cover
Contact Name
Faridul Ansor
Contact Email
faridul.ansor@gmail.com
Phone
+6285643589084
Journal Mail Official
faridul.ansor@gmail.com
Editorial Address
https://ejournal.ibntegal.ac.id/index.php/iqtishodiah/ET
Location
Kab. tegal,
Jawa tengah
INDONESIA
Iqtishodiah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah
ISSN : -     EISSN : 27148572     DOI : -
Core Subject : Economy,
The journal is designed to provide a forum for researchers/academicians and also practitioners who are interested in knowledge and in discussing ideas, issues and challenges in the field of Islamic economic and banking. To solve the problem of the ummah and to provide the solution for the gap between the theories and practices. The scope or coverage of this journal will include but are not limited to Islamic economics, Islamic business, Islamic banking, Islamic capital markets, Islamic wealth management, issues on shariah implementation/practices of Islamic banking, zakat and awqaf, takaful, Islamic corporate finance, shariah-compliant risk management, Islamic derivatives, issues of Shariah Supervisory Boards, Islamic business ethics.
Articles 81 Documents
Analisis Strategi dan Tantangan Lembaga Amil Zakat Masjid Raya Bintaro Jaya dalam Penyaluran Pinjaman Dana Infaq (Bank Infaq) Guna Memberdayakan UMKM di Tangerang Selatan. Kamila Faradila; Andi Amri
Iqtishodiah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol. 7 No. 2 (2025): Iqtishodiah
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62490/iqtishodiah.v7i2.1413

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi dan tantangan yang dihadapi oleh Lembaga Amil Zakat Masjid Raya Bintaro Jaya dalam penyaluran dana infaq melalui program Bank Infaq guna memberdayakan UMKM di Tangerang Selatan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Program ini menawarkan pinjaman tanpa bunga dan biaya administrasi kepada pelaku UMKM mikro sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi berbasis syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun program ini efektif dalam meningkatkan kemandirian ekonomi mustahik, terdapat tantangan seperti pengelolaan risiko, pengawasan pengguna dana, serta pengembangan kapasitas usaha mustahik. Strategi adaptif seperti pendampingan berkelanjutan dan penegakan disiplin terbukti meningkatkan efektivitas penyaluran dana dan mengurangi risiko kegagalan usaha. Temuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan strategi bagi lembaga zakat dan pemangku kebijakan dalam meningkatkan keberhasilan program pemberdayaan ekonomi berbasis zakat dan infaq di masa mendatang.
Inovasi Produk Fintech Syariah Sebagai Strategi Meningkatkan Minat Masyarakat terhadap Lembaga Keuangan Syariah Atikah, Nur; Siti Alfia Ayu Rohmayanti
Iqtishodiah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol. 7 No. 2 (2025): Iqtishodiah
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62490/iqtishodiah.v7i2.1697

Abstract

Perkembangan digitalisasi keuangan yang semakin pesat mendorong kebutuhan inovasi layanan keuangan yang efisien, aman, dan sesuai prinsip syariah, namun minat masyarakat terhadap fintech syariah masih lebih rendah dibandingkan layanan konvensional. Urgensi penelitian ini terletak pada perlunya memahami faktor yang memengaruhi rendahnya adopsi fintech syariah serta mengidentifikasi bentuk inovasi produk yang mampu meningkatkan kepercayaan dan minat pengguna. Penelitian ini bertujuan menganalisis inovasi produk fintech syariah dan strategi yang dapat diterapkan untuk memperkuat minat masyarakat terhadap lembaga keuangan syariah. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi kepustakaan dengan menganalisis literatur terkait inovasi fintech syariah, regulasi, akad syariah, dan perilaku pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi produk seperti digital payment, peer-to-peer lending syariah, crowdfunding halal, mobile banking syariah, serta integrasi teknologi blockchain dan artificial intelligence memiliki peran signifikan dalam meningkatkan akses, transparansi, dan keamanan layanan. Beberapa penelitian juga menjelaskan bahwa literasi keuangan syariah, keamanan data, regulasi adaptif, dan kesesuaian akad merupakan faktor utama yang memengaruhi minat masyarakat. Penelitian ini memperlihatkan bahwa inovasi yang responsif terhadap kebutuhan pengguna dapat memperluas inklusi keuangan syariah, sedangkan secara teoritis memperkaya literatur mengenai digitalisasi keuangan syariah dan implementasi maqashid syariah dalam inovasi keuangan modern. Penelitian ini memberikan gambaran strategis bagi regulator, fintech, dan lembaga keuangan syariah dalam merancang produk digital yang lebih inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.
Integrasi Teknologi Blockchain dalam Meningkatkan Transparansi Akad Syariah rivaldi, Ade rivaldi; Putri, Juliana
Iqtishodiah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol. 7 No. 2 (2025): Iqtishodiah
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62490/iqtishodiah.v7i2.1703

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong inovasi dalam sistem keuangan syariah, salah satunya melalui penerapan teknologi blockchain untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas akad. Transparansi akad merupakan isu krusial dalam perbankan syariah karena terkait dengan kepatuhan syariah, kejelasan hak dan kewajiban, serta pencegahan potensi manipulasi data. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi penerapan blockchain dalam meningkatkan transparansi akad syariah serta mengevaluasi relevansinya bagi industri keuangan syariah di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah jurnal, laporan resmi, dan regulasi terkait teknologi blockchain, akad-akad syariah, serta pengawasan lembaga keuangan syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa blockchain memiliki kemampuan untuk menyediakan pencatatan transaksi yang permanen, terdesentralisasi, dan sulit dimanipulasi, sehingga dapat mendukung transparansi dan pengawasan syariah secara lebih efektif. Integrasi smart contract berpotensi memperjelas mekanisme akad, memastikan kepatuhan syariah secara otomatis, serta meningkatkan efisiensi operasional. Namun, penelitian ini juga menemukan beberapa tantangan, seperti kesiapan regulasi, keterbatasan standar smart contract syariah, biaya implementasi, dan risiko keamanan data. Secara keseluruhan, teknologi blockchain memiliki prospek besar dalam mendukung transparansi akad syariah, tetapi membutuhkan penguatan regulasi dan kolaborasi antara regulator, akademisi, dan industri untuk dapat diterapkan secara optimal.
PEMBUATAN NUGGET TEMPE DALAM UPAYA MENINGKATKAN WIRAUSAHA BARU DESA GEMBONGDADI andriarsih, lyswidia; ansor, faridul; Nur Alim, Mohammad; mutoharoh
Iqtishodiah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol. 7 No. 2 (2025): Iqtishodiah
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62490/iqtishodiah.v7i2.1927

Abstract

Nugget merupakan suatu produk olahan pangan yang pada umumnya berbahan dasar hewani yaitu daging, ikan ataupun udang. Seiring perubahan pola konsumsi masyarakat yang saat ini berorientasi pola hidup sehat, dengan mengurangi makanan hewani maka nugget yang awalnya berbahan dasar daging-dagingan di inovasikan menjadi nugget yang berbahan dasar lain agar lebih sehat. Desa Gembongdadi merupakan desa dengan tingkat produksi tempe yang tinggi, untuk memanfaatkan tingginya produksi tempe dan kebutuhan masyarakat akan makanan yang lebih sehat maka dari itu kegiatan pelatihan pembuatan nugget berbahan dasar tempe sangat penting bagi masyarakat desa gembongdadi. Tujuan dari pelatihan pembuatan nugget ini adalah untuk meningkatkan wirausaha baru masyarakat desa gembongdadi khususnya, dan baik di konsumsi oleh anak-anak untuk mengoptimalkan pertumbuhan atau menjaga fungsi organ tubuh bagi orang dewasa. Metode yang digunakan adalah metode pelatihan yaitu dengan penyampaian materi dan praktik secara langsung yang bertujuan untuk meningkatkan wirausaha baru masyarakat mengenai nugget tempe. Hasil kegiatan menunjukkan pelaksanaan pelatihan pembuatan nugget tempe mendapat respon yang baik dari masyarakat desa gembongdadi sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa pelatihan pembuatan nugget tempe dapat meningkatkan wirausaha baru masyarakat desa Gembongdadi
MANAJEMEN OPERASIONAL PEGADAIAN SYARIAH DALAM MENINGKATKAN AKSES PEMBIAYAAN BAGI MASYARAKAT BERPENGHASILAN RENDAH Nurul Fitri Habibah
Iqtishodiah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol. 8 No. 1 (2026): Iqtishodiah
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62490/iqtishodiah.v8i1.2264

Abstract

Penelitian ini mengkaji efektivitas manajemen operasional Pegadaian Syariah dalam meningkatkan inklusi keuangan syariah bagi masyarakat berpenghasilan rendah melalui pembiayaan berbasisakad rahn. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif dan studi kepustakaan, penelitian inimenganalisis penerapan operasional, faktor kemudahan akses pembiayaan, serta kendala dan upaya optimalisasinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosedur layanan yang sederhana, biaya terjangkau, kepatuhan syariah, dan pemanfaatan teknologi menjadikan Pegadaian Syariahefektif dalam memperluas akses pembiayaan dan mendukung kesejahteraan ekonomi masyarakat.Namun, rendahnya literasi keuangan, keterbatasan pemasaran, tantangan digitalisasi, dan pengelolaan SDM masih menjadi hambatan, sehingga diperlukan penguatan edukasi, layanan digital inklusif, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Konsep Etika Bisnis Islam dan Relevansinya dalam Ekonomi Modern Indah Aprisa; Nur Buana Amir; Muh Imron; Bustan Ramli
Iqtishodiah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol. 8 No. 1 (2026): Iqtishodiah
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62490/iqtishodiah.v8i1.2265

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep etika bisnis Islam serta relevansinya dalam menghadapi dinamika ekonomi modern yang ditandai oleh globalisasi dan digitalisasi. Permasalahan utama yang diangkat adalah meningkatnya praktik bisnis yang mengabaikan nilai moral, seperti manipulasi informasi, ketidakadilan, dan rendahnya transparansi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui telaah kritis terhadap berbagai sumber literatur yang relevan, seperti buku, jurnal ilmiah, dan dokumen akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika bisnis Islam yang berlandaskan prinsip kejujuran, keadilan, amanah, tanggung jawab, dan transparansi memiliki peran penting dalam menciptakan sistem ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan. Selain itu, penerapan etika bisnis Islam terbukti mampu meningkatkan kepercayaan, reputasi, dan keberlanjutan usaha. Namun demikian, implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan, seperti dominasi paradigma ekonomi konvensional, rendahnya literasi etika, serta kompleksitas ekonomi digital. Oleh karena itu, diperlukan penguatan nilai, regulasi, dan kesadaran untuk mengoptimalkan penerapan etika bisnis Islam dalam praktik ekonomi kontemporer
PENGARUH EDUKASI KEUANGAN SYARIAH BSI TERHADAP MINAT INVESTASI E-EMAS PADA WARGA DESA SAWAHAN Laras Diyah Safitri; Salma Kusuma Ningrum; Ashfa Muzaky; Fajroel Haidar Haq; Rofi'ah Ramadhani; Fajar Ramadhani Saputra; Nur Asiyah
Iqtishodiah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol. 8 No. 1 (2026): Iqtishodiah
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62490/iqtishodiah.v8i1.2266

Abstract

Rendahnya literasi keuangan syariah di Indonesia, khususnya di wilayah pedesaan, menjadi tantangan tersendiri dalam mendorong partisipasi masyarakat pada produk investasi berbasis syariah seperti emas digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi keuangan syariah BSI terhadap minat investasi e-mas pada warga Desa Sawahan, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten. Penelitian ini merupakan bagian dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 26252 UIN Raden Mas Said Surakarta yang dilaksanakan pada 9 Juli 2026. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling terhadap 37 responden dari total populasi 51 orang, yang terdiri atas anggota PKK dan pelaku UMKM Dusun 1. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan setelah kegiatan sosialisasi, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan Partial Least Squares - Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan SmartPLS versi 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edukasi keuangan syariah BSI berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat investasi e-mas pada taraf signifikansi 10% (koefisien jalur = 0,380; T-Statistics = 1,685; P-Values = 0,093), dengan kontribusi pengaruh sebesar 14,5% (R²) dan kategori pengaruh sedang (f² = 0,169). Secara kualitatif, sebanyak 27 dari 37 responden (73%) menyatakan berminat berinvestasi e-mas BSI, terutama karena materi edukasi yang mudah dipahami dan produk yang dapat dicicil, sementara warga yang tidak berminat umumnya terkendala faktor ekonomi personal. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi program edukasi keuangan syariah berbasis komunitas di wilayah pedesaan.
Analisis Neraca Bagian Aktiva pada Bank Syariah dalam Perspektif Pernyataan Standar Akuntasi Keuangan (PSAK) Syariah Mursekha; Robiatul A'dawiyah; Salamatun Nasikha; Salsa Khasbiana Rizqi
Iqtishodiah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol. 8 No. 1 (2026): Iqtishodiah
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62490/iqtishodiah.v8i1.2267

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyajian dan pengakuan neraca bagian aktiva pada bank syariah dalam perspektif Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Syariah. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya transparansi serta kesesuaian laporan keuangan bank syariah dengan prinsip syariah dan standar akuntansi yang berlaku. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif melalui studi literatur dan telaah terhadap PSAK Syariah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktiva pada bank syariah memiliki karakteristik khusus yang berbeda dari bank konvensional, terutama dalam pengelompokan aset seperti kas, piutang murabahah, pembiayaan mudharabah, pembiayaan musyarakah, serta aset ijarah yang diatur secara spesifik dalam PSAK Syariah terkait pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan sesuai prinsip keadilan, transparansi, serta bebas dari riba, gharar, dan maisir. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa meskipun penyusunan neraca aktiva bank syariah telah mengacu pada PSAK Syariah.
Transformasi Paradigma dalam Ekonomi Syariah: Dari Riba ke Bagi Hasil dalam Sistem Perbankan Rezki Ananda Putra; ST Nurhalizah Amiruddin; Wildanun Rezki; Bustan Ramli
Iqtishodiah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol. 8 No. 1 (2026): Iqtishodiah
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62490/iqtishodiah.v8i1.2268

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya perkembangan perbankan syariah yang belum diimbangi dengan pemahaman masyarakat terhadap perbedaan antara sistem riba dan bagi hasil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi paradigma ekonomi syariah dari sistem riba menuju sistem bagi hasil dalam perbankan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan melalui analisis berbagai sumber literatur ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem bagi hasil merupakan alternatif yang lebih adil karena didasarkan pada prinsip kemitraan dan pembagian risiko, serta memiliki keterkaitan dengan sektor riil. Transformasi ini mencerminkan perubahan dari sistem berbasis utang menuju sistem berbasis aset riil dan nilai. Namun, implementasinya masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan regulasi, kompleksitas risiko, dan rendahnya literasi masyarakat. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkuat pemahaman konseptual ekonomi syariah serta menjadi dasar pengembangan sistem keuangan yang lebih adil dan berkelanjutan.
SENJA EMAS HIJAU KERENTANAN EKONOMI DI MASA DEPAN DAN MATA PENCAHARIAN PERTANIAN DI BREBES Sarja; Alip Toto Handoko
Iqtishodiah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol. 8 No. 1 (2026): Iqtishodiah
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62490/iqtishodiah.v8i1.2269

Abstract

Kajian ini melihat kontradiksi sosial di Kabupaten Brebes, dimana bawang merah yang disebut (Emas Hijau) sedang mengalami masa sulit yang dikenal dengan istilah senja pertanian. Meskipun sektor ini masih merupakan bagian penting dari pasokan nasional, sektor ini sangat rentan terhadap permasalahan ekonomi yang dapat merugikan kesejahteraan petani lokal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan mengidentifikasi tiga faktor kunci yang mempengaruhi kerentanan petani. Ketiga faktor tersebut adalah: - harga pasar yang sangat tidak stabil - biaya produksi yang meningkat karena kualitas lahan yang semakin buruk - krisis yang lebih sering terjadi karena kurangnya petani muda. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis fenomenologi. Metode ini dipilih untuk memahami secara mendalam pengalaman pribadi petani terhadap ketidakstabilan ekonomi yang mereka hadapi. Penelitian menunjukkan bahwa ketergantungan yang berlebihan pada bahan kimia dan perantara yang berisiko telah menciptakan siklus utang yang melemahkan kekuatan ekonomi petani. Pertanian di Brebes menghadapi masa depan yang lebih suram karena semakin banyak lahan yang diubah menjadi kawasan industri dan banyak pekerja beralih ke pekerjaan manufaktur. Tanpa kebijakan seperti pengendalian harga, asuransi pertanian, dan pengembangan sistem distribusi digital, masa depan tanaman emas hijau terancam punah. Studi ini menunjukkan bahwa kita perlu mengubah metode pertanian berkelanjutan untuk menjaga perekonomian tetap stabil dan mencegah petani di daerah Brebes kehilangan pekerjaan