cover
Contact Name
Andriyana
Contact Email
andriyana03@gmail.com
Phone
+6282121616969
Journal Mail Official
journal.anafora@uniku.ac.id
Editorial Address
RT. 027 RW. 007 Desa Cengal Kecamatan Japara
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Published by Universitas Kuningan
ISSN : -     EISSN : 28073991     DOI : https://doi.org/10.25134/ajpm
Core Subject : Education, Social,
Ruang lingkup penelitian artikel yang dapat diterbitkan di Jurnal Fon antara lain : (1) Kebahasaan Indonesia; keilmuan bahasa (fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, wacana, pragmatik, sosiolinguistik, psikolinguistik); keterampilan berbahasa (menyimak, berbicara, membaca, menulis); (2) Kesastraan Indonesia (teori sastra, sejarah sastra, kritik sastra, sastra bandingan, ekranasi, sosiologi sastra); (3) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (perencanaan pembelajaran, strategi pembelajaran, evaluasi pembelajaran, kurikulum, bahan ajar, dan media pembelajaran). Kami terbuka menerima naskah dari para penulis dengan mengikuti ketentuan yang ada dalam fokus dan lingkup, etika publikasi, petunjuk penulisan, proses review, dan template jurnal yang harus diikuti oleh penulis.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 1 (2021)" : 5 Documents clear
Analisis Kebutuhan Bahan Ajar Program Literasi Pada Sekolah Dasar di Kabupaten Kuningan Kota dan Desain Bahan Ajarnya Andriyana; Ifah Hanifah; Arip Hidayat
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 1 (2021)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v1i1.1

Abstract

ABSTRAK: Hasil survei pada 2016 menurut World’s Most Literate Nation tingkat baca Indonesia berada pada peringkat 60 dari 61 negara yang diteliti yang menandakan bahwa tingkat baca Indonesia sangatlah rendah. Kementrian Pendidikand dan Kebudayaan (Mendikbud) yang waktu itu masih dikepalai Anis Baswedan meluncurkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) Tanngal 19 Agustus 2016 dengan sub tema Bahasa Penumbuh Budi Pekerti yang kemudian menjadi titik awal kegiatan literasi diwajibkan di sekolah. Gerakan Literasi Sekolah ini mengacu pada Permendikbud Nomor 21 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti. Program ini khusus dirancang untuk peningkatan minat baca Indonesia yang terpuruk agar bisa berangsur naik. Adanya hasil program tersebut peneliti melihat studi terdahulu terkait dengan bahan ajar literasi. Ternyata penulis tidak menemukan satupun penelitian yang membuat bahan ajar literasi khusus untuk guru. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif guna mendeskripsikan objek penelitian dengan Teknik analisis data model Miles dan Huberman dengan urutan Langkah coletion, data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification. Penelitian ini mengasilkan satu analisis kebutuhan berupa keperluan (necessities), kekurangan (lacks), dan keinginan (wants). Ditemukan hasil penelitian yang menyatakan bahwa masih banyak kebutuhan, kekurangan, dan keinginan yang harus terpenuhi dalam penyusunan bahan ajar literasi sekolah dasar kelas tinggi. Dari hasil tersebut disusunlah peta bahan ajar dan struktur bahan ajar sebagai produk yang nanti bisa dikembangkan oleh peneliti lain dan penulis buku. KATA KUNCI: Analisis Kebutuhan; Bahan ajar; Desain Bahan Ajar; Literasi >  Analysis of Teaching Material Needs for Literacy Program in Elementary Schools in Kuningan City District and Design of Teaching Materials   ABSTRACT: The results of a survey in 2016 according to World’s Most Literate Nation, Indonesian's reading level is ranked 60 out of 61 countries studied, which indicates that Indonesian's reading rate is very low. The Ministry of Education and Culture (Mendikbud), which at that time was still headed by Anis Baswedan, launched the School Literacy Movement on August 19, 2016, with the sub-theme of Language Cultivation of Character, which later became the starting point for mandatory literacy activities in schools. This School Literacy Movement refers to Permendikbud Number 21 of 2015 concerning Cultivation of Character. This program is specifically designed to increase Indonesian's reading interest which has fallen so that it can gradually rise. With the results of the program, the researchers looked at previous studies related to literacy teaching materials. It turns out that the authors did not find any research that made literacy teaching materials specifically for teachers. This study used a descriptive qualitative method to describe the research object with Miles and Huberman model data analysis techniques in the order of collection steps, data reduction, data display, and conclusion drawing/verification. This research produces a needs analysis in the form of necessities, lacks, and wants. The research found that there are still many needs, shortcomings, and desires that must be fulfilled in the preparation of high-grade primary school literacy teaching materials. From these results, a map of teaching materials was compiled and the structure of teaching materials was developed as a product that could later be developed by other researchers and book authors. KEYWORDS: Requirements Analysis; Teaching materials; Instructional Material Design; Literacy.  
RESEPSI PEMBACA PRIA TERHADAP KARYA SASTRA “MARIPOSA” DI KOMUNITAS CYBERSASTRA WATTPAD adi iwan
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 1 (2021)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v1i1.3

Abstract

ABSTRAK: Karya sastra dapat diakui keberadaanya salah satunya dengan adanya seberapa banyak respon pembaca dari berbagai kalangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap resepsi pembaca pria terhadap sebuah karya cyber yang berjudul “ mariposa” pada situs wattpad. Wattpad adalah penyedia jasa publikasi cerita yang bisa dinikmati pembaca online di seluruh dunia. Agak penelitian tercapai peneliti mengumpulkan 40 orang dengan latar belakang pendidikan SMA, S1, S2 dan guru dengan rentan usia 17 – 30 tahun. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan penyebaran kusioner secara daring.teknik analisi data menggunakan teknik isi Hasil dari penelitian ini menunjukan respon yang berbeda walaupun pembaca membaca genre yang sama. Respon yang ditujukan pembaca lebih mengarah kepada  unsur tekstual yaitu tokoh, alur dan bahasa. Dengan latar pendidikan SMA, S1, S2 dan guru berpendapat bahwa unsur tekstual dalam karya sastra dengan respon yang positif. KATA KUNCI: cybersastra, resepsi, mariposa >  MAN READER'S RECEPTION OF LITERATURE "MARIPOSA" IN WATTPAD CYBERSASTRA COMMUNITY   ABSTRACT: One of the ways in which literary works can be recognized is the number of responses from readers from various circles. This study aims to reveal the reception of male readers to a cyber work entitled "mariposa" on the wattpad site. Wattpad is a story publication service provider that can be enjoyed by online readers around the world. Rather than the research being achieved, the researcher collected 40 people with a high school, undergraduate, postgraduate and vulnerable teacher education background aged 17-30 years. This research method uses qualitative methods with online questionnaires. Data analysis techniques use content techniques. The results of this study show different responses even though the reader reads the same genre. The response aimed at the reader is more towards textual elements, namely characters, plot and language. KEYWORDS: cybersastra, reception, mariposa
Analisis ANALISIS KALIMAT EFEKTIF PADA SOAL CERITA BIDANG STUDI MATEMATIKA DI SMK lailatul fitriah; Devandra Eka savitri; Huynh Hoang Van Anh
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 1 (2021)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v1i1.5

Abstract

ABSTRAK: Soal cerita matematika merupakan salah satu tipe soal yang digunakan untuk melatih kemampuan berhitung siswa  dan membaca pemahaman. Namun banyak kesalahan dalam penulisan soal cerita matematika sehingga soal membingungkan dan tidak mudah dipahami, yang biasanya disebabkan oleh adanya kata yang berlebih. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, data dianalisis dengan mendeskripsikan ketidakefektifan kalimat. Sumber data merupakan soal cerita matematika yang terdapat dalam soal Try out SMK tahun ajaran 2020-2021. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa, 1. Ketidakefektifan kalimat disebabkan  karena adanya penggunaan kata yang berlebihan atau pemborosan kata. 2. Ketidakefektifan kalimat yang menyebabkan ambiguitas atau bermakna ganda. KATA KUNCI: Soal Cerita; Matematika; kalimat Efektif; Ambiguitas   ANALYSIS OF EFFECTIVE SENTENCES ON STORY QUESTIONS IN THE FIELD OF MATHEMATICS STUDY IN VOCATIONAL SCHOOL   ABSTRACT: Mathematical story questions are one type of problem that is used to train students' numeracy skills and reading comprehension. However, there are many mistakes in writing math story problems so that the problems are confusing and not easy to understand, which is usually caused by the presence of excess words. This study used a descriptive method, the data were analyzed by describing the ineffectiveness of the sentence. The data source is a math story problem contained in the Vocational High School try out questions for the 2020-2021 school year. The results of this study indicate that, 1. The ineffectiveness of sentences is caused by excessive use of words or waste of words. 2. Ineffective sentences that cause ambiguity or have multiple meanings. KEYWORDS: Problem Stories; Mathematics; Effective Sentences; Ambiguity
PENGARUH MEDIA TELEVISI TERHADAP PEMEROLEHAN BAHASA PADA ANAK USIA 4 TAHUN Nelita Indah Islami; Nuryani
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 1 (2021)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v1i1.8

Abstract

ABSTRAK: Pengaruh media televisi terhadap proses pemerolehan bahasa dapat dihasilkan melalui pengamatan terhadap anak laki-laki berusia empat tahun bernama Rifqi Aqila Ardhani. Dengan menggunakan penelitian deskriptif  kualitatif yang dilakukan pada kondisi alami tanpa perencanaan. Data diperoleh melalui penelitian yang dikumpulkan dengan metode observasi, peneliti sebagai instrumen yang memberikan stimulus terhadap subjek. Penelitian ini diharapkan mampu menjadi dasar pertimbangan sebagai bentuk peringatan terhadap segala bentuk pemerolehan bahasa anak-anak dari televisi. Hasil dari penelitian ini adalah pemerolehan bahasa dari tataran sintaksis, semantik, fonologi, dan pragmatik serta berbagai leksikon yang dihafal Rifi dari televisi. KATA KUNCI: pemerolehan bahasa; media televisi; anak-anak   THE EFFECT OF TELEVISION MEDIA ON LANGUAGE ACHIEVEMENT IN 4 YEARS OLD CHILDREN   ABSTRACT: The influence of television media on the process of language acquisition can be generated through observation of a four-four-year-old boy named Rifqi Aqila Ardhani. By using descriptive qualitative research conducted in natural conditions without planning. Data obtained through research collected by the method of observation, researchers as instruments that provide stimulus to the subject. This research is expected to be a basic consideration as a form of warning against all forms of language acquisition of children towards television. The results of this study are language acquisition at the level of syntax, semantics, phonology, and pragmatics as well as various lexicons memorized by Rifi from television. KEYWORDS: language acquisition; television media; children
MEDAN MAKNA KATA “TERJATUH” DALAM BAHASA SASAK DIALEK MENO-MENI : KAJIAN SEMANTIK Baiq Tety Yuliana
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 1 (2021)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v1i1.9

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Tujuan dari penelitian ini yaitu (1) ingin mengetahui komponen medan makna kata “Terjatuh” dalam bahasa sasak dialek meno-meni (2) ingin mengetahui penggunaan leksem-leksem medan makna kata “Terjatuh” dalam kalimat bahasa sasak dialek meno-meni. Data dalam penelitian ini yaitu berupa kosakata “terjatuh” yang mempunyai beberapa komponen kata yang terdapat dalam bahasa sasak dialek meno-meni. Sumber data dalam penelitian ini adalah penutur asli bahasa sasak yang menggunakan dialek meno-meni. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik simak dan catat. Data dalam penelitian ini dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian yaitu terdapat dua puluh medan makna kata “Terjatuh” dalam bahasa sasak dialek meno-meni yaitu lawok, kepesik, ngerepak, lolat kesait, langkep, ngalak, paleng, terik, belosor, melekuk, tejujul, tesikuk, tantuk, nyusur, telantur, belanturan, tetendang, tegebuk, dan tesepor yang dianalisis berdasarkan komponen makna dan penggunaan leksem-leksem tersebut dalam bahasa sasak dialek meno-meni. KATA KUNCI: medan makna; leksem; komponen makna; dilaek meno-meni >  TITLE (1) : NO MORE THAN 12 WORDS AND REFLECT RESULT ON ARTICLES AND MINIMIZE WRITING THE NAME OF THE STATE (TIMES NEW ROMAN 10, BOLD, JUSTIFY, ONE COLUMN).   ABSTRACT: This research is a type of qualitative research. The objectives of this study are (1) to find out the meaning field component of the word "Teruntung" in the Sasak dialect of meno-meni (2) to find out the use of field lexemes for the meaning of the word "Fall" in the sentence of the Sasak dialect of meno-meni. The data in this study is in the form of "fallen" vocabulary which has several word components contained in the Sasak dialect of meno-meni. The data sources in this study are native speakers of the Sasak language who use the meno-meni dialect. The data collection technique used is the listening and note-taking technique. The data in this study were analyzed using a qualitative descriptive technique. The results of the study are that there are twenty fields of meaning for the word "Fall" in the Sasak language dialect of meno-meni, namely meno-meni yaitu lawok, kepesik, ngerepak, lolat kesait, langkep, ngalak, paleng, terik, belosor, melekuk, tejujul, tesikuk, tantuk, nyusur, telantur, belanturan, tetendang, tegebuk, dan tesepor which were analyzed based on the components of meaning and use of these lexemes in the Sasak language, the dialect of meno-meni.. KEYWORDS: the field of meaning; lexeme; meaning component; dilake meno-meni

Page 1 of 1 | Total Record : 5