cover
Contact Name
Gumarpi Rahis Pasaribu
Contact Email
admintakillah@rahiscendekiaindonesia.co.id
Phone
+6282272265112
Journal Mail Official
admintakillah@rahiscendekiaindonesia.co.id
Editorial Address
Jl. Pusaka Bandar Klippa, Percut Sei Tuan, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia.
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
AT-TAKILLAH : Jurnal Pendidikan dan Keislaman
ISSN : -     EISSN : 3026779X     DOI : -
Core Subject : Religion,
AT-TAKILLAH : Jurnal Pendidikan dan Keislaman with ISSN 3026-779X published by Rahis Scholar Indonesia as a forum for fostering creativity and campaign support among academics, teachers, researchers and observers of educational issues. This journal discusses the main topics of Islamic education, both in theory development and implementation of the development of a comprehensive education system.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2025): May" : 5 Documents clear
Tafsir Ayat-Ayat Tentang Kesetaraan Gender Dalam Bingkai Analisis Pendidikan Islam Mustafa, Mustafa Husyen Nasution; Ardiansyah, Muhammad Ardiansyah Munthe; Sulhan Efendi Hasibuan
AT-TAKILLAH : Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 3 No. 1 (2025): May
Publisher : Rahis Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65787/at-takillah.v3i1.512

Abstract

Diskriminasi gender masih kerap terjadi di tengah masyarakat, meskipun berbagai upaya untuk menegakkan kesetaraan dan keadilan gender terus dilakukan. Salah satu penyebab yang menjadi dasar kesetaraan gender adalah ideologi dan pandangan patriarki yang memandang bahwa laki-laki memiliki hak dan kedudukan yang istimewa dalam tatanan sosial. Berdasarkan persepsi tersebut, perempuan selalu diidentikkan sebagai kepala dapur dalam keluarga. Sehingga perempuan menjadi sasaran pelecehan dan kekerasan karena dianggap lemah dan tidak memiliki power. Hal ini terlihat dari banyaknya kasus intimidasi dan kekerasan yang terjadi dalam hubungan rumah tangga. Tentu saja, berbagai ketimpangan dan ketidakadilan tersebut harus diatasi dan diminimalisir apabila ada kerjasama, baik dari pihak pemerintah maupun masyarakat terkait dengan pendidikan dan upaya untuk mengubah pandangan dan persepsi masyarakat yang salah. Maka pendidikan ini sudah seharusnya diterapkan pada anak usia dini agar nantinya kesenjangan tersebut tidak terulang kembali di tengah masyarakat.
Strategi Pengembangan Pendidikan Islam Berbasis Moderasi Beragama di Indonesia Rudi Ahmad Suryadi
AT-TAKILLAH : Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 3 No. 1 (2025): May
Publisher : Rahis Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65787/at-takillah.v3i1.557

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi pengembangan pendidikan Islam berbasis moderasi beragama di Indonesia sebagai respons terhadap kebutuhan akan pendidikan yang mampu membentuk generasi religius, toleran, dan inklusif dalam kehidupan berbangsa. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan observasi di beberapa lembaga pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan pendidikan moderat telah diimplementasikan melalui penguatan kurikulum, pelatihan guru, pembentukan budaya sekolah yang inklusif, serta pelibatan masyarakat. Meskipun demikian, implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan seperti keterbatasan pemahaman tenaga pendidik, resistensi sosial, dan ketimpangan akses pelatihan. Oleh karena itu, pengembangan pendidikan Islam yang berbasis moderasi harus dilakukan secara sistematis, menyeluruh, dan melibatkan berbagai pihak secara berkelanjutan. Nilai-nilai wasathiyah sebagai inti dari moderasi beragama perlu diintegrasikan tidak hanya dalam aspek kognitif, tetapi juga dalam praktik pendidikan yang membentuk karakter dan sikap siswa.
Integrasi Pendidikan Agama Islam dan Kearifan Lokal: Upaya Membentuk Karakter Bangsa yang Berakhlak Mulia Maulidya Lailatul Fa’idah
AT-TAKILLAH : Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 3 No. 1 (2025): May
Publisher : Rahis Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65787/at-takillah.v3i1.558

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji integrasi antara Pendidikan Agama Islam (PAI) dan kearifan lokal sebagai strategi dalam membentuk karakter bangsa yang berakhlak mulia. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap praktik pendidikan di lingkungan sekolah dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai keislaman yang diajarkan dalam PAI memiliki keselarasan dengan nilai-nilai luhur dalam kearifan lokal, seperti gotong royong, musyawarah, sopan santun, dan penghormatan terhadap orang tua. Integrasi ini tidak hanya membuat pembelajaran lebih kontekstual dan bermakna, tetapi juga memperkuat identitas budaya dan keagamaan peserta didik. Dampaknya, peserta didik menunjukkan perkembangan karakter yang positif, seperti kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Meskipun demikian, terdapat tantangan berupa keterbatasan pemahaman guru, minimnya dukungan kurikulum kontekstual, serta pengaruh budaya luar. Oleh karena itu, integrasi ini perlu diperkuat melalui kebijakan pendidikan yang mendukung pelestarian budaya lokal serta pelatihan guru dalam menerapkan pendekatan berbasis kearifan lokal. Integrasi PAI dan kearifan lokal terbukti menjadi fondasi penting dalam membangun generasi yang berkarakter, religius, dan cinta budaya bangsa.
Studi Pemikiran Islam tentang Pendidikan: Telaah Kritis terhadap Pemikiran Ibnu Khaldun dan Relevansinya Masa Kini Dewi Fitriyani
AT-TAKILLAH : Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 3 No. 1 (2025): May
Publisher : Rahis Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65787/at-takillah.v3i1.559

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pemikiran pendidikan Ibnu Khaldun melalui pendekatan studi kepustakaan terhadap karya utamanya, Muqaddimah, serta menelaah relevansinya terhadap sistem pendidikan Islam kontemporer. Ibnu Khaldun dikenal sebagai pemikir multidisipliner yang tidak hanya menulis tentang sejarah dan sosiologi, tetapi juga menyisipkan gagasan penting tentang pendidikan dalam kerangka pembangunan peradaban. Dalam pandangannya, pendidikan tidak hanya bertujuan untuk mentransfer ilmu, melainkan juga untuk membentuk karakter dan moral peserta didik. Ia menekankan pentingnya metode pembelajaran yang bertahap, pengalaman empiris, keteladanan guru, serta hubungan erat antara pendidikan dan kondisi sosial-politik masyarakat. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa gagasan-gagasan Ibnu Khaldun tetap relevan untuk menjawab tantangan pendidikan Islam masa kini, khususnya dalam membangun sistem yang integratif antara ilmu dan akhlak. Dengan demikian, pemikirannya layak menjadi rujukan dalam pengembangan kurikulum, metode pengajaran, dan kebijakan pendidikan yang berorientasi pada pembentukan manusia paripurna dan peradaban yang beradab
Inovasi Kurikulum di Madrasah: Menjawab Tantangan Pendidikan Islam Abad 21 Andi Mustafha Husain
AT-TAKILLAH : Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 3 No. 1 (2025): May
Publisher : Rahis Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65787/at-takillah.v3i1.560

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji inovasi kurikulum di madrasah dalam menjawab tantangan pendidikan Islam abad ke-21. Inovasi kurikulum di madrasah menjadi sangat relevan dalam konteks globalisasi dan kemajuan teknologi yang mempengaruhi dunia pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi di beberapa madrasah yang telah menerapkan kurikulum inovatif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kurikulum inovatif di madrasah meliputi perubahan dalam struktur kurikulum, metodologi pengajaran, dan penggunaan teknologi dalam pembelajaran. Meskipun terdapat tantangan, seperti keterbatasan sumber daya dan resistensi terhadap perubahan, inovasi kurikulum telah membawa dampak positif, yaitu peningkatan keterampilan abad ke-21 pada siswa, penguatan nilai-nilai agama, serta peningkatan akses terhadap pendidikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa inovasi kurikulum di madrasah penting untuk menjawab tantangan pendidikan Islam di abad ke-21, dan perlu dukungan lebih lanjut dari berbagai pihak untuk mengatasi tantangan yang ada.

Page 1 of 1 | Total Record : 5