Jurnalistrendi: Jurnal Linguistik, Sastra dan Pendidikan
Jurnalistrendi: Jurnal Linguistik, Sastra, dan Pendidikan, diterbitkan oleh Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Nahdlatul Wathan Mataram, bertujuan untuk menerbitkan berbagai laporan penelitian, studi literatur dan tulisan ilmiah tentang fonetik, fonologi, morfologi, sintaksis, analisis wacana, pragmatik, antropolinguistik, bahasa dan budaya, dialektologi, dokumentasi bahasa, linguistik forensik, linguistik sejarah komparatif, linguistik kognitif, linguistik komputasional, linguistik korpus, neurolinguistik, pendidikan bahasa, penerjemahan, perencanaan bahasa, psikolinguistik, sosiolinguistik, sastra modern dan daerah, sastra lisan, sastra anak, pembelajaran bahasa dan sastra, pengembangan media dan metode pembelajaran bahasa Indonesia dan inggris. Terbit secara berkala dua kali setahun pada bulan April dan November. Setiap artikel yang dimuat di Jurnalistrendi: Jurnal Linguistik, Sastra dan Pendidikan melalui proses reviwu yang mendalam. Penulis diundang untuk mengirimkan naskah yang termasuk dalam ruang lingkup Kajian linguistik, sastra dan pendidikan Bahasa Indonesia serta Inggris. Silakan baca informasi tentang proses peer-review . Artikel yang diterbitkan di Jurnalistrendi: Jurnal Linguistik, Sastra dan Pendidikan akan melalui proses peer-review double-blind. Oleh karena itu, keputusan diterima atau tidaknya artikel ilmiah tersebut menjadi hak Dewan Redaksi berdasarkan rekomendasi dari peer reviewer.
Articles
7 Documents
Search results for
, issue
"Vol 5 No 2 (2020)"
:
7 Documents
clear
Analisis Keterampilan Menceritakan Kembali Teks Ulasang dengan Kolaborasi Metode Flipped Classroom dam Aplikasi Shoology
Rosyida, Fathia;
Kristiana, Yayang;
Hasanudin, Cahyo
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 5 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v5i2.303
This study aimed to investigate the structure of reviewed text that was retold by the students in class VIII C of SMP N 1 Cepu, Blora, Indonesia. The teaching and learning process used the flipped classroom method by using schoology apps. This study was qualitative research with case study approach and the total subjects were 28 students. From the total subjects, four students was chosen to be interviewed with a reason that the reviewed texts were in line with the indicators. Technique in collecting the data used observation, test, interview, and documentation. The data was validated by using triangulations of source and method. Technique in analysing the data used content analysis method that was started from 1) data reduction, 2) data presentation, 3) drawing conclusion and verification. The results of study showed that the structure of reviewed text that was retold by the students had been well referred to the Kosasih thery about the structure of reviewed text. The conclusion of the study was the flipped classroom method by using schoology aps was very appropriate to be implemented in the teaching and learning process. This method trained the students to think creatively and independently, they were able to understand the materials given by using schoology apps.
Pemakaian Akrolek Pada Tuturan Asertif Dalam Gelar Wicara Hitam Putih
Dia Prasasti, Bawon Wiji;
Mujianto, Gigit
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 5 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v5i2.304
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemakaian akrolek pada fungsi tuturan asertif presenter dan narasumber dalam gelar wicara Hitam Putih di situs daring youtube. Tujuan khusus penelitian berupa mendeskripsikan fungsi tuturan asertif presenter dan narasumber dalam acara gelar wicara Hitam Putih. Teori variasi akrolek berpegang pada teori yang dikemukakan oleh Searle dan Lonie Agustin dan Teori yang dijadikan acuan pada tuturan asertif yang dijadikan pegangan dalam penelitian ini yaitu teori Searle. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif. Sumber data penelitian adalah presenter dan narasumber. Data dalam penelitian ini berupa tuturan asertif presenter dan narasumber. Analisis data menggunakan model Alir dengan tiga tahapan kegiatan yakni, pengumpulan data, menyeleksi data, penjelasan data, dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan para peserta didik menggunakan fungsi asertif berupa: (1) tindak tutur asertif menyatakan, (2) tindak tutur asertif membual, (3) tindak tutur asertif menyarankan, (4) tndak tutur asertif mengeluh, dan (5) tindak tutur asertif membanggakan.
Korelasi Antara Metode Bermain Peran dengan Keterampilan Berbicara Siswa Sekolah Dasar
Oktaviyanti, Itsna
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 5 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v5i2.311
Masalah dalam penelitian ini adalah kurangnya keterampilan berbicara siswa kelas III di SDN 46 Mataram yang mengakibatkan kurangnya interaksi antara guru dan siswa didalam kelas. Hal tersebut dikarenakan sikap siswa yang masih pasif dan memiliki keterampilan berbicara yang kurang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara penerapan metode bermain peran terhadap keterampilan berbicara siswa. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian korelasi deskriptif, adapun populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas III SDN 46 Mataram dan sampel yaitu siswa kelas III SDN 46 Mataram yang berjumlah 30 orang. Untuk penentuan sampel digunakan Teknik nonprobablity sampling yaitu sampel jenuh. Pengumpulan data dalam penelitian ini dengan metode observasi, angket, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa melaksanakan pembelajaran dengan baik menggunakan metode bermain peran, selain itu siswa lebih antusias dengan menunjukkan keaktifan dalam berbicara, percaya diri untuk maju ke depan dan tidak malu untuk bertanya kepada guru. Analisis data yang digunakan yaitu rumus product moment korelasi. Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan SPSS 16.0, didapatkan hasil penelitian bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara penerapan metode bermain peran dengan keterampilan berbicara siswa kelas III SDN 46 Mataram tahun pelajaran 2019/2020, yakni nilai signifikansi sebesar 0,002 yang berarti < 0,05 dan juga memiliki tingkat korelasi 0,613 berada pada kategori kuat
Interferensi Fonologis Bahasa Inggris dalam Video Youtube “Egyptian Woman Has A Serious Message for Obama”
El Karima, Azkya Shakieva
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 5 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v5i2.345
Setiap bahasa memiliki sistem bunyi yang berbeda-beda. Perbedaan tersebut menjadi salah satu penyebab terjadinya interferensi fonologis. Fenomena interferensi fonologis kerap terjadi pada penutur jati dalam tahap belajar bahasa kedua (B2), salah satunya adalah bahasa Inggris. Studi ini meneliti tuturan bahasa Inggris wanita penutur jati bahasa Arab Mesir dalam video Youtube yang diunggah oleh Amin S. Gejala interferensi fonologis yang diamati berimplikasi pada perubahan bunyi. Bentuk perubahan bunyi yang ditemukan antara lain berupa penggantian bunyi, penambahan bunyi dan pengurangan bunyi. Berdasarkan pengamatan, dua faktor yang menyebabkan hal tersebut terjadi adalah perbedaan sistem bunyi antara bahasa Arab dan bahasa Inggris serta pengaruh ragam dialek yang ada di Mesir.
Nilai Sosial dan Makna Pemertahanan Bahasa Melayu Dialek Sambas melalui Lagu Daerah dalam Album Terigas
Djarot, Muchammad
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 5 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v5i2.380
Aktivitas bersastra dalam bahasa ibu memiliki peran strategis dalam pemertahanan, pengembangan, dan pertukaran budaya antargenerasi atau antarkelompok. Aktivitas bersastra merupakan satu fenomena sosial kemasyarakatan. Ianya tidak berdiri sendiri melainkan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas lainnya. Aktivitas bersastra dapat merupakan bagian dari rangkaian upacara perkawinan, upacara kematian, upacara pengobatan, dan penanaman padi. Beberapa aktivitas bersastra juga tergambar dalam lagu-lagu daerah. Album Terigas merupakan kumpulan lagu daerah berbahasa Melayu yang sanggup merepresentasikan aktivitas-aktivitas tersebut. Dengan aransemen yang tepat, lagu-lagu daerah dalam Album Terigas tidak sekadar dinyanyikan dalam upacara adat, melainkan juga dalam kegiatan sehari-hari. Tulisan ini mengidentifikasi nilai-nilai sosial yang terkandung dalam lagu daerah dan identifikasi makna pemertahanan bahasa yang dimilikinya. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah deskriptif kualitatif dengan penekanan pada penguraian kondisi objek penelitian yang berupa lirik lagu. Hasil dari penelitian menyatakan bahwa dalam lirik lagu daerah Sambas dalam Album Terigas terdapat nilai religius, nilai etos kerja dan kerjasama, serta nilai sejarah dan budaya. Selain nilai sosial, terdapat juga makna pemertahanan bahasa melalui lagu daerah di antaranya penyadaran identitas kesukuan, pelestarian BMDS sebagai bahasa daerah, pembentuk sikap dan perilaku hidup bermasyarakat.
Prinsip dan Langkah-Langkah Penerapan Focus Group Discussion untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara dan Berpikir Kritis Mahasiswa
Hadi, Marham Jupri;
Junaidi, Muh.
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 5 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v5i2.426
Keterampilan berbicara merupakan satu dari empat keterampilan berbahasa yang perlu dimiliki oleh setiap individu agar mereka berhasil dalam mengkomunikasikan pemikirannya kepada orang lain secara efektif. Dengan menggunakan metode penelitian Design Based Ressearch (DBR), penelitian ini mendeskripsikan prinsip-prinsip dan langkah-langkah memodifikasi Focus Group Discussion (FGD) untuk meningkatkan kemampuan berbicara dan berpikir kritis mahasiswa . Penelitian melibatkan 5-9 partisipan yang terdiri dosen dan mahasiswa dimana pengambilan data dilakukan dalam empat siklus melalui pengamatan, wawancara, dan dokumentasi catatan refleksi diri peserta. Prinsip-prinsip sekaligus langkah-langkah implementasi FGD untuk meningkatkan keterampilan berbicara dan berpikir krtis mahasiswa yakni:(1) pengenalan dan simulasi FGD, (2) penentuan kelompok dan penyiapan topik FGD, (3) penggalian informasi dan peningkatan kosakata melalui kegiatan membaca, (4) praktik FGD, (5) refleksi dan pemberian masukan, 6) membuat catatan FGD, dan 7) presentasi lisan. Prinsip-prinsip implementasi tersebut bisa dimodifikasi sesuai dengan kondisi di masing-masing konteks pembelajaran.
Integrasi Pendidikan Mitigasi Bencana Berbasis Kearifan Lokal Suku Sasak dalam Teks Prosedur pada Pembelajaran Bahasa Indonesia kelas XI SMA
Muslim, Bukhori;
Makmun, Sukran
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 5 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v5i2.436
Pendidikan mitigasi bencana dipandang penting untuk diterapkan dalam pembelajaran bahasa Indonesia melalui pembelajaran teks. Oleh sebab itu, tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan bentuk kearifan lokal Suku Sasak yang dapat diintegrasikan sebagai pendidikan mitigasi bencana berbasis kearifan lokal Suku Sasak dan untuk menjelaskan bentuk pengintegrasian pendidikan mitigasi bencana dalam pembelajaran teks prosedur pada pembelajaran bahasa Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni kualitatif deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan telaah pustaka mengenai budaya dan tradisi orang Sasak. Adapun hasil yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu terdapat 10 bentuk kearifan lokal suku Sasak yang dapat dijadikan mitigasi bencana dan memiliki unsur pembentukan teks prosedur. Selanjutnya, bentuk pengintegrasian pendidikan mitigasi bencana berbasis kearifan Lokal Suku Sasak dalam pembelajaran bahasa Indonesia kelas XI SMA dengan cara menjadikannya sebagai bahan literasi. Adapun kriteria pendukung kearifan lokal Suku Sasak dapat dijadikan literasi mitigasi bencana yaitu 1) Kearifan lokal suku Sasak diwariskan secara turun temurun dari lisan ke lisan. 2) Pengembangan literasi baca tulis mitigasi bencana berbasis kearifan lokal Suku Sasak memiliki prinsip responsif dan adaftif. 3) Struktur kearifan lokal Suku Sasak berbasis mitigasi bencana memiliki relevansi dengan struktur dalam teks prosedur, dan 4) Kearifan lokal suku Sasak mengandung nilai-nilai pendidikan mitigasi bencana. Masyarakat Suku Sasak di Lombok memiliki kearifan lokal yang mampu menciptakan harmonisasi antara satu makhluk dengan makhluk yang lain.