cover
Contact Name
Putty Yunesti
Contact Email
putty.yunesti@tse.itera.ac.id
Phone
+6285228023982
Journal Mail Official
putty.yunesti@tse.itera.ac.id
Editorial Address
Journal of Science, Technology, and Visual Culture Published by Jurusan Teknologi Produksi dan Industri Institut Teknologi Sumatera Jl. Terusan Ryacudu, Way Huwi, Kec. Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan Lampung 35365
Location
Kab. lampung selatan,
Lampung
INDONESIA
Journal of Sciencce Technology and Visual Culture
ISSN : 28077997     EISSN : 27988767     DOI : -
Core Subject : Art, Engineering,
Journal of Science, Technology, and Visual Culture adalah sebuah jurnal yang bersifat Open Access sebagai media publikasi ilmiah bagi peneliti, dosen, mahasiswa, dan akademisi untuk menyampaikan buah pikiran dan hasil penelitiannya yang berkualitas pada bidang yang digeluti, antara lain: Renewable Energy, Energy Conversion and Conservation Electrical, Informatics, Telecommunications, and Biomedical Engineering Biology, Forestry, Agriculture, and Food Technology Chemical, Material, and Industrial Technology Architecture and Infrastructure Engineering Earth and Space Science and Engineering Marine Science and Engineering Visual and Communication Jurnal ini dikelola oleh Konsorsium TPAK Jurusan Teknologi Produksi dan Industri (JTPI) dan Jurusan Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan (JTIK) Institut Teknologi Sumatera dan terbit empat kali dalam setahun, yaitu Maret, Juli, Oktober, dan Desember.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2 (2022): Juli 2022" : 6 Documents clear
Sampul Depan dan Daftar Isi Ilham Dwi Arirohman
Journal of Science, Technology, and Visual Culture Vol 2 No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Jurusan Teknologi Produksi dan Industri, Institut Teknologi Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi Awal Kualitas Cekungan Air Tanah (CAT) Bandar Lampung dalam Pemenuhan Kebutuhan Air untuk Masyarakat Selma Nurul Fauziah; Bilal Al Farishi; Luhut Pardamean Siringoringo
Journal of Science, Technology, and Visual Culture Vol 2 No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Jurusan Teknologi Produksi dan Industri, Institut Teknologi Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bandar Lampung merupakan salah satu kota besar di Indonesia. Kebutuhan air bersih Bandar Lampung meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan kegiatan industri. Suplai air yang dilakukan oleh PDAM Way Rilau hanya dapat melayani 32% dari total penduduk Bandar Lampung. Hal ini mengindikasikan bahwa sebagian besar penduduk Bandar Lampung mengambil air tanah untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi air tanah di CAT Bandar Lampung, baik kuantitas maupun kualitas. Jumlah sampel yang digunakan yaitu sebanyak 15 sampel. Berdasarkan hasil analisis kimia air tanah yang diplotkan dalam diagram piper, diketahui bahwa fasies hidrogeokimia pada daerah penelitian terdiri dari dua jenis yaitu berjenis natrium bikarbonat dan magnesium bikarbonat. Tipe air bikarbonat mengindikasikan air tanah berasal dari air tanah yang dangkal. Sedangkan kation berupa magnesium dan natrium mengindikasikan air tanah tersebut mengalir melalui jenis batuan yang berbeda. Kandungan nitrat hasil analisis memiliki nilai maksimal sebesar 0,85 mg/L, sedangkan nilai minimal sebesar 0,24 mg/L, dan nilai rata-rata sebesar 0,6 mg/L. Berdasarkan nilai kandungan nitrat tersebut, air tanah pada sample yang diambil berada di bawah nilai baku mutu mengacu pada Permenkes No. 492/MENKES/PER/IV/2010 sebesar 50 mg/L.
Studi Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di Kawasan Pelabuhan Batu bara (Studi Kasus : PT X di Sumatera Selatan) Ahmad Daudsyah Imami; Rahmah Rahmah
Journal of Science, Technology, and Visual Culture Vol 2 No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Jurusan Teknologi Produksi dan Industri, Institut Teknologi Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang dihasilkan di Indonesia setiap tahunnya mengalami peningkatan. Hal ini ditunjukkan dengan jumlah limbah B3 yang terus bertambah setiap tahunnya menjadi sekitar 200 juta ton pada tahun 2020. Makin besarnya limbah B3 ini makin memperbesar potensi bencana lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Pertambangan batu bara yang mendominasi aktivitas industri energi tidak terlepas dari permasalahan ini. Salah satu bisnis proses yang kerap terlupakan terkait pengelolaan lingkungan perusahaan pertambangan adalah proses pengangkutan. Oleh karena itu, penelitian ini akan menganalisis pengelolaan limbah B3 di salah satu fasilitas pengangkutan batu bara yaitu pelabuhan. Data primer pada penelitian ini didapatkan dengan melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan data sekunder berupa data neraca limbah B3 laporan pelaksanaan pengelolaan lingkungan. Data yang telah didapatkan kemudian dilakukan evaluasi kesesuaian dengan peraturan mengenai pengelolaan limbah B3. Hasil identifikasi menunjukkan jenis limbah B3 yang mendominasi adalah oli bekas dan kemasan bekas B3. Kesimpulan dari evaluasi pengelolaan limbah B3 di lokasi studi yaitu di PT X telah dilakukan namun masih terdapat sedikit ruang untuk lebih baik di beberapa aspek pengelolaan limbah B3
Determining the Distribution Route Using the Clustered Generalised Vehicle Routing Problem Model and Dijkstra's Algorithm Awal Aflizal Zubir; Andriansyah Andriansyah; Salsabila Derisma
Journal of Science, Technology, and Visual Culture Vol 2 No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Jurusan Teknologi Produksi dan Industri, Institut Teknologi Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Distributions and logistics processes are the essential element activities integral to the industrial sector, one of them is the distribution of LPG 3 kg. The most common issue that occurs in the distribution process is determining the vehicle routes which are often called Vehicle Routing Problems. PT Amalia Yusri is one of the distributor agents of LPG 3 kg in Banda Aceh and also had the same issue to determine the distribution routes. The Clustered Generalized Vehicle Routing Problem model is used to determine the optimal distribution route on the vertex destinations that have been grouped. Based on the number of requests and vehicle capacity, the grouping and formation of clusters are divided into two days and split into five groups. The first day consists of group 1 and group 2; while on the second day are group 3, group 4, and group 5. The method that is used to optimise distribution distance is Dijkstra Algorithm. From the application of the CGVRP model and Dijkstra Algorithm obtained a total distance for group 1 is 25.582 m, group 2 is 24.650 m, group 3 is 39.350 m, group 4 is 27.500 m, and group 5 is 38.500 m.
Pemanfaatan Biochar dalam Menurunkan Emisi Karbon di Hutan Industri Alfian Hayu Sudibya; Stevy Canny Louhenapessy; Yudha Gusti Wibowo
Journal of Science, Technology, and Visual Culture Vol 2 No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Jurusan Teknologi Produksi dan Industri, Institut Teknologi Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia memiliki hutan gambut tropis tebesar di dunia. Hutan menggunakan CO2 untuk fotosintesis. Hutan berperan penting dalam menyerap karbon dalam suatu daerah. Tingginya pemekaran pembangunan juga memicu terjadinya pembukaan lahan di hutan tropis. Salah satu metode yang paling sering digunakan dalam pembukaan lahan adalah dengan cara pembakaran. Emisi karbon di hutan haru dihindarkan salah satunya menggunakan biochar. Biochar merupakan material kaya karbon yang dihasilkan dari proses pirolisis sederhana pada suhu rendah (100-300 oC). Material biochar merupaka ikatan rantai karbon yang dibuat dari biomasa. Pemanfaatan biochar telah banyak dilaporkan dalam penetralisir air tercemar dan sebagai penyerap karbon. Berbagai hasil riset yang dilakukan telah menguatkan fakta bahwa biochar merupakan material yang paling stabil dalam mencegah pelapasan karbon ke atmosfer. Biochar juga dilaporkan mampu meningkatkan kualitas tanah, meningkatkan hasil panen pada industri pertanian dan mampu menjaga kestabilan tanah dengan memperbaiki nilai Dissolve Organic Carbon (DOC) tanah. Pemanfaatan biochar juga akan meningkatkan perekonomian masyarakat di sekitar area industri apabila pemerintah mendorong dan melakukan pelatihan agar masyarakat di wilayah industri dapat memproduksi biochar dan menjualkan kepada perusahaan.
Pengaruh Variasi Fraksi Volume Terhadap Kekuatan Tarik Komposit Berpenguat Gabungan Serat Pelepah Pisang dan Serat Daun Nanas Fajar Paundra; Zuhdi Zainul Muttaqin; Fajar Perdana Nurullah; Eko Pujiyulianto; Febri Budi Darsono
Journal of Science, Technology, and Visual Culture Vol 2 No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Jurusan Teknologi Produksi dan Industri, Institut Teknologi Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Composite fiber composite is the process of making composites using 2 or more kinds of fibers as reinforcement. The choice of fiber and the volume fraction between fibers greatly affect the strength of a composite. So, it is necessary to do further research on the effect of volume fraction variations of banana midrib fiber and pineapple leaf fiber on the strength of the composite. This study aims to identify the effect of volume fraction variations of the combined banana midrib and pineapple leaf fiber on the tensile strength and flexural composites. The composite manufacturing process is carried out by the compression molding method. With variations in volume fraction of banana midrib fiber and pineapple leaf fiber, respectively 10:20, 12.5:17.5, 15:15, 17.5:12.5 and 20:10. After the molding process, the density calculation, tensile test and bending test are carried out. The results of the characterization that have been carried out show that the highest tensile strength value is in the volume fraction variation of 20:10 of 26.55 MPa and the highest value of tensile strength is obtained at the volume fraction variation of 12.5:17.5 of 66.63 MPa.

Page 1 of 1 | Total Record : 6