cover
Contact Name
Suheri Sahputra Rangkuti
Contact Email
suheriray@gmail.com
Phone
+6285297716711
Journal Mail Official
studimultidisipliner01@gmail.com
Editorial Address
https://jurnal.uinsyahada.ac.id/index.php/multd/about/editorialTeam
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
Studi Multidisipliner: Jurnal Kajian Keislaman
ISSN : 23557850     EISSN : 24770280     DOI : https://doi.org/10.24952/multidisipliner
Studi Multidisipliner: Jurnal Kajian Keislaman (Journal of Islamic Studies) published by Postgraduate IAIN Padangsidimpuan (now the status has changed to State Islamic University Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan). This journal was started in 2014, when it was still in the form of P-ISSN: 2355-7850 published twice a year, namely in June and December. But then this journal is already in the form of E-ISSN: 2477-0280, so the management of this journal is now OJS and nationally accredited. The focus and scope of this journal is research related to Islamic Education, Islamic Law, Islamic Economics, Islamic Broadcasting Communication, Islamic Thought and Philosophy, Islamic History. Authors can submit articles to this journal by reading the template articles first.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2014)" : 7 Documents clear
DASAR-DASAR KETERAMPILAN MENGAJAR MATEMATIKA Mariam Nasution
Studi Multidisipliner: Jurnal Kajian Keislaman Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : UIN SYEKH ALI HASAN AHMAD ADDARY PADANGSIDIMPUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/multidisipliner.v1i1.287

Abstract

AbstrakSeorang guru matematika yang efektif adalah guru yang berhasil membawa peserta didiknya mencapai tujuan pembelajaran dan sesuai kaidah yang berlaku dalam pendidikan. Untuk mencapai tingkat efektifitas pembelajaran  matematika guru mempunyai fungsi sebagai narasumber, demonstrator, pengelola kelas, mediator, fasilitator, dan evaluator. Guru harus menguasai ber-bagai keterampilan dasar mengajar yang meliputi: keterampilan membuka dan menutup pelajaran, keterampilan menjelaskan, keterampilan bertanya, keteram-pilan menggunakan variasi mengajar, keterampilan memberi penguatan, keterampilan mengajar kelompok kecil, keterampilan mengelola kelas, dan keterampilan membimbing diskusi kecil. Dengan demikian seorang guru matematika harus mempunyai keterampilan dasar mengajar. Ini sangat penting sebagai syarat menjadi seorang guru. Seorang guru professional harus mengikuti beberapa pelatihan yang berkaitan dengan keterampilan dasar mengajar agar fungsi pengajaran tercapai dengan baik.AbstractAn effective mathematics teacher is a teacher who managed to bring learners to achieve the learning objectives according to the rules in force in education. To achieve the level of effectiveness of learning math, the teacher has the function as a resource, demonstrator, manager of the class, mediator, facilitator and the evaluator. The teacher must master the basic skills of teaching which include: opening and closing skills lesson, explaining skills, questioning skills, skills using a variation of teaching, provide reinforcement of skills, small group teaching skills, classroom management skills and skills to initiate discussion. Thus, a math teacher should have the basic skills in teaching. It is very important as a condition of becoming a teacher. A professional teacher should follow some training related to teaching basic skills in order to function properly accomplished teaching. 
ESENSI PESERTA DIDIK: PERSPEKTIF FALSAFAH PENDIDIKAN ISLAM Abdul Salam Pulungan
Studi Multidisipliner: Jurnal Kajian Keislaman Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : UIN SYEKH ALI HASAN AHMAD ADDARY PADANGSIDIMPUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/multidisipliner.v1i1.288

Abstract

AbstrakDalam perspektif falsafah pendidikan Islam semua orang adalah peserta didik, karena, pada kenyataannya, semua manusia selalu dalam proses pembangunan menuju kesempurnaan. Konsep pendidikan Islam tentang peserta didik, khususnya teori fitrah, menyatakan bahwa peserta didik, pada hakekatnya, ketika lahir telah membawa bakat dan potensi yang cenderung kebaikan dan kebenaran. Potensi ini pada dasarnya dapat berkembang dalam keterikatan dengan dunia luar. Sekalipun konsep teori fitrah mengakui bahwa potensi atau daya-daya yang dimiliki peserta didik secara kodrati memang memiliki keaktifan, akan tetapi membiarkannya tumbuh secara alamiah berdasarkan kodratnya sendiri, sangat memungkinkan pertumbuhannya tidak seperti yang diharapkan. Untuk mencapai hasil yang maksimal dalam proses pendidikan, seorang anak didik dituntut untuk memenuhi kode etik tertentu, baik secara langsung maupun tidak langsung. Di samping itu, seorang anak didik/peserta didik harus berniat secara ikhlas dalam menuntut ilmu, karena niat itu merupakan dasar bagi setiap amal perbuatan. AbstractIn the perspective of the philosophy of Islamic education, the fact that all people are learners. Because, in fact, all human beings are always in the process of development toward perfection. The concept of Islamic education on the learner ascertains that learners basically birth has brought talent and potential that tends to goodness and truth. These potentials can essentially develop in an entang-lement with the external world. Although the theory of fitrah recognizes that the potential or owned power learners are naturally does have liveliness, but let it grow naturally by its very nature, it is possible growth was not as expected. To achieve maximum results in the educational process, a protege required to meet certain code of conduct, either directly or indirectly. The student is intending in their studies, since the intention was to form the basis for any charity action.
EKO-PSIKOLOGI KESEIMBANGAN ANTARA SAINS DAN AGAMA DALAM MENCAPAI KEHORMANISAN ANTARA MANUSIA DAN ALAM Kristiyanto Kristiyanto
Studi Multidisipliner: Jurnal Kajian Keislaman Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : UIN SYEKH ALI HASAN AHMAD ADDARY PADANGSIDIMPUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/multidisipliner.v1i1.283

Abstract

AbstrakDimensi agama dan prilaku manusia (behavior) mempunyai peran penting dalam merefleksi dan mengevaluasi dinamika pembangunan, sehingga tercapainya sebuah keseimbangan yang komprehensif, baik secara ekologis maupun non ekologis. Hubungan manusia dengan alam tidak akan tercapai keseimbangan, jika paradigma pembangunan yang dibangunnya tidak mencerminkan represen-tatif kaidah-kaidah yang berlaku (hukum alam/agama). Oleh karena itu, kerusakan demi kerusakan terus mengalami peningkatan dengan tahap yang semakin mengkawatirkan, yang tentunya bentuk dan sifat kerusakan seakan telah mengarah pada tahap kerusakan jiwa (spiritualitas/psikologi) yang menjadi kunci atau benteng akhir dalam penataan peradaban yang lebih humanis dan Islami serta berkelanjutan. AbstractDimensions of religion and human behavior  have an important role in reflecting and evaluating the dynamics of development, so that the achievement of a comprehensive balance, both ecological and non- ecological. The human relationship with the natural balance will not be achieved, if the paradigm of development that the construction does not reflect representative applicable rules (laws of nature and religion). Therefore, one disaster after another continues to increase with an increasingly alarming stage, which is of course the shape and nature of the damage seemed to have led to the decay phase of the soul (spiritual/psychological) are the key or the final fortress in the structuring of a more humane civilization and Islamic and sustainable. Literature review and intensive observation with kontens analysis of natural and non- natural phenomena used in this study, so that the elaboration of knowledge in finding and building a conceptual can be achieved.
URGENSI PEMBANGUNAN KARAKTER BANGSA DALAM PERWUJUDAN KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA Hasmar Hussein
Studi Multidisipliner: Jurnal Kajian Keislaman Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : UIN SYEKH ALI HASAN AHMAD ADDARY PADANGSIDIMPUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/multidisipliner.v1i1.289

Abstract

AbstrakIndonesia adalah salah satu negara yang kaya akan keanekaragaman. Keanekaragaman tersebut meliputi agama, suku, bahasa, dan budaya. Pemerintah RI, sampai sekarang, telah mengakui 6 (enam) agama, yaitu Islam, Kristen, Katolik, Budha, Hindu, dan Konghuchu. Hal ini menunjukkan bahwa penduduk Indonesia tidak hanya menganut satu agama saja. Perbedaan agama yang dianut oleh penduduk Indonesia merupakan fakta yang menuntut terciptanya kerukunan. Salah satu cara dalam menciptakan kerukunan tersebut adalah dengan mengenal karakter bangsa itu sendiri. Pengenalan terhadap karakter bangsa yang utuh akan menimbulkan sikap kebersamaan, walaupun kebersamaan itu dibangun dari sebuah keragaman salah satunya keragaman dalam keyakinan. AbstractIndonesia is one country that is rich in diversity . Diversity includes religion, tribe, language, and culture . The Government of Indonesia has recognized 6 (six) religion until now, they are Islam, Christianity, Catholic, Buddhist, Hindu, and Confucian. It is indicates that the population of Indonesia is not only embrace one religion. Differences in religion professed by the Indonesian population is the fact that demands the creation of harmony. One way to create such harmony is to know the character of the nation itself. The introduction of the character of the whole nation will rise togetherness, although togetherness was built from a diversity of one of diversity in beliefs.
PERSPEKTIF STRATEGI PEMBELAJARAN AKHLAK MULIA MEMBANGUN TRANSFORMASI SOSIAL SISWA SMP Muhammad Darwis Dasopang
Studi Multidisipliner: Jurnal Kajian Keislaman Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : UIN SYEKH ALI HASAN AHMAD ADDARY PADANGSIDIMPUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/multidisipliner.v1i1.284

Abstract

AbstrakKajian ini bertujuan untuk membahas perspektif strategi pembelajaran akhlak mulia membangun transformasi sosial siswa SMP. Manusia seutuhnya menjadi target capaian pendidikan dalam sebuah institusi, yang inti capaiannya meliputi aspek jasmani dan rohani dengan iman dan takwa sebagai landasannya. Dalam perspektif Islam kedua capaian itu tercakup dalam konsep fitrah membentuk akhlak mulia dalam konteks internal dalam dirinya dan eksternal ketika bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya. Perpaduan keduanya tampil dalam al-jism dan al-ruh yang terdiri dari al-‘`aql, al-qalb, dan al-nafs secara utuh dan terintegrasi melahirkan manusia berakhlak mulia. Dalam pembelajarannya menggunakan strategi afektif dengan pendekatan value centre, yakni pembela-jaran yang lebih mengedepankan sikap dan nilai, menyeimbangkan keaktifan guru dan murid dalam upaya membentuk hubungan sosial yang memiliki kesadaran dan bersinergis. Sinergisitas kesadaran antara keduanya membentuk kepatuhan, kepatutan, ketaatan dan keterampilan membina hubungan sosial yang baik di antara sesama siswa, juga secara timbal balik guru dan siswa dan lainnya.  AbstractThis study aims to discuss the perspective of learning strategies on morals social transformation to build noble in Junior High School. The whole man becomes the target of educational achievement in an institution, which the core of the achievements includes physical and spiritual aspects with the faith and piety as its foundation. In the Islamic perspective of both the achievements included shaping the nature of the concept of noble character in the context of the internal and external on hisself when socializing with the surrounding environment. The combi-nation of both appears in al-jism and al-ruh consisting of al-'`aql, al-Qalb, and al-nafs as a whole and integrated human childbirth noble. In the learning is used affective strategies to approach the value center, which it emphasizes learning attitudes and values, balancing the activity of teachers and students in an effort to form social relationships and synergy awareness. The synergy awareness is among compliance form, decency, obedience and social skills of a good relati-onship among students as well as reciprocity and other teachers and students.
POLITIK KEBIJAKAN PENDIDIKAN RESTRUKTURISASI MADRASAH ALIYAH KEAGAMAAN (MAK) Magdalena Magdalena
Studi Multidisipliner: Jurnal Kajian Keislaman Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : UIN SYEKH ALI HASAN AHMAD ADDARY PADANGSIDIMPUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/multidisipliner.v1i1.285

Abstract

AbstrakMadrasah Aliyah Keagamaan (MAK) adalah lembaga pendidikan Islam yang memiliki bentuk yang sama dengan madrasah. Artikel ini menjelaskan politik kebijakan pendidikan pemerintah tentang MAK yang merestrukturisasinya untuk menjadi salah satu panutan bagi lembaga Islam. Ide ini diharapkan dapat membangun MAK yang telah mandeg. Fungsi MAK adalah untuk mewujudkan cita-cita Muslim untuk "tafaqquh fi al-din". Tujuan pendirian MAK di antaranya dapat menghasilkan intelektual yang memiliki pengetahuan dan sains yang memiliki karakteristik Islam untuk mencapai perdamaian dunia dan kehidupan akhirat. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk membahas pentingnya MAK untuk pengembangan intituti Islam. AbstractMadrasah Aliyah Keagamaan (MAK) is a islamic educational institution which has a same type with madrasah. This article explains the government politics of education to MAK which should  restructure it to become one of role model for Islamic institution. This ide is hoped can build MAK that has died. The functions of MAK are to realize the ideals of muslims to “tafaqquh fi al-din”. Some goals which should get dealing which the existence of MAK can product the intellectual who has a Islamic knowledge and saintific that has Islamic characteristics in order to achieve world peace and the life hereafter. The purpose of writing this article is to discuss the significance of MAK to the development of the Islamic intitutions.
IMPLEMENTASI SERTIFIKASI DOSEN Irwan Saleh Dalimunthe
Studi Multidisipliner: Jurnal Kajian Keislaman Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : UIN SYEKH ALI HASAN AHMAD ADDARY PADANGSIDIMPUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/multidisipliner.v1i1.286

Abstract

AbstrakSelain kualifikasi akademik, dosen harus memiliki 4 (empat) kompetensi, yaitu kompetensi professional, kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, dan kompetensi social, dengan bukti memperoleh sertifikat pendidik. Pelaksanaan sertifikasi dosen yang telah berlangsung beberapa tahun secara umum telah berjalan secara efektif dan dapat meningkatkan kinerja dosen. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan jumlah penulisan ilmiah dan buletin, namun dalam bidang pendidikan dan pengajaran masih terdapat dosen yang belum maksimal melaksanakan proses perkuliahan. Hambatan yang dihadapi antara lain masih rendahnya pemahaman sebagian dosen terhadap tugas dan beban kerja yang harus dilaksanakannya, dan sebagian dosen masih rendah tingkat kesadaran untuk melaksanakan tugas Tridharma Perguruan Tingginya. AbstractIn addition to academic qualifications, lecturess must have 4 (four) competencies: professional competence, pedagogical competence, personal competence and social competence by having teacher certificate. Lecturer certification implemen-tation that has lasted several years in general have been effective and can improve the performance of lecturers. It can be seen from the increasing number of scientific writing and bulletins, but in the field of education and teaching there are lecturers who have not been up to implement the lecture. Barriers faced by, among others, is the lack of understanding most of the lecturers of the task and the workload that must be implemented, and some professors still low level of awareness of Tridharma Perguruan Tinggi.

Page 1 of 1 | Total Record : 7