cover
Contact Name
Muhammad Iman Darmawan
Contact Email
darmawan240290@gmail.com
Phone
+6281918207352
Journal Mail Official
envi_tech@hamzanwadi.ac.id
Editorial Address
jalan Professor M Yamin No.35, Pancor, Kec. Selong, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. 83611
Location
Kab. lombok timur,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Published by Universitas Hamzanwadi
ISSN : -     EISSN : 30312868     DOI : -
Jurnal Teknologi Lingkungan (Enviromental Technology Journal) dengan e-ISSN :3031-2868 Merupakan salah satu Jurnal Fakultas Teknik Universitas Hamzanwadi. Jurnal Teknologi Lingkungan diterbitkan oleh Program Studi S1 Teknik Lingkungan. Jurnal ini bertujuan sebagai media diseminasi hasil dari penelitian dalam bentuk artikel lengkap. Jurnal Teknologi Lingkungan menerima artikel dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris yang mencakup: 1) Bidang Rekayasa Lingkungan, 2) Ilmu Lingkungan, 3) Manajemen Lingkungan, 4) Amdal (Analisis dampak lingkungan) serta pemikiran –pemikiran kritis tentang lingkungan. Jurnal Teknologi Lingkungan akan terbit dua kali dalam setahun yaitu pada bulan Juni dan Desember. JTL Telah Terindeks oleh sejumlah lembaga pengindeks, diantaranya GARUDA, Google Scholar, dan lainnya.
Articles 72 Documents
Efektivitas Koagulasi-Flokulasi Menggunakan Aluminium Sulfat dan Flokulan untuk Menurunkan Kekeruhan Air Pandanduri JOSWAL YATALATTOP; Baiq Liana Widianti; Husnayati Hartini
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi Lingkungan
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jtl.v4i1.33258

Abstract

Kondisi air hasil olahan pada unit reservoir IPA IKK Pandanduri berdasarkan analisis fisik pada 24 Juni 2024 menunjukkan bahwa kualitas air belum memenuhi standar baku mutu Permenkes No. 2 Tahun 2023, dengan turbiditas 332 NTU, pH 7,7, dan TDS 324 mg/L. Selama ini penginjeksian koagulan berupa tawas dilakukan dengan perkiraan sekitar 150 kg/hari tanpa uji laboratorium, sehingga efektivitas dosis belum optimal. Penelitian ini bertujuan menentukan dosis koagulan dan flokulan yang efektif dalam menurunkan kekeruhan air baku menggunakan metode Jar Test dengan acuan baku mutu Permenkes No. 2 Tahun 2023. Eksperimen dilakukan dengan variasi dosis tawas dan polimer dengan parameter uji utama adalah turbiditas, yang selanjutnya dibandingkan dengan standar Permenkes No. 2 Tahun 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi tawas dan polimer mampu menurunkan kekeruhan secara signifikan. Sebagian besar hasil uji menunjukkan kekeruhan akhir < 5 NTU, sehingga memenuhi baku mutu air minum. Dengan demikian, proses koagulasi-flokulasi menggunakan aluminium sulfat dengan kombinasi polimer terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas air baku sesuai Permenkes No. 2 Tahun 2023 secara signifikan, dengan efisiensi penurunan kekeruhan mencapai 99,28% pada sesi III. Hasil optimum diperoleh pada sesi VI dengan efisiensi sebesar 99,56%.
PENGARUH FIKSASI TAWAS PADA EKSTRAK DAUN MANGGA TERHADAP TINGKAT KETAHANAN WARNA PADA KAIN MORI: PENGARUH FIKSASI TAWAS PADA EKSTRAK DAUN MANGGA TERHADAP TINGKAT KETAHANAN WARNA PADA KAIN MORI Muhammad Zainul Khairi
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi Lingkungan
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jtl.v4i1.33291

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi tawas sebagai bahan fiksator terhadap tingkat ketahanan warna pada kain mori yang diwarnai menggunakan ekstrak daun mangga (Mangifera indica). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh upaya pelestarian teknik pewarnaan alami yang digunakan dalam pembuatan kain tenun Pringgasela serta kebutuhan akan alternatif pewarna yang ramah lingkungan sebagai pengganti pewarna sintetis yang dapat mencemari lingkungan. Dalam penelitian ini, kain mori digunakan sebagai bahan uji karena memiliki karakteristik serat kapas yang serupa dengan kain tenun Pringgasela, sehingga dapat merepresentasikan perilaku penyerapan warna alami pada kain tenun berbahan kapas. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan tiga variasi konsentrasi tawas, yaitu 5%, 10%, dan 15%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi konsentrasi tawas berpengaruh terhadap intensitas dan ketahanan warna yang dihasilkan. Semakin tinggi konsentrasi tawas, warna yang dihasilkan semakin pekat dan stabil. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya jumlah ion aluminium (Al³⁺) yang memperkuat ikatan antara molekul zat warna alami dan serat kain. Dengan demikian, tawas terbukti efektif sebagai bahan fiksator dalam meningkatkan ketahanan warna pada pewarnaan alami berbasis ekstrak daun mangga, yang berpotensi diterapkan pada proses pewarnaan kain tenun Pringgasela.  
PENGARUH PEMBERIAN POC LIMBAH CAIR INDUSTRI TEMPE TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI PAKCOY (Brassica rapa L.) DAN SAWI HIJAU (Brassica juncea L.) Saripa Siti Juleha JP Juleha JP; Haerudin; Husnayati Hartini
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi Lingkungan
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jtl.v4i1.33426

Abstract

Limbah cair dari industri tempe berpotensi mencemari lingkungan jika dibuang tanpa pengolahan, meskipun limbah ini mengandung unsur hara penting seperti nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K), yang dapat digunakan sebagai bahan dasar pupuk organik cair (POC). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi POC dari limbah cair industri tempe terhadap pertumbuhan pakcoy (Brassica rapa L.) dan sawi hijau (Brassica juncea L.). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (CRD) dengan tiga perlakuan: P0 (tanpa POC), P1 (POC 10%), dan P2 (POC 20%), dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman (cm) dan jumlah daun (helai) pada 15, 25, dan 35 hari setelah tanam (DAP). Data dianalisis menggunakan ANOVA satu arah diikuti dengan uji LSD 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi Pupuk Organik (POC) secara signifikan mempengaruhi pertumbuhan tinggi tanaman dan jumlah daun pada kedua jenis sawi hijau. Perlakuan P2 (20%) menghasilkan hasil terbaik, dengan tinggi tanaman rata-rata 31 cm untuk pokchoy dan 30 cm untuk sawi hijau, dan masing-masing 17 dan 18 daun, pada 35 hari setelah tanam (DAP). Kandungan nutrisi dan senyawa organik hasil fermentasi dalam POC dari limbah cair tempe telah terbukti meningkatkan pertumbuhan vegetatif tanaman. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa POC dari limbah cair industri tempe dengan konsentrasi 20% merupakan dosis optimal untuk secara signifikan meningkatkan pertumbuhan pokchoy dan sawi hijau. Kata kunci: Pupuk Organik Cair, Limbah Tempe, Pakchoy, Sawi Hijau, Pertumbuhan Tanaman. Pengaruh Pupuk Organik Cair dari Limbah Industri Tempe terhadap Pertumbuhan Pakcoy (Brassica rapa L.) dan Sawi Hijau (Brassica juncea L.)
Tinjauan Kondisi Drainase serta Pengaruh Sedimentasi terhadap Kapasitas Saluran di Medan Helvetia dan Medan Petisah Ria ernawati; Risky Simanjuntak; Laura Dearni Damanik
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi Lingkungan
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jtl.v4i1.34437

Abstract

Well-functioning urban drainage is the main key to preventing flooding and inundation in densely populated residential areas. This study was conducted to assess the actual condition of drainage channels and estimate sediment accumulation in the long term in Medan Helvetia and Medan Petisah Districts, Medan City, North Sumatra.Measurements were carried out at nine points along Jalan Kapten Muslim and Jalan Gatot Subroto using four analytical approaches: population growth projections, rainfall frequency analysis, sediment volume calculation, and evapotranspiration estimation using the Penman-Monteith FAO-56 method. Results show sediment thickness ranged from 6 to 31 cm, with the most severe condition found at the Zipur Field section of Jalan Kapten Muslim.This study confirms that periodic sediment dredging and increasing drainage channel capacity are essential to handle future surges in runoff discharge
Analisis Sedimentasi Saluran Drainase Perkotaan Berdasarkan Pengukuran Lapangan Di Jalan Taduan–Jalan Taut Kota Medan Jesrelita Romauli Silalahi; Intan Permata Sari Silaban; Yuni Yolanda
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi Lingkungan
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jtl.v4i1.34465

Abstract

This study aims to analyze the level of sedimentation in urban drainage channels and evaluate its effect on channel capacity along Taduan–Taut Streets, Medan City. The research was conducted through direct field measurements at 10 drainage channel segments to obtain data on channel dimensions, sediment thickness, and sediment characteristics, supported by secondary data on rainfall and population growth. The results indicate that sediment thickness ranges from 0.01 m to 0.36 m, with sediment volumes varying between 2.046 m³ and 133.92 m³. The highest sediment accumulation was found in Segment II and Segment X, resulting in a reduction of the effective drainage channel capacity. High annual rainfall and increasing population growth further contribute to sediment accumulation and drainage burden. The novelty of this study lies in the integration of direct field-based sedimentation measurements with rainfall and population growth analyses to evaluate their combined influence on urban drainage performance. The findings demonstrate that sedimentation significantly reduces drainage efficiency and highlight the importance of routine maintenance and sustainable sediment management to improve urban drainage system performance
Sebuah Analisis Sistem Saluran Drainase Pada Ruas Jalan Bukit Siguntang - Jalan Tuamang Kota Medan : ANALISIS SALURAN DRAINASE PADA RUAS JALAN BUKIT SIGUNTANG - JALAN TUAMANG KOTA MEDAN Ranito Hutagalung; Nicolas Pratama Hutauruk hutauruk
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi Lingkungan
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jtl.v4i1.34469

Abstract

Sistem drainase perkotaan memiliki peran penting dalam mengendalikan limpasan air hujan guna mencegah terjadinya genangan dan banjir, khususnya pada ruas jalan dengan aktivitas tinggi. Penelitian ini dilakukan pada ruas Jalan Bukit Siguntang sampai Jalan Tuamang di Kota Medan yang memiliki potensi genangan akibat kapasitas saluran yang tidak memadai, dimensi yang tidak seragam, serta adanya sedimentasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kondisi drainase eksisting, menghitung debit limpasan air hujan, serta mengevaluasi kapasitas saluran drainase. Metode penelitian meliputi survei lapangan untuk memperoleh data dimensi saluran dan kondisi eksisting, serta pengumpulan data curah hujan sebagai data sekunder. Analisis hidrologi dilakukan menggunakan metode rasional untuk menghitung debit limpasan, sedangkan analisis hidrolika digunakan untuk mengevaluasi kapasitas saluran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas hujan sebesar 1193 mm/jam menghasilkan debit limpasan sebesar 9,05 m³/detik. Selain itu, variasi dimensi saluran dan tingginya volume sedimentasi hingga 105,69 m³ menyebabkan penurunan kapasitas efektif saluran. Secara keseluruhan, sistem drainase belum berfungsi secara optimal sehingga diperlukan upaya perbaikan berupa normalisasi saluran, penyesuaian dimensi, dan pemeliharaan rutin
EVALUASI SALURAN DRAINASE di SEPANJANG JALAN PENGABDIAN sampai JALAN M.YAKUB, KOTA MEDAN, INDONESIA: Analisis Hidrologi Hidraulika dan Evaluasi Kapasitas Saluran Drainase Koridor Jalan Pengabdian – Jalan M. Yakub Kabupaten Deli Serdang marsella ilevennia br sembiring; alifa yasmin putri; yuni yolanda
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi Lingkungan
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jtl.v4i1.34538

Abstract

This study aims to evaluate the performance of the drainage system along Jalan Pengabdian to Jalan M. Yakub, Percut Sei Tuan District, Deli Serdang Regency. The method used is a descriptive evaluative approach with hydrological and hydraulic analysis, based on rainfall data, population data, and direct field measurements of channel dimensions. The analysis includes runoff discharge calculation using the Rational method, population projection, domestic wastewater discharge estimation, as well as the assessment of sedimentation and evapotranspiration effects.The results show that the existing drainage channels have a total storage capacity of 2.046 m³ per meter length. The total discharge to be accommodated reaches 50.75 m³/s, which is dominated by rainfall runoff of 50.6 m³/s, while the contribution of domestic wastewater is relatively small at 0.153 m³/s. The presence of sediment and suboptimal physical conditions of the channels reduce the effective capacity of the drainage system. In addition, evapotranspiration indicates water loss within the hydrological cycle, although it has a relatively minor effect during high-intensity rainfall events.Based on the evaluation results, several drainage segments are not capable of optimally accommodating the flow discharge, especially during peak rainfall conditions. Therefore, it is necessary to improve channel capacity, conduct routine maintenance, and enhance domestic wastewater management to optimize the performance of the drainage system in the study area.
Analisis Pengaruh Sedimentasi terhadap Kapasitas Drainase pada Ruas Glugur Darat II – Pulo Brayan Darat I Kota Medan: Analysis of Sedimentation Effects on Drainage Capacity in the Glugur Darat Area of Medan Nadya Lamria; Charly Yosep Ardana Silalahi2; Rumilla Harahap; Wisnu Prayogo; Rizky Simanjuntak; Yuni Yolanda
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi Lingkungan
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jtl.v4i1.34548

Abstract

This study aims to analyze the effect of sedimentation on drainage capacity in the Glugur Darat II to Pulo Brayan Darat I area, Medan City. The main issue addressed is the decline in drainage performance due to sediment accumulation, which potentially causes inundation and flooding, especially in areas with high rainfall intensity. The research method used is field observation through direct measurements at several drainage segments, including channel width, sediment height, water depth, and channel dimensions. Secondary data such as rainfall and population were also used as supporting variables. The results show that sediment height varies across observation segments, with a maximum value reaching 25 cm, significantly reducing the effective capacity of the drainage channel. In addition, high annual rainfall intensity exceeding 3000 mm/year worsens drainage conditions. Sedimentation has been proven to reduce water storage capacity, thereby increasing the risk of inundation. Therefore, routine maintenance and sediment control are necessary to improve drainage system performance.
Analisis Sedimentasi pada Saluran Drainase Jalan Perjuangan, Medan rapael_sihite shally_raphael_risky; Raphael Sihite; Rizky Simanjuntak Simanjuntak
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi Lingkungan
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jtl.v4i1.34549

Abstract

Urban drainage systems play an important role in conveying rainwater and preventing flooding. However, their performance often decreases due to sedimentation, land-use changes, and lack of maintenance. This study aims to analyze the condition of drainage channels, calculate sediment volume, and evaluate the impact of sedimentation on channel capacity in Jalan Perjuangan, Medan.The research method used is field survey and data analysis. Measurements were conducted on nine drainage segments, including channel width, depth, water level, and sediment thickness. Runoff discharge was calculated using the rational method, and population projection was analyzed to estimate future drainage loads.The results show that most drainage channels experience sedimentation with varying thickness. Sedimentation reduces the flow cross-sectional area, decreasing channel capacity. Some segments are still in good condition, while others are narrowed due to sediment and waste accumulation. Therefore, periodic maintenance and capacity improvement are necessary to ensure optimal drainage performance.
IDENTIFIKASI PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADA PROYEK PEMBANGUNAN SEKOLAH XYZ, DI KECAMATAN HAMPARAN PERAK, KABUPATEN DELI SERDANG, SUMATERA UTARA: EVALUASI PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADA PROYEK KONSTRUKSI GEDUNG SEKOLAH DI KABUPATEN DELI SERDANG Rumiris Simamora; Putri Radhika Meisya Br Barus Barus; Egi Heindrik Pandiangan; Josua Orlando Lingga4; Fiser Tampubolon5; Titonik Feberman Hia; yuni Yolanda
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi Lingkungan
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jtl.v4i1.34691

Abstract

The implementation of Occupational Health and Safety (OHS/SMK3) integrated with environmental management remains a challenge in construction projects, particularly due to inconsistent use of Personal Protective Equipment (PPE), limited distribution of safety signage, and potential hazards arising from high-risk work activities. These issues were identified in the XYZ School Construction Project located in Hamparan Perak District, Deli Serdang Regency, which involves various construction activities with significant risks to worker safety and environmental quality, such as dust, noise, and material waste. This study aims to analyze the level of OHS implementation and evaluate aspects that need improvement to minimize occupational accident risks and environmental impacts. The research method used is descriptive qualitative with an observational approach through direct field observations conducted over approximately three months, supported by documentation and literature review. Data were analyzed by classifying OHS aspects, including high-risk work activities, PPE usage, safety signage and facilities, work environment conditions, as well as supervision and work procedures. The results indicate that OHS implementation has generally been carried out adequately; however, several issues remain, including inconsistent PPE usage, uneven distribution of safety signage, and suboptimal control of environmental factors such as dust and noise. In conclusion, although most OHS standards have been met, improvements in PPE compliance, distribution of safety facilities, supervision, and environmentally oriented work practices are necessary to reduce accident risks and achieve a safer, healthier, and more sustainable construction environment.