cover
Contact Name
Admin Vokatif
Contact Email
jurnalvokatif@gmail.com
Phone
+6285261455244
Journal Mail Official
jurnalvokatif@gmail.com
Editorial Address
https://etdci.org/journal/vokatif/EditorialTeam
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Vokatif: Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, dan Sastra
ISSN : -     EISSN : 30465931     DOI : http://dx.doi.org/10.51574/Vokatif
Jurnal Vokatif: Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, dan Sastra merupakan jurnal dengan double blind peer reviewed yang berkaitan dengan Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, Sastra dan budaya. Tujuan artikel ini adalah untuk mempublikasikan penelitian dengan kualitas terbaik yang memperluas pemahaman tentang bagaimana individu mengonstruksi, mengolah, mengkomunikasikan, menerapkan, dan memahami Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, Sastra dan budaya. Jurnal Vokatif: Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, dan Sastra menyambut baik penelitian kuantitatif, kualitatif serta penelitian mixed dengan analisa yang berkualitas tinggi. Jurnal ini berfokus pada penelitian tentang Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, dan Sastra. Kami mendorong penulis untuk mengirimkan artikel yang melanjutkan, memperluas, memodifikasi, atau menantang temuan yang telah diterbit pada suatu jurnal. Partisipan yang diharapkan dalam jurnal ini meliputi para peneliti yang berkonsentrasi pada Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, Sastra dan budaya.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "vol. 3 no. 1 (2026)" : 8 Documents clear
STRATEGI KOMUNIKASI INKLUSIF DALAM BIMBINGAN PRIVAT BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS Mukhamad Miftakhudin Wildani; Anis Setyawati
Jurnal Vokatif: Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, dan Sastra Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/vokatif.v3i1.3998

Abstract

Anak Berkebutuhan Khusus adalah anak yang memiliki keunikan dengan ciri-ciri mental, kemampuan sensorik, fisik, perilaku sosial, emosional dan kemampuan berkomunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi komunikasi yang dilakukan guru bimbingan belajar privat pada ABK. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus dengan subjek penelitian RM, seorang ABK berusia 17 tahun. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif, sedangkan teknik pengabsahan data menggunakan triangulasi dengan cara membandingkan antar sumber atau antar referensi. Strategi komunikasi yang dilakukan oleh guru bimbingan belajar privat, yaitu menerapkan pola komunikasi verbal dan nonverbal secara terus menerus, memberikan reward atau imbalan, dan juga journaling. Strategi-strategi komunikasi di atas dapat diterapkan sehingga dapat menciptakan suatu langkah yang berkesinambungan untuk membantu orangtua dan sekolah dalam meminimalisasi hambatan belajar sekaligus mengembangkan kemampuan berinteraksi sosial pada anak.
PENGEMBANGAN MEDIA INTERAKTIF CERMAT BERBASIS KEARIFAN LOKAL PATI DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA PEMAHAMAN BAHASA INDONESIA KELAS VI Seira Dikla Cristi; Yusnia Pangestuti; Aprilia Deva Arianti; Rani Setiawaty
Jurnal Vokatif: Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, dan Sastra Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/vokatif.v3i1.4530

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan dan kepraktisan media interaktif CERMAT (Identifikasi Masalah Cerita Pendek) berbasis kearifan lokal Pati dalam pengajaran pemahaman bacaan bahasa Indonesia untuk siswa kelas enam sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian dan Pengembangan (R&D) dengan model ADDIE, yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Kelayakan media dinilai oleh ahli media, konten, dan bahasa, sedangkan kepraktisan dievaluasi melalui tanggapan dari guru dan siswa sebagai pengguna langsung media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media interaktif CERMAT sangat layak berdasarkan validasi ahli. Pengujian kepraktisan menunjukkan bahwa media ini sangat praktis bagi guru dan praktis bagi siswa. Media ini dianggap memiliki desain visual yang menarik, konten yang selaras dengan kurikulum, presentasi interaktif, dan bahasa komunikatif yang mudah dipahami. Integrasi kearifan lokal Pati ke dalam bahan bacaan membuat pembelajaran lebih kontekstual dan bermakna, sekaligus mendukung peningkatan keterampilan pemahaman bacaan dan memperkuat literasi budaya siswa di tingkat sekolah dasar.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN KARTU INDEKS BERBASIS PBL (PROBLEM BASED LEARNING) PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA TERHADAP KEMAMPUAN PENYUSUNAN KALIMAT TANYA SISWA KELAS 2 MI DARUL ULUM Waliyatul Ahmadiyatissaniyah; R. Firman Nurbudi Prijambodo; Ach. Puniman
Jurnal Vokatif: Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, dan Sastra Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/vokatif.v3i1.3344

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan kartu indeks berbasis Problem Based Learning (PBL) dalam pembelajaran Bahasa Indonesia terhadap kemampuan menyusun kalimat tanya siswa kelas II MI Darul Ulum. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain *pretest-posttest control group design*. Sampel terdiri dari dua kelas, yaitu kelas kontrol dan kelas eksperimen. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data berdistribusi normal, dengan nilai signifikansi pada kelas kontrol yaitu 0,628 (pretest) dan 0,151 (posttest), serta pada kelas eksperimen yaitu 0,203 (pretest) dan 0,414 (posttest). Uji homogenitas menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,329 yang berarti kedua kelompok memiliki variansi yang homogen. Uji *independent sample t-test* menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,00 (< 0,05), yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas kontrol dan eksperimen setelah perlakuan. Selain itu, nilai *N-Gain* pada kelas eksperimen sebesar 80,17% termasuk dalam kategori tinggi, yang menunjukkan peningkatan kemampuan siswa dalam menyusun kalimat tanya secara signifikan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan kartu indeks berbasis PBL efektif dalam meningkatkan kemampuan menyusun kalimat tanya siswa kelas 2 MI Darul Ulum
KESULITAN PENGUASAAN KOSAKATA BAHASA INGGRIS PADA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR: KAJIAN DESKRIPTIF Opik Dwi Indah; Paldy Paldy; Ratmi Ratmi
Jurnal Vokatif: Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, dan Sastra Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/vokatif.v3i1.4690

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan yang dialami siswa kelas IV SDN 228 Pembasean dalam mempelajari dan menguasai kosakata Bahasa Inggris. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dan dilaksanakan di SDN 228 Pembasean. Subjek penelitian terdiri atas 6 siswa kelas IV yang dipilih secara random dari total populasi sebanyak 40 siswa. Adapun instrumen penelitian yang digunakan adalah wawancara terstruktur. Data hasil wawancara dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami berbagai kesulitan dalam penguasaan kosakata Bahasa Inggris, antara lain kesulitan menerjemahkan kosakata dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia maupun sebaliknya, kesulitan memahami makna kosakata, kesulitan mengeja dan menyebutkan kosakata, serta kesulitan mengingat kosakata yang telah dipelajari. Faktor utama yang menyebabkan kesulitan tersebut meliputi keterbatasan daya ingat, kecenderungan mudah lupa, serta kurangnya paparan terhadap kosakata Bahasa Inggris yang baru. Berdasarkan temuan tersebut, penggunaan media pembelajaran berupa gambar dan video direkomendasikan sebagai solusi untuk membantu meningkatkan penguasaan kosakata Bahasa Inggris siswa sekolah dasar.
PEMATUHAN PRINSIP KESANTUNAN BERBAHASA DALAM FILM JATUH CINTA SEPERTI DI FILM-FILM KARYA YANDY LAURENS Tito Yoga Pradana
Jurnal Vokatif: Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, dan Sastra Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/vokatif.v3i1.4450

Abstract

Interaksi dalam media digital, seperti film menunjukkan adanya pola bahasa yang khas dan berbeda dari tuturan sehari-hari. Salah satunya dalam film Jatuh Cinta Seperti di Film-Film karya Yandy Laurens yang menghadirkan tuturan emosional sebagai penggambaran relasi antartokoh. Penelitian ini bertujuan mengungkap bentuk kesantunan berbahasa dalam film tersebut dengan berdasar teori kesantunan Leech. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik simak dan catat. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa dialog para tokoh mematuhi enam maksim kesantunan Leech, yakni maksim kearifan, maksim kedermawanan, maksim pujian, maksim kerendahan hati, maksim kesepakatan, dan maksim simpati. Kesantunan berbahasa dalam karya film tidak hanya menciptakan keharmonisan interaksi, tetapi mempunyai peran dalam menciptakan komunikasi yang efektif, penuh empati, dan saling mendukung dalam hubungan antar karakter. Oleh karena itu, penelitian ini memberikan gambaran bagaimana prinsip kesantunan direalisasikan dalam dialog fiksi suatu karya audiovisual.
FROM LOCAL VOCABULARY TO DIGITAL LITERACY: DEVELOPING A TORAJA CULTURAL GLOSSARY FOR INDONESIAN LANGUAGE ENRICHMENT Marylin Lasarus
Jurnal Vokatif: Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, dan Sastra Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/vokatif.v3i1.1843

Abstract

The diversity of regional languages constitutes an important part of Indonesia’s linguistic heritage. In the midst of technological development and changing communication patterns among younger generations, documenting regional vocabulary can no longer rely solely on printed resources but needs to be developed in accessible and digitally relevant forms. The Toraja language contains a rich vocabulary associated with social life, cultural practices, the natural environment, traditional objects, community activities, and local knowledge. This article aims to analyze the potential of Toraja cultural vocabulary as a resource for enriching Indonesian and to formulate a framework for developing a digital glossary that can support language and cultural literacy. The study employed a descriptive qualitative approach based on documentary analysis and literature review. Data sources included linguistic literature, documentation of Toraja vocabulary, publications concerning dictionary digitization, and official documentation related to regional vocabulary inventory and Indonesian vocabulary enrichment. The analysis focused on identifying vocabulary characteristics, the relationship between local terms and Indonesian, and the components required for developing a digital cultural glossary. The findings indicate that Toraja cultural vocabulary functions not merely as a collection of lexical units but also as a representation of cultural knowledge and identity. A digital glossary should therefore include the local term, its meaning in Indonesian, category, context of use, example sentence, cultural information, and, where possible, audio and visual documentation. Such a model can expand access to local vocabulary while positioning Indonesian as a medium for understanding and documenting regional cultural knowledge. A digital cultural glossary can thus serve as a bridge between regional language preservation, Indonesian vocabulary enrichment, and the strengthening of digital literacy.
STRATEGI PERSUASIF MAJAS HIPERBOLA DALAM SLOGAN IKLAN MINUMAN PADA MEDIA SOSIAL (KAJIAN SEMIOTIKA) Milka Milka
Jurnal Vokatif: Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, dan Sastra Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/vokatif.v3i1.2062

Abstract

Media sosial telah mengubah pola komunikasi periklanan dari penyampaian informasi produk menuju pembentukan pesan yang singkat, kreatif, emosional, dan persuasif. Salah satu strategi kebahasaan yang digunakan dalam slogan iklan adalah majas hiperbola, yaitu ungkapan yang melebih-lebihkan suatu keadaan untuk menegaskan keunggulan produk. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk, makna, dan strategi persuasif majas hiperbola dalam slogan iklan minuman pada media sosial. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan perspektif semiotika. Data penelitian berjumlah sepuluh slogan iklan minuman, yaitu Teh Pucuk Harum, Teh Botol Sosro, Coca-Cola, Florida, Ultra Milk, Frestea, Red Bull. Data dianalisis berdasarkan bentuk ungkapan hiperbolis, makna denotatif, makna konotatif, serta fungsi persuasifnya dalam membangun citra produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hiperbola digunakan untuk mengintensifkan makna rasa, kesegaran, manfaat, energi, kenikmatan, dan pengalaman konsumsi. Secara semiotik, ungkapan hiperbolis tidak dimaknai secara literal, tetapi dikonstruksi sebagai tanda yang menghubungkan produk dengan kualitas unggul, kesegaran maksimal, kebahagiaan, semangat, dan gaya hidup positif. Strategi tersebut menunjukkan bahwa hiperbola berfungsi sebagai perangkat retoris untuk menarik perhatian, memperkuat daya ingat terhadap merek, membangun citra positif, dan memengaruhi persepsi konsumen. Temuan penelitian juga memiliki implikasi bagi pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya dalam pengembangan literasi kritis peserta didik terhadap bahasa persuasif di media digital.  
BETWEEN WORDS AND DATA: EXPLORING THE COORDINATION OF STUDENTS’ VERBAL AND NUMERICAL LITERACY IN COMPREHENDING INFOGRAPHIC-BASED NEWS TEXTS Selvi Rajuaty Tandiseru; Sonny Yalti Duma
Jurnal Vokatif: Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, dan Sastra Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/vokatif.v3i1.4547

Abstract

ABSTRACT News infographics combine verbal claims, numbers, graphs, icons, and visual hierarchy within a single text, meaning that reading comprehension requires more than sentence decoding. This conceptual development study explores how students coordinate verbal and numerical literacy when interpreting Indonesian-language news texts presented through infographics. A design-oriented synthesis was conducted across five domains: multimodal literacy in Indonesian language learning, infographic reading comprehension, mathematical and numerical literacy, text–graph integration, and critical reasoning. The synthesis generated the Verbal–Numerical Coordination in Infographics (VNC-I) framework, which conceptualizes comprehension as an iterative process of identifying verbal claims, decoding quantities and units, mapping verbal statements onto visual-numerical evidence, testing consistency, and formulating critical interpretations. The framework is operationalized through the READ-DATA cycle: Read the main claim, Examine the visual structure, Attend to numbers and units, Determine verbal–data relationships, Detect consistency, Advance an inference, Test credibility, and Articulate meaning. The article also proposes potential coordination breakdowns, including verbal dominance, percentage–percentage-point confusion, denominator blindness, scale neglect, and overclaiming beyond the data. The framework retains Indonesian language learning as the primary disciplinary domain while positioning mathematics as evidential reasoning embedded in authentic texts. Because the article does not report classroom data, the proposed dimensions require empirical validation through think-aloud protocols, student work, interviews, and task-based assessment in secondary-school Indonesian language classrooms.

Page 1 of 1 | Total Record : 8