cover
Contact Name
Tri Yanti Setya Surya Kusuma
Contact Email
pjsp@umm.ac.id
Phone
+6281357579740
Journal Mail Official
pjsp@umm.ac.id
Editorial Address
GKB 4 Lantai 3 Jl. Raya Tlogomas No.246, Babatan, Tegalgondo, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65144
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Psychological Journal: Science and Practice
ISSN : 27753824     EISSN : 28078764     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Aims and Scope Psychological Journal: Science and Practice (PJSP) is a scientific journal published by the Psychology Masters Program Directorate of Postgraduate Programs (DPPs), University of Muhammadiyah Malang. PJSP is a new face that continues Jurnal Sains dan Praktik Psikologi, which was published starting in 2013. PJSP is published two times a year May and October. Published in printed and electronic form. Articles can be complete research reports and brief reports. Scope Psychological Journal: Science and Practice (PJSP) is an open access scientific journal that specifically publishes research and practice reports in other fields of psychology. This journal welcomes the contributions of psychological scientists who are considering the following general topics: - assessment in psychology - intervention in psychology - instrumentation in psychology - clinical psychology - social psychology - educational psychology - industrial/organizational and development fields
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2014)" : 9 Documents clear
Kecenderungan Neurotik, Relasi dalam Keluarga, Penyesuaian Sosial dan Resiliensi pada Penderita HIV Positif Al Thuba Septa Priyanggasari
Psychological Journal: Science and Practice Vol. 2 No. 2 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah penderita HIV positif semakin meningkat setiap tahunnya. Peningkatan angka penderita HIV positif yang drastis patut menjadi perhatian bagi praktisi medis maupun psikologi dan telah banyak dikaji untuk pemetaan demografis. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kecenderungan neurotik, relasi dalam keluarga dan penyesuaian sosial terhadap resiliensi penderita HIV positif. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kuantitatif dengan menggunakan empat variable. Instrumen yang digunakan yaitu Neuroticsm Scale Questionnaire, Index of Family Relation, Social Adjustment Scale-Self Report—Modified dan Resilience Scale. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relasi dalam keluarga berkontribusi secara signifikan terhadap kecenderungan neurotik, dengan sumbangan kontribusi sebesar 31,25%. Relasi dalam keluarga dan kecenderungan neurotik berkontribusi secara simultan dan signifikan terhadap resiliensi. Relasi dalam keluarga yang secara langsung mempengaruhi resiliensi memiliki kontribusi sebesar 10,43%. Kecenderungan neurotik yang secara langsung mempengaruhi resiliensi memiliki kontribusi sebesar 31,92%. Relasi dalam keluarga dan kecenderungan neurotik yang secara langsung mempengaruhi resiliensi memiliki kontribusi sebesar 62,7% dan sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak dapat dijelaskan dalam penelitian. Untuk variabel penyesuaian sosial tidak memiliki pengaruh langsung terhadap resiliensi secara statistik. Kata Kunci Kecenderungan Neurotik, Relasi dalam Keluarga, Penyesuaian Sosial, Resiliensi Penderita HIV Positif
Kerja Kelompok Sosial untuk Meningkatkan Efikasi Diri pada Remaja dengan Keluarga Broken Home Galuh Andina Putri
Psychological Journal: Science and Practice Vol. 2 No. 2 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluarga broken home merupakan faktor resiko peningkatan angka kenakalan remaja. Efikasi diri merupakan salah satu faktor psikologi yang dapat mencegah terjadinya kenakalan pada remaja. Tujuan dari penelitian adalah untuk meningkatkan efikasi diri remaja broken home dengan memberikan intervensi kerja kelompok sosial. Desain penelitian adalah eksperimental, yang terdiri dari dua kelompok remaja yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Instrumen untuk mengukur tingkat efikasi diri yang digunakan yaitu Self Efficacy Scale(SES). Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan efikasi diri yang signifikan pada remaja broken home setelah diberikan intervensi kerja kelompok sosial. Hasil analisa data menunjukkan peningkatan efikasi diri pada remaja kelompok eksperimen sebesar 43.8 %, sedangkan pada remaja kelompok control terjadi penurunan efikasi diri sebesar 0.6%.Kata Kunci Broken home, efikasi diri, kerja kelompok sosial.
Keharmonisan Keluarga, Konsep Diri, dan Perilaku Agresi di Kalangan Remaja Mayya Kholidah
Psychological Journal: Science and Practice Vol. 2 No. 2 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan persepsi keharmonisan keluarga, konsep diri, dan peri- laku agresi remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian ini berjumlah 150 siswa (dari 518 siswa sebagai populasi) siswa kelas sepuluh dari SMA Kemala Bhayangkari 3 Sidoarjo. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan skala persepsi keharmonisan­keluarga, skala konsep diri dan skala perilaku agresi. Analisis data penelitian dilakukan dengan regresi berganda yang menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan persepsi keharmonisan keluarga, konsep diri dan perilaku agresi remaja, (R2 = 0,442, p= 0,000. Selain itu hasil analisis menunjukkan korelasi vari­abel persepsi keharmonisan keluarga dan perilaku agresi menunjukkan hubungan negatif yang signifikan (r = -0,546, p = 0,000), sedangkan variabel konsep diri dan perilaku agresi juga menunjukkan ada hubungan negatif yang signifikan (r = -0,628, p = 0,000). Kata kunci Keharmonisan keluarga, konsep diri, agresi, remaja
Konseling Kelompok untuk Meningkatkan Konsep Diri Remaja di Panti Asuhan Rachma Shinta Merina
Psychological Journal: Science and Practice Vol. 2 No. 2 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konseling kelompok dalam meningkatkan konsep diri remaja di Panti Asuhan Puteri Aisyiyah Muhammadiyah Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan quasi eksperimental dengan rancangan non equivalent pretest posttest control group design. Subjek penelitian ini melibatkan 10 orang yang terdiri dari 5 orang sebagai kelompok eksperimen dan 5 orang sebagai kelompok kontrol. Metode pengumpulan data dilakukan menggunakan skala konsep diri. Analisis data menggunakan Mann-Whitney dan Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil analisis data dari Wilcoxon pada kelompok eksperimen pretest-posttest menunjukkan adanya peningkatan konsep diri yang signifikan dengan nilai z -2,032 dan p value sebesar 0,042. Kesimpulan dari penelitian ini adalah konseling kelompok dapat meningkatkan konsep diri remaja di Panti Asuhan Puteri Aisyiyah Muhammadiyah Malang. Kata kunci Konsep diri, konseling kelompok, remaja
Perbedaan Kebermaknaan Hidup pada Janda Paruh Baya Karena Kematian dan Perceraian Emma Rianti
Psychological Journal: Science and Practice Vol. 2 No. 2 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seseorang yang menjadi janda disebabkan dua hal, yaitu kematian dan perceraian. Mencari makna hidup dan memiliki makna hidup merupakan keinginan semua orang untuk dapat merasakan kesejahteraan hidup dan kebermaknaan hidup ketika individu mampu menemukan makna hidup dan memiliki makna yang diinginkannya maka kehidupan dirasakan bahagia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbe­daan kebermaknaan hidup pada janda paruh baya yang kehilangan suami karena kematian dan perceraian. Penelitian ini melibatkan sebanyak 59 orang subjek janda parubaya yang berusia 40-50 tahun yang terdiri dari 40 orang janda paruh baya karena kematian dan 19 orang janda paruh baya karena perceraian. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan uji independent samples t-test yang dianalisis dengan bantuan SPSS. Analisa ujit-test menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara kebermaknaan hidup janda paruh baya karena kematian dan perceraian diperoleh t = 3,340 dan sig 0,01. Kebermaknaan 0,01yakni lebih kecil dari taraf signifikansi 5% (0,05) yang berarti adanya perbedaan. Kata kunci Kebermaknaan hidup, usia paruh baya, janda, kematian dan perceraian
Kompetensi Sosial Anak Autis Ditinjau dari Hubungan antara Dukungan Sosial Keluarga dengan Sikap Ibu Dwi Indahwati
Psychological Journal: Science and Practice Vol. 2 No. 2 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus autisme semakin lama selalu bertambah jumlahnya. Masalah utama yang dialami anak dengan gang­guan autism antara lain kekurangan dalam interaksi sosial dan komunikasi. Untuk meningkatkan kompe­tensi sosial anak dibutuhkan dukungan seorang ibu. Sebagian besar ibu yang memiliki anak autuis men­galami stress dan membutuhkan dukungan dari orang-orang terdekat yaitu keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk me-ngetahui bagaimana kompetensi sosial anak autis ditinjau dari hubungan yang terjadi antara dukungan sosial keluarga dengan sikap ibu. Penlitian ini termasuk dalam penelitian kuantitatif dengan menggunakan tiga varia-bel. Instrumen yang digunakan yaitu skala dukungan sosial keluarga, skala sikap ibu dan skala kompetensi sosial anak autis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan posi­tif yang signifikan antara dukungan sosial keluarga dan sikap ibu dengan kompetensi anak. Hasil analisis data menunjukkan bahwa dukungan sosial keluarga dan sikap ibu memiliki sumbangan efektif terhadap kompetensi sosial anak autis sebesar 31,8 %. Implikasi dari hasil penelitian terhadap terapi dan intervensi didiskusikan dalam tulisan ini. Kata Kunci dukungan sosial keluarga, sikap ibu, kompetensi sosial, anak autis
Hubungan Kecerdasan Emosional dan Kecerdasan Spiritual dengan Pemecahan Masalah pada Remaja Ratna Dunggio
Psychological Journal: Science and Practice Vol. 2 No. 2 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah yang dihadapi para remaja berhubungan dengan kebutuhan biologis, psikologis, sosial, yang tidak terpenuhi membuat remaja mengalami kesulitan dalam pemecahan masalah. Kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual yang baik dibutuhkan dalam diri remaja sehingga remaja memiliki kemampuan dalam pemecahan masalahnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan positif dan signifikan antara kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual dengan pemecahan masalah pada remaja. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Sampel yang digunakan dalam penelitian sebanyak 300 orang. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah Teknik Sampel Purposif. Skala yang digunakan untuk mengukur kecerdasan emosional diadaptasi dari Emotional Intelligence Scale (EIS). Skala yang digunakan untuk mengukur kecerdasan spiritual diadaptasi dari Spiritual Intelligence Self-Report Inventory (SISRI). Skala yang digunakan untuk mengukur pemecahan masalah diadaptasi dari Problem Solving Inventory (PSI). Anali­sis data menggunakan analisis regresi ganda dengan bantuan SPSS V.20. Berdasarkan hasil penelitian men­unjukan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual dengan pemecahan masalah R = 0,437 p = 0,000. Terdapat hubungan positif dan signifikan kecerdasan emosional dengan pemecahan masalah r = 0,386 p = 0,000. Terdapat hubungan positif dan signifikan kecerdasan spiritual dengan pemecahan masalah r = 0,399 p = 0,000. Kata Kunci: kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual, pemecahan masalah, remaja
Hubungan Kepribadian dan Kepengikutan pada Peserta Pengajian di Pesantren Darul Falah Malang Azis Abdullah
Psychological Journal: Science and Practice Vol. 2 No. 2 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstraksi Pengajian tradisional yang masih eksis di tengah-tengah masyarakat perkotaan dan terus berkembang pengikutnya dengan pesat, memiliki daya tarik untuk dilakukan penelitian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan faktor kepribadian dan kepengikutan pada peserta pengajian di Pesantren Darul Falah Malang. Variabel pada penelitian ini adalah lima faktor kepribadian dari The Big Five yaitu extroversion, agreeableness, conscientiousness, neuroticism, dan openness sebagai variabel independen dan kepengikutan sebagai variabel dependen. Renponden peserta pengajian sebanyak 294 orang. Hasil uji re&shy;gresi berganda pada koefisien determinasi menjelaskan bahwa extroversion, agreeableness, conscientiousness, neuroticism, dan openness secara bersama-sama berhubungan dengan kepengikutan sebesar 11,7 prosen dan sisanya adalah pengaruh variabel di luar penelitian ini. Hasil uji statistik korelasi memperlihatkan bahwa dari lima variabel kepribadian terdapat dua faktor yang mempunyai hubungan yang signifikan dengan kepe-ngikutan yaitu: faktor agreeableness (r=0,126; p<0,05), dan openness (r=0,201; p<0,05) dengan kepengiku&shy;tan. Dengan demikian hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masih banyak peluang untuk mencari variabel lain yang mempengaruhi kepengikutan pada penelitian selanjutnya. Kata kunci Kepribadian, kepengikutan, peserta pengajian, extroversion, agreeableness, conscientiousness, neuroticism, openness
Penerapan Konseling Keluarga dalam Menangani Permasalahan Siswa Terlambat Mindrewati Mindrewati
Psychological Journal: Science and Practice Vol. 2 No. 2 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak upaya penanganan telah dilakukan, namun belum cukup efektif untuk mengatasinya. Pelibatan orangtua melalui konseling keluarga diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk menangani masalah tersebut. Tujuan penelitian, yaitu untuk mengetahui peningkatan kemampuan siswa menyesuaikan waktu dengan tata tertib sekolah setelah perlakuan konseling keluarga dan untuk mengetahui peningkatan ketepatan siswa datang ke sekolah setelah konseling keluarga. Subjek penelitian sebanyak 7 siswa yang dipilih secara purposive sampling dengan kriteria terlambat &ge; 6 kali. Konseling keluarga diberikan selama 2 minggu, perkembangan kehadiran siswa di sekolah dilakukan sebelum dan sesudah intervensi dilakukan se&shy;lama 3 minggu. Variabel yang diamati adalah waktu kedatangan siswa ke sekolah serta penyebab keterlam&shy;batan jam datang. Teknik pengumpulan data adalah dokumentasi, observasi, dan wawancara. Data dianalisis secara deskriptif dan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan terjadi pengurangan keterlambatan dari 4 menjadi 3 kali selama pengamatan, dan kasus siswa terlambat berkurang dari 60 menjadi 6 kasus. Rata-rata jam datang siswa lebih cepat, dari semula jam 7:20 menjadi 6:37, frekuensi siswa terlambat berkurang, dari rata-rata 8,57 menjadi 0,86 kali, Jumlah siswa terlambat per hari juga berkurang, dari rata-rata 3,33 menjadi 0,33 orang. Kata Kunci: Konseling keluarga, keterlamabatan masuk sekolah, siswa, disiplin

Page 1 of 1 | Total Record : 9