Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Praksis Misiologi Masyarakat Perkotaan Setinawati Setinawati; Yudhi Kawangung; Agus Surya
DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 6, No 1 (2021): Oktober 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Intheos Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30648/dun.v6i1.483

Abstract

Abstract. This article aimed to study urban missiology praxis which was highlighted from the church's role as gospel deliverer point of view. This topic was conducted by a literature study approach. The results of the study revealed that urban mission services could run effectively if they paid attention to all the complexities of problems that occured in urban areas. Social problems such as unemployment, poverty, crime, injustice, hunger, environmental damage, and other social problems must be the main consideration in missions. Mission to urban communities means that the church, has a positive impact to the urban communities.Abstrak. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji praksis misiologi perkotaan yang disorot dari sudut peran gereja sebagai pembawa dan pemberita Injil. Untuk mengkaji topik ini penulis menggunakan pendekatan studi pustaka. Hasil kajian mengungkapkan bahwa pelayanan misi perkotaan dapat berjalan dengan efektif apabila memperhatikan segala kompleksitas permasalahan yang terjadi di perkotaan. Masalah-masalah sosial seperti, pengangguran, kemiskinan, kejahatan, ketidakadilan, kelaparan, kerusakan lingkungan, serta masalah-masalah sosial lainnya yang terjadi di perkotaan harus menjadi pertimbangan utama dalam misi di perkotaan. Misi terhadap masyarakat perkotaan adalah dalam pengertian gereja memberikan dampak positif bagi masyarakat perkotaan.
Religiusitas Jemaat Di Masa Pandemi Covid-19 Berdasarkan Teks Matius 22:37-40 Agus Surya
Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Vol 3 No 2 (2021): JIREH: Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili dan Kejuruan (STTIK) Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37364/jireh.v3i2.65

Abstract

This study aims to see the picture of religiosity of GKE Sinta Kapuas congregation during the Covid-19 Pandemic based on Matthew Text 22:37-40. The method used is qualitative with techniques of collecting observation data, interviews, and documentation. The source of the informant is the deacon, the assembly, and the congregation of GKE Sinta Kapuas as many as 8 people. The results showed that the religiosity of the congregation of GKE Sinta Kapuas during the covid-19 pandemic was in the good category. This appears in the church's commitment to obey and love God with all his heart, with all his soul, and with all his mind. Then, the church's commitment to remain faithful to the belief in God's provider, by having a commitment in reading the Bible, living in prayer, worship, giving thanksgiving, living to do God's will and living in holiness, faithful in ministry, visiting people who are experiencing difficulties, and participating in service for others affected by the covid-19 pandemic. As for the obstacles in the implementation of religiosity of GKE Sinta Kapuas congregation during the covid-19 pandemic in the form of decreased intensity of the congregation in reading the Bible. This is due to the conditions and demands of the daily needs of the congregation that must be gardened and as a result of the economic impact that hit the congregation due to the covid-19 pandemic. Pandemi covid-19 menyebabkan ibadah tatap muka di jemaat GKE Sinta Kapuas terbatas. Kondisi ini berdampak pada religiusitas jemaat karena kurangnya ibadah bersama di gereja. Penelitian ini memiliki tujuan untuk melihat gambaran religiusitas jemaat GKE Sinta Kapuas di masa Pandemi Covid-19 berdasarkan Teks Matius 22:37-40. Metode yang digunakan ialah kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber informan adalah diaken, majelis, dan jemaat GKE Sinta Kapuas sebanyak 8 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa religiusitas jemaat GKE Sinta Kapuas di masa pandemi covid-19 dalam kategori baik. Hal ini nampak pada komitmen jemaat untuk taat dan mengasihi Tuhan yang diimplementasikan dengan tekun membaca Alkitab, hidup di dalam doa, ibadah, memberi persembahan syukur untuk gereja, hidup melakukan kehendak Tuhan dan hidup dalam kekudusan, setia dalam pelayanan, mengunjungi orang-orang yang mengalami kesulitan, serta berpartisipasi dalam pelayanan bagi sesama yang terdampak pandemi covid-19. Adapun kendala dalam implementasi religiusitas jemaat GKE Sinta Kapuas di masa pandemi covid-19 berupa menurunnya intensitas jemaat dalam membaca Alkitab. Hal ini disebabkan oleh kondisi dan tuntutan kebutuhan sehari-hari jemaat yang harus berkebun dan sebagai akibat dari dampak ekonomi yang melanda jemaat karena pandemi covid-19.
Peran Perempuan dalam Ibadah: Dialektika Politik dan Teologi Tubuh Agus Surya
SOTIRIA (Jurnal Theologia dan Pendidikan Agama Kristen) Vol 3, No 2: Desember 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Paulus Medan, Sumatra Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47166/sot.v3i2.22

Abstract

This paper presents an analysis of the text of 1 Timothy 2: 8-12 in relation to the role of women in worship. Where will be studied in the dialectic of body politics and body theology. The study in this paper uses a qualitative descriptive method. Data were collected using literature study techniques. The results of the study illustrate that the text of 1 Timothy 2: 8-12 presents the role of women in ministry in the Ephesian church. This condition implies that the role of women in church service has the same obligations as men and has the same value before God. Tulisan ini menyajikan analisis teks 1 Timotius 2:8-12 dalam kaitannya dengan peran perempuan dalam ibadah. Dimana akan dikaji dalam dialektika politik tubuh dan teologi tubuh. Kajian dalam tulisan ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dengan teknik studi pustaka. Hasil penelitian memberikan gambaran bahwa teks1 Timotius 2:8-12 menyajikan peran perempuan dalam pelayanan di jemaat Efesus. Kondisi ini berimplikasi bahwa peran perempuan dalam pelayanan jemaat memiliki kewajiban yang sama dengan laki-laki, serta memiliki nilai yang sama di hadapan Allah.
PENDIDIKAN EKOLOGIS BERBASIS KOMUNITAS DAYAK UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN RAMAH LINGKUNGAN PADA MASYARAKAT DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) RUNGAN Agus Surya; Urbanus Urbanus; Stephanus Prihadi; Setinawati Setinawati; Marlelo Marlelo; Esther Puput Kalpikasari; Satriani Harapandi; Febriyenie Febriyenie
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2025): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v8i2.5687

Abstract

ABSTRACTEnvironmental damage in the Rungan River Basin (DAS) in Central Kalimantan is caused by changes in land use, reduced forest cover, and the loss of local wisdom in environmental management. The indigenous Dayak communities inhabiting this area actually have strong ecological values, but these have not been fully integrated into environmental education and conservation efforts. This community service activity aims to increase the community's knowledge and awareness of environmental issues through a community-based ecological education approach and local wisdom. The method used is Participatory Action Research (PAR), which actively involves the community in the entire process, from problem identification and solution formulation to activity implementation and evaluation. The activities include group discussions, conservation training, participatory mapping, and the revitalization of traditional practices that support environmental conservation. The results showed a significant increase in the community's understanding of the importance of protecting the watershed ecosystem, the formation of environmental groups, and the growth of collective awareness of the importance of ecological practices based on local culture. In conclusion, Dayak community-based ecological education through the PAR approach has proven to be effective in reviving Dayak ecological values and building sustainable environmentally friendly behavior.Keywords: Ecological Education, Dayak Community, Local Wisdom, Rungan Watershed, EnvironmentABSTRAKKerusakan lingkungan di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Rungan, Kalimantan Tengah, disebabkan oleh perubahan tata guna lahan, penurunan tutupan hutan, dan hilangnya praktik kearifan lokal dalam pengelolaan lingkungan. Komunitas adat Dayak yang mendiami kawasan ini sesungguhnya memiliki nilai-nilai ekologis yang kuat, namun belum sepenuhnya terintegrasi dalam upaya pendidikan dan pelestarian lingkungan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kepedulian ramah lingkungan masyarakat melalui pendekatan pendidikan ekologis berbasis komunitas dan kearifan lokal. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), yang melibatkan masyarakat secara aktif dalam seluruh proses yaitu identifikasi masalah, perumusan solusi, implementasi kegiatan, hingga evaluasi. Bentuk kegiatan meliputi diskusi kelompok, pelatihan konservasi, pemetaan partisipatif, serta revitalisasi praktik adat yang mendukung pelestarian lingkungan. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga ekosistem DAS, terbentuknya kelompok peduli lingkungan, serta tumbuhnya kesadaran kolektif terhadap pentingnya praktik ekologis yang berbasis budaya lokal. Kesimpulannya, pendidikan ekologis berbasis komunitas Dayak melalui pendekatan PAR terbukti efektif dalam menghidupkan kembali nilai-nilai ekologis Dayak dan membangun perilaku ramah lingkungan yang berkelanjutan.Kata Kunci: Pendidikan Ekologis, Komunitas Dayak, Kearifan Lokal, DAS Rungan, Lingkungan Hidup