cover
Contact Name
Ivo Christiana Siregar
Contact Email
mattheosagala@gmail.com
Phone
+6281376650009
Journal Mail Official
operator@sttpaulusmedan.ac.id
Editorial Address
Jl. Kapiten Purba 1, Mangga, Medan Tuntungan, Kota Medan, Sumatera Utara
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Theologia dan Pendidikan Agama Kristen
ISSN : -     EISSN : 26853493     DOI : https://doi.org/10.47166/sot.v2i1
SOTIRIA (Jurnal Theologia dan Pendidikan Agama Kristen) merupakan wadah untuk memublikasi hasil penelitian bidang Teologi dan Pendidikan Agama Kristen, baik bagi para dosen di lingkungan Sekolah Tinggi Theologia Paulus, Medan maupun STT dan institusi lain yang terkait dalam rumpun ilmu Teologi Kristen, di seluruh Indonesia, bahkan luar negeri. Lingkup penelitian di SOTIRIA adalah: Teologi Biblikal (Perjanjian Lama dan Baru) Teologi Sistematika Teologi dan Kontekstual Pendidikan Agama Kristen SOTIRIA menerima artikel dari dosen dan para praktisi teologi yang ahli di bidangnya, dari segala institusi teologi yang ada, baik dari dalam maupun luar negeri. Artikel yang telah memenuhi persyaratan akan dinilai kelayakannya oleh reviewer yang ahli di bidangnya melalui proses double blind-review.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2: Desember 2020" : 5 Documents clear
Sastra Satire Kitab Yunus: Analisis Naratif Prolog dan Epilog Kitab Yunus Muryati Muryati; Gernaida Pakpahan; Junifrius Gultom
SOTIRIA (Jurnal Theologia dan Pendidikan Agama Kristen) Vol 3, No 2: Desember 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Paulus Medan, Sumatra Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47166/sot.v3i2.25

Abstract

The anomaly of Jonah's attitude in rejecting God's call (Jonah 1) and his anger at Nineveh's conversion caused various opinions on the genre of his book. This encourages the need to produce new findings to narrow the view of experts by placing the book of Jonah as satire literature. The purpose of this research is to describe the satire elements contained in the prologue and epilogue of the book of Jonah. The method used in this research is a narrative approach using a modified method that departs from the four narrative elements namely the narrator, character (characterization), point of view, and storyline then combined with some elements of general interpretation in it. through the narrative analysis method, the researcher sees the text as a "mirror" that projects a certain picture, namely the world of narratives that provides benefits to explore the forms and elements of the prologue and epilogical satire texts of the book of Jonah. The results showed that Irony underlies all elements of satire spread in articles 1 and 4. Researchers classify the elements of irony as personification, repetition, hyperbole, sarcasm, paronomasia, and parody. These characteristics indicate Jonah 1 and 4 are narratives containing satire. The implication of the teaching of the church by referring to the didactic values in the satire of the story of Satire Jonah can be used as a reference for learning the truth of God's Word. Abstrak Anomali sikap Yunus dalam menolak panggilan Tuhan (Yunus 1) dan kemarahannya pada pertobatan Niniwe menimbulkan beragam pendapat pada genre kitabnya. Hal ini mendorong adanya kebutuhan untuk menghasilkan temuan baru guna mempersempit pandangan para pakar dengan menempatkan kitab Yunus sebagai sastra satire. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan unsur satire yang terdapat dalam prolog dan epilog kitab Yunus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan naratif menggunakan modifikasi metode yang berangkat dari empat unsur narasi yaitu narator, karakter (penokohan), sudut pandang, dan alur cerita lalu dikombinasikan dengan beberapa elemen penafsiran umum di dalamnya. melalui metode analisis naratif peneliti melihat teks sebagai sebuah “cermin” yang memproyeksikan gambaran tertentu, yaitu dunia narasi yang memberikan manfaat untuk mengeksplorasi bentuk dan unsur satire teks prolog dan epilog dari kitab Yunus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ironi mendasari semua unsur satire yang tersebar di pasal 1 dan 4. Peneliti mengelompokkan unsur ironi adalah personifikasi, repetisi, hiperbola, sarkasme, paronomosia dan parodi. Karakteristik ini mengindikasikan Yunus 1 dan 4 adalah narasi yang mengandung satire. Implikasinya terhadap pengajaran gereja dengan merujuk pada nilai-nilai didaktis dalam satire kisah Satire Yunus dapat dijadikan rujukan untuk mempelajari kebenaran Firman Tuhan.
Penggunaan kata Allah dan Yahweh dalam Kekristenan: Mengkritisi Teologi Yahweisme Eben Munthe; Munatar Kause; Nicolien Meggy Sumakul
SOTIRIA (Jurnal Theologia dan Pendidikan Agama Kristen) Vol 3, No 2: Desember 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Paulus Medan, Sumatra Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47166/sot.v3i2.26

Abstract

The Bible is a Christian holy book and is believed to be the word of God, even though there is a lot of technical controversy with its terminology. The Bible is written in two major languages, Hebrew and Greek, besides some parts in Aramaic. In the process of becoming an Indonesian-language holy book, there are controversies that invite a lot of disputes, even some of the most correct claims. This includes the use of the word "Allah", which some groups consider inappropriate, because it is not the true identity of the Creator. The use of the word God to show the Creator is considered a fatal act, including the identity of other gods, so the use of YHWH or Yahweh is what the Bible should use. This article is a qualitative review of the literature using descriptive methods. In conclusion, the use of the word God in the Bible is not wrong, because it is a legacy from the apostles in the New Testament. Abstrak Alkitab merupakan kitab suci orang Kristen dan diimani sebagai firman Allah, sekalipun ada banyak kontroversi secara teknis dengan pengistilahannya. Alkitab ditulis dalam dua bahasa besar, Ibrani dan Yunani, selain beberapa bagian dengan bahasa Aram. Dalam prosesnya menjadi kitab suci berbahasa Indonesia ada hal-hal kontroversi yang mengundang banyak perselisihan, bahkan tidak sedikit klaim yang paling benar. Termasuk di dalamnya pengunaan kata “Allah”, yang oleh sebagian kelompok dianggap tidak pantas, karena bukan identitas Sang Pencipta yang sejati. Penggunaan kata Allah untuk menunjukkan Sang Pencipta dianggap tindakan yang fatal, memasukkan identitas allah lain, sehingga penggunaan YHWH atau Yahweh itulah yang seharusnya digunakan Alkitab. Artikel ini merupakan kajian kualitatif literatur yang menggunakan metode deskriptif. Kesimpulannya, penggunaan kata Allah dalam Alkitab bukanlah sesuatu yang salah, karena itu merupakan warisan dari para rasul di Perjanjian Baru.
Pembuktian Paulus sebagai Penulis Surat Ibrani Berdasarkan Bukti Internal Joy Sopater Wasiyono
SOTIRIA (Jurnal Theologia dan Pendidikan Agama Kristen) Vol 3, No 2: Desember 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Paulus Medan, Sumatra Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47166/sot.v3i2.21

Abstract

Abstract: The Epistle to the Hebrews is an epistle that has sparked a lot of controversies. The most common debates are those relating to authorship. Among the issues of authorship, the most provocative of debate is the discussion about the author. The most important tool in the investigation of the author of writing is the internal evidence of the writing itself. This research is focused on proving Paul as the author of Hebrews based on internal evidence. The research method used is descriptive qualitative non-experimental research with exegetic and biblical approaches to texts that are considered to have significance in the proof of the author to the Hebrews. After careful examination of the text of The Epistle to the Hebrew, is found 25 internal evidence for the author of the Hebrews. This internal evidence was subsequently used to prove Paul's authorship of the Hebrews. Abstrak Surat Ibrani adalah surat yang memicu banyak kontroversi. Perdebatan paling umum adalah yang berhubungan dengan kepenulisannya. Di antara persoalan-persoalan kepenulisan, yang paling memicu perdebatan adalah pembahasan tentang siapa penulisnya. Alat bantu terpenting dalam penyelidikan penulis sebuah tulisan adalah bukti-bukti internal dari tulisan itu sendiri. Penelitian ini difokuskan untuk membuktikan Paulus sebagai penulis surat Ibrani berdasarkan bukti-bukti internal. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif non eksperimental dengan pendekatan eksegesis dan biblika terhadap teks-teks yang dianggap memiliki signifikansi dalam pembuktian penulis surat Ibrani. Setelah dilakukan penelitian yang cermat terhadap teks surat Ibrani, maka diperoleh 25 bukti internal penulis surat Ibrani. Bukti-bukti internal ini selanjutnya digunakan untuk membuktikan kepenulisan Paulus atas surat Ibrani.
Peran Perempuan dalam Ibadah: Dialektika Politik dan Teologi Tubuh Agus Surya
SOTIRIA (Jurnal Theologia dan Pendidikan Agama Kristen) Vol 3, No 2: Desember 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Paulus Medan, Sumatra Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47166/sot.v3i2.22

Abstract

This paper presents an analysis of the text of 1 Timothy 2: 8-12 in relation to the role of women in worship. Where will be studied in the dialectic of body politics and body theology. The study in this paper uses a qualitative descriptive method. Data were collected using literature study techniques. The results of the study illustrate that the text of 1 Timothy 2: 8-12 presents the role of women in ministry in the Ephesian church. This condition implies that the role of women in church service has the same obligations as men and has the same value before God. Tulisan ini menyajikan analisis teks 1 Timotius 2:8-12 dalam kaitannya dengan peran perempuan dalam ibadah. Dimana akan dikaji dalam dialektika politik tubuh dan teologi tubuh. Kajian dalam tulisan ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dengan teknik studi pustaka. Hasil penelitian memberikan gambaran bahwa teks1 Timotius 2:8-12 menyajikan peran perempuan dalam pelayanan di jemaat Efesus. Kondisi ini berimplikasi bahwa peran perempuan dalam pelayanan jemaat memiliki kewajiban yang sama dengan laki-laki, serta memiliki nilai yang sama di hadapan Allah.
Penerapan Model Pembelajaran Tipe Student Facilitator and Explaining (SFAE) dalam Meningkatkan Etika Berbicara Nixon Lumban Gaol
SOTIRIA (Jurnal Theologia dan Pendidikan Agama Kristen) Vol 3, No 2: Desember 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Paulus Medan, Sumatra Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47166/sot.v3i2.23

Abstract

This research was conducted by applying the Student Facilitator and Explaining type of Cooperative Learning model in Christian Religious Education learning to improve speaking ethics of class IX-2 students of SMP Negeri 1 Sibolangit in 2020. The type of research used was Classroom Research Action. The low ethics of students in speaking is due to the influence of globalization of western culture, as well as the lack of attention from parents and the environment about the importance of speaking ethics, thus fading Indonesian culture. Therefore, the low ethics of speaking to students cannot be ignored, because if left unchecked, our good cultural ethics as Indonesians will fade away, due to the influence of globalization and the environment and parents who are less supportive of speaking. good. Based on the results of the analysis in this study, it can be concluded that the application of the cooperative learning model type Student Facilitator And Explaining can improve students' speaking ethics in Christian Religious Education learning in class IX-2 SMP Negeri 1 Sibolangit. Abstrak Penelitian ini dilakukan dengan menerapkan model Pembelajaran Kooperatif tipe Student Facilitator and Explaining dalam pembelajaran Pendidikan Agama Kristen untuk meningkatkan etika berbicara siswa kelas IX-2 SMP Negeri 1 Sibolangit tahun 2020. Jenis penelitian yang digunakan adalah Classroom Research Action. Rendahnya etika siswa dalam berbicara dikarenakan pengaruh globalisasi budaya barat, serta kurangnya perhatian orang tua dan lingkungan tentang pentingnya etika berbicara, sehingga melunturkan budaya Indonesia. Oleh sebab itu, rendahnya etika berbicara pada siswa tidak dapat dibiarkan begitu saja, karena jika dibiarkan begitu saja maka etika budaya yang baik kita anut sebagai orang Indonesia akan luntur begitu saja, karena adanya pengaruh globalisasi dan lingkungan serta orang tua yang kurang mendukung untuk berbicara yang baik. Berdasarkan hasil analisis pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Facilitator And Explaining dapat meningkatkan etika berbicara siswa pada pembelajaran Pendidikan Agama Kristen di kelas IX-2 SMP Negeri 1 Sibolangit.

Page 1 of 1 | Total Record : 5