cover
Contact Name
La Jaali
Contact Email
lajaali1974@gmail.com
Phone
+6282346654876
Journal Mail Official
admin_jurnal@stiaalazka.ac.id
Editorial Address
Jl. YPMM. Air Besar, Negeri Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Ambon, Provinsi Maluku
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Hipotesa
ISSN : 08528977     EISSN : 28071581     DOI : https://doi.org/10.69774/hipotesa
Core Subject : Social,
Jurnal Ilmiah Hipotesa Ilmu-Ilmu Sosial Memuat tulisan atau hasil penelitian dari para dosen baik dosen internal maupun dosen ektsernal yang ingin mempublikasikan tulisannya atau hasil penelitiannya. Jurnal Hipotesa ini diterbitkan dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Mei dan bulan November tahun berjalan.
Articles 132 Documents
Peran Pemerintah Desa Dalam Pengelolaan Hutan Mangrove Di Desa Waiheru Kecamatan Teluk Ambon Baguala, Kota Ambon. Suleman Watianan; Clemantina Oh. M. Rumlus
HIPOTESA - Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 20 No 1 (2026): HIPOTESA
Publisher : STIA Abdul Azis Kataloka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas peran pemerintah desa sebagai regulator, fasilitator, dan mobilisator dalam pengelolaan hutan mangrove di Desa Waiheru, Kecamatan Teluk Ambon Baguala, Kota Ambon, serta mengidentifikasi faktor-faktor determinan yang memengaruhi proses tersebut. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik analisis data interaktif Miles dan Huberman, penelitian ini melibatkan sepuluh informan kunci dari unsur birokrasi desa hingga representasi masyarakat. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pemerintah desa telah menjalankan fungsi regulasi melalui sosialisasi kebijakan tingkat atas dan pemanfaatan kearifan lokal Kewang, namun masih terkendala oleh ketiadaan Peraturan Desa (Perdes) yang definitif. Dalam peran fasilitator, pemerintah menyediakan dukungan administratif dan bibit tanaman, meskipun bantuan modal fisik bagi masyarakat masih dinilai terbatas. Fungsi mobilisator terimplementasi secara aktif melalui aksi penanaman massal yang melibatkan kelompok pemuda, namun aspek pengawasan terhadap limbah domestik dan penebangan liar belum mencapai tingkat optimal. Faktor koordinasi antar-lembaga menjadi kekuatan pendukung utama, sementara rendahnya kesadaran ekologis warga non-pesisir serta belum tersedianya regulasi lokal yang mengikat menjadi hambatan signifikan dalam upaya pelestarian yang berkelanjutan.
Analisis Relasi Antar Komunitas Dalam Komflik Sosial Di Kota Ambon: Studi kasus Stain Jembatan Jodoh Air Besar Negeri Batu Merah Kecamatan Sirimau Kota Ambon. Adam Sopalatu; La Jaali
HIPOTESA - Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 20 No 1 (2026): HIPOTESA
Publisher : STIA Abdul Azis Kataloka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konflik merupakan suatu bentuk perjuangan dalam memperoleh hal-hal langka seperti nilai, status, kekuasaan, dan otoritas. Tujuan dari pihak yang terlibat dalam konflik tidak hanya untuk memperoleh keuntungan, tetapi juga untuk menundukkan saingan mereka. Dampak konflik seringkali bersifat destruktif, terutama dalam bentuk kekerasan seperti perang, yang menyebabkan kerusakan dan kerugian materi dan non-materi. Konflik dianggap traumatik dan mengganggu stabilitas serta keseimbangan yang diidamkan. Konflik sosial yang terjadi di Kota Ambon beberapa tahun kemarin terlebih khusus di kawasan Stain Jembatan Jodoh menjadi perhatian bersama agar tidak meluas lagi karna dapat menghambat segala aktivitas kantoran, Pendidikan dan kehidupan kemasyarakatan lainnya, agar keadaannya dapat menciptakan rasa aman, nyaman dalam suasana kekeluargaan.