cover
Contact Name
Muhammad Iman Darmawan
Contact Email
darmawan240290@gmail.com
Phone
+6281918207352
Journal Mail Official
envi_tech@hamzanwadi.ac.id
Editorial Address
jalan Professor M Yamin No.35, Pancor, Kec. Selong, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. 83611
Location
Kab. lombok timur,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Published by Universitas Hamzanwadi
ISSN : -     EISSN : 30312868     DOI : -
Jurnal Teknologi Lingkungan (Enviromental Technology Journal) dengan e-ISSN :3031-2868 Merupakan salah satu Jurnal Fakultas Teknik Universitas Hamzanwadi. Jurnal Teknologi Lingkungan diterbitkan oleh Program Studi S1 Teknik Lingkungan. Jurnal ini bertujuan sebagai media diseminasi hasil dari penelitian dalam bentuk artikel lengkap. Jurnal Teknologi Lingkungan menerima artikel dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris yang mencakup: 1) Bidang Rekayasa Lingkungan, 2) Ilmu Lingkungan, 3) Manajemen Lingkungan, 4) Amdal (Analisis dampak lingkungan) serta pemikiran –pemikiran kritis tentang lingkungan. Jurnal Teknologi Lingkungan akan terbit dua kali dalam setahun yaitu pada bulan Juni dan Desember. JTL Telah Terindeks oleh sejumlah lembaga pengindeks, diantaranya GARUDA, Google Scholar, dan lainnya.
Articles 72 Documents
Evaluation of Drainage Channel Capacity for Rainfall Runoff and Domestic Wastewater on Willem Iskandar Street, Medan: Evaluasi Kapasitas Saluran Drainase untuk Limpasan Hujan dan Limbah Domestik di Jalan Wiliam Iskandar , Medan Tantowi Nababan Wisnu Prayogo, Rizky Simanjuntak; Wisnu Prayogo; Rizky Simanjuntak
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi Lingkungan
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jtl.v4i1.34756

Abstract

Drainase jalan sangat penting untuk memastikan permukaan jalan tidak tergenang atau banjir saat hujan. Di sini, saluran utama memainkan peran penting karena merupakan bagian penting dari "muara" yang mengumpulkan semua aliran dari saluran sekunder dan tersier sebelum akhirnya dialirkan ke sungai. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyalakan apakah dimensi saluran utama yang ada masih mampu menampung desain debit. Metode yang digunakan standar tetapi kuat: kami menghitung data curah hujan, menggunakan rumus hidrologi untuk menentukan debit, dan kemudian memeriksa kapasitas penampang saluran. Pada dasarnya, jika kita menginginkan sistem drainase yang optimal, variabel seperti intensitas curah hujan, ukuran daerah tangkapan udara, dan kemiringan saluran harus dihitung dengan cermat untuk mencegah kerusakan jalan yang cepat akibat air.
Evaluasi Debit Pada Saluran Irigasi Namu Sira-Sira Berdasarkan Pengukuran Kecepatan Dan Kedalaman Air Kristina Marbun; Lidia Intan Pratiwi Zai; Joshua Rizky Fransisco Sianturi; Yuni Yolanda Sitepu
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi Lingkungan
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jtl.v4i1.35099

Abstract

Irrigation is a crucial component in supporting agricultural productivity as it plays a role in the provision and distribution of water to agricultural land. The availability of an appropriate flow rate significantly determines the effectiveness of the irrigation system in meeting the water needs of crops. Evaluation of the flow rate in irrigation channels is necessary to determine the channel's ability to optimally drain water. This study aims to evaluate the flow rate in the Namu Sira-Sira Irrigation Channel based on measurements of flow velocity and water depth using a simple float method in the form of a bottle. Measurements are made by determining the water flow velocity through the bottle's travel time at a certain distance, then measuring the channel's cross-sectional dimensions to obtain the wetted area. The flow rate is calculated using the discharge equation as the result of multiplying the wetted area by the average flow rate. The results of this study are expected to provide an overview of the flow rate conditions in the Namu Sira-Sira Irrigation Channel and become evaluation material in managing and improving the efficiency of the irrigation system. The simple measurement method used is also expected to be a practical alternative in measuring flow discharge in irrigation channels in the field