontribusi pendidikan keluarga sangat berkorelasi positif terhadap perilaku disiplin siswa dan perilaku Islami di sekolah
Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membina Akhlak Siswa Dadan, Dadan
An-nida: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 10 No. 2 (2022): Februari
Publisher : Magister Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/an-nida.v8i1.1348

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah di dasari bahwa dampak dari pada kemajuan  ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu cepat pada saat ini, disamping mendatangkan manfaat juga menimbulkan akibat yang negatif, hal ini ditandai dengan begitu cepatnya pengaruh budaya asing yang masuk ke Indonesia secara vulgar terutama bagi siswa. Dalam hitungan waktu yang relatif singkat, budaya itu merasuki, perkembangan jiwa siswa sehingga banyak terjadi tindakan yang sifatnya negatif seperti kenakalan remaja, perkelahian antar siswa, keterlibatan siswa dalam penyalahgunaan narkoba, pergaulan di luar batas kewajaran, dan sebagainya. Masalah di atas sudah barang tentu memerlukan solusi yang diharapkan mampu mengantisipasi perilaku siswa yang mulai dilanda krisis moral itu, tindakan preventif  perlu ditempuh agar dapat mengantarkan kepada terjaminnya moral siswa sebagai generasi yang dapat menjadi tumpuan dan harapan bangsa. Guru Pendidikan Agama Islam  merupakan salah satu orang yang paling berpengaruh dalam mendewasakan anak didik agar menjadi anggota masyarakat yang berguna dan memiliki kepribadian yang mencerminkan akhlak yang mulia. Untuk mengatasi permasalahan diatas perlu diadakan sebuah penelitian tentang strategi dan upaya guru khususnya guru Pendidikan Agama Islam dalam mengatasi kemerosotan perilaku dan ahlak siswa di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Strategi guru pendidikan agama Islam dalam membina akhlak siswa pada tiga SMP Negeri di Kabupaten Sumedang, 2) Kegiatan guru pendidikan agama Islam dalam pembinaan akhlak siswa pada tiga SMP Negeri di Kabupaten Sumedang, 3) Faktor pendukung dan penghambat kegiatan pembinaan akhlak siswa pada tiga SMP Negeri di Kabupaten Sumedang. Metode penelitian menggunakan  metode wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, data yang diperoleh dilapangan kemudian disusun dengan memilih dan menyederhanakan data. 

Page 1 of 1 | Total Record : 10