cover
Contact Name
Mukhlidah Hanun Siregar
Contact Email
mukhlidah.hanunsiregar@gmail.com
Phone
+6285288361971
Journal Mail Official
tmj@untirta.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Palka No.Km 3, Panancangan, Kec. Cipocok Jaya, Serang, Banten 42124
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Tirtayasa Medical Journal
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Medical; Biomedical; Nursing; Nutrition and Food; Sport and health; Occupational Health; and Public Health
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2023): November" : 5 Documents clear
Hubungan Asupan Zat Gizi dan Aktivitas Fisik Dengan Kejadian Gizi Lebih Pada Usia Dewasa Di Kelurahan Kebon Kosong Jakarta Sari, Wulan; Rizqiya, Fauzia
Tirtayasa Medical Journal Vol 3, No 1 (2023): November
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/tmj.v3i1.24950

Abstract

Berdasarkan data Riskesdas, DKI Jakarta memiliki angka prevalensi gizi lebih tertinggi pada tahun 2018 yaitu 28,73%. Prevalensi gizi lebih tertinggi di DKI Jakarta terdapat pada di Jakarta Pusat sebesar 30,51%. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus 2022 di Kelurahan Kebon Kosong. Desain penelitian ini adalah Cross Sectional, dengan jumlah sampel sebanyak 72 responden. Pengambilan sampel dengan simple random sampling. Analisis data berupa uji Chi-Square. Pengambilan data primer dengan cara pengukuran dan wawancara. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 66,7 % dari jumlah responden mengalami gizi lebih. Sebanyak 52,8% responden memiliki asupan energi yang lebih, 48,6%, responden memiliki asupan karbohidrat yang lebih, 40,3%, responden memiliki asupan protein yang lebih, 70,8%, responden memiliki asupan lemak yang lebih, 73,6%, responden memiliki asupan serat yang lebih, dan 54,2%, responden memiliki aktivitas fisik yang rendah Berdasarkan hasil uji Chi-Square, ditemukan hubungan signifikan antara asupan energi, lemak, dan serat dengan terjadinya gizi lebih pada usia dewasa di Kelurahan Kebon Kosong (p= <0,05). Dan tidak ada hubungan antara asupan protein, karbohidrat dan aktivitas fisik dengan terjadinya gizi lebih pada usia dewasa di Kelurahan Kebon Kosong (p= >0,05).
Health Education and Family Support dalam mengatasi Ketidakpatuhan Minum Obat pada Lansia Hipertensi Lestari, Suci; Andriani, Wiwiek Retti
Tirtayasa Medical Journal Vol 3, No 1 (2023): November
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/tmj.v3i1.24952

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan dan penyebab kematian terbesar, namun hipertensi dapat dikendalikan melalui kontrol kesehatan secara rutin salah satunya dengan kepatuhan minum obat untuk menjaga kestabilan tekanan darah. Penelitian bertujuan untuk menganalisis asuhan keperawatan pada lansia Hipertensi dengan Ketidakpatuhan Minum Obat Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Jenangan Ponorogo. Desain penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus yang melibatkan satu partisipan sesuai kriteria. Data dikumpulkan dengan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan dokumentasi. Intervensi untuk mengatasi masalah ketidakpatuhan menggunakan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI), yaitu: dukungan keluarga (Health Education) tentang penyakit hipertensi, ketidakpatuhan minum obat dan diet hipertensi. Instrumen untuk melihat tingkat kepatuhan minum obat menggunakan kuesioner MMAS-8. Hasil evaluasi setelah dilakukan implementasi selama 6 hari menunjukkan bahwa masalah teratasi, dibuktikan dengan awalnya kategori tidak patuh (skor 5) dan menjadi patuh (skor 8). Peningkatan kepatuhan dipengaruhi oleh dukungan kepatuhan Health Education dari peneliti, pasien yang kooperatif dan termotivasi patuh minum obat, konsisten dan dukungan keluarga dalam konsumsi obat
Hubungan Antara Status Gizi Dan Faktor Maternal Lainnya Terhadap Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Kota Jakarta Pusat Vianida, Airiena; Permatasari, Tria Astika Endah
Tirtayasa Medical Journal Vol 3, No 1 (2023): November
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/tmj.v3i1.24951

Abstract

World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa pada tahun 2017 kematian ibu disebabkan oleh anemia dalam kehamilan sebesar 40%. Prevalensi anemia pada ibu hamil di Indonesia tahun 2018 yaitu sebesar 48,9%, dan di Provinsi DKI Jakarta ibu hamil anemia paling banyak pada umur 15-24 tahun sebesar 84,6%. Anemia pada kehamilan merupakan suatu masalah yang sedang dihadapi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara status gizi dan faktor maternal lainnya terhadap kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Kota Jakarta Pusat Tahun 2022. Penelitian ini menggunakan pendekatan Cross Sectional dengan menggunakan data sekunder periode Januari – Juli 2022. Jumlah sampel yaitu 80 ibu hamil di Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih. Analisis yang digunakan yaitu analisis univariat, bivariat dengan uji Chi Square. Sebanyak 67,5% ibu hamil mengalami anemia, adapun hasil yang didapatkan yaitu status gizi (p-value 0,002), umur ibu (p-value 0,072), pendidikan (p-value 0,589), paritas (p-value 0,913), dan usia kehamilan (p-value 0,571). Variabel yang berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil adalah status gizi. Hasil tersebut menunjukkan bahwa ibu yang memiliki risiko KEK berpeluang 4,400 kali lebih besar untuk mengalami anemia dibandingkan ibu hamil dengan status gizi normal. Disarankan untuk meningkatkan promosi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan ibu khususnya mengenai anemia melalui penyuluhan poster, leaflet, dan konseling gizi.
Asuhan Keperawatan Pada Pasien Diabetes Melitus Dengan Gangguan Integritas Jaringan Di Ruang Mawar RSUD Dr. Harjono Ponorogo Hartanto, Agung Eko; Aini, Linda Nur
Tirtayasa Medical Journal Vol 3, No 1 (2023): November
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/tmj.v3i1.24953

Abstract

Diabetes melitus adalah penyakit kronis yang ditandai dengan tigginya kadar gula dalam darah akibat adanya defisiensi insulin atau resistensi insulin yang dapat menyebabkan komplikasi. Makorangiopati dan mikroangiopati merupakan salah satu komplikasi terjadi gangguan sensori pada organ tubuh terutama pada ekstremitas (neuropati) sehingga dapat menimbulkan gangguan integritas kulit/jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi asuhan keperawatan pada pasien diabates melitus dengan gangguan integritas jaringan di Ruang Mawar RSUD Dr. Harjono Ponorogo. Desain penelitian yang digunakan dalam studi kasus ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan kuesioner modifikasi Bates Jansen Wound Assesment Tool (BJWAT) dan pemeriksaan ABI. Subjek yang digunakan adalah pasien dengan diagnosa medis diabetes melitus berusia ≥45 tahun dengan masalah keperawatan gangguan integritas kulit/Jaringan. Pada penelitian ini dilakukan tindakan keperawatan perawatan luka selama 7 hari dengan hasil evaluasi keperawatan masalah belum teratasi karena dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya proses penyembuhan luka, usia, nutrisi, ketidakstabilan kadar gula darah, sirkulasi, komplikasi penyakit, tindakan debridement.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita di Wilayah Puskesmas Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak, Banten Rahmi, Rahmi; Sugiatmi, Sugiatmi
Tirtayasa Medical Journal Vol 3, No 1 (2023): November
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/tmj.v3i1.24949

Abstract

Stunting merupakan masalah dalam tumbuh kembang anak di Indonesia yang harus ditangani secara serius. Balita yang mengalami stunting akan menjadikan anak menjadi lebih rentan terhadap penyakit dan berisiko pada menurunnya tingkat produktivitas. Prevalensi anak stunting di Lebak sebesar 27,5%. Hal ini merupakan penyebab Kabupaten Lebak menjadi kabupaten dengan peringkat kedua terbanyak kasus stunting di Provinsi Banten. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah Puskesmas Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak, Banten. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan rancangan Cross Sectional. Pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 79 balita. Pengambilan data status gizi balita menggunakan pengukuran antropometri TB/U dengan alat ukur stadiometer. Data status penyakit infeksi, pemberian ASI eksklusif, pemberian MP-ASI, sanitasi dan air bersih, pendidikan dan pengetahuan orang tua menggunakan wawancara dan kuesioner, dan data asupan energi dan protein melalui recall 2x24 jam. Penelitian dianalisis dengan uji Chi Square. Status gizi balita stunting 60,8% (48) balita dan 39,2% (31) balita memiliki status gizi normal. Asupan zat gizi energi, protein, pemberian MP-ASI, sanitasi dan air bersih, dan pengetahuan ibu memiliki hubungan signifikan dengan kejadian stunting, (p<0,05).  Asupan zat gizi energi, protein, pemberian MP-ASI, sanitasi dan air bersih, dan pengetahuan ibu memiliki hubungan signifikan dengan kejadian stunting pada balita. Penyakit infeksi, ASI eksklusif, Pendidikan ibu tidak memiliki hubungan signifikan dengan kejadian stunting pada balita

Page 1 of 1 | Total Record : 5