cover
Contact Name
Mukhlidah Hanun Siregar
Contact Email
mukhlidah.hanunsiregar@gmail.com
Phone
+6285288361971
Journal Mail Official
tmj@untirta.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Palka No.Km 3, Panancangan, Kec. Cipocok Jaya, Serang, Banten 42124
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Tirtayasa Medical Journal
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Medical; Biomedical; Nursing; Nutrition and Food; Sport and health; Occupational Health; and Public Health
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2024): November" : 5 Documents clear
Literature Review: Dampak Penggunaan Air Conditioner (AC) di Tempat Kerja terhadap Kesehatan Karyawan Perkantoran Laila, Nur Najmi; Prasetyo, Hairuddin Bangun
Tirtayasa Medical Journal Vol 4, No 1 (2024): November
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/tmj.v4i1.29455

Abstract

Pekerja perkantoran Sebagian besar menghabiskan waktu bekerja nya hampir 8-9 jam perhari di dalam ruangan yang memiliki pendingin udara, Kondisi ini tentu saja bisa mempengaruhi kondisi kesehatan seseorang. Hal ini banyak dialami oleh profesional muda di daerah perkotaan. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menggali informasi lebih banyak terkait dampak apa saja yang bisa dirasakan pekerja perkantoran yang terpapar pendingin Udara atau Air Conditioner (AC). Penelitian ini dilakukan dari Agustus 2023 hingga Februari 2024 menggunakan metode penelitian studi literatur atau literature review,  Pada penelitian ini dilakukan dengan melakukan telaah terhadap 6 penelitian terkait Air Conditioner (AC) serta dampaknya pada pekerja kantoran. Metode kajian ini akan dirangkum dalam analisis deskriptif. Berdasarkan hasil telaah dan analisis literatur penelitian, adapun secara umum terdapat 2 dampak dari penggunaan AC, dampak tersebut adalah secara negative dapat berupa penyakit kulit kering, gatal-gatal, sesak napas hingga sakit kepala, gugup, merasa tidak nyaman dalam bekerja, merasa terhidrasi, dan terjadi SBS serta gejala alergi. Sedangkan terdapat dampak positif nya yaitu pekerja akan merasakan peningkatan produktifitas jika bekerja suhu yang nyaman dengan menggunakan AC
Asuhan Keperawatan pada Pasien Stroke Riwayat Penyakit Diabetes Mellitus dengan Gangguan Mobilitas Fisik Ernaningrum, Diah Ayu; Hartanto, Agung Eko; Wiratmoko, Heru
Tirtayasa Medical Journal Vol 4, No 1 (2024): November
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/tmj.v4i1.28588

Abstract

Stroke is a neurological deficit that disrupts the blood supply to the brain can occur due to several pathological conditions including atherosclerosis. Diabetes mellitus is one of the causes of stroke where high blood glucose levels can accelerate atherosclerosis. One of the signs of stroke symptoms is a decrease in muscle strength which can lead to impaired physical mobility. One of the efforts to overcome is to train ROM. The purpose of the study was to determine how nursing care for stroke patients with a history of diabetes mellitus with impaired physical mobility.az The case study design in this study uses qualitative descriptive research with a case study approach. After carrying out nursing care for 7 days, the results of research on physical mobility disorders in Mr. P were obtained. P has improved as evidenced by using the MMT instrument on muscle strength, namely from scale 2 to scale 4 (mild physical mobility impairment). For the range of motion has increased, namely a scale of 25 to 46, which is from a range of motion enough to good. ROM training is very important because it affects muscle contraction and relaxation so that it can facilitate blood flow so as to increase muscle strength. Suggestions for stroke patients with a history of diabetes mellitus are expected to routinely do ROM exercises and do health checks, namely blood pressure and glucose levels.
Asuhan Keperawatan Dengan Masalah Ketidakpatuhan Minum Obat Karena Defisit Pengetahuan Pada Klien Diabetes Melitus Andani, Laila Fitri; Anjaswarni, Tri; Hartanto, Agung Eko
Tirtayasa Medical Journal Vol 4, No 1 (2024): November
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/tmj.v4i1.28741

Abstract

Ketidakpatuhan minum obat pada klien diabetes melitus adalah kondisi dimana klien tidak menjalankan program pengobatan secara rutin hal ini berdampak pada peningkatan kadar gula darah. Peningkatan kadar gula darah secara ekstrem dapat menyebabkan komplikasi yang berbahaya antara lain terjadi hiperglikemi, koma diabetikum bahkan terjadi kematian, hingga manajemen pengobatan menjadi hal penting. Tujuan studi kasus ini melakukan asuhan pada klien yang mengalami ketidakpatuhan minum obat akibat defisit pengetahuan. Metode penelitian Karya Tulis Ilmiah ini menggunakan metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Hasil didapatkan dari pengkajian yaitu klien tidak mengetahui pengetahuan tentang penyakitnya dan rutin minum obat karena merasa bosan dan sering lupa. Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 6 hari terdapat peningkatan pengetahuan dengan angka 50 kategori pengetahuan kurang menjadi 70 kategori pengetahuan sedang, sedangkan tingkat ketidakpatuhan mengalami kenaikan dengan angka 7 kategori ketidakpatuhan rendah menjadi 1 kategori ketidakpatuhan sedang. Hal tersebut dipengaruhi oleh adanya edukasi tentang pendidikan kesehatan setiap kali pertemuan secara bertahap dengan materi terpisah yang dapat mempengaruhi kebiasaan klien.
Edukasi Kesehatan dalam Meningkatkan Defisit Pengetahuan tentang Pencegahan Penularan Tuberkulosis (TBC) Andriani, Wiwiek Retti; Hidayat, Bagus Syahrian
Tirtayasa Medical Journal Vol 4, No 1 (2024): November
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/tmj.v4i1.29472

Abstract

Pulmonary tuberculosis is a contagious disease caused by an infection of the Mycobacterium tuberculosis bacteria. The cause of transmission in pulmonary TB patients is low knowledge due to a lack of information. The purpose of the research is to provide nursing care to pulmonary TB clients with a knowledge deficit in transmission prevention in the working area of Sukorejo Health Center, Ponorogo. The research method applied is descriptive with a case study form involving one participant. Data collection techniques through interviews and questionnaires on knowledge of TB transmission prevention. The assessment results showed that the client had a low level of knowledge, and the client asked about TB, especially in preventing transmission. The nursing diagnosis established is knowledge deficit. Nursing intervention according to SIKI: Health education and disease process education implemented over 5 days using lecture methods, through video media and leaflets. The established outcome criteria are an increased level of knowledge, indicated by the client's ability to answer the tuberculosis transmission prevention knowledge questionnaire and achieve a good level of knowledge, be able to explain the material presented, and apply the material in their life. After being implemented for 5 days, the results showed that the participants' knowledge, which initially fell into the poor knowledge category (46%), improved to the good knowledge category (86%). Factors for success in providing education can include family support by motivating patients to consistently take their medication and follow up when it runs out, and monitoring patients to ensure they maintain behaviors that reduce the risk of transmission.
Perbandingan Tingkat Stres pada Mahasiswa Kedokteran Tahap Pre-klinik Fakultas Kedokteran Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Ridhwan, Muhammad Ariq; Abdullah, Rukman; Mustika, Rita
Tirtayasa Medical Journal Vol 4, No 1 (2024): November
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/tmj.v4i1.29833

Abstract

Mahasiswa kedokteran mempunyai tingkat stres lebih tinggi dibanding mahasiswa lain bahkan populasi umum, lalu tres pada mahasiswa kedokteran menyebabkan kelelahan emosional juga bisa memengaruhi kesehatan dan kinerja akademik secara keseluruhan, pada penelitian Hamza M. Abdulghani dkk, dilaporkan tingkat stres tertinggi pada tingkat I lalu tingkat II, III dan IV menurun walaupun masih taraf sedang lalu meningkat sedikit pada tingkat V, selain itu penelitian di Indonesia juga menunjukkan tingkat stres yang tidak jauh berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat stres mahasiswa kedokteran dan perbandingan tingkat stres mahasiswa kedokteran tahap pre-klinik. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa kedokteran tingkat I, II, III, dan IV dengan total sampling sebesar 181 mahasiswa. Kuesioner penelitian ini menggunakan Medical Student Stresor Questionnaire. Analisis penelitian ini menggunakan perhitungan statistik chi square dan Kruskal-Wallis. Hasil penelitian ini yaitu pada tingkat I tingkat stres masih yang paling rendah, selanjutnya pada tingkat II naik, setelah itu tingkat III menurun kembali, dan memuncak pada tingkat IV. Selanjutnya pada mahasiswa kedokteran lebih banyak mengalami stres berat pada stresor akademik (ARS) sebanyak 77,3%. Mahasiswa lebih banyak mengalami stres berat pada mahasiswa berusia 21-23 tahun (70,1%), setelah itu pada jenis kelamin perempuan (69%), setelah itu pada mahasiswa yang bertinggal bersama saudara/indekos (58,2%). Semua tingkat mengalami stres berat kecuali tingkat I dan tidak berbeda bermakna. Penelitian ini berkesimpulan pada tingkat I tingkat stres masih yang paling rendah, selanjutnya pada tingkat II naik, setelah itu tingkat III menurun kembali, dan memuncak pada tingkat IV, hal ini disebabkan oleh perbedaan yang bermakna pada stresor akademik (ARS) sehingga harus ada solusi untuk bisa mencegah atau menguranginya dengan cara memberikan treatment yang spesifik kepada setiap Angkatan dengan salah satu caranya yaitu membangun student support pada institusi kedokteran

Page 1 of 1 | Total Record : 5